NovelToon NovelToon
Istri Solehot Dan Raket Nyamuk Komandan

Istri Solehot Dan Raket Nyamuk Komandan

Status: sedang berlangsung
Genre:Menikahi tentara / Kehidupan Tentara / Beda Usia / Perjodohan / Cinta setelah menikah / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:35.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

"Paksu... Calla janji tobat dan bakal jadi istri yang solehot buat Paksu! Asal... jangan taroh Calla di barak militer, Calla enggak mau merangkak dilumpur!"
Demi wasiat Papa, Callanta (21 tahun) terpaksa menikah dengan pria berbaju kumal yang dikira karyawan biasa. Namun pasca-nikah, pria itu membuka jaketnya dan berubah menjadi Komandan Pasukan Khusus berusia 38 tahun yang kaku, galak, dan seumuran pamannya!
Takut dididik fisik di barak karena sifat manjanya, Calla langsung mengeluarkan mode cegil (cewek gila): merayu sang suami dengan janji jadi "Istri Solehot" (Solehah tapi Hot).
Dimulailah perang domestik yang kocak: disiplin militer vs daster mini, tangisan bombay vs bentakan bariton, hingga aksi sang Komandan yang terpaksa lari maraton tengah malam demi menjaga imannya—sementara Calla asyik ronda di pinggir lapangan sambil bawa raket nyamuk listrik!
Mampukah Komandan kaku menjinakkan istri kecilnya? Atau justru ia yang takluk di bawah kuasa raket nyamuk sang Ismut (Istri Imut)?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 25

"Paksu! Itu pedangnya beneran tajam atau cuma bohongan sih? Kok Ismut ngeri ya kalau tiba-tiba hidung Ismut yang pesek ini kepentok besi panjang begitu!"

​Bisikan histeris Calla yang menggema di dalam aula besar pangkalan militer seketika membuat beberapa perwira muda yang berdiri di barisan depan barisan Pedang Pora menahan senyum kuat-kuat. Ini adalah hari gladi resik untuk resepsi pernikahan agung mereka yang tinggal menghitung hari.

​Calla, yang berdiri di samping Alaric dalam balutan gaun kasual rapi, langsung merapatkan seluruh tubuh mungilnya ke lengan kokoh Alaric. Kedua tangannya mencengkeram erat kain seragam PDL yang dikenakan suaminya, matanya yang bulat mengerjap-ngerjap ketakutan menatap kilatan logam dari belasan pedang pora yang mulai diangkat membentuk gapura di atas kepala mereka.

​Alaric menundukkan kepalanya sedikit, menatap wajah panik istrinya dengan ritme napas yang teratur dan lambat. "Tenang, Calla. Ini hanya gladi resik, dan pedang upacara ini tidak diasah tajam. Fokus pada langkah kakimu, jangan melihat ke atas terus."

​"Gimana nggak lihat ke atas, Paksu!" cicit Calla makin erat memeluk lengan Alaric, menyembunyikan sebagian wajahnya di balik bahu bidang suaminya. "Ismut berasa lagi mau masuk ke sarang penyamun, tahu. Kalau pedangnya mendadak jatuh pas Ismut lagi lewat bawahnya gimana? Paksu harus siap jadi tameng hidup Ismut ya!"

​Alaric menghela napas panjang, sebelah tangan besarnya bergerak lambat mengusap punggung tangan Calla yang bergetar di lengannya. "Saya selalu menjadi tamengmu, Ismut. Sekarang jalan perlahan, ikuti ketukan drum dari satuan musik."

​Ekspresi ketakutan yang terlampau lucu dan menggemaskan dari Calla—yang terus menempel seperti anak kucing pada induknya sepanjang karpet merah—seketika mencuri perhatian seluruh paspampres dan panitia upacara di dalam aula. Mereka semua tahu seberapa sangarnya Mayor Alaric Vance di lapangan, namun melihat pria raksasa itu kini berjalan dengan tempo yang sangat lambat demi mengimbangi langkah kaki gemetar istri kecilnya yang cegil, suasana gladi resik yang biasanya tegang berubah menjadi penuh kehangatan.

​"Kak Alaric! Kakakku yang kaku kayak tiang listrik!"

​Sebuah teriakan melengking dari arah pintu masuk aula transit tiba-tiba memecah konsentrasi Alaric yang baru saja selesai mengevaluasi barisan pedang pora. Seorang gadis muda berpakaian sangat modis ala street style Seoul—lengkap dengan kacamata hitam yang bertengger di atas kepalanya—berlari kecil masuk ke dalam ruangan.

​"Michelle? Kapan kamu sampai dari bandara?" tanya Alaric, suaranya terdengar datar namun ada binar kelegaan di matanya melihat adik perempuan satu-satunya telah tiba.

​"Baru aja mendarat langsung naik taksi ke pangkalan, Kak! Demi nikahan Kakak, aku rela ambil cuti kuliah satu minggu penuh di Korea tahu!" Michelle Vance langsung menghempaskan tubuhnya ke pelukan Alaric sejenak, sebelum matanya beralih menatap Calla yang berdiri di sebelah sang kakak. "Wah... ini Kak Calla ya? Gila, aslinya imut banget! Lebih imut dari cewek-cewek Hongdae!"

​Calla yang dasarnya tidak punya urat malu langsung melepas pelukan lengannya dari Alaric dan maju mendekati Michelle. "Halo, Michelle! Ya ampun, kamu modis banget sih! Kulit kamu bening banget kayak habis direndam air cucian beras Korea!"

​"Kak Calla bisa aja!" Michelle langsung menjabat tangan Calla dengan heboh, matanya berbinar. "Kak Calla suka nonton drama Korea juga nggak? Jangan bilang Kakak suka dengerin lagu K-Pop?"

​"Suka banget!" seru Calla, matanya langsung berbinar cerah, mode akrabnya seketika aktif 100%. "Ismut itu garis kerasnya Jaemin NCT tahu! Tiap hari kerjanya nonton konten oppa-oppa sampai Paksu sering cemburu dan matiin wifi rumah dinas!"

​"Demi apa Kakak suka NCT?!" Michelle memekik heboh, langsung merangkul pundak Calla seolah mereka sudah berteman selama sepuluh tahun. "Aku di Seoul kemarin baru aja nonton konser mereka! Nanti di rumah dinas aku kasih lihat video fancam yang paling hd deh, Kak! Kita harus fujoshi-an bareng!"

​"Hwaaa, mau banget!" Calla melonjak kegirangan di tempat, membuat dua perempuan seumuran itu langsung larut dalam obrolan super heboh tentang dunia per-K-Pop-an di tengah-tengah aula militer yang kaku.

​Alaric yang berdiri di dekat mereka hanya bisa melipat kedua tangannya di dada, menatap pasrah ke arah dua gadis muda yang kini sedang asyik memamerkan foto-foto idola Korea di layar ponsel masing-masing.

​"Michelle, jaga sikapmu. Ini pangkalan militer, bukan konser musik," tegur Alaric dengan suara baritonnya yang berat dan lambat.

​Michelle langsung menoleh, memutar bola matanya malas ke arah sang kakak. "Ih, Kak Alaric berisik banget deh. Dari dulu kerjaannya cuma bisa ngatur-ngatur doang. Heran deh, Kak Calla."

​Michelle kemudian menarik Calla sedikit menjauh dari Alaric, lalu berbisik dengan volume yang sengaja dikeraskan. "Kak Calla, aku tuh beneran heran deh... kenapa Kakak yang secantik, secerah, dan se-segar ini mau-maunya nikah sama Kak Alaric yang kaku begini? Dia itu nggak ada tampan-tampannya tahu menurut aku! Di rumah aja mukanya datar kayak tembok, nggak ada manis-manisnya kayak Oppa Korea."

​Alaric mendengus pelan mendengar hasutan adiknya, namun ia memilih diam untuk mendengar jawaban dari istri kecilnya.

​"Eh, salah besar kamu, Michelle!" sahut Calla cepat, langsung memasang wajah serius membela suaminya. "Paksu Alaric itu gantengnya no debat, tingkat internasional tahu!"

​"Hah? Ganteng dari mananya, Kak? Kulitnya aja gosong habis latihan terus begitu," ledek Michelle sambil terkekeh.

​"Justru itu letak seksinya!" Calla berbalik menatap Alaric, lalu memberikan kedipan mata kirinya yang super centil ke arah suaminya yang sedang bersedekap. "Otot dadanya Paksu itu lebih padat dari roti sobeknya idol-idol kamu, Michelle. Rahangnya yang tegas itu kalau lagi marah malah bikin Ismut gemetar pengen meluk. Pokoknya, ketampanan lokal berwibawa kayak Paksu ini nggak akan bisa ditandingi sama oppa-oppa Korea manapun!"

​Alaric yang mendengar pembelaan frontal dari Calla langsung membuang muka ke arah lain, berusaha keras menyembunyikan semburat merah yang mendadak muncul di telinga dan pipinya akibat ucapan blak-blakan istrinya.

​Michelle langsung tertawa terpingkal-pingkal sampai memegangi perutnya. "Hahaha! Kak Calla bener-bener ya! Pantesan Mama Diah bilang Kak Alaric sekarang sering mandi air es malam-malam, ternyata pawangnya se-ekstrem ini!"

​"Tapi serius deh, Kak Calla," ujar Michelle lagi setelah tawa mereka reda, mereka kini berjalan lambat menuju mobil dinas Alaric untuk pulang ke rumah. "Aku dulu tuh sampai harus ngancem mau kabur dari rumah dan nggak mau kuliah seumur hidup kalau nggak diizinin kuliah di Korea sama Kak Alaric."

​"Oh ya? Sampai segitunya?" tanya Calla penasaran, melirik Alaric yang berjalan tegap di depan mereka sambil membawakan tas koper Michelle.

​"Iya! Habisnya Kak Alaric sama keluarga besar kolot banget, katanya ngapain jauh-jauh ke Korea cuma buat ngejar idola," gerutu Michelle. "Padahal kan aku emang mau kuliah beneran sambil ketemu oppa kesayangan. Untung pas aku ancem mau hilang dari kartu keluarga, Kak Alaric langsung pusing terus akhirnya tanda tangan surat izin kuliah."

​Alaric menghentikan langkahnya di depan bagasi mobil, lalu berbalik menatap adiknya dengan pandangan tajam namun teduh. "Kalau kamu tidak lulus dengan nilai baik tahun ini, Michelle, saya sendiri yang akan menjemputmu ke Seoul dan mengurungmu di barak latihan bintara."

​"Tuh kan, Kak Calla! Ancaman tentara emang nggak pernah main-main!" adu Michelle, langsung bersembunyi di balik punggung Calla.

​Calla tertawa renyah, kembali bergelayut manja di lengan berotot Alaric saat suaminya selesai memasukkan koper ke bagasi. "Tenang aja, Michelle. Kalau Kak Alaric macam-macam, nanti Ismut kasih hukuman dilarang dapet jatah ciuman selama satu minggu penuh. Biar dia makin kaku kayak kanebo kering!"

​Alaric menatap Calla dengan pandangan mata elangnya yang sarat akan ancaman penuh gairah yang terpendam. "Kamu menantang saya di depan adik saya, Ibu Alaric?"

​Calla cengengesan, sama sekali tidak takut dengan tatapan berbahaya suaminya. "Nggak menantang kok, Paksu... cuma lagi ngasih peringatan dini, hehehe."

1
Popy Ana
sama2 tentara rupanya.. iya kan kalau di Korea wajib militer kan yaa 😁
selamat Michelle dan minchul dapat restu dari pak letkol 👏👏
Ariska Kamisa: iyah dikorea wajib 🤭
total 3 replies
Popy Ana
micell jodoh mu tanjir melintir dong yaa.. opa opa Korea 😂😍
Ariska Kamisa: iyah Alhamdulillah yaa🤭🤣
total 1 replies
Popy Ana
varo,vero.. welcome to the world...
semoga menjadi anak anak yg Soleh gagah berani , setia dan tanggung jawab. kayak pa Al,🥰🥰
Popy Ana: 😍😍semungut Thor nulis nya yaaa 🥰🥰
total 2 replies
Popy Ana
Alhamdulillah, selamat cala dan letkol Alaric atas kelahiran baby twins..
selamat menjadi orang tua baru..
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak atas dukungan 🙏🙏🙏
total 1 replies
Popy Ana
baby twins otw.. pak letkol akan jadi bapak 🤭🥰
Ariska Kamisa: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
Popy Ana
calla kamu dah bisa buat kue bolu yaa 🤭 gak bantet kan yaaa..
Ariska Kamisa: iya dong 🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
Popy Ana
beruntung banget kamu Calla punya suami kayak letkol Alaric 🥰
Ariska Kamisa: ♥️♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Popy Ana
calla mode calem+ manjalita 🥰
Ariska Kamisa: ♥️♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Popy Ana
ya ampun pak letkol dasteran.. gak kebayang gimana bentuk nya Alaric Vance 🤭😂😂
Ariska Kamisa: cucok kak.. 🤣🤣🤣
total 1 replies
Popy Ana
yg mau lahiran 1 orang, heboh nya satu pangkalan 🤣🤣😂 emang beda kalau primadona..
Ariska Kamisa: heboh ya kak..🤭🤣🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
kebayang lucunya kaya apa lagi..🤣🤣🤣🤣
Ariska Kamisa: stay read terus ya kak makasih🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
waduh calla udh mau lahiran aja nih... ga sabar nunggu kericuhan si kembar dan papa kaku nya🤣
Ariska Kamisa: iyah kak biar ga boring alurnya aku percepat
total 1 replies
umie chaby_ba
skakmat lu ad ad..
umie chaby_ba
dih... resek lu ... 🤭🤣🤣
Thewie
tahan kan ulat bulu🤣 malu sendiri kan🤣🤣
Ariska Kamisa: tenang kan.. orang sirik mah ga ada temennya🤭
total 1 replies
Thewie
mundur kau ulat keket masa lalu🤭🤭
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Thewie
penasarannnnn deehh.. gimana si ulat bulu ya.. Thor i lope u pul 🤣🤣🤣
Thewie
astaga ulat bulu salah cari lawan
Ariska Kamisa: dikira calla wanita biasa kak🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
jangan takut cal klo lo ga lakuin
Ariska Kamisa: 💪💪💪💪💪
total 1 replies
English Lesson
Lucu, menghibur☺️
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!