Anna Vyatcheslavovna, gadis muda asal Rusia yang dibesarkan di kota Abaza Republik Khakassia. Sebuah kesalahan membuat ia harus terus berurusan dengan tuan muda kedua Baranov, keluarga yang menerima Sergey Vyatcheslav sang ayah bekerja dikebunnya.
Tuan muda kedua Baranov yaitu, Nikolai Ivanovich Baranov atau kerap di sebut Psycho Rusia, tertangkap basah tengah menyiksa seorang pria di dalam hutan. Saksi mata itu adalah Anna yang diberi tempat tinggal di hutan kecil milik keluarga Baranov.
"Kau akan jadi korban berikutnya. Larilah seperti kelinci, dan aku akan menangkapmu!" Nikolai
Bagaimana Anna yang melarikan diri dari sosok Nikolai? Penasaran? Yuk baca dan jangan lupa beri Like dan dukungan kalian..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elsa safitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kelinci
Tiba-tiba dari arah tangga, suara hentakan sepatu wanita terdengar begitu keras, seakan sengaja berniat memberitahukan kedatangannya.
Kedua tuan muda itu serentak menoleh, dan disana terdapat Violetta yang datang dengan dress super mewah dan sexy. Ia sebenarnya berniat melihat kondisi sang kekasih di kamarnya, tapi ternyata pria itu malah duduk di sofa sambil minum segelas teh.
"Ahh.. Ini yang terburuk." Keluh Nikolai sambil kembali bersandar. Ia berkali-kali memijat dahinya, sampai Violetta berdiri tepat di hadapannya.
"Sayang, bagaimana kondisimu?" Ia dengan santai duduk di sofa yang sama dengan Nikolai, lalu memegang perban yang tengah menutup rapih lukanya.
"Aku baik-baik saja."
"Baguslah, aku terjaga semalaman karna mengkhawatirkanmu."
Saat Nikolai mencari sesuatu untuk dikatakan sebagai tanggapan, ia sering melakukan kontak mata dengan Damian. Pria itu malah asik memandangi dua orang sambil berkali-kali menyeruput tehnya. Melihat sang kakak malah asik menjadi penonton, Nikolai tertawa pelan dan diam-diam bangkit dari tempat duduknya.
"Aku butuh istirahat, kalian berdua teruslah mengobrol."
Nikolai bergegas pergi meninggalkan Damian dan Violetta berdua. Terlihat jelas dari cara dia mengucapkan selamat tinggal dan tersenyum bahwa itu semua memang di sengaja. Itu membuat frustasi, tapi tidak ada yang bisa dilakukan. Tak berdaya, Damian hanya bisa melihat punggung Nikolai yang semakin menjauh.
"Sialan anak itu." Kini Damian yang berkali-kali memijat dahi, kesal dengan kelakuan adik satu-satunya itu.
Ia terpaksa menggantikan Nikolai untuk menjadi pasangan mengobrol Violetta. Sangat tidak sopan jika dia langsung pergi menyusul adiknya, disaat Violetta baru saja bergabung.
...***...
Sementara itu di Moscow..
Anna yang baru selesai merapihkan barang bawaannya bersama Sergey, tiba-tiba teringat dengan paper bag yang diberikan Damian. Ia menyimpan paper bag itu di antara bajunya, dan belum sempat melihat isi di dalamnya.
Ia dengan cepat mengambil paper bag itu, lalu mengeluarkan sebuah kotak. Itu kotak kardus berisi ponsel baru. Damian sengaja memberikan ponsel untuk Anna karna dia harus bisa menyesuaikan diri di ibu kota.
Tapi kotak itu sudah di buka, dan di dalam ponsel sudah berisi kartu dan memori beserta satu-satunya nomor telepon dengan nama 'Damian Vladislava' Disana tidak terdapat nomor lain selain Damian, seolah ia menyuruh Anna untuk sering menghubunginya.
Ia ingat saat Nikolai memberikan ponsel padanya saat di aula pesta, di ponsel itu juga hanya terdapat satu buah nomor dan itu nomor dari Nikolai. Kedua tuan muda Baranov itu sepertinya memiliki kebiasaan buruk yang sama.
Anna terkekeh kecil sesaat sebelum mencoba menghubungi Damian. Ia sebenarnya ragu, bagaimana jika Damian sedang sibuk atau sedang membaca buku dan tidak mau di ganggu?
Tapi apa salahnya mencoba?
Anna mulai menghubungi Damian, dan tanpa butuh waktu lama telepon itu terhubung. Anehnya Damian hanya mendengarkan Anna dalam diam, dan tidak mengeluarkan suara sedikitpun.
Anna memutuskan untuk memulai pembicaraan, "Tuan, bagaimana kabarmu? Aku baru saja menyelesaikan pekerjaan rumah, disini sangat panas."
Dari seberang telpon hanya terdengar tawa kecil seorang pria, dan Anna yakin itu pasti suara Damian. Ia kembali memastikan, "Tuan, bagaimana disana?"
Tiba-tiba dari arah Damian kembali sunyi, bahkan suara tawa kecil itu sekarang menghilang. Anna makin dibuat penasaran, sepertinya ia salah karna menghubungi Damian di jam segini.
"Aku mendapatkanmu, kelinci."
makasih kak thor,karya mu sudah menghibur kami,semangat berkarya,dan ditunggu karya baru nya 💪🥰