NovelToon NovelToon
Return To You

Return To You

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Wanita Karir
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Delapan tahun merajut kasih, hubungan Zacheriyya Tengiz dan Evander Vale-Knight hancur lebur dalam satu malam akibat pengkhianatan yang tak termaafkan.

Alih-alih menyesal, Evander justru menyebut tindakan kejamnya sebagai pembalasan ego yang setimpal atas kesalahan masa lalu.

Terluka dan murka, Zacheriyya pergi dengan sumpah tidak akan pernah memaafkan pria itu sampai ia mati.

Dua tahun berlalu dalam pelarian, takdir dengan kejam mempertemukan mereka kembali.

Rasa cinta yang dulu membara kini telah sepenuhnya bermutasi menjadi kebencian yang dingin dan mematikan. Pertemuan tak terduga ini seketika menyulut kembali sumbu dendam lama dan perang ego yang sengit di antara keduanya.

Mereka kini berdiri berseberangan sebagai dua mantan kekasih yang saling membenci setengah mati, siap saling menjatuhkan lewat tatapan tajam dan kata-kata berbisa.

Di tengah pusaran benci dan luka lama yang kembali menganga, siapakah yang akan hancur terlebih dahulu dalam permainan rasa yang berbahaya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#4

Malam semakin larut merayap di langit Los Angeles, namun sisa-sisa badai emosi yang berkecamuk sejak siang tadi di arena sirkuit masih menyisakan gaung yang teramat panjang di benak Evander Vale-Knight.

Setelah memastikan Gabriella Margareth duduk dengan aman di kursi rodanya dan menyerahkan penjagaan wanita itu kepada perawat pribadi di dalam mansion megah milik kakaknya, Evander memilih untuk mengasingkan diri. Ia melangkah menuju balkon lantai dua yang menghadap langsung ke arah kerlip lampu kota yang tak pernah tidur.

Udara malam yang menusuk tulang sama sekali tidak mampu mendinginkan kepalanya yang terasa mendidih.

Dengan sebelah tangan bertumpu pada pagar pembatas besi, jemari tangan lainnya bergerak lambat menyalakan sebatang rokok, membiarkan asap abu-abu pekat menguar ke udara bebas, berpilin bersama memori-memori terlarang dua tahun lalu yang kini bangkit dari kuburnya.

Dua tahun yang lalu. Kamar Presidential Suite sebuah hotel mewah di pusat kota menjadi saksi dari awal kehancuran hidupnya.

Evander memejamkan mata rapat-rapat, dan seketika ingatan itu memproyeksikan sosok Gabriella Margareth dengan begitu jelas.

Di malam terkutuk itu, Evander yang dikuasai oleh rasa cemburu yang buta dan ego maskulin yang tercabik-cabik setelah pengakuan jujur Cherry mengenai perselingkuhan emosionalnya, telah mengambil langkah paling bodoh sepanjang hidupnya.

Dia dengan sengaja menyewa Gabriella Margareth—hanya untuk menyusun sebuah sandiwara murahan.

Evander ingat bagaimana dia memerintahkan Gabriella untuk melepaskan seluruh pakaiannya hingga telanjang bulat, menyuruhnya berbaring di balik seprai sutra putih bersamanya.

Namun, ada satu rahasia besar yang tidak pernah diketahui oleh dunia, bahkan oleh Cherry sekalipun.

Di atas ranjang yang terlihat begitu intim itu, Evander tidak pernah menyentuh Gabriella seujung kuku pun.

Jiwa dan tubuhnya menolak dengan keras untuk melakukan kontak fisik dengan wanita mana pun selain Zacheriyya Tengiz.

Baginya, Cherry adalah pemilik mutlak atas dirinya, dan sandiwara itu murni dibuat hanya untuk memberikan pukulan telak yang setimpal kepada kekasihnya.

Evander dan Gabriella hanya tidur berdampingan dalam jarak yang dingin, membeku dalam keheningan demi menunggu kedatangan Cherry yang dia tahu akan memberinya kejutan malam itu.

Namun, skenario yang ia susun memiliki efek samping yang tak pernah ia duga.

Gabriella Margareth, yang untuk pertama kalinya seumur hidup diperlakukan dengan begitu terhormat oleh seorang pria berkuasa dan tampan seperti Evander—pria yang membiarkannya telanjang bulat namun memilih menjaga batas dengan tidak menyentuhnya atas dasar nafsu rendahan—justru jatuh hati setengah mati.

Kehormatan palsu dan kendali diri luar biasa yang ditunjukkan Evander malam itu menjadi pemicu utama mengapa Gabriella mulai mencintai Evander secara obsesif dan tidak sehat sejak detik itu.

Baik Gabriella maupun Evander tahu betul bahwa kejadian malam itu bersih dari penyatuan fisik apa pun.

Mereka hanya menunggu, dan setelah pintu kamar hotel terbuka lalu ditutup kembali dengan dentuman keras yang membawa serta seluruh sisa kebahagiaan dan kekecewaan penuh dari Cherry yang melarikan diri, badai yang sesungguhnya baru saja dimulai.

Di dalam kamar yang sepi, Gabriella yang merasa misinya selesai justru bertindak nekat.

Didorong oleh rasa kagum dan gairah yang mendadak tumbuh, Gabriella malah memaksa Evander untuk melakukan hal yang intim secara nyata. Dia merayap di atas tubuh Evander, mencoba menyatukan bibir mereka.

Namun, Evander bukanlah pria lemah yang bisa digoda.

Rasa bersalah dan penyesalan instan langsung menghantam dadanya begitu melihat air mata Cherry yang jatuh di lantai tadi.

Dengan kasar dan tanpa belas kasihan, Evander mendorong tubuh Gabriella hingga wanita itu tersungkur ke lantai marmer yang dingin, meninggalkannya begitu saja dengan pakaian berserakan.

Meskipun setelah malam itu mereka berdua terpaksa sering berada di dalam lingkaran sosial yang sama—terutama karena kakak iparnya Evander adalah adik kandung Gabriella—Evander tetap tidak pernah menerima kehadiran Gabriella.

Di matanya, Gabriella hanyalah pengingat abadi akan kebodohan terbesarnya yang telah mengusir kekasihnya, Zacheriyya Tengiz.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Sementara itu, di sudut lain Los Angeles yang dipenuhi oleh kehangatan cahaya lilin dan aroma anggur putih berkelas, Zacheriyya Tengiz tengah duduk dikelilingi oleh para sahabat terbaiknya.

Suara tawa yang renyah dan lepas mendadak memenuhi ruang VIP restoran privat tersebut, memecah ketegangan yang sempat menyelimuti wajah Cherry sejak kepulangannya dari sirkuit.

"Hahaha! Aku benar-benar tidak bisa membayangkannya, Zacheriyya! Kau membohonginya bulat-bulat soal bom kedua itu?"

Kata sahabatnya, Alessia Cestaro, sambil memegang perutnya yang kram karena tertawa terlalu keras.

Wajah Alessia memerah, membayangkan bagaimana ekspresi panik seorang Evander Vale-Knight yang terkenal angkuh harus berlari menyelamatkan diri dari sirkuit miliknya sendiri.

"Lalu bagaimana tampang bajingan itu sekarang, Cher? Aku benar-benar tidak pernah lagi melihat nama Evan berkeliaran di majalah-majalah bisnis sejak dua tahun lalu. Dia benar-benar seperti menarik diri dari sorotan publik setelah kalian berpisah," sahut Svea Nycekerh, ikut terkekeh pelan sambil memutar-mutar kaki gelas anggurnya, menatap Cherry dengan pandangan penasaran yang menuntut jawaban.

Cherry meletakkan garpunya lambat-lambat, helaan napas halus lolos dari bibirnya yang dilapisi pemerah berwarna marun gelap.

Senyum tipis yang tampak begitu lelah dan dipaksakan terukir di sudut bibirnya. "Dia masih menyebalkan," kata Cherry dengan nada suara yang diusahakan sedatar mungkin, seolah membicarakan cuaca buruk di luar sana.

"Masih pria sombong, arogan, dan merasa bahwa seluruh dunia berputar hanya untuk menuruti kehendaknya. Tidak ada yang berubah dari sifat keras kepalanya."

Mendengar jawaban itu, tawa Alessia perlahan-lahan mereda, digantikan oleh perubahan raut wajah yang drastis.

Sepasang mata Alessia menatap Cherry dengan tatapan penuh proteksi yang teramat dalam, sebuah sorot mata dari seorang sahabat yang telah menyaksikan bagaimana Cherry hampir kehilangan kewarasannya dua tahun lalu akibat patah hati.

Alessia mencondongkan tubuhnya ke depan meja, memotong jarak di antara mereka.

"Zach, dengarkan aku baik-baik," ucap Alessia dengan nada suara yang berubah menjadi sangat serius, melenyapkan seluruh sisa atmosfer jenaka di dalam ruangan.

"Kau harus benar-benar menjauh dari bajingan pengkhianat itu. Aku tidak mau sahabat terbaikku harus kembali jatuh ke dalam lubang yang sama, jatuh pada pesona pria berengsek seperti dia yang hanya tahu cara menghancurkanmu."

Svea ikut mengangguk mantap, meletakkan gelas anggurnya ke atas meja dengan bunyi dentingan yang cukup keras, seolah memberikan penekanan pada kalimat Alessia.

Matanya menatap tajam ke dalam manik mata cokelat hazel milik Cherry. "Ingat, Cherry. Pria itu meniduri gadis jalang itu di depan matamu sendiri. Kau menyaksikan pemandangan menjijikkan itu dengan kedua matamu sendiri di kamar hotel itu. Jangan biarkan dinding pertahanan yang kau bangun selama dua tahun ini runtuh hanya karena melihat wajahnya di sirkuit hari ini."

Cherry terdiam seketika. Kata-kata dari kedua sahabatnya terasa bagai hantaman gada besi yang telak menghancurkan topeng ketenangan yang sejak siang tadi ia pakai dengan susah payah.

Ia mengalihkan pandangannya dari wajah para sahabatnya, menatap lurus ke dalam cairan anggur di dalam gelasnya yang memantulkan bayangan redup dirinya sendiri.

Demi Tuhan, ingatan siang tadi kembali berputar liar di kepalanya.

Melihat pria itu berdiri tegak di sirkuit... mendengar kembali getaran suara beratnya yang dulu selalu membisikkan kata cinta di telinganya saat terbangun di pagi hari... melihat garis rahang kokoh dan sepasang mata tajam yang dulu menjadi tempatnya pulang... rasa kecewa dan luka yang memuncak dua tahun lalu kembali menggelar dengan dahsyat di dalam dadanya.

Jantungnya berdenyut begitu nyeri, seolah-olah dilapisi oleh pecahan kaca yang menusuk setiap kali ia menarik napas. Kemarahan dan rasa dikhianati itu masih terasa begitu nyata, begitu membakar, seakan kejadian di hotel itu baru terjadi kemarin malam.

Namun, di balik semua kemurkaan, di balik semua sumpah serapah yang ia ucapkan di kelab malam, dan di balik seragam EOD penjinak bom yang membuatnya terlihat seperti wanita tanpa kelemahan... bagaimana dengan cinta yang ia miliki di dalam lubuk hatinya yang terdalam?

Cherry memejamkan matanya rapat-rapat, merasakan setitik air mata yang hangat hampir saja lolos dari sudut matanya sebelum ia seka dengan cepat menggunakan jemarinya.

Cinta ini... cinta sialan ini benar-benar tidak bisa hilang dari hatinya.

Delapan tahun kebersamaan sejak mereka masih remaja berusia tujuh belas tahun, berbagi mimpi di bawah langit Los Angeles, saling mendekap di saat-saat tersulit, telah menanam akar yang terlalu dalam di dalam jiwanya.

Perasaan itu telah bertransformasi menjadi sebuah rasa sakit yang anehnya terasa sangat manis, sebuah kerinduan yang terus menetap di sana meskipun diselimuti oleh kabut kebencian yang tebal.

Ia benci mengakui bahwa meskipun Evander telah menorehkan luka yang paling berdarah dalam hidupnya, jiwanya masih mengenali pria itu sebagai satu-satunya pemilik hatinya.

Cinta itu tidak pernah mati; ia hanya bersembunyi di sudut paling sunyi, berdenyut pilu setiap kali takdir mempertemukan mereka kembali dalam sebuah pusaran rasa yang tak kunjung usai.

Cherry meremas jemarinya kuat-kuat di bawah meja, merutuki kelemahannya sendiri yang masih saja mencintai pria pengkhianat yang seharusnya ia lupakan selamanya.

1
Mei TResna Rahmatika
sedihh bangett part ini😭
Rosdianah 🌷: huhuhu🥲
total 1 replies
Hennyy exo
kurang banget🤭🤭

omg evander aku padamu😘😘
Rosdianah 🌷: heheh anak author 🤣
total 1 replies
Hennyy exo
sangat suka dengan alurnya dan penulisannya juga bagus mudah dipagami
Rosdianah 🌷: ma'aciww kak🫶🥰
total 1 replies
Hennyy exo
pliss thor sehari upnya 4 atau 6 bab ya🤭
Rosdianah 🌷: heheh nggak janji ya kak🤭
total 1 replies
Hennyy exo
wow makn menanyang thor babnya
Hennyy exo
sumpah thor alurnya makin bagus banget😍
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak sudah stay baca🫶
total 1 replies
Hennyy exo
baca di bab ini.kaya orang gila🤣🤣🤣
gemes deh ama merka berdua
Hennyy exo
di bab ini suka banget ma alurnya
nayla tsaqif
Apa kbr Gabriella margareth,,?? 🤭
Rosdianah 🌷: tunggu kak🤭🤣
total 1 replies
Bonny Liberty
emang minus kayanya ini laki,yang bengkokin siapa,yang lurusin siapa/NosePick/berasa yang paling ...banget deh/Hammer/
Rosdianah 🌷: perlu digampar 🤣
total 1 replies
Mita Paramita
yaudah sih Evander bilang jujur aja ke Cherry kalo masih suka dan gak punya hubungan sama Gabriela 🤨 balikan lagi nih pasangan serasi 😍
Rosdianah 🌷: hihi🤣
total 1 replies
nayla tsaqif
Ati2 cherry,, awas kena PHP,, jangan gmpang luluh,, 😌
Bonny Liberty
denger dulu dong omongan si E,biar jelas /Shy/ suka banget sok pintar 🏏
Rosdianah 🌷: hihihi🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Buat misi penyelamatan lg thor,,, mungkin bom di sekolah ponakan evan,, 🤭 q suka tokoh heroik, 🤣
Rosdianah 🌷: Ok Kakak🫶
total 1 replies
Mita Paramita
baru jelas nih alur ceritanya 🫡 ternyata wanita hamil itu Gabriela dan Evander blom nikah 🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: kwkwkw🤭 Semoga suka ya Kak🫶
total 1 replies
Mita Paramita
😍😍😍 The vale knight series lover
Rosdianah 🌷: uhuuuuuiii 🥳
total 1 replies
Bonny Liberty
maaf kisanak, bukan pecahan kaca tapi ranjau darat yang kena bayangan dirimu aja bisa meledak.../Grievance/
Rosdianah 🌷: kwkwkw🤣
total 1 replies
Bonny Liberty
kata cintanya murahan, ga sadar diri,harusnya kamu tau kurang mu apa,hubungan toxic jadinya kan,dah gitu kehilangan real love gara..gara EGO LAKI,dia ga mikir apa cewe juga punya
Rosdianah 🌷: Semoga suka cerita Baru nya kak🫶
total 1 replies
Bonny Liberty
salah satu masalah dunia EGO LAKI..LAKI../Smug/
Rosdianah 🌷: huhuhu 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!