NovelToon NovelToon
Silver Feather (Bulu Perak) : Legacies Of Lycanthrope (Keturunan Para Serigala)

Silver Feather (Bulu Perak) : Legacies Of Lycanthrope (Keturunan Para Serigala)

Status: tamat
Genre:Fantasi / Barat / Tamat
Popularitas:20.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rina Marlia

Tidak ada seorang raja dan seorang ratu, mereka hanyalah keturunan dan pewaris leluhur.

Tidak ada kerajaan, mereka tinggal dan hidup bersama beberapa manusia lainnya.

Tetapi tetua akan selalu ada sebagai penengah dari semuanya dan mereka terbagi menjadi beberapa golongan yaitu Ducis, Feroces, Civitas.
Sampai suatu waktu, warna bulu menjadi masalah besar bagi Tetua G, mereka akan mencari 'mereka yang berbeda dari yang lainnya' yang hidup bersama para golongan.

(Up 1 kali dalam 2/3 hari)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina Marlia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24. Membuka Gerbang Menuju Suatu Tempat

Perjalanan yang kiranya beberapa jam lamanya terasa begitu cepat sekali lalu Irish menepikan mobilnya dan langsung turun dari mobil.

Tanpa berkata-kata lagi, Peony pun ikut turun seraya mengenakan topinya. Lyra baru menyadari kalau topi tersebut berbentuk kerucut, dimana topi itu selalu dikenakan penyihir mana pun. Diam-diam dia begitu penasaran dengan wajah orang tua mereka, karena mereka lebih terlihat seperti kembar tiga saudara, bukan hanya bersaudara.

Dari balik kaca mobil yang agak buram, matanya memperhatikan Irish dan Peony bergantian. Mereka berjalan menuju pepohonan lebat, kaki mereka yang mengenakan boots melewati semak-semak dedaunan kering yang benar-benar sudah berwarna coklat. Irish berhenti di salah satu pohon besar di sebelah kanan dengan kulit pohon yang nampak tebal dengan dahan yang rendah sehingga beberapa helai dedaunan menutup citra Irish di sana. Sedangkan Peony berdiri menghadap ke pohon lainnya yang sama besar di sebelah kiri, walaupun pohon itu sudah mengering dan mati, tapi tidak ada siapapun yang mau menebangnya. Pohon itu masih berdiri kokoh di sana seakan masih hidup.

Mereka saling melihat satu sama lain dan tak lama mengangguk bersamaan, mereka menggerakkan kedua tangan mereka dan bibir keduanya bergerak seolah merapal kan sesuatu. Atau mereka memang sedang membaca mantra, tapi kenapa di tempat yang seperti ini? Ini hanya hu...

Mata Lyra terbelalak melihat apa yang baru saja terjadi, dia merasa seakan hidup dalam cerita dongeng. Pohon-pohon yang lain bergeser ke kanan dan ke kiri, mereka seperti membuat jalan yang tadinya tidak pernah ada di sana sebelumnya. Bahkan semak belukar dan dedaunan yang tadi ikut menghilang bersamaan dengan pepohonan yang bergeser. Seberkas cahaya muncul dalam kegelapan, bergerak ke sana kemari dan berkelap-kelip bak bintang di angkasa. Dia masih menonton acara sihir ini karena dia memang terkejut dengan apa yang ada di hadapannya saat itu.

Menakjubkan! Mereka para penyihir memang menakjubkan! Lyra merasa senang sampai ingin sekali berteriak.

Dia disadarkan oleh suara ketukan kaca yang berasal dari bak mobil, itu Chrysler, dia menggerakkan kedua tangannya seolah sedang menyetir lalu menunjuk setir mobil saat Lyra mengikut jari telunjuknya menuju setir, lalu kemudian menunjuk ke arah Irish dan Peony, dimana hal menakjubkan itu terjadi.

Lyra mengangguk, pesannya yang tanpa suara itu dengan cepat dia cerna. Lalu dia berangsur ke bangku pengemudi dan menyalakan mobil untuk masuk ke jalan kegelapan yang dibuat dua saudara itu. Dia bertanya-tanya pada dirinya sendiri apakah jalan itu tidak berbahaya? Atau malah jalan itu menuju ke suatu tempat atau dimensi lain?

Segera setelah Lyra sudah masuk perlahan-lahan ke jalan itu, Irish dan Peony masuk ke dalam mobil juga. Mereka menaruh topi mereka lagi dan kemudian mengucapkan sesuatu—seperti Lumos—secara serentak. Sedetik kemudian sesuatu muncul lagi dari dalam tanah dan pohon, benda itu berwarna oranye dan mengeluarkan cahaya berwarna kuning keemasan seperti lampu jalanan yang remang. Cahayanya terus-terusan muncul sepanjang jalan yang mereka lalui dan beberapa cahaya kecil yang berkelap-kelip yang pertama kali Lyra lihat sesekali muncul.

"Itu jamur omphalotus olearius, atau orang asli Eropa menyebutnya jamur Jack O'Lantern karena dia memiliki cahaya seperti labu saat Halloween, cahaya oranye." ucap Peony yang duduk di sebelahnya.

"Oh, pasti tumbuhan itu memang berasal dari Eropa. Tapi bagaimana bisa mereka bercahaya? Kau yang melakukannya?" tanya Lyra dengan nada menyelidik.

Peony tertawa kecil, "aku bahkan pertama kali melihatnya mengira kalau itu labu, dan setelah tahu kalau itu jamur, aku mengambilnya. Ku pikir awalnya itu bisa di makan."

Irish tiba-tiba tertawa mendengar Peony mengatakan itu, "Chrysler diare, dia terus mengoceh karena memakan jamur itu." kemudian tertawa lagi.

Perempuan ini sepertinya suka sekali melihat saudaranya menderita. Pikir Lyra dalam kepalanya.

"Ya," Peony melanjutkan. "Sebenarnya aku pernah mendengar tentang jamur ini, tetapi aku tidak menyangka akan menemukannya saat aku berkeliling mencari ramuan. Kemudian aku memasaknya dan Chrysler memakannya dengan lahap hingga akhirnya menimbulkan efek samping yang tidak di sangka, awalnya dia muntah dan ku pikir dia memang sedang tidak enak badan 'kan, tapi lama-kelamaan hal itu semakin menjadi-jadi. Setelah ku berikan jamur itu kepada salah satu ahlinya, jamur itu mengandung toksin illudin yang beracun walaupun tidak mematikan tetapi tetap saja itu rasanya berbahaya."

"Chrysler yang malang." ujarnya. "Lalu cahayanya?"

"Nah," kini Irish yang berbicara, "setelah di teliti lagi oleh ahlinya, rupanya jamur itu memiliki enzim luciferase, yang mana itu bekerja dengan senyawa luciferin kemudian menyebabkan emisi cahaya." ucap Irish, "kau lihat benda yang berkelap-kelip itu? Yang mengeluarkan cahaya kehijauan? Nah kira-kira seperti itu." Irish menunjukkan salah satu cahaya yang terbang kepada Lyra.

Dia mengerutkan dahinya, wajahnya kebingungan, "itu apa sih?" celetuknya.

"Itu kunang-kunang." tukas Peony.

Kemudian dia tertawa, tepatnya dia menertawai dirinya sendiri karena selama ini dia tidak tahu kalau kunang-kunang memiliki cahaya yang seperti itu. Padahal dia cukup ahli sebagai anak hutan yang berjalan-jalan di tengah malam, tapi sayang sekali dia belum pernah sekalipun melihat kunang-kunang berterbangan ke sana kemari seperti yang sekarang dia lihat.

"Oh ya, kau tidak mau bertanya soal apa yang sudah kami lakukan di depan tadi?" Irish lagi-lagi memecahkan keheningan di antara mereka.

"Ku pikir kalian akan menjelaskan?" Lyra memiringkan kepalanya.

"Tentu saja aku akan mengatakannya padamu, serigala kecil." kini Peony kembali angkat bicara, raut wajahnya berubah serius. "Jadi, ini adalah jalan utama untuk menuju dimensi lain. Itu yang kau pikirkan 'kan?"

Lyra tahu Peony mengejeknya, dia masih sempat-sempatnya membaca pikiran Lyra saat sedang merapal kan sebuah mantra.

"Yang kami lakukan di depan sana tadi adalah membuka gerbangnya. Jangan kira semua gerbang bisa terbuka dimana saja, ya. Kalau kata Orance, tadi itu adalah pelatihan dasar atas kerja sama tim, kalau melakukannya seorang diri agak sulit dan memakan waktu lama." katanya, dia membenarkan rambutnya setelahnya. "Singkatnya, jika kau bisa merasakan aura mistis yang kuat di sekitarmu, itu tandanya tempat itu memiliki akses untuk kau bisa melakukan pembukaan gerbang."

"Oh, seperti jalan pintas juga ya." balasnya sambil mengangguk sendirian.

Walaupun rasanya informasi itu tidak begitu penting baginya, tapi dia senang Peony dan Irish ingin membicarakan hal itu padanya. Rasanya, hanya dia yang tidak bisa berbuat apa-apa kecuali menyusahkan, terutama menyusahkan temannya, Sean.

"Kau jangan terkejut kalau nanti sudah akan sampai di ujung jalan, sedikit banyak kekacauan sih, tapi kau tidak perlu khawatir, kita memiliki Chrysler di sini." Peony tersenyum lebar.

"Adik ku yang satu itu memang bisa diandalkan." tukas Irish, dia rupanya sudah berbaring di kursi belakang.

Lyra sudah lupa pukul berapa kala itu, karena biasa dia mengeceknya di arloji Sean. Kini dia sedang berada di bak mobil bersama Chrysler yang sudah membantunya kembali pulih. Lyra sangat bersyukur kalau mereka terbebas dari pertarungan gila itu dan bertemu dengan penyihir yang baik ini, karena kalau tidak dia sudah tidak bisa lagi membayangkan apa yang terjadi kepada mereka berdua sekarang. Pasti akan lebih menyakitkan dan melelahkan, menghadapi sosok yang keras kepala dan kawanannya yang bodoh. Atau mereka berdua tewas di tangan si mata merah.

Astaga! Lyra melupakan Rick yabg pergi bersama mereka sejak tadi.

"Eh.. Peony, kau bisa menggantikan ku? Aku ingin memeriksa sesuatu." katanya, kemudian melambatkan mobil perlahan-lahan, dia bahkan tidak sadar kalau telapak tangannya sudah berkeringat.

Peony sontak menoleh ke belakang, melihat Irish. Dia menggapai kaki Irish yang masih menggenakan sepatu boots lalu menggerakkannya.

"Oh, tentu saja." Irish langsung bangkit dari tidurnya dan kemudian keluar dari mobil, dia menunggu Lyra untuk keluar dari mobil juga.

Ketika sadar dan keluar dari mobil, Lyra mendengar Irish berbisik seperti ini : dia belum mahir naik mobil, jadi daripada kita akan mati konyol, sebaiknya aku saja. Kemudian dia melirik Peony yang hanya duduk terdiam melihat ke depan, dia terkekeh.

"Terimakasih." ujarnya dan memutuskan untuk naik ke bak mobil.

Chrysler sadar kalau Lyra akan naik sehingga dia menjulurkan tangannya pada Lyra dan menarik Lyra naik ke atas, tangan satunya memegang sebuah buku bersampul. Dia menyelipkan jari telunjuknya di tengah-tengah buku sebagai penanda agar dia tidak mencari-cari lagi halaman yang akan dibacanya kembali. Lyra pun baru menyadari kalau dia sudah tidak memakai topinya, bajunya bahkan lebih santai dari sebelumnya. Sepatu boots-nya ditaruh di paling pojok bak mobil agar tidak membuang-buang tempat. Sementara itu, dua gumpalan besar berwarna kelabu berada di depannya.

"Mereka masih tidur." katanya, suaranya berat. "Aku memberi penawar agar mereka bisa merasa lebih baik saat bangun, walaupun tadinya sudah baik-baik saja." lanjutnya lagi.

"Terimakasih atas bantuan mu." tukas Lyra dengan nada serius.

"Apa lukamu masih sakit?"

"Ah.. Sudah lebih baik, ku rasa obat penawarnya bekerja dengan bagus."

"Omong-omong siapa namamu?" tanyanya.

Lyra duduk di sebelahnya agak jauh, agar ada ruang di antara mereka. Mobil kembali berjalan menelusuri jalan utama itu, suasana di luar sana rasanya berbeda, seolah Lyra bisa merasakan aura mistis yang disebutkan oleh Peony.

"Aku Lyra, Lyra Lauthn.. Ugh, Hanya Lyra." kemudian memaksakan senyuman membentuk di bibirnya.

Semangatnya rasanya patah, dia tidak tahu harus dengan apa sebagai pengganti nama untuk nama di belakang namanya sebagai pelengkap. Kalau hanya Lyra saja, rasanya memang kurang, seperti sesuatu sudah direnggut darinya secara paksa, dia begitu merasa kehilangan.

"Aku jadi teringat dengan alat musik Lyre, apakah orang tua mu terinspirasi dari alat musik itu?"

Lyra menghela napas, percakapan ini membuat seluruh tubuhnya kembali melemah. Rasanya dia tidak ingin membicarakan apapun lagi saat itu juga.

"Maaf," katanya. "Aku tidak bermaksud begitu." selanya tiba-tiba, mungkin menyadari raut wajah Lyra yang berubah drastis atau Chrysler sudah membaca pikiran Lyra?

"Tak apa, aku hanya terbawa suasana," tukas Lyra seraya melihat ke atas, seolah dapat melihat bintang, tetapi bintang yang ini dengan cepat berpindah tempat. "Rasanya aku mulai kehilangan segalanya perlahan-lahan."

Chrysler mengambil sesuatu dari saku celananya, kemudian menyelipkannya di antara lembar buku. "Kata kedua kakakku, aku adalah pendengar yang baik, tapi aku tidak memaksamu untuk mengatakannya kalau kau tidak mau."

"Terimakasih." balas Lyra dengan ujung bibir yang terangkat hanya seinci, "aku hanya perlu memastikan kalau itu semua tidak akan terjadi." kemudian berdoa di dalam hati dengan penuh harapan.[]

1
Uti Dewi
suka ceritanya👍👍
Susi Ana
jempol hadir, mampir ya
IntanhayadiPutri
Hy, aku udah mampir lagi nambah like dan jangan lupa mampir pake novel baruku 🙏

RAEL BELLA

Termiakasih🙏
IntanhayadiPutri
Aku mampir nih kak, udah 5 like dan 5 rate juga.. jangan lupa mampir ya ke ceritaku

TERJEBAK PERNIKAHAN SMA

makasih 🙏🙏
Auriell Zeta
Bagus kak❤❤

Maaf baru bisa mampir
Jangan lupa mampir dikaryaku
Aisyah Aqila ya
Nureti
Hai kak 👋
Sukses iya untuk karyanya.

Jangan lupa mampir di karya pertamaku, yang menceritakan seorang cowok letoy yang selalu di tolak sama cewek dalam judul THE FAILED PLAYBOY.

Terimakasih 🙏
Helena Samuel
Unik ceritanya ...bagus
IndahNC: Permisi kak, numpang promo ya♡ mari buat kakak2 semua yang suka novel bergenre romance and teen. Bisa singgah ke karya saya, baik yang judul 'Kamu Tidak Sendiri' ataupun 'Benci Jadi Cinta'😉 kritik dan saran dari kalian adalah apresiasi untuk saya. Buat kakak2 semua yang berkenan jangan lupa mampir♡ di tunggu kak. Mksh
total 1 replies
Ai
next up! semangat nulisnya thorr🤗
.
.
.
salam dari "Diakah Jodohku, Jodohku dari Kakaku "☺
Jangan lupa tinggalkan jejak 😉
Ulva Dillah
hai kak aku mampir nih bawa boom like+rate+comment. oh iya kak cerita kak bagus banget👍😍. di tungguh yah kak up selanjutnya. boleh nih mampir di lapak aku"antara cinta dan pengorbanan". makasih kak🤗🤗
Yelda Artika Saputri
hai kakak author , aku mampir nih bawa 36 like + rate+comment .Ceritanya bagus banget , penulisan nya juga rapi .Enak dibaca .Semangat terus ya kak up nya .Ditunggu up selanjutnya .Boleh nih mampir di lapak aku" Dendam atau cinta" .Makasih kakak🤗🤗🤗🤗🤗
Author Vanda: izin promo Thor

mampir yuk di novelku The president daughter and mafia

terima kasih 🌹
total 2 replies
Auriell Zeta
Bagus kak❤

Maaf baru bisa mampir
Jangan lupa mampir dikaryaku
Aisyah Aqila ya...
Nalika Junaedi
Ditunggu kelanjutannya
PROMISE🌺
Hallo kk aku mampir membawa like rate fav untukmu 🤗 semangat terus kk feedback karya aku yuk ditunggu kedatangannya 🤗
Nalika Junaedi
Semangat Lyra
fleurlovin
Duhhh kemana aja aku nih! Seseru ini ceritanya~
☁️ ▸ ℝℂℍ ⋆ ࣪. ⩇⩇ || Hiatus
Hai kak,jangan lupa feedback nya "Terlahir menjadi ratu Antagonis" aku tunggu ya!
.
Oh ya cerita nya bagus kos 😆
Nalika Junaedi
Serasa nonton film
dia_
TEMPERATUR OF LOVE 🍁 (18+) dan JEBAKAN UNTUK PERNIKAHAN 🌵 (18+) izin memberikan boom like..

terus semangat berkarya Author terkece 🤩
Pratiwi Rahmadani: izin promosi kak saya baru saja membuat novel tentang cinta & benci mari kak mampir kenovel saya
total 3 replies
Nalika Junaedi
Semangat thor
Nalika Junaedi
Semangat thor...
keren novelnya
Rina Marlia: terimakasihhh
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!