Beruntungnya Aku Bersamamu
"Grizella Maheswari"
Aku akan bersamamu, aku akan melakukan yang terbaik, agar mipimu tidak berubah menjadi mimpi buruk lagi, aku berjanji akan selalu ada untukmu mengubah semuanya menjadi indah.
"Erkan Gibra Arsakha"
Kisah seorang gadis yang masih memiliki Trauma di masalalu dan seorang Pria yang akan mengubah semuanya, di sini lah dimana moment buruk itu di rubah menjadi moment yang indah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon savetia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masalah
Alex melirik ke arah Zella yang terus memandang ke luar entah apa yang sedang di pikirkan gadis itu, padahal tadi Zella ingin berbicara dengannya tetapi sampai sekarang gadis itu hanya diam.
Alex memberhentikan mobilnya di area parkir " Zella!" panggil Alex namun Zella tetap diam tidak menyauti
"Zella!" Alex memegang pundak Zella memanggilnya sekali lagi
"Ahh.. iya Sorry Lex " kaget Zella menoleh ke arah Alex
Alex menghela napas sebelum rentetan pertanyaan itu keluar "kamu kenapa?.. tadi kamu bilang ingin berbicara denganku! ada apa?.. kamu terlihat tidak baik Zella! "
"Kita dimana ?.." tanya balik Zella
Alex terkekeh melihat wajah Zella yang terlihat bingung "Sedari tadi kamu liat ke jendela, memangnya liat apa?.. ini area parkir Apartemenmu !" ujar Alex dia memang sengaja mengantarkan langsung Zella ke apartemennya karna sedari tadi keadaan gadis itu bener-benar terlihat kacau
Zella melihat sekeliling ternyata bener sekarang sedang berada di area parkir "Oh iya ... Sorry?..."
"katakan apa yang membuatmu sedari tadi melamun?.. kamu sedang ada masalah Zella?"
Zella menggelengkan kepalanya tersenyum kecut " aku tidak tahu ini disebut masalah atau bukan, yang aku butuhkan hanya sebuah kebenaran!" ujar Zella dengan serius menatap Alex..
" katakan Alex jika semuanya tidak benar?"
"apa maksudmu Zella?"
"Tasya! dia pacarmu ?... apa yang di lakukan Erkan padanya itu tidak benar bukan ?..." tanya Zella yang kini matanya sudah mememerah
Alex sedikit terkejut dengan apa yang Zella katakan, darimana gadis itu mengetahui tentang masalah ini, tapi kenapa Zell yang beranggapan jika Erkan pelakunya dan juga mengatakan jika Tasya adalah kekasihnya
"Dari mana kamu mengetahuinya?
"jawab saja pertayaan aku tadi"
Alex lama terdiam memikirkan apa yang akan di katakan pada Zella, tentang kebenaran atau kebohongan "Zella apa yang kamu akan lakukan jika itu sebuah kebenaran?
"jadi itu benar, itu alasan kalian selama ini tidak pernah akur?
akhirnya dengan ragu Alex mengangukan kepalanya
" kamu bohongkan? Erkan tidak mungkin seperti itu" Zella mengelengkan kepalanya tidak percaya
"Iya!...itu memang kenyataanya Zella!.. dia tidak sebaik yang kamu pikirkan, bukankah dulu aku juga pernah bilang padamu ketika kita bertemu di panti? tapi kamu tidak yakin akan hal itu? sadarlah!.. Zella lebih baik kamu tinggalkan Erkan!"
Zella memejamkan matanya kata-kata Alex begitu membuat hatinya hancur "Ok! kalo begitu cukup" ujar Zella mencoba untuk menguatkan hatinya " Terimakasih sudah mengantarku " Zella langsung membuka sabuk pengaman hendak keluar dari mobil Alex
dengan cepat Alex menahan tangan Zella" tunggu Zella, apa yang akan kamu lakukan setelah tau kebeneran ini?
"Selamat malam Alex " Zella tidak menjawab pertanyaan Alex lalu keluar dari mobil
Alex menatap kepergian Zella dari dalam mobil dengan tangan mencengkram kemudi dengan kencang sampai buku tangannya memutih, Alex tidak tahu darimana Zella mengetahui masalahnya dulu dengan Erkan.
namun yang Alex tahu kali ini dia telah melakukan kebohongan, memanfaatkan situasi ini untuk mendapatkan Zella, sekarang Alex terlihat picik hanya karna ingin mendapatkan Zella.
***
Erkan berdiri di bawah guyuran air yang membasahi seluruh tubuhnya, tidak ada sama sekali rasa penyesalan dalam diri Erkan setelah menghabisi 14orang anak buah Zack
kali ini Erkan tidak akan melepaskan Zack, dulu Erkan hampir berhasil membunuhnya, berkerjasama dengan Intelijen Itali untuk menangkap Zack yang sekarang menjadi ketua mafia yang memproduksi obat-obatan terlarang dan menjadikan perusahan Winchester sebagai wadah untuk pencucian uang.
namun dia berhasil lolos lalu di selamatkan oleh Alex dan bodohnya pria itu malah menyembunyikan keberadaan Zack dan bekerjasama denganya untuk menjatuhkan Erkan, hanya karna dendam yang tidak tahu kebenarannya. fakta itupun baru Erkan ketahui ketika menyelidiki Alex. Sial memang!
Erkan mematikan shower lalu meraih bathrobe dan memakainya keluar dari kamar mandi. bunyi ponselpun terdengar "Revan is Calling" Erkan langsung meraihnya dan mengangkat panggilan tersebut
"Sampai kapan gue harus di itali A" Triak seseorang di sebrang telpon Erkan melospeak telponnya
"Emang kerjaan lo udah selesai? selama gue di sini lo urus disana!"
"Emang kampretnya lo A"
"Gimana? lo udah kasih laporan ke mereka"
"Ya! gue udah kasih berkas itu ke badan Intelijen, mungkin mereka sudah berada di indonesia, bersiaplah lo pasti bakal dapat panggilan dari kepolisian"
"Good! jika kerjaan lo udah selesai, lo baru bisa pulang"
Tut..
Erkan langsung mematikan pangilan tersebut.
sedangkan dintempat lain Revan mengumpat di depan ponselnya karna Erkan mematikan telponnya begitu saja "dasar kakak durjanah!...Sial!.. " ini semua juga gara-gara dirinya sendiri menjaili Erkan, karna membatu Zella untuk bertemunya tempo hari, dan sebagai hukumannya Revan harus mengurus perusahaan yang di itali..
***
Zella berdiri di balkon dengan pandangan kosong, kebenaran yang menghantam dia begitu terasa menyakitkan setelah mendengar apa yang di katakan Alex, perasaan sakit, kecewa, marah menjadi satu, apalagi kata-kata Zack masih terngiang di telinganya dan pikirannya.
"kamu yakin Erkan mencintaimu, aku hanya kasian padamu Zella kamu cantik, pintar pantas mendapatkan pria lebih dari Erkan"
"apa sebenarnya maksud anda? "
"aku hanya tidak ingin nasibmu sama dengan wanita itu"
"wanita?"
"wahh.. ternyata kamu tidak tahu, ternyata Erkan benar-benar menyembunyikannya dengan rapih, begitupun dengan keluarganya, asal kamu tahu Zella Erkan pernah memperkosa kekasih sahabatnya sendiri sampai hamil"
Degh!..
apa maksudnya ini.. Zella langsung teringat tentang kejadian di paris ketika Erkan juga sempat ingin memperkosanya
"kamu mau tau apa yang terjadi dengan wanita itu, akhirnya dia bunuh diri akibat depresi, karna Erkan tidak mau bertanggung jawab! wanita itu adalah kekasih Alex fabio Demir, kamu juga mengenalnya bukan?"
Zella diam tidak bergeming tubuhnyapun seakan tidak memiliki tenaga, Zella hanya mampu mendengarkan Zack.. lidahnya begitu kelu tidak mampu berbicara
"itulah kenapa Erkan dan Alex tidak pernah akur, karna Alex membeci Erkan, berhati-hatilah dengannya Zella aku takut setelah dia berhasil mendapatkan apa yang dia inginkan Erkan akan meminggalkanmu.
"Melamun hemm"
Zella langsung tersentak kaget tersadar dari lamunannya karna sebuah tangan besar melingkar di perutnya, Zella tidak perlu memberitahu siapa pemilik tangan tersebut,
"Kamu baru pulang?" tanya Erkan
dengan cepat Zella membalikan tubuhnya menatap Erkan yang juga menatapnya "i..iya aku baru pulang" gugup Zella menundukan kepalanya
"ada apa? dari tadi aku memangil, kamu tidak mendengarnya, apa yang membuatmu melamun seperti tadi?"
"Itu semua karna kamu Erkan" ingin sekali Zella mengucapkan itu tapi hanya mampu tertahan di dalam
Erkan memyeritkan halisnya melihat Zella yang tidak menjawab pertanyaanya gadis itu hanya menundukan kepalanya, lalu kemudian Erkan menangkat dagu Zella "Ada apa?" Erkan mencoba bertanya sekali lagi
Zella menggelengkan kepalanya" tidak apa-apa, aku hanya lelah menemani Dina belanja di mall"
"kalo begitu istirahatlah" ujar Erkan mengelus lembut bibir Zella lalu Erkan mendekatkan wajahnya.
di saat Erkan akan mengecup bibir kekasihnya namun Zella langsung memalingkan wajahnya sehingga ciuman itu mengenai sudut bibirnya
Erkan hanya tersenyum miring atas penolakan yang dilakukan oleh Zella dan mencengkram kuat pagar pembatas balkon
"aku ngantuk" Zella sedikit mendorong tubuh Erkan yang menghimpitnya berlalu pergi meninggalkan Erkan
Erkan membalikan tubuhnya menatap Zella yang kini sudah masuk kedalam kamarnya " ada yang tidak beres " pikir Erkan atas perubahan Zella apalagi tadi gadis itu menghindar ketika Erkan ingin menciumnya. karna baru petama kali Zella seperti ini, biasanya kekasihnya itu akan menolak dengan memarahi Erkan tetapi tadi Zella hanya diam
sepertinya Erkan harus mencaritahu apa yang terjadi kepada Zella, atau mungkin besok pagi dia akan coba tanyakan kembali kepada Zella
di Ke esoakan paginya di kantor Erkan terus mengetuk-ngetuk penanya pada meja dengan pandanganya lurus kedepan, Erkan masih memikirkan atas perubahan Zella semalam, tadi pagi juga gadisnya itu sudah tidak ada di apartemen, pergi tanpa memberi tahukannya di tambah hari ini kekasihnya itu sedang libur, gagal sudah rencana Erkan untuk menanyakan apa yang terjadi dengannya.
"Tuan" panggil Robbi yang sedari tadi berdiri tidak di hiraukan Erkan
"katakan Robbi"
"kemarin ketika saya mengantarkan nona, memang sedikit terlihat aneh, seperti sedang memikirkan sesuatu, nona juga sempat menanyakan sesuatu pada saya tentang Tuan?
"Apa kamu mengatakan sesuatu?"
Robbi menggelengkan kepalanya "tidak Tuan! saya hanya menjawab untuk menanyakannya langsung kepada anda Tuan,"
Aneh! pasti ada sesuatu, tapi apa itu? tidak mungkin jika kekasihnya itu marah padanya karna kemarin Zella masih mau membalas pesannya tidak seperti sekarang "Ahhh... Sial " umpat Erkan melihat ponselnya pesanya masih belum di balas oleh Zella
"Robbi cari tahu kemana Zella pergi kemarin, dan dengan siapa dia bertemu jangan sampai ada yang terlewatkan "
"Baik Tuan " patuh Robbi keluar dari ruangan Erkan
Erkan menarik nafas mengusap wajahnya menyandarkan pungungnya pada kursi " tahan emosi lo Erkan. "
***
" Kenapa gak di angkat dari tadi ponsel lo bunyi terus tuh "
"iya gue tahu Din, males gue ngangkatnya!"
Dina mengelengkan kepalanya melihat tingkah sahabatnya itu, yang saat ini sedang berada di tempat prakteknya, tadi pagi-pagi sekali Zella sudah mengendor pintu membangunkan Dina dari tidur cantiknya karna memang Dina tinggal di tempat prakteknya.
" Zel.. apa sebaiknya lo tanyain langsung sama Erkan? menurut gue dia juga berhak memberikan penjelasan !"
"Terus lo mau bilang Alex bohong gitu?"
"Gue gak bilang begitu.. ya kitakan harus mendengarkan dari yang bersangkutan juga.. aishhhh....kemana sih pikiran rasional lo itu?
"Saat ini gue gak bisa berpikir jernih, apalagi dulu dia pernah hampir perkosa gue, lo taukan gue juga pernah ngalamin hal serupa ?
" gue ngerti! tapi Zell pereman-preman itu berbeda dengan Erkan.. ya walupun keduanya sama hampir perkosa lo, tapi gue yakin Erkan gak seperti itu orangnya" tegas Dina
Zella mendengus sebal melemparkan bantal pada Dina " lo kok belain dia sih! "
"Zella gue ini psikolog, gue bisa baca karakter seseorang gue yakin Erkan gak kaya begitu, walaupun memang ada sesuatu yang berbeda pada dirinya! gue yakin lo juga udah tahu bukan itu apa?"
Zella terdiam memikirkan apa kata-kata Dina tadi Zella ingin mengakui jika omongan Dina benar tapi Zella merasa belum siap untuk mendengar kenyataanya apalagi Alex membenarkan hal tersebut..
"Ahhh... Dina kepala gue rasanya mau pecah " keluh Zella memeluk sahabatnya itu.
"yang Sabar yah Beb " Dian menepuk-nepuk pundak Zella
***
"Zack! kamu yakin rencana kita akan berhasil kali ini" tanya seorang wanita menghampiri Zack yang sedang duduk di kursi kebesarannya sambil menghisap cerutu yang sudah menjadi candu
"Tentu!.. apala lagi gadis itu bertemu dengan Alex sesudah menemuiku, pasti dia menanyakan langsung pada si bodoh itu!" ujar Zack yang terus menyecap cerutunya sehingga kepulan asap kekuar dari mulutnya
"Kapan aku ikut main?" wanita tersebut langsung duduk di pangkuan Zack dan melingakarkan tangannya di leher Zack.
"sabar sayang, kita akan mempermainkan permainan ini secara bertahap, gadis itu ternyata sangat sulit untuk di pengaruhi dia benar-benar menarik pantas saja dua lelaki bodoh itu tergila-gila padanya "
"bagaimana jika Alex mengatakan sebenarnya?"
"Itu tidak mungkin, pasti si bodoh itu akan berkata kebohongan, aku tahu betul karakter Alex, kita cukup melemparkan umpan biarkan mereka memakanya"
"Tuan!" pangil seseorang yang berjalan dengan pincang karna kaki sebelah kanannya terluka
"Ada apa? aku tahu kalian gagal lagi! kalian benar-benar bodoh hanya membunuh satu tikus saja tidak bisa!..
"Maafkan kami Tuan, sebaiknya kita lebih berhati-hati Tuan, karna pria itu...
Dor!...
Arghhhh!....
pria itu langsung terjatuh berlutut karna kaki sebelah kirinya di tembak oleh Zack "a... ampun Tuan seharusnya kita tidak takut dengan dia" ujar
"Bagus!" jika kau sudah mengerti, bawa dia dari sini " printah Zack pada anak buah lainnya ..
Cih... bocah itu berani mengancamnya kita liat saja nanti siapa yang kalah kali ini dalam permainan, Zack tidak akan membiarkan Erkan menang begitu saja, gara-gara Ponakan bodohnya itu usaha selama yang dia bangun hancur begitu saja, karna Erkan berhasil membongkarnya,
seharusnya Zack membunuh Erkan juga waktu itu bukan hanya membunuh Kakeknya tetapi dengan bodohnya keponakannya itu mau saja terhasut dengan omonganya menanggap dirinya sebagi pembunuh kakeknya sendiri.
Zack hanya mampu tersenyum ketika mengingat kejadian itu, Zack benar-benar akhli dalam memancing.
kreen ditunggu episod berikutnyaaaa...😍
g sabaaar nunggu kelanjutanyaaaaaa😀😀
bikin penasaran seru menegangkan...😀😀
4 like buatmu.
Semangat ya
7 like buatmu.
Mari kita saling dukung.
Semangat up terus ya..
8 like buatmu.
Mari kita saling dukung.
Semangat up terus ya..
yuk mampir di "Mr. Mafia or Mr. Psychopath?" juga ya
Semangat