NovelToon NovelToon
Jangan Menyesal Setelah Aku Pergi

Jangan Menyesal Setelah Aku Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Selingkuh / Penyesalan Suami
Popularitas:96.7k
Nilai: 5
Nama Author: Jalur Langit

Disa ingin memberi kejutan berupa kehamilan yang telah lama dinanti-nanti, tetapi dia malah mendapatkan kejutan lebih dulu dari Cakra. Cakra membawa pulang Risa yang sedang hamil anaknya.

Dari pada menerima Cakra, yang jelas-jelas sudah mengkhianatinya, dan harus menerima Risa sebagai madunya, Disa memilih pergi dengan membawa anak Cakra yang dia sembunyikan.

"Jangan menyesal setelah aku pergi."

***

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jalur Langit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

"Habis dari mana?"

Risa memasang mimik gugup dan takut luar biasa karena sadar ia memang bersalah, namun segera mengubah mimik wajahnya menjadi tenang. Tenang, jangan sampai membuat Cakra semakin curiga.

"Aku—aku habis jalan-jalan sama Zara, Mas. Emm ... Bosen di rumah," jawabnya gugup.

"Oh," respon Cakra tetap tenang dan santai, bahkan pria itu tersenyum, "Duduk sini, aku mau ngomong sama kamu."

Ngomong? Ngomong apa? Risa hanya bisa bertanya-tanya di dalam hati.

Cakra sedikit berteriak memanggil Santi. "Santi! Bawa Zara," titahnya.

Santi muncul dari dalam, segera saja ia meraih baby Zara dari gendongan Risa yang sudah duduk di samping Cakra. Membawanya naik ke lantai atas.

"Mas kok di rumah? Maaf aku pergi tanpa pamit sama Mas, aku takut Mas gak ngasih izin, aku nggak ke mana-mana dan nggak ngapa-ngapain kok, cuma ke taman aja," terang Risa menjelaskan. Sebagi seorang yang takut rahasianya terbongkar, ia berinisiatif menjelaskan tanpa menunggu Cakra bertanya.

"Ekhem," Cakra hanya berdehem pelan sebagai respon. Kembali meminum isi cangkirnya yang ternyata adalah kopi hitam.

Risa merasa aneh dengan tingkah Cakra. Pria itu sangat jarang meminum kopi hitam, nyaris tidak pernah malah. Tapi kenapa tiba-tiba ia meminumnya?

"Mas minum kopi? Bukannya nggak suka sama kopi hitam?"

"Nggak suka bukan berati nggak doyan, Ris."

"Ehm, iya juga. Mas mau ngomongin apa?"

"Kita tunggu mama sama papa datang."

Nunggu mama dan papa segala? Risa semakin dibuat penasaran dengan apa yang akan dibicarakan suaminya hingga harus melibatkan kedua orang tuanya. Apa Cakra sudah tahu? Tahu tentang Zara, tentang pertemuan-pertemuannya dengan Andre di belakang pria itu? Tetapi seharusnya sikap Cakra tidak setenang ini jika ia sudah mengetahui semuanya. Dia pasti sudah meledak.

Oke, tenang ... Risa menarik napas panjang, menghembuskannya perlahan, tetap berfikir positif. Mungkin Cakra hanya ingin membicarakan tentang urusan kantor atau apa, pikir Risa.

"Mas kenapa nggak bilang kalau mau pulang lagi? Kalau Mas bilang kan aku nggak jadi pergi jalan-jalan." Risa mengusap bahu kekar suaminya.

"Gak papa," jawab Cakra.

Lima menit kemudian, Hadrian dan Yuni datang. Cakra menghubungi kedua orang tuanya karena ada suatu hal penting yang ingin dibicarakan. Keduanya langsung duduk di hadapan Cakra. Kalau menuruti kata hati, Yuni ingin sekali langsung menemui Zara, cucunya.

"Mau ngomongin apa sih, Cak? Sampai kita semua disuruh kumpul begini?" tanya Hadrian.

Cakra menarik napas dalam, menatap satu per satu orang-orang yang duduk bersamanya. Mama, papa, Risa ...

"Aku mau nunjukin sesuatu." Cakra memulai. Ia mengambil sesuatu dari saku jasnya, sebuah kertas yang terlipat rapi. "Mama sama papa liat dulu, abis itu biarkan Risa juga liat."

Kertas putih itu Cakra berikan kepada sang papa. Hadrian dan Yuni saling menatap heran sebelum membuka lipatan kertas tersebut. Bersama-sama mereka membaca isinya.

Apa ini?

Hasil tes DNA?

Cakra Aditama dengan Vania Zara?

Hadrian terkejut tapi sebentar, seperti telah menduga akan datangnya hari ini, ia kemudian bersikap biasa saja. Bahkan matanya saat melihat ke arah sang istri seolah berkata, "Nah kan? Apa papa bilang?"

Melebar penuh sepasang mata Yuni, ia tersenggal, mencengkram dadanya sendiri. Lalu, kertas itu ia lempar kasar ke arah Risa. "Baca itu!" sentaknya.

Menyadari telah terjadi sesuatu yang membuat ibu mertuanya murka, Risa mengambil kertas. Apa sih isinya? Sampai ibu mertuanya terlihat sangat syok dan terpukul. Apakah sesuatu yang telah melukai hatinya? Apa yang sudah Risa perbuat?

Risa membacanya .....

Dan....

"Mas ... Mas kok—"

"Kamu berani menipu aku, Ris?" desis Cakra. Tidak ada lagi ketenangan dalam dirinya, yang ia tunjukkan sekarang adalah mimik kemarahan, kekecewaan, yang dalam. "Zara bukan anakku! Iya, kan?"

Risa tidak pernah menyangka, diam-diam Cakra telah melakukan tes DNA terhadap Zara. Sejak kapan? Sejak kapan Cakra merasa curiga? Dan alasan apa yang memicu Cakra untuk melakukan hal itu?

"Mas .... " air mata Risa tumpah. "Aku gak ada maksud buat bohongin kamu, Mas, aku juga gak tau kalau .... "

"Gak tau kalau Zara ternyata bukan anakku? Iya? Jadi selama kita berhubungan, kamu tidur sama siapa aja selain Andre? Apa ada Andre Andre lainnya di luar sana?" cecar Cakra. Dada bergemuruh, napas memburu, tangan bergetar. Andai Risa bukan perempuan, sudah habis dia diamuk Cakra.

"Nggak gitu, Mas .... " bagaimana? Bagaimana Risa harus menjelaskan? Apa yang harus ia katakan untuk menyangkal, sementara hasil tes DNA ini sangat akurat? Risa tidak bisa berpikir, otaknya serasa buntu.

"Pergi! Aku udah beresin semua barang-barang kamu, bawa Zara juga pergi dari sini!" usir Cakra. Ia menolak, menepis tangan Risa yang berusaha menyentuhnya. Tangan yang biasanya berhasil memuaskan dahaganya itu, kini Cakra tampik kasar.

"Mas, please, jangan usir aku."

"Aku talak kamu detik ini juga, Risa!" Cakra berdiri.

Risa menggeleng. Tidak! Tidak! Dia tidak mau berpisah dari Cakra. Dia tidak mau kehilangan kenyamanan ini dan hidup dalam kesengsaraan, kesendirian lagi.

"Mama .... " Risa mencoba merayu sang ibu mertua. Wanita itu sudah terlanjur sayang dengan Risa dan Zara, Risa yakin ia tidak mau kehilangan Zara. "Ma, maafin Risa...."

Plak!

Satu tamparan keras mendarat di pipi Risa. Yuni yang melakukannya.

"Dasar penipu!" umpat Yuni.

Hadrian, yang semula hanya menonton kegaduhan ini—kemarahan Cakra, kekecewaan Yuni, dan tangisan Risa—, kini menghela napas panjang. Dia yang paling curiga pada saat Zara lahir, ia juga yang memaksa Cakra untuk melakukan tes DNA. Sebab apa? Sebab Zara sama sekali tidak mewarisi wajah Cakra, maupun dirinya.

Cakra sempat menolak, anak lelaki Hadrian itu tidak mau membuat mamanya yang sudah sangat jatuh hati kepada Zara, merasa kecewa dengan kehilangan Zara. Namun, apakah Cakra rela dibohongi seumur hidup?

Mumpung semuanya belum terlanjur jauh, belum berlarut-larut, Hadrian terus mendesak. Jika Cakra tidak mau melakukan tes DNA, maka Hadrian sendiri yang akan melakukannya.

Cakra akhirnya menuruti perintah sang papa. Dan hari ini ia tidak berangkat ke kantor seperti biasa. Ia pergi ke rumah sakit, mengambil hasil tes DNA itu, mendapati kenyataan bahwa Zara bukanlah darah dagingnya.

"Cakra ... Antar Risa ke rumahnya. Kembalikan dia ke orang tuanya secara baik-baik kalau kamu ingin menceraikan Risa. Beri alasan yang baik, jangan biarkan apa yang pernah kamu lakukan ke Disa terulang dua kali. Membiarkan istri pulang sendiri ke rumahnya itu bukan sikap lelaki gentle, Cakra." Hadrian berkata tenang.

Cakra memejam begitu nama Disa disebut. Disa .... Wanita yang sudah Cakra lepaskan demi wanita lain yang akhirnya mengecewakan.

Disaaa

...****************...

1
Retno Harningsih
up
sunaryati jarum
Biar kan Disa tinggal di rumah sendiri nanti kambuh liarnya kalian yang rugi,tapi semoga beneran sadar dan niatnya berubah ke perilaku baik tidak goyah
sunaryati jarum
Itu murni kesalahan ayah kalian dan Bu Wati yang selalu menghindar jika di temukan Bu Rahmi ,dan ibu pasti menjelekkan - jelekkan ayahmu dan keluarga barunya.
sunaryati jarum
Semoga Risa beneran berubah menjadi baik.Dan tidak berniat mencelakai Disa dan ibunya apalagi anak,- anaknya
Vivi Zenidar
semoga Risa bisa berubah dan mendapatkan kehidupan yang jauh lebih baik
Ma Em
Disa lbh baik Risa jgn tinggal dgn mu takut nya nanti Risa cuma jadi duri pada hubungan Disa dgn Rayyan .
Yunita Sophi
mungkin ibu nya Risa menjelek jelekan ayah nya agar Risa membenci ayah nya
Vivi Zenidar
Akhirnya..... bisa ketemu RIsa
Retno Harningsih
up
Ma Em
Semoga Saja Risa beneran sdh sadar dari kesalahan nya jgn pura2 baik tapi nanti akan berbuat jahat lagi .
Retno Harningsih
up
Yunita Sophi
sukurlah mereka akhir nya bertemu...
dyah EkaPratiwi
Alhamdulillah akhirnya ketemu
Vivi Zenidar
Alhamdulillah.... akhirnya ketika Risa
Maa Yanti Maa Yanti
raasaain loo cakraaa
Maa Yanti Maa Yanti
thorr ku sayang 💕😍 udh jdiian Rayyan ama dista biar s cakraaa nyeseeeellll bngett aplgi tau klau anak dri s ulet bulu itu bukn anak nya 🤣🤣🤣🤣
Vivi Zenidar
semoga Risa mendapatkan jalan keluar untuk semua permasalahannya
Yunita Sophi
semoga bu Rahmi menerina Risa dgn baik...kasian nasib nya Risa kurang beruntung..
Ma Em
Kalau Risa baik tdk jahat pada Disa dia berhak ditolong tapi kalau jahat hanya untuk membuat Disa dan Bu Rahmi celaka lbh baik dihindari saja biarkan Risa dgn hdp nya sendiri
Retno Harningsih
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!