Zhia adalah saudara kembar Kenzo yang meninggal dua puluh tahun silam.
Namun mendadak, Zhia hadir kembali di kehidupan Kenzo sebagai sesosok hantu yang mengatur hidup serta kisah cinta Kenzo. Bahkan Zhia juga memaksa untuk menjodohkan Kenzo dengan Florentina yang merupakan sahabat masa kecil Zhia.
Apakah Kenzo akan menyetujui rencana konyol Zhia ini?
Bagaimana sebenarnya perasaan Kenzo pada Florentina, yang baru dikenalnya?
Florentina merasa terkejut saat Zhia tiba-tiba muncul kembali sebagai sosok hantu di hadapannya. Zhia juga memaksa Flo untuk berkenalan dengan Kenzo dan menjalin sebuah hubungan serius.
Namun trauma Flo atas pengkhianatan yang dilakukan mantan pacarnya, membuat Flo menutup hatinya dan enggan menjalin hubungan lagi dengan pria. Apakah pada akhirnya Flo akan jatuh cinta pada sosok Kenzo?
Akankah rencana Zhia untuk menjadikan Florentina sebagai istri Kenzo berjalan mulus?
Apakah Kenzo dan Florentina akhirnya bisa saling jatuh cinta?
Bagian dari novel "ISTRI KEMBARANKU" dan "NATASYA"
UP SETIAP SENIN-SABTU
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bundew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 24
Kenzo masih termenung di dalam kamar Flo. Pria itu mengedarkan pandangannya ke setiap sudut kamar mungil tersebut. Hanya ada satu ranjang, satu lemari baju yang tidak terlalu besar, satu meja kecil di samping ranjang dan satu meja rias yang juga tidak terlalu besar.
Kamar yang sederhana.
Kenzo melihat bingkai foto yang tergantung di dinding kamar tersebut.
Ada foto Flo kecil yang sedang bergandengan tangan dengan Zhia kecil. Ada juga boneka beruang coklat yang di gendong oleh Flo.
Kenzo memperhatikan dengan seksama boneka tersebut. Bukankah itu boneka yang selama ini disimpan oleh Mama Nuna?
Kenzo kadang memergoki sang mama memeluk boneka itu tengah malam di kamar Zhia jika rindu pada Zhia.
"Apa itu memang boneka Flo yang diberikan pada Zhia?" Kenzo bergumam sendiri.
"Kau benar! Itu sebenarnya adalah boneka milik Flo." Zhia tiba-tiba sudah berada di samping Kenzo dan seakan bisa membaca pertanyaan yang bercokol di kepala Kenzo barusan.
"Flo memberikannya kepadaku saat aku akan pergi dari kota ini bersama mama Tasya dan papa Dion. Karena aku begitu menyukai boneka itu, makanya Flo memberikannya untukku," cerita Zhia menjelaskan.
Kenzo tertawa kecil,
"Kau punya banyak padahal di rumah. Ada juga yang ukurannya sangat besar. Kenapa meminta punya Flo?" Timpal Kenzo ingin tahu.
"Aku hilang ingatan waktu itu. Mana aku tahu kalau aku punya banyak di rumah," ujar Zhia mengendikkan bahu.
"Kapan ingatanmu kembali? Apa setelah kamu menjadi hantu?" Tanya Kenzo yang malah terkekeh.
Zhia menggeleng,
"Saat di ruang ICU, detik-detik menjelang kepergianku. Saat itulah semua ingatanku tiba-tiba kembali," Zhia menerawang.
Zhia kembali mengingat momen dua puluh tahun yang lalu, saat dirinya terbaring lemah di ruang ICU. Zhia tak lagi bisa menggerakkan tangan serta anggota tubuh lainnya. Namun saat itu, Zhia ingat betul kalau dirinya masih bisa mendengar saat mama Tasya dan Papa Dion menangis untuknya.
Dan di saat yang bersamaan pula, semua ingatan Zhia tentang kecelakaan yang menimpa dirinya dan Oma Salma berkelebat di benak Zhia. Zhia mendadak ingat kalau namanya adalah Kezhia.
Zhia juga ingat kalau dirinya memiliki seorang saudara kembar bernama Kenzo serta mama dan papanya.
Zhia ingin bangun dan memberitahu mama Tasya yang sedang menangis, kalau ingatannya sudah kembali. Namun Zhia tak pernah bisa melakukan hal tersebut. Hanya rasa sakit yang Zhia rasakan. Rasa sakit di sekujur tubuhnya, yang akhirnya perlahan hilang saat sukma Zhia terpisah dari raganya.
Saat itulah Zhia sadar, kalau dirinya sudah pergi meninggalkan dunia.
"Kau melamun?" Pertanyaan dari Kenzo membuat Zhia tersentak kaget.
"Tidak. Aku hanya kembali ingat saat terakhir kali aku pergi dari dunia ini," sahut Zhia lirih.
"Apa rasanya sakit?" Tanya Kenzo penasaran.
"Tidak sesakit saat aku masih hidup dan harus melawan penyakit mengerikan itu. Setidaknya aku tidak pernah merasakan sakit lagi sampai sekarang," jawab Zhia seraya tersenyum.
"Ken! Kau bicara dengan siapa?" Lontaran pertanyaan dari papa Daffi yang kini sudah berdiri di ambang pintu membuat Kenzo terlonjak kaget.
Hah?
Sejak kapan papa Daffi berdiri di situ?
"Eh enggak, Pa. Ken hanya sedang latihan," jawab Kenzo tergagap.
Zhia sudah menghilang dengan cepat.
"Latihan? Latihan apa? Latihan menggombali Flo?" Cecar papa Daffi seraya terkekeh.
Ck,
"Papa apaan sih," Kenzo berdecak sebal.
Pria itu sudah beranjak dari ranjang Flo dan segera berjalan keluar dari kamar Flo.
"Sudah baikan, Ken?" Tanya mama Salsa yang kini duduk di ruang tamu bersama mama Nuna dan Flo.
Kenzo dan papa Daffi segera ikut duduk dan bergabung.
"Kami akan membawanya ke UGD kalau perutnya masih mau meledak," ujar papa Daffi seraya terkekeh.
"Ken tidak mau ke rumah sakit, Pa!" Sahut Kenzo cepat seakan tidak terima.
Mama Nuna dan papa Daffi tertawa bersamaan.
"Kau tidak akan percaya, Flo. Pria besar ini takut pada rumah sakit," timpal mama Nuna seraya menunjuk ke arah Kenzo.
Flo dan mama Salsa terkekeh.
Sementara Kenzo hanya mencebik karena malam ini dirinya benar-benar menjadi bahan olokan gara-gara sakit perut sialan ini.
Tepat jam sembilan malam, Kenzo beserta kedua orang tuanya akhirnya berpamitan. Hujan juga sudah sedikit reda.
Motor Kenzo terpaksa ditinggal di panti malam ini.
Flo dan mama Salsa mengantar Kenzo dan keluarganya sampai di teras.
Benar-benar malam yang aneh.
Tadi siang Flo yang berkunjung ke rumah Kenzo.
Dan malamnya gantian keluarga Kenzo yang berkunjung ke rumah Flo.
Setelah mobil keluarga Daffi meninggalkan halaman panti, Flo bergegas masuk ke rumah dan langsung ke kamarnya.
Flo lelah,
Flo ingin berbaring.
Flo merebahkan tubuhnya di atas kasur. Sesaat ada aroma khas yang menusuk indera penciuman Flo.
Bukankah ini bau dari parfum Kenzo?
Kenapa baunya masih ada disini padahal Kenzo sudah pergi?
Tentu saja Flo menghafalnya. Beberapa kali menangis di pelukan Kenzo membuat Flo sangat hafal dengan bau parfum ini.
Flo segera meraih guling kesayangannya, memeluknya, dan memilih untuk memejamkan matanya sejenak. Flo butuh tidur sekarang.
****
Kenzo baru saja masuk ke kamarnya.
Mama Nuna ikut masuk ke kamar Kenzo dan mengekori putranya tersebut.
Mama Nuna hendak mengganti sprei dari tempat tidur Kenzo, namun secepat kilat Kenzo mencegahnya,
"Mama mau ngapain?" Sergah Kenzo cepat.
"Mengganti sprei," jawab mama Nuna santai.
"Jangan!" Potong Kenzo cepat.
"Masih ada aroma Flo diatas sprei ini, Ma! Jangan diganti dulu!" Pinta Kenzo dengan raut wajah lebay.
Mama Nuna bersedekap,
"Sejak kapan kamu jadi bucin tidak jelas begini, Ken?" Tanya mama Nuna tak mengerti.
Kenzo tak menjawab dan memilih untuk segera merebahkan dirinya di atas kasur empuk tersebut. Kenzo juga meraih gulingnya yang tadi sore sempat di peluk oleh Flo.
Oh,
Kenzo akan bermimpi indah malam ini.
"Kenzo ngantuk, Ma. Kenzo mau tidur," ucap Kenzo seraya memejamkan matanya. Pria itu mengabaikan mama Nuna yang masih bersedekap di samping ranjangnya.
Mama Nuna hanya menghela nafas,
"Baiklah, baiklah. Selamat malam, tuan bucin. Semoga mimpimu indah malam ini," ujar mama Nuna seraya keluar dari kamar Kenzo. Wanita paruh baya itu menutup pintu kamar Kenzo dan membiarkan anak laki-lakinya tersebut beristirahat.
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir hari ini.
Jangan lupa like, komen, dan vote 💕
AKU MNTAN NON MUSLIM, DARI KLUARGA PNGANUT KATOLIK ROMA YG TAAT,, HIJRAH KE ISLAM KLS 1 SMA. AKU BRASAL DRI SALAH SUKU DI YG BRADA DI KALIMANTAN, TEPATNYA KALIMANTAN BARAT.. AKU SATU SUKU DGN IBU IDA DAYAK, YG BULLY SAMA SI MARCEL PESULAP MERAH.. SLAMA MMELUK ISLAM, AKU BNR2 MNDAPATKN KTENANGAN, DN SENANTIASA ISTIQOMAH.. MAKANYA KTIKA AKU MLIHAT ORG2 YG TERLAHIR SDH ISLAM, TPI BNYK BRBUAT MAKSIAT, SUKA IKUTI BUDAYA2 KAFIR, MINUM2 ALKOHOL, SKA CLUBING, PACARAN, BERZINAH, DAN SEBAGAINYA, HATIKU BNAR2 MIRIS,
JDI MAAF KOMEN SPRTI INI, TDK ADA MAKSUD SARA ATAU APAPUN..🙏🏻🙏🏻🙏🏻