NovelToon NovelToon
Suamiku Hanya Mencintai Jantungku'

Suamiku Hanya Mencintai Jantungku'

Status: tamat
Genre:Pengganti / Penyesalan Suami / Cintapertama / Tamat
Popularitas:412.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rosma Sri Dewi

Sebuah takdir yang tidak pernah terduga, membuat Qirani Andara, terpaksa menikah dengan pria yang merupakan kekasih dari kakaknya sendiri, yang meninggal akibat kecelakaan.Namun,sebelum mengembuskan napas terakhir, kaluna masih sempat meninggalkan wasiat agar jantungnya didonorkan pada Qirani yang memang sudah mengalami kelainan jantung dari kecil. Langit Radhitya Ganendra, pria tampan yang sangat mencintai Kaluna, kakak dari Qirani itu, terpaksa mau menikah dengan adik kekasihnya. Kenapa? Karena jantung wanita yang dia cintai itu bersemayam di tubuh Qirani. Harusnya pernikahan mereka menjadi kebahagiaan bagi Qirani karena gadis itu selama ini juga sudah jatuh cinta pada pria itu. Namun, bukan kebahagiaan yang dia dapat, karena suaminya sama sekali tidak pernah bisa mencintainya. yang dia pedulikan hanyalah jantung sang kakak yang ada di tubuhnya. Akankah Qirani tetap bertahan dan sabar melihat suaminya yang hanya mementingkan jantung almarhumah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosma Sri Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memperingatkan Nathan.

 Hari berlalu dengan cepat, tidak terasa sudah sebulan berlalu. Hubungan Qirani dan Langit semakin renggang, semenjak Langit mengutarakan niatnya untuk punya anak dengan proses inseminasi.

Qirani memang tetap melakukan tugasnya sebagai istri. Namun, untuk menyapa Langit, dia melakukanya hanya seperlunya aja. Perubahan Qirani yang sangat signifikan itu, membuat Langit benar-benar merasa tidak nyaman. Apalagi istrinya itu semakin dekat dengan dokter Nathan.

"Rani, bisa tidak kamu jangan dekat-dekat dengan Dokter Nathan?" Langit sepertinya sudah tidak bisa menahan kekesalannya lagi, makanya dia mengungkapkan apa yang mengganjal di hatinya.

Qirani yang baru saja bersiap hendak berangkat, sontak mengernyitkan keningnya, menatap Langit dengan bingung.

"Apa ada yang salah?" tanga Qirani.

"Tentu saja salah. Kamu itu sudah menikah, tidak baik selalu dekat-dekat dengan laki-laki lain yang bukan suamimu. Masa itu saja kamu tidak mengerti sih?" nada bicara Langit terdengar sangat ketus.

"Emm, aku memang sudah menikah dan aku tahu kalau sudah menikah kita harus membatasi hubungan kita dengan pria lain. Tapi masalahnya, itu kan berlaku pada orang-orang yang benar-benar menikah? sedangkan aku ... pernikahanku hanyalah sekedar status saja. Realisasinya, semuanya hanya kamuflase. Aku bahkan tidak pernah tahu bagaimana rasanya memiliki suami seperti wanita-wanita yang sudah menikah di luar sana," sindir Qirani dengan sudut bibir yang tersenyum sinis.

Langit sontak terdiam, tidak bisa membantah ucapan istrinya itu, karena yang dikatakan oleh wanita itu benar adanya.

"Dan lagian, aku dekat dengan dokter Nathan, kan hanya ketika dia datang ke restoran untuk makan siang? Setelahnya, aku tidak pernah bertemu dan jalan dengannya," sambung Qirani lagi, ketika melihat suaminya itu diam seribu bahasa.

"Sudah ya, aku pamit ke restoran dulu, bye!" Qirani berbalik dan beranjak pergi meninggalkan Langit yang mematung sembari mengepalkan tangannya.

"Argh, semakin hari, Qirani semakin berani membantah kata,-kataku," umpat Langit sembari menggusak wajahnya dengan kasar.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Langit menatap ke arah sebuah pintu masuk sebuah rumah sakit dari dalam mobilnya. Mata pria itu tidak pernah bergerak sedikitpun ke samping kanan maupun kiri, karena dia tidak ingin sampai dirinya kehilangan orang yang ingin dia temui.

Ya, siapa lagi yang ingin dia temui kalau bukan Nathan. Dokter yang membuat dirinya kesal dan panas belakangan ini.

"Itu dia!" seru Langit begitu melihat orang yang dia cari keluar dari gedung rumah sakit. Wajah dokter muda itu terlihat semringah, dan bisa dipastikan alasan kenapa raut wajah pria itu bisa seperti itu. Apalagi kalau bukan karena akan bertemu dengan Qirani, wanita pujaannya.

Karena tidak ingin kehilangan jejak, Langit langsung turun dari mobilnya dan dengan kaki jenjangnya melangkah menghampiri dokter Nathan.

"Dokter Nathan, tunggu sebentar!"

Merasa namanya dipanggil seseorang, menghentikan langkahnya dan menoleh untuk mengetahui siapa si pemegang suara itu.

"Langit?" Nathan mengerenyitkan keningnya. "Ada apa mencariku?" tanyanya.

Langit tidak langsung menjawab. Pria itu melangkah kembali untuk semakin dekat dengan Nathan. Kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku, dan tatapannya terlihat dingin.

"Aku ingin bicara denganmu sebentar, bisa kan?" raut wajah Langit terlihat datar tanpa ekspresi saat berbicara dengan Nathan.

"Tentu saja boleh. Tapi apa yang ingin kamu bicarakan itu sangat penting dan memakan waktu yang lama? Kalau iya, sebaiknya kita cari tempat yang baik untuk bicara. Soalnya tidak baik bicara di sini," sahut Nathan yang masih berusaha untuk ramah, walaupun dia tahu kalau lawan bicara itu sama sekali tidak memperlihatkan keramahan.

"Tidak perlu. Kita bicara di sini saja!" tolak Langit tegas.

"Aku hanya ingin mengingatkanmu agar menjauh dari istriku. Jangan mencoba untuk jadi pebinor!" sambung Langit dengan tegas dan penuh intimidasi.

Nathan, tersenyum smirk lalu menghela napasnya. Sepertinya pria itu tidak merasa terganggu dengan sikap penuh intimidasi yang ditunjukkan suami dari wanita yang dicintainya itu.

"Kenapa? Apa kamu mulai terganggu? Kalau iya, kenapa anda harus merasa terganggu, Tuan Langit? Bukannya kamu tidak mencintai Qirani?" cecar Nathan dengan suara lembut tapi sinis.

"Jangan coba-coba untuk memancing amarahku, Dokter Nathan! Aku serius. Dan kamu jangan sok tahu tentang apa yang dirasakan oleh orang lain. Walaupun aku tidak mencintai Qirani, tapi dia itu tetap istriku dan aku punya hak atasnya, termasuk menyingkirkan kamu dari hidupnya. Jangan kira aku tidak tahu kalau kamu sebenarnya mencintai Qirani, iya kan?" tatapan Langit semakin tajam, dan aura pria itu semakin dingin.

Nathan kembali tersenyum smirk. Lagi-lagi ia tidak merasa terganggu dengan sikap yang ditunjukkan oleh Langit padanya.

"Wah, perasaanku terlalu kelihatan ya, sampai-sampai kamu bisa membacanya. Sayangnya, kenapa kamu yang bisa membacanya, kenapa tidak Qirani," sahut Nathan masih dengan nada bercanda. Walaupun memang di balik candaannya terselip keseriusan.

"Dokter Nathan, stop bercanda!" bentak Langit yang sepertinya mulai terpancing dengan sikap Nathan yang masih saja santai dari awal mereka bicara.

Nathan terkekeh sejenak, kemudian kembali menatap Langit. Namun tatapannya kali ini terlihat serius dan tajam.

"Tuan Langit yang terhormat, sebenarnya aku bukanlah tipe pria yang ingin merebut wanita dari pasangannya, tapi dalam hal Qirani aku kecualikan. Karena aku tahu, dia tidak pernah bahagia hidup denganmu selama ini,"

"Kamu __"

"Tunggu, aku belum selesai bicara!" sambar Nathan dengan cepat, ketika melihat Langit yang sepertinya sudah mulai emosi.

"Aku tahu, kalau kamu itu suami Qirani dan kamu punya hak atas dia seperti yang kamu katakan tadi. Kamu punya hak, tapi kamu lupa kalau kamu juga pun kewajiban. Kewajiban kamu bukan hanya sebatas nafkah, tapi juga mencintainya. Aku mau bertanya apa kamu pernah melakukannya?"

Langit terdiam. Bukan tidak bisa menjawab, tapi lebih karena dia tidak ingin menjawab.

"Kamu diam, tapi aku sudah bisa simpulkan apa jawabannya. Dulu, sewaktu aku mendengar kalau dia sudah mendapatkan donor jantung, aku benar-benar sangat bahagia, walaupun aku mendengar dari kedua orangtuanya kalau setelah Qirani sembuh, dia akan menikah denganmu. Aku sedih mendengar kabar itu? Ya tentu saja aku sedih, tapi rasa sedihku tidak sebanding dengan kebahagiaanku. Yang penting aku hanya ingin bisa melihat Qiraniku sembuh dan hidup bahagia, walaupun dia bahagia tidak denganku. Aku sampai rela datang ke negara ini hanya ingin memastikan apa Qiraniku hidup bahagia atau tidak, ternyata tidak sama sekali. Kamu selama ini tidak mencintai Qirani, karena yang kamu cintai itu hanya jantung yang ada di tubuhnya, dan itu benar-benar menyakiti hatinya," tutur Nathan panjang lebar tanpa jeda.

"Bukan hanya dia yang sakit di sini. Jujur saja, aku juga merasakan sakit. Kenapa? ya karena aku mencintainya dengan tulus. Aku sakit hati melihat wanita yang aku cintai, kamu perlakukan seperti boneka dan hanya sebagai wadah untuk menyimpan jantung wanita yang kamu cintai. Kalau dari awal aku tahu, kalau dia tidak bahagia dengan pernikahannya, aku akan berjuang untuk mengambil dia darimu," sambung Nathan lagi dengan tegas.

Bughhh, "Brengsek kamu!"

Langit sudah tidak bisa menahan diri lagi. Tangan pria itu akhirnya melayang meninju keras wajah tampan dokter muda itu.

Nathan sama sekali tidak membalas. Dokter itu menyeka darah yang keluar dari sudut bibirnya dan tersenyum sinis.

"Tuan Langit yang terhormat, apa anda masih mau pukul aku lagi? Ayo silakan, aku tidak akan membalas meninjumu balik. Tapi, sebagai balasannya, aku akan berusaha merebut Qirani darimu!"

Tbc

Maaf, beberapa hari ini aku tidak up, karena sangat sibuk, urusan sekolah anakku 🙏

1
ahyuun.e
eh halah halah ancen gatel wedoan gatel 🤣 utek ke ra dinggo yo ngene iki, ayu tok tapi uteke ksong wes angel angel 🤣
ahyuun.e
wohho jngan mau balek kau ya qirani bodoh kalu mau 🤣
ahyuun.e
gtu dong hidup cuma sekali udah nafas ngap"an ente dri kecil pas udah bisa napas lega kok mau"nya tersiska dngan keadaan yg laen 🤣
ahyuun.e
definisi makan cinta dah kenyang 🤒 kodratnya manusia lapar ya makan, ga bersyukur dah diksih hidup 🤣 bukannya berubah jdi lebih baik krn dah sehat malah makin makin 🤣
ahyuun.e
definisi rose ke dua ya qirani ini bego plus pekok, hiduplah dngan laki" yg menginginkan kita dan mencintai kita bukan sebaliknya 😄🤣 susah kan urip mu pekok sih 🤣
ahyuun.e
ortu yg berbuat anak" yg jdi korban
ᥣׁׅ֪ꫀׁׅܻ݊݊ꪀꪱׁׁׁׅׅׅ
tׁׅhׁׅ֮ꫀׁׅܻ݊ ɑׁׅ݊ꪀժׁׅ݊
ᥣׁׅ֪ꫀׁׅܻ݊݊ꪀꪱׁׁׁׅׅׅ
mulai romansa" nih
ᥣׁׅ֪ꫀׁׅܻ݊݊ꪀꪱׁׁׁׅׅׅ
Alhamdulillah sadar
umi istilatun
Luar biasa
Aghnia Raina
sayang" pala lu peyang
Aghnia Raina
Luar biasa
Hilmiya Kasinji
betah juga ya diperlakukan sprt itu selama setahun
Hilmiya Kasinji
Luar biasa
Hilmiya Kasinji
si langit keterlaluan , tapi si Rani juga kyk e terlalu lebay ya ... tapi ya maklum si dari kecil dimanja jadi masih kaget dg segala sesuatunya
Hilmiya Kasinji
dan pada akhirnya tetap Aluna yang mengalah 🥺
Hilmiya Kasinji
ijin baca kak
Ari Randz
Luar biasa
Ari Randz
bawangnya kebangetan thorrrr.. /Sob//Sob/.
kira kira bawangnya sampe bab berapa Thor, AQ mau siapin mental buat baca biar kuat /Grin//Grin/
futurewife
mantaps
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!