Agnes hanya bisa memperlakukan Kelvin sebagai teman.. Begitu juga Kelvin.. Mereka benar hanya berteman biasa.. Bukan sebagai sahabat... Tidak bersapa saat di sekolah.. Tapi Agnes bisa saja keluar masuk rumah Kelvin seenaknya layaknya rumah sendiri... Bagaimana bisa??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rohos Otaku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kesepakatan Tergantung
Semenjak kejadian di kafe.. Jesica sudah tidak lagi mencoba mendekati Agnes sehingga tiba masa tahun mereka berada di kampus itu...
" Tinggal 5hari lagi.. Aku enggak tega.. Tapi.. Aku jadi sedih sih.." Monica bicara
" Mon.. Kamu bisa saja hubungin aku Mon.. Tapi mungkin tidak Kelvin.. Karna hidupnya pasti hanya di hutan.. Pulau.. Atau sempadan atau luar negara.. Yah gak tau juga di mana.." jelas Randy...
" Jadi kalian udah tau di mana kalian dihantar??" Randy bertanya kepada Agnes dan Monica..
" Udah.. Di kota sih.. Tapi itu rumah sakit yang terletak sedikit pedalaman.." jelas Monica...
" Yahhh.. Gak papalah.. Asalkan bisa jalanin praktis untuk dapetin sertifikat pengakuan.. 1tahun itu enggak lama kok.." Jelas Randy...
" Lalu kamu di mana Ran??" tanya Agnes..
" Oh.. Aku di rumah sakit di Jakarta selatan aja.. Tapi sepertinya pedalaman juga.."
" Kapan kalian lapor diri??" tanya Randy
" Kalo kami 4hari lagi.." jelas Agnes
" Oh sama dong.. Lusa juga..."
Saat di asrama.. Agnes membereskan barang-barangnya serta buku-bukunya.. Kelvin membantunya juga memindahkan barang-barangnya dari asrama ke rumahnya di atas resto itu..
" Babe apa kamu mau makan??" Agnes bertanya kepada Kelvin sambil menuang susu di gelas..
" Enggak.." jawab Kelvin yang sedang menekan ponselnya
" Kamu udah siapin barang bawaan kamu??" lalu duduk di samping Kelvin
" Sudah.. Semuanya udah siap.. Aku tinggal angkat aja" jelas Kelvin..
" Kamu potong rambut?? Bukannya ini keawalan??" tanya Agnes
" Em.." lalu memeluk perut Agnes...
" Babe.. Apa kita bisa ke pantai??" tanya Kelvin
" Bisa.. Ayo.. Aku siap dulu.."
Mereka ke pantai.. Kelvin pakir mobilnya tepat menghadap pantai.. Lalu mereka duduk di atas pasir dan bersandar di depan mobil Kelvin...
Agnes duduk di hadapan Kelvin sambil dipeluk oleh Kelvin... Kelvin mencium bahu Agnes beberapa kali..
" Agnes.. Apa hubungan teman baik kita bisa seperti ini saja??" tanya Kelvin..
" Apa kamu sudah lupa sama kesepakatan kita?? Atau apa kamu sudah suka sama aku?? Enggak mungkin kan.."
" Aku enggak suka sama kamu.. Tapi aku suka melakukan ini sama kamu..." jawab Kelvin...
" Dari awal kita emang udah sepakat tidak harus melibatkan soal hati dan perasaan.. Hahhh.. Karna aku juga butuh kenyamanan.. Tapi rasa nyaman ini.. Untuk satu tahun.. Atau lebih.. Aku tidak bisa merasakannya lagi..." sambil menyandarkan kepalanya di bahu Kelvin...
" Agnes.. Saat kita membuat kesepakatan itu kamu yang membuat keputusannya kan?? Apa kali ini aku bisa membuat keputusannya??" tanya Kelvin...
" Terserah kamu saja.. Karna setelah ini kita pasti enggak akan ketemu lagi.. Benar kan??" Agnes membalik badannya menghadap Kelvin sambil melihat wajah Kelvin dan memegang kedua bahu Kelvin...
Kelvin melihat wajah Agnes.. Untuk beberapa saat terdiam lalu bicara...
" Aku menggantung kesepakatan kita.. Kalo kamu enggak setuju kamu bisa menolaknya.. Aku tidak akan memaksamu.." lalu perlahan mendekati wajah Agnes.. Agnes sedikit mendorong dada Kelvin lalu menggenggam baju Kelvin dan mencium bibir Kelvin... Kelvin memegang kepala Agnes... Mereka berciuman..
Jam menunjukkan 11malam... Mereka balik ke rumah Agnes.. Kelvin mandi membersihkan dirinya lalu berbaring di atas kasur sambil menekan ponselnya...
Agnes sibuk merapikan pakaian yang akan dibawanya ke kota... Setelah selesai Agnes mandi lalu berbaring di samping Kelvin...
Kelvin meletakkan ponselnya lalu memeluk Agnes dari belakang... Beberapa menit suasana rumah sepi tanpa percakapan antara Agnes dan Kelvin.. Tiba-tiba Agnes memalingkan tubuhnya lalu meletakkan kepalanya di atas tangan Kelvin..
" Kelvin.. Apa ada yang ingin kamu bicarakan??" Agnes bertanya sambil mengusap leher Kelvin yang matanya tertutup... Perlahan Kelvin membuka matanya lalu menarik pinggang Agnes untuk merapat di tubuhnya...
" Ak..." belum sempat Kelvin bicara Agnes menutup mulut Kelvin dengan tangannya.. Agnes menatap mata Kelvin untuk beberapa saat... Kelvin memegang tangan Agnes yang menutupi mulutnya lalu menciumnya...
" Aku enggak mau mendengarnya.. Karna aku bisa merasakannya..." Agnes bergumam
" Aku berangkat besok.." dengan suara yang rendah dengan mata tertutup.. Agnes hanya diam lalu merapatkan lagi tubuhnya ke tubuh Kelvin lalu menutup matanya..
" Kamu bajingan sialan..." Agnes bergumam
" Apa aku bisa meminta bantuanmu??" tanya Kelvin lagi...
" Katakan saja.."
" Tolong hantarkan mobilku ke rumah.. Lalu ada barang yang aku simpan di dalam dashboard... Kamu bisa mengambilnya.. Kalo kamu enggak mau mengambilnya kamu bisa memberikannya sama mamaku.."
" Aku hanya akan mengambilnya kalo itu bisa dijual saat aku kesusahan.." tegas Agnes
" Terserah kamu saja.." lalu mencium dahi Agnes dengan lama..
Sepanjang malam itu Agnes dan Kelvin tidur berpelukan..
" Tok.. Tok.. Tok.. Non.. Nona.." suara ketokan pintu rumah Agnes..
Agnes perlahan membuka matanya lalu memegang selimut tebal yang menutupi tubuhnya... Agnes bangun membuka pintunya...
" Ternyata sudah bangun.. Maaf telat.. Karna resto baru selesai buka.. Ini kunci mobil yang diberikan oleh tuan Kelvin sama karyawan yang lagi nunggu sayur seger tadi pagi.." lalu memberikan kunci mobil Kelvin...
" Jam berapa dia memberikannya??"
" Katanya sekitar jam 5.15pagi tadi non.."
" Baik.. Makasi mbak.."
Agnes masuk melihat kasurnya.. Lalu membuka almari pakaiannya.. Terlihat masih ada baju-baju, seluar dan boxer Kelvin di dalamnya..
Agnes minum susu lalu masuk ke kamar mandi.. Saat di kamar mandi Agnes melihat barang-barang Kelvin yang ada di kamar mandinya... Sebelum keluar dari kamar mandinya Agnes sempat mencium handuk yang sering dipakai Kelvin.. Agnes tersenyum...
Agnes sarapan setelah itu siap-siap untuk pergi menghantar mobil Kelvin..
" Tok.. Tok.. Tok.. Nes!! Aku Mon"!!"
Agnes membuka pintunya.. Monica masuk lalu terhenti seketika..
" Kamu kok enggak ngabarin kalo mau datang.. Apa kamu mau minum??" Agnes bertanya
" Ahh karna aku buru-buru sih.. Nes apa kamu mau jalan?? Kita belanja yuk..." sambil mengikuti Agnes yang sedang siap-siap
" Mon.. Kamu enggak usah pura-pura enggak tau.. Apa Kelvin yang nyuruh kamu ke sini??" tanya Agnes..
" Tsk.. Eya.. Eya.. Dia bilang datang ke sini bawa mobil.. Lalu aku datang kesini bawa mobil... Apa kamu baik-baik saja??" Monica bertanya...
" Haaahhh.. Sudah tentu aku baik-baik saja.. Kesel aja.. Karna dia pergi tapi malah sempat sempatnya nyusahin orang... Dasar bajingan itu.. Enggak tau diri!!" Agnes mulai gerutu...
" Addduuhhh.. Nes.. Kamu jangan gitu.. Kita pisahnya 1tahun lhooo.."
" Mon.. Bajingan itu.... Aaarrhhh.. Udah lah.. Ayo kita anterin dulu mobilnya ke rumahnya..."
Agnes masuk ke dalam mobil Kelvin... Menghidupkan mesinnya lalu berangkat ke rumah Kelvin... Diikuti Monica di belakang mobil Kelvin..
Setelah sampai.. Agnes pakir mobil Kelvin di pakiran mobil...
Agnes membuka dashboardnya lalu melihat kotak perhiasan berwarna hitam.. Agnes membukanya lalu melihat cincin emas putih yang di tengahnya terukir "KV"...
" Bajingan itu tau gimana caranya buat aku senang..." sambil tersenyum.. Agnes menghembus napasnya lalu keluar dari mobil Kelvin.. Agnes menemui Siska yang sudah menunggu Agnes di depan pintu...
" Selamat siang tante.. Saya mau anterin kunci mobil Kelvin.."
" Ahhh.. Eya.. Maaf nyusahin kamu aja.. Kamu enggak mau masuk??"
" Maafin saya.. Tapi saya harus pergi sama Monica.." jelas Agnes...
" Aahh baiklah kalo begitu..." sambil tersenyum.. Agnes memalingkan tubuhnya lalu melangkah beberapa langkah..
Tiba-tiba berhenti lalu menggenggam kotak perhiasan di tangannya.. Agnes berpaling lalu perlahan mendekati Siska yang masih berdiri di depan pintu..
" Tante... Aku mengambil barang yang Kelvin tinggalin di dalam mobilnya.. Maafkan aku karna tidak bisa memberikannya kepada tante.." sambil menggenggam kotak cincinnya... Siska terdiam sesaat lalu bicara
" Sayang.. Ada titipan Kelvin buat kamu di atas kasurnya... Kamu bisa mengambilnya..." lalu memegang tangan Agnes...
Agnes naik dan perlahan membuka pintu kamar Kelvin.. Agnes masuk lalu pergi ke kasur Kelvin.. Agnes melihat ada kotak perhiasan berwarna hitam yang sedikit besar... Agnes perlahan mengambilnya lalu membukanya...
" Hah.. Kamu benar-benar bajingan.. Hah.. Haaaaaahhh.." Agnes memegang dadanya lalu perlahan menarik napasnya dan menghembusnya perlahan...
Setelah selesai dengan urusannya dirumah Kelvin.. Agnes masuk ke mobil Monica lalu bicara...
" Bajingan itu pergi begitu saja bahkan dia tidak bisa membantuku memakainya.." dengan tatapan dendam di mata Monica...
Agnes dan Monica sampai di bandara
and kota dan di sambut oleh Susan dan Daren...
" Sayang.. Sejak kapan kamu makai perhiasan??" susan bertanya karna melihat Agnes memakai cincin, gelang dan rantai..
" KV?? Merek siapa tuh??" Tanya Susan
" Merek bajingan itu.." jawab Agnes