NovelToon NovelToon
Dendam Dan Cinta

Dendam Dan Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:632
Nilai: 5
Nama Author: indah Mayaddah f

Hukum tidak berpihak pada Anggita, jadi aku yang akan jadi hukumnya. Satu misi yang menjadi tujuanku hancurkan Arvin Teriaz. Aku Nabila Azzahra, topengku sekretaris, senjataku kode. Rencana sempurna begitu sempurna sampai Galen Teriaz, dokter yang membenci darahnya sendiri, mengulurkan tangan dalam misiku.

Apakah misi mereka berhasil dalam, menghancurkan seorang Arvin Teriaz ?

Baca selengkapnya !

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indah Mayaddah f, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25 HARI SIDANG & RANTANG BU ASTRID

Senin pagi pukul 7, langit Bandung begitu mendung. Galen di depan cermin, sudah rapi memakai baju kemeja berwarna putih dan dasi.

“Sudah rapi dan tampan, tapi kamu jangan tegang” Ujar Nabila

Galen menarik napas

"Takut om Bram muter balikin fakta lagi" Jawab Galen

Anggita nyelonong masuk bawa map setebal kamus.

"Tenang, kita bawa bukti segunung" Timpal Anggita

Sedangkan di ruang tamu sudah lengkap, Wijaya memakai blazer hitam yang di padukan dengan kemeja maroon, Alea yang memakai dress putih, Udin yang memakai baju batik, Dito yang memakai baju hitam plus ponselnya untuk live, Astrid yang membawa rantang 3 susun, sedangkan Laras membawa kardus kue lapis.

Melihat mereka Galen begitu terkejut …

“Bu Laras, itu apaan ?” Tanya Galen bingung

“Ini bekal untuk di sana, takutnya lama dan lapar” Jawab Laras

Melihat itu Alea tertawa …

“Ibu, di pengadilan itu tidak boleh makan” Ujar Alea

“Oh… ya sudah setelah sidang saja” Jawab Astrid membuat Alea geleng-geleng kepala

*****

Gedung Pengadilan Negeri Bandung yang begitu megah, diluar wartawan sedang menunggu.

"Pak Galen! Tanggapannya soal somasi!"

"Nanti ya, kita preskon abis menang" Ujar Dito

Di dalam ruang sidang, di kursi penggugat Bram yang memakai jas mahal yang dii sampingnya ada 3 pengacara dasi semua.

Di kursi tergugat ada Galen dan timnya, bangku mereka penuh. Map, laptop, dan rantang bu Astrid di bawah kursi

Hakim masuk

Tok… Tok… Tok…

"Silahkan duduk" Ucap Hakim

Galen noleh. Dan dia hampir jatuh dari kursi.

Hakimnya bernama Dewi, tetangga Astrid yang suka meminjam Loyang kue.

"Loh itu Bu Dewi, teman arisan" Ucap Astrid

"Waduh. Gimana ini..." Bisik Laras

Bu Dewi ngetok palu dengan wajah serius.

"Sidang perkara pencemaran nama baik dan penggelapan dimulai, silahkan Jaksa Penggugat" Ucap Bu Dewi selaku Hakim

Pengacara Bram berdiri

"Yang Mulia tergugat Galen Teriaz telah mencuri data perusahaan, mencemarkan nama baik klien saya, dan melakukan penyerangan. Kami punya bukti" Ucap Pengacara Bram

Layar dinyalain yang berisinya CCTV yang diedit. Di sana Galen terlihat sedang mencuri flasdisk.

"Itu di edit" Bisik Galen begitu murka

"Tahan, Galen" Ucap Nabila menahan Galen

Giliran pengacara Galen

"Yang Mulia, data itu bukti tindak pidana klien kami dan ini bukti aslinya"

Anggita colok flashdisk lalu muncul data C-12 dan rekaman Bram korupsi 2M, transfer ke rekening judi.

Ruangan menjadi hening, Bram tersenyum tipis

"Itu data palsu" Ucap Bram

"Silahkan saksi dari pihak tergugat," kata Bu Dewi.

Saksi 1 Pak Udin

Udin maju begitu gugup …

"Saya... saya liat terdakwa nyerang pake pistol, terus disiram kolak sama Bu Laras" Ucap Udin

Pengacara Bram

"Kolak? Ini pengadilan bukan dapur, Pak!" Pekik Pengacara Bram

"Iya tapi kolaknya panas Yang Mulia!" Jawab Udin

Saksi 2 Dito

Dito maju bawa HP …

"Yang Mulia, ini bukti video saya yang judulnya 'Emak-emak Lawan Teroris' dan ini udah 5 juta views" Ucap Dito

Dia play dan terdengar suara Astrid

"LEPASIN!"

Byur…

suara kolak, membuat seluruh ruang sidang nahan ketawa.

"Apaan ini ?" Bisik Bram begitu kesal

Saksi 3: Bu Astrid

Astrid maju membawa rantang

"Ibu bawa apa itu?" Tanya Hakim bingung

"Bekal Yang Mulia, takut sidangnya lama" Ceplos Astrid dengan polosnya

Melihat itu Bram menepuk jidat

"Tapi saya mau bersaksi, oang itu jahat. Dia mau nembak mas Galen, terus saya siram pake kolak. Dan kolak pisangnya juga sebagian saya bawa dan masih ada sisa di kompor kalau mau bukti" Tambah Astrid

Hakim mengetok palu 3 kali

"Cukup bu, terima kasih kesaksiannya" Ucap Hakim sambil menahan tawa

Pengacara Bram berdiri …

"Yang Mulia, semua ini rekayasa keluarga tergugat. Klien saya difitnah" Ucapnya

Bram berdiri …

"Yang Mulia, sya cuma mau hak saya. Hak dari perusahaan keluarga yang dulu dirampas kakak saya" Ucap Bram

Wijaya berdiri

"Karena kamu korupsi" Timpal Wijaya dengan aura dingin

"Karena mas serakah!" Sarkas Bram balik.

Ruangan sidang begitu panas …

Galen berdiri

"CUKUP!" Teriak Galen

Semua diem …

"Yang Mulia, saya gak mau perusahaan, saya juga gak mau uang. Saya cuma mau om saya berhenti nyakitin keluarga saya, karena saya dan ayah saya sudah menyerahkan semuanya kepada om saya. Data ini bukti, kalau Yang Mulia mau penjarakan saya karena ngelaporin kejahatan silahkan" Lanjut Galen

Nabila genggam tangan Galen, Anggita di belakangnya dan tim arisan di belakang lagi.

Hakim diam lama, ia melirik ke Astrid yang lagi nyembunyiin rantang lalu melirik ke Laras yang bisik-bisik

"Kuenya gimana" Bisik Laras

Hakim tarik napas …

"Pengadilan memutuskan, bukti dari pihak tergugat lebih kuat dan valid. Perkara pencemaran nama baik DITOLAK, untuk perkara penggelapan akan dilanjutkan dengan penyidikan terhadap pihak penggugat" Ucapnya

Tok … Tok … Tok ..

Palu diketok

Bram langsung berdiri dengan wajahnya merah.

"Ini gak adil!" Teriak Bram

"Kita banding!" Ucap Pengacaranya

Bram jalan keluar, sebelum keluar ia nengok ke Galen.

"Ini belum selesai, Galen" Ucap Bram

*****

Di luar pengadilan wartawan nyerbu ..

"Gimana tanggapannya Pak Galen ?"

"Kami cuma mau keadilan" Jawab Galen

Astrid duduk dan membuka rantang

"Udah sidang, makan yuk" Ajak Astrid

Dewi (Hakim) keluar, langsung nyamperin Astrid

"Bu... itu rantang isinya apa?" Tanya Dewi

"Rendang bu, Mau?" Tawar Astrid

Mendengar itu membuat Dewei tertawa …

"Iya, tapi lain kali jangan dibawa ke sidang ya" Jawab Dewi

Tapi dari kejauhan, Bram di dalam mobil memukul setir karena kesal.

"Pengacara! Cari celah lain, kita serang dari pajak dari aset dri mana aja!" Titah Bram

1
Ilfa Yarni
itu orang ga ada kapok2nya ya lagian polisi knp diam aja klo tau orang yg didalam sel merencakan kejahatan yg barublg
Ilfa Yarni
aduh Galen jgn lengah Bram duluan beraksi tuh
Rima Rismawati
Lanjut thor makin seru ceritanya 🙏🏻😊
indah Mayaddah f: Di tunggu ya kak 🙏😊
total 1 replies
Rima Rismawati
Ternyata bu RT dan kedua orang tua Nabila kocak juga 🤣
Rima Rismawati
Ada ya keluarga seperti itu, kepada saudara kandungnya sendiri 😡
Ilfa Yarni
seru jg ceritanya sebuah kluarga yg memperebutkan harta warisan
indah Mayaddah f: Terima kasih 🙏
total 1 replies
Rima Rismawati
Nkvel aru thor
indah Mayaddah f: Iya kak, semoga suka ya 🙏
total 1 replies
indah Mayaddah f
👍🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!