NovelToon NovelToon
MY IDOL MY SUGAR DADDY

MY IDOL MY SUGAR DADDY

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat / Teen
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Binar jingga08

MY IDOL MY SUGAR DADDY Disya Putri, mahasiswi ekonomi yang berjuang menopang hidup dan ibunya, terpaksa menyetujui tawaran tak terduga dari Min Jae—idol papan atas yang dikenal dengan nama panggung Zelo. Hubungan mereka bermula dari perjanjian tanpa cinta: ia melayani, ia dibayar. Namun perlahan transaksi itu berubah menjadi rasa tulus, hingga masa lalu kelam Min Jae kembali hadir. Li Bora, mantan kekasih sekaligus produser yang dulu pergi tanpa penjelasan, kini kembali membawa ancaman dan rahasia besar. Di tengah tekanan publik, penolakan keras ayah Min Jae yang menganggap latar belakang Disya tidak setara, serta bukti perjanjian awal yang dijadikan senjata, mereka diuji hingga ke titik terberat. Di saat yang sama, tersembunyi kebenaran mengapa Li Bora dulu pergi, dan siapa yang sebenarnya mengatur semua ini dari balik layar. Akankah cinta yang tumbuh di antara keterpaksaan mampu bertahan melawan ambisi keluarga, masa lalu yang kelam, dan dunia yang menentang? Atau mereka justru menyadari bahwa pertemuan ini bukan sekadar kebetulan, melainkan takdir yang telah lama disiapkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Binar jingga08, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

~LANGKAH KECIL YANG BARU

Pagi itu sinar matahari masuk lembut lewat celah jendela apartemen, menyebarkan cahaya hangat ke seluruh ruangan. Disya bangun dengan perasaan jauh lebih ringan dibandingkan hari-hari sebelumnya. Tak ada lagi rasa sesak di dada, tak ada lagi ketakutan menyembunyikan rahasia besar sendirian. Ia meregangkan tubuh pelan, lalu berjalan menuju ruang makan, di mana Jack sudah ada di sana sedang menyiapkan sarapan sederhana.

"Selamat pagi, Oppa," sapa Disya pelan sambil duduk di kursi.

"Selamat pagi juga. Makanlah dulu, nanti dingin," jawab Jack sambil menyodorkan piring berisi nasi goreng hangat.

Mereka makan dengan tenang dalam keheningan yang nyaman. Setelah selesai, Disya meletakkan sendoknya perlahan, lalu menatap Jack dengan mata yang masih sedikit ragu namun penuh keberanian. Ia akhirnya memberanikan diri untuk menceritakan semuanya dari awal, tanpa menyembunyikan satu hal pun.

Ia bercerita bagaimana ibunya tiba-tiba jatuh sakit parah, biaya pengobatan di rumah sakit yang terus menumpuk, tagihan listrik dan air yang belum dibayar, hingga ancaman penyita rumah yang hampir membuat mereka berdua tidak punya tempat berteduh. Ia juga mengaku betapa putus asanya ia saat itu, sehingga ia tak punya pilihan lain selain menerima tawaran perjanjian dari Min Jae—hanya demi menyelamatkan nyawa ibunya dan menjaga rumah mereka.

Jack mendengarkan dengan sabar sepanjang waktu. Wajahnya tak menunjukkan kemarahan atau kekecewaan, hanya rasa iba dan pengertian yang mendalam. Saat Disya selesai bercerita dan menunduk menahan air mata, Jack mengulurkan tangan dan mengusap pelan punggung tangannya.

"Kau tidak perlu merasa malu, Disya. Kau melakukan itu bukan karena kau buruk atau serakah. Kau melakukannya karena kau anak yang sangat baik dan berbakti. Tidak ada orang yang bisa menyalahkanmu karena ingin menyelamatkan orang yang paling kau cintai," ucap Jack lembut namun tegas.

Lalu Jack menarik napas panjang, menatap Disya dengan serius. "Mulai hari ini, biarkan aku yang bantu. Biaya pengobatan ibumu, biaya rawat inap, obat-obatan, kebutuhan rumah, dan semua pengeluaran keluargamu—biarkan aku yang menanggung semuanya sampai ibumu sembuh total. Kau tidak perlu khawatir lagi soal uang, tidak perlu lagi memikirkan cara untuk mencari uang tambahan. Fokus saja pada kuliahmu dan jaga kesehatanmu sendiri."

Disya langsung menggeleng dengan tegas. Matanya menatap Jack mantap. "Tidak, Oppa. Terima kasih banyak atas kebaikanmu, aku sangat menghargainya. Tapi aku tidak mau. Aku sudah pernah merasakan betapa tidak enaknya berhutang budi pada orang lain, merasa hidupku diatur karena bantuan yang kuterima. Aku tidak mau mengalaminya lagi. Aku ingin mendapatkan apa yang kubutuhkan dengan caraku sendiri."

Jack terdiam sejenak. Ia sangat mengerti keteguhan hati sahabatnya itu. Disya adalah gadis yang sangat menjaga harga dirinya, dan ia tidak akan mau menerima sesuatu yang tidak ia usahakan sendiri. Setelah berpikir sejenak, Jack akhirnya mengambil keputusan yang tak bisa dibantah lagi.

"Baiklah. Kalau kau bersikeras begitu, aku punya satu keputusan final. Mulai hari ini, kau bekerja sebagai asisten pribadiku," ucap Jack tegas.

Disya terkejut. "Asisten pribadi? Tapi Oppa, aku belum pernah punya pengalaman seperti itu..."

"Tugasmu sangat sederhana," potong Jack. "Kau tetap kuliah seperti biasa, tidak ada yang berubah. Setelah kau selesai kuliah setiap harinya, kau ikut aku kemanapun aku pergi—membantu membawa barang, mengingatkan jadwal, menemani aku bertemu orang, hal-hal ringan seperti itu. Aku akan memberimu gaji yang sangat layak, bahkan lebih dari cukup untuk menanggung semua kebutuhanmu dan ibumu. Jadi ini bukan sedekah, bukan bantuan cuma-cuma. Ini upah yang kau dapatkan lewat kerja keras dan waktumu sendiri. Bagaimana?"

Disya terdiam lama. Ia berpikir matang-matang. Ini bukan lagi meminta-minta, ini adalah pekerjaan yang halal dan pantas. Ia bisa membantu sahabatnya sekaligus menolong ibunya dengan harga diri yang tetap terjaga. Akhirnya ia tersenyum tipis dan mengangguk.

"Baiklah, Oppa. Aku terima pekerjaan itu. Terima kasih banyak."

Sementara itu, Min Jae benar-benar menepati janjinya untuk tidak memaksa. Ia tak pernah datang tiba-tiba ke depan apartemen Jack, tak pernah menelepon berulang kali, dan tak pernah mengirim pesan yang menuntut balasan. Kadang ia hanya mengirim pesan singkat sekali sehari: "Semoga ibumu sehat selalu hari ini," atau "Jangan lupa makan tepat waktu." Kadang ia juga meminta kurir mengirimkan obat-obatan yang bagus, buah-buahan segar, atau makanan kesukaan Disya ke depan pintu, lalu pergi begitu saja tanpa menunggu Disya keluar. Ia menjaga jarak dengan sangat sopan, menunggu dengan sabar sampai Disya benar-benar siap untuk berbicara dengannya lagi.

Beberapa hari kemudian, Disya akhirnya memberanikan diri untuk melangkah keluar apartemen bersama Jack. Udara segar terasa menyejukkan paru-parunya. Ia berjalan di samping Jack, melihat keramaian kota, orang-orang yang berlalu-lalang, tanpa rasa takut dilihat orang atau diikuti kamera. Perlahan namun pasti, senyum mulai kembali terukir di wajahnya, dan langkah kakinya terasa lebih ringan dan percaya diri.

Masa lalu yang menyakitkan masih ada, luka di hatinya belum sembuh sepenuhnya, dan ia belum tahu bagaimana nasib hubungannya dengan Min Jae di masa depan. Tapi hari ini, ia sudah punya jalan yang jelas di depannya: ia punya pekerjaan yang layak, perlindungan sahabat sejati yang tak akan pernah meninggalkannya, dan waktu yang cukup untuk menyembuhkan dirinya pelan-pelan. Dan itulah langkah kecil yang paling berharga untuk membangun masa depan yang lebih baik.

 

1
Eomma'Drakor 01
Alice😡
Eomma'Drakor 01
disya kenapa ga pacaran Ama Jack aj sih?
Eomma'Drakor 01
langkah yang bagus disya nikmatilah semua fasilitas dari min jae oppa😍
Eomma'Drakor 01
langkah yang bagus disya, nikmatilah semua fasilitas dari min jae oppa😍
Tere Rere
keren
Flm Rendom
kisah cinta yg Berawal dari transaksi..
Flm Rendom
kira2 siapa nih yang bakalan melanggar aturan transaksi...
Wae
suka dengan persahabatan Jack dan disya😍 ceritanya bikin baper
Wae
my idol may sugar Daddy 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!