NovelToon NovelToon
Hidden Lines

Hidden Lines

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Angst
Popularitas:9k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Bebas dari tuduhan konspirasi penculikan yang dirancang mantan kekasihnya, Michaela Hokked (24) memilih mati demi melepaskan diri dari masa lalu yang busuk.

Namun, takdir memiliki selera humor yang kejam.

Pelariannya menuju Los Angeles hancur bersama taksi yang ia tumpangi dalam kecelakaan maut yang meremukkan wajahnya.

Enam bulan koma dan melewati enam
Kali operasi wajah, Michaela terbangun dengan rupa baru: wajah cantik milik Cecilia Lynch, wanita bermata teduh yang kecelakaan bersamanya.

Kini, Michaela terjebak sebagai 'Cecilia' di hadapan Killian Vale-Knight (28 th) pria berkuasa yang mengaku sebagai kekasih jarak jauh Cecilia.

Tanpa kecurigaan, keluarga miliarder itu menghujaninya dengan kasih sayang yang tak pernah ia miliki.

Namun, kenyataan pahit menghantam: Cecilia asli tewas dalam keadaan hamil, Mencuri identitas Cecilia adalah tiket kebebasannya, atau justru awal dari labirin misteri yang mematikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

016

Cairan merah pekat itu mengalir perlahan, menodai sprei putih bersih yang membentang di bawah tubuh mereka.

Di dalam keheningan yang mencekam setelah jeritan kesakitan Michaela mereda, noda itu tampak begitu mencolok—sebuah bukti otentik dari kesucian yang belum pernah tersentuh oleh tangan pria manapun di dunia ini.

Tenggorokan Killian sempat tercekat selama beberapa detik.

Tatapannya terpaku pada noda darah tersebut, mencoba mencerna realitas yang baru saja menghantam logikanya.

Namun, alih-alih memunculkan rasa bersalah atau kelembutan seorang suami yang mendapati dirinya adalah pria pertama bagi sang istri, kegelapan di dalam benak Killian yang penuh oleh dendam justru membelokkan fakta tersebut ke arah yang jauh lebih kejam.

Perlahan, sudut bibir Killian terangkat. Pria itu tersenyum.

Namun, demi Tuhan, itu bukanlah senyuman bahagia atau binar haru seorang pria yang dihormati kesucian istrinya.

Itu adalah sebuah senyuman sinis yang teramat dingin, penuh dengan sarkasme dan penilaian merendahkan yang justru berlipat ganda.

Di dalam otak Killian yang dipenuhi teori konspirasi tentang Madam’s Roses, fakta ini tidak membuat Michaela menjadi wanita suci di matanya.

Sebaliknya, ini justru menjadi bukti betapa mahalnya barang yang sedang dia hadapi.

"Luar biasa!" ucap Killian dengan suara baritonnya yang serak, memutus keheningan kamar pengantin mereka.

Bukannya menarik diri atau memberikan jeda agar rasa sakit Michaela mereda, Killian justru kembali mencengkeram pinggang Michaela dengan kuat, menahan tubuh wanita itu di bawah dominasinya sebelum kembali memacu tubuhnya dengan ritme yang sama dan menuntut.

Killian menunduk, mendekatkan wajahnya yang basah oleh peluh tepat di samping telinga Michaela, membiarkan embusan napasnya yang memburu menghanguskan kulit pipi wanita itu.

"Terima kasih, Cecilia... Aku adalah pelanggan pertama yang beruntung rupanya. Pantas saja nominal mahar yang kau minta di awal begitu fantastis. Ternyata Madam-mu menjagamu dengan sangat baik untuk dilelang kepada pria tertinggi, hm?"

Deg.

Kata-kata itu menghantam kesadaran Michaela bagai godam besi yang menghancurkan seluruh harga diri yang tersisa di dalam tubuhnya.

Michaela terdiam.

Tubuhnya membeku di bawah kungkungan Killian, membiarkan dirinya digerakkan oleh setiap sentakan tanpa memberikan perlawanan fisik lagi.

Kedua tangannya yang semula mencengkeram bahu bidang Killian kini terkulai lemas di atas kasur, di antara lembaran uang ratusan dolar yang masih berserakan mengelilingi kepalanya.

Michaela memejamkan matanya rapat-rapat. Dia benar-benar berusaha sekuat tenaga, menguras seluruh sisa kewarasan di dalam otaknya, hanya untuk tetap tenang.

Hinaan ini—tuduhan sebagai pelacur lelang yang sengaja dijaga kesuciannya demi uang—adalah sebuah hinaan terdalam yang tidak akan pernah ia lupakan seumur hidupnya.

Selama tumbuh di jalanan San Francisco yang keras, dikhianati oleh keluarga, dan pernah hidup dijalanan, Michaela tidak pernah merasa sehina ini.

Air matanya terus mengalir tanpa suara, membasahi pelipis dan meresap ke dalam kain bantal yang mewah.

Kenapa aku bisa menjadi selemah ini? ratap Michaela di dalam hati yang patah menjadi serpihan-serpihan kecil.

Di mana Michaela Hokked yang tangguh? Di mana gadis jalanan yang berani mengancam melubangi kepala pria ini dengan guci semalam? Mengapa hanya karena status pernikahan dan sentuhan fisik ini, aku membiarkan diriku diinjak-injak bagai sampah?

Rasa sakit di bagian bawah tubuhnya masih terasa menyengat, bergesekan dengan kenyataan pahit bahwa pria yang sedang menyatukan tubuh dengannya adalah suaminya yang sah, namun sekaligus bertindak sebagai algojo bagi jiwanya.

"Selesaikan dengan cepat, Sialan!" ucap Michaela dengan segera, suaranya serak dan bergetar hebat, dipenuhi oleh keputusasaan dan kemarahan yang membuncah ke tenggorokan.

Dia tidak tahan lagi berada di dalam situasi yang mencekam ini.

Dia ingin kegilaan ini segera berakhir.

Killian yang mendengar makian kasar itu justru membalasnya dengan sebuah tawa rendah yang terdengar sangat seksi namun mengerikan di telinga Michaela.

Gerakan tubuhnya tidak melambat, justru semakin intens, menuntut penyerahan diri yang mutlak dari Tubuh istrinya di bawah.

"Tenang, Sayang," jawab Killian dengan suara serak yang berat, jemarinya bergerak ke atas, mengusap air mata di pipi Michaela dengan ibu jarinya, namun dengan tatapan mata yang tetap sedingin es.

"Hari masih sangat panjang. Dan dua minggu di apartemen ini baru saja dimulai. Aku akan memastikan kau melayaniku sampai aku benar-benar puas mendapatkan nilai yang setara dengan uang yang telah kuhabiskan untukmu."

Michaela tidak lagi menjawab.

Dia memilih untuk mengunci mulutnya rapat-rapat, menggigit bibir bawahnya sendiri hingga mengeluarkan rasa anyir darah demi menahan agar tidak ada lagi suara desahan atau jeritan yang lolos dari mulutnya.

Dia membiarkan Killian menuntaskan hasratnya, mengubah seluruh rasa sakit fisik dan batin siang ini menjadi bahan bakar baru di dalam dadanya.

Nikmati kemenanganmu sekarang, Killian Vale-Knight, batin Michaela dengan sisa-sisa taringnya yang perlahan membeku menjadi dendam yang solid.

Kau mengira kau sedang menghukum Cecilia Lynch sang penipu. Tapi kau tidak tahu, kau sedang menciptakan musuh paling berbahaya di dalam selimutmu sendiri. Aku bersumpah, aku akan membuatmu berlutut memohon ampun padaku suatu hari nanti.

Kamar apartemen mewah itu terus dilingkupi oleh pergulatan yang sarat akan benci dan hasrat terlarang, meninggalkan noda darah kesucian yang mengering di atas sprei sebagai saksi awal dari sebuah benang kusut yang semakin mustahil untuk diurai.

...ΩΩΩΩ...

Waktu seolah merangkak lambat di dalam griya tawang mewah yang sunyi itu.

Sinar matahari sore yang mulai meredup menyelinap melalui jendela kaca besar, melemparkan bayangan panjang yang muram di atas lantai.

Di atas ranjang berantakan yang menjadi saksi bisu kebrutalan dan penghinaan sejak Siang tadi, Michaela masih terbaring diam.

Tubuhnya terasa remuk, setiap jengkal kulitnya menyuarakan rasa linu yang membakar akibat pergulatan tanpa henti yang dipaksakan suaminya.

Dia sedang menunggu Killian pulang.

Sembari menatap langit-langit kamar yang tinggi, ingatan Michaela berputar kembali pada kejadian beberapa jam lalu—sebuah momen absurd yang mendadak menghentikan badai hasrat dan dendam di kamar ini.

Saat itu, dalam penyatuan yang entah sudah keberapa kalinya, di saat atmosfer kamar masih dipenuhi ketegangan yang pekat, Killian tiba-tiba menghentikan pergerakan tubuhnya secara mendadak.

Pria itu membeku di atas tubuh Michaela dengan mata membelalak panik.

Wajah elangnya yang semula dipenuhi keangkuhan instan berubah pucat.

"Ah, Sial... Bocor!" umpat Killian dengan suara serak yang dipenuhi nada frustrasi.

Alat pengaman yang digunakannya ternyata tidak mampu bertahan dalam pergulatan intens mereka.

Tanpa membuang waktu satu detik pun, Killian langsung menarik dirinya menjauh.

Dengan gerakan langkah seribu yang terburu-buru, pria itu meraih kemejanya yang tergeletak di lantai, memakainya dengan asal-asalan tanpa sempat mengancingkannya dengan benar, lalu menyambar celana panjangnya.

"Aku akan kembali. Aku akan membeli kontrasepsi darurat. Jangan berani bergerak dari kasur ini!" seru Killian panik, suaranya naik satu oktav sebelum dia berbalik dan berlari kencang ke arah pintu keluar apartemen.

...~~~~...

Kembali pada realitas saat ini, Michaela mengembuskan napas panjang.

Mengingat kembali raut wajah panik Killian yang ketakutan setengah mati beberapa jam lalu justru membuat sudut bibir Michaela terangkat, membentuk seulas senyuman getir yang sarat akan kepedihan..

Betapa takutnya Killian jika sampai terjadi pembuahan. Dia begitu panik, berlari keluar seperti orang gila, seolah-olah memiliki anak dengannya adalah sebuah kutukan atau bencana besar yang harus dicegah dengan segala cara.

"Ternyata benar-benar dendam yang mendarah daging," bisik Michaela pada dinding yang bisu.

"Rupanya aku tetap sampah sepanjang dia menyentuhku. Bahkan panggilan 'Sayang' itu hanyalah kata-kata manis untuk menutupi fakta bahwa dia menganggapku sebagai objek yang harus 'dibersihkan' segera setelah digunakan."

Air mata yang sudah dia tahan sedari tadi akhirnya tidak bisa dibendung lagi.

Mereka jatuh, membasahi bantal, perlahan menetes di sudut matanya yang lelah.

Hatinya terasa perih, bukan karena fisik yang sakit, melainkan karena sadar betapa rendahnya harga dirinya di mata pria ini.

Dia hanyalah seorang wanita yang dipaksa melayani, tanpa hak untuk memiliki kebahagiaan, tanpa hak untuk diinginkan secara tulus.

Ting!

Suara notifikasi ponsel yang tergeletak di atas nakas memecah lamunannya.

Cahaya terang dari layar ponsel itu menerobos kegelapan kamar, memantul di wajah Michaela yang basah. Dengan tangan gemetar, dia meraih ponsel tersebut.

Sebuah notifikasi sosial media muncul. Itu adalah akun @Gabriella_Margareth yang baru saja mengunggah foto.

Jantung Michaela berhenti sejenak. Dia segera membuka unggahan itu.

Sebuah foto terpampang jelas: wajah seorang wanita yang sedang berdiri di depan pintu keberangkatan Bandara Los Angeles.

Senyumnya begitu cerah, pakaiannya elegan, dan matanya memancarkan kebebasan yang tidak pernah dirasakan Michaela.

Itu adalah Gabriella Margareth. Kakak kandungnya—atau lebih tepatnya, saudara kembarnya.

Michaela menatap foto itu dengan perasaan campur aduk.

Gabriella dan Michaela adalah kembar identik, Namun entahlah, Michaela sendiri selalu bingung.

Secara medis mereka kembar, namun wajah mereka sangat jauh berbeda.

Gabriella memiliki versi wajah yang kecil, sempurna, dan tampak begitu halus, seolah-olah dia dipahat dari porselen terbaik, sementara wajah Michaela lebih tajam, penuh dengan goresan kehidupan jalanan.

"Cantik sekali," lirih Michaela, jemarinya mengusap layar ponsel, menyentuh wajah saudara kembarnya di balik kaca.

Rasa iri yang pedih mulai merayap di dalam dadanya.

Gabriella terlihat begitu bahagia, tampak seperti wanita yang memiliki dunia di genggamannya.

Dia berada di bandara, siap untuk terbang ke suatu tempat yang jauh, mungkin untuk liburan, mungkin untuk mengejar impian, sementara Michaela? Michaela justru sedang terkurung di dalam penjara emas, menanggung dosa yang bahkan bukan miliknya, menunggu suaminya pulang hanya untuk kembali dihina.

"Betapa bahagianya hidupmu, Kak," gumam Michaela dengan suara yang nyaris tak terdengar. "Aku juga di Los Angeles. Kita berada di kota yang sama, di bawah langit yang sama, tapi dunia kita benar-benar terbalik."

Dia mengusap air mata yang jatuh ke pipinya, kali ini bukan karena perlakuan Killian, melainkan karena rasa iri yang tulus terhadap nasib saudaranya.

Michaela melihat dirinya sendiri di cermin imajinasi: seorang wanita yang masih hidup, ya, tapi hidup di dalam neraka.

"Kapan kebahagiaan akan menghampiriku?" tanyanya pada layar ponsel yang kini perlahan meredup.

Di luar sana, suara deru mesin mobil Killian mulai terdengar mendekat ke arah parkiran apartemen.

Michaela segera meletakkan ponselnya, menghapus sisa air matanya dengan kasar, dan kembali memasang topeng datarnya.

Dia harus bersiap.

Killian akan segera kembali, dan dia tidak boleh terlihat lemah, meskipun di dalam hatinya, dia sedang memandangi satu-satunya orang yang mungkin bisa menjadi pelabuhannya jika dia berhasil kabur nanti—saudara kembarnya, Gabriella.

"Tuhan... jika Engkau memang menyelamatkanku dari kecelakaan maut enam bulan lalu bukan untuk menyiksaku, lalu kapan... kapan kebahagiaan yang sesungguhnya akan menghampiri hidupku?"

1
Mita Paramita
😍😍😍
nayla tsaqif
Ini badainya udah berlalu belom,,,?? gk ada badai madam roses kan,,?? Barang kali madam tua itu tantrum,, 😌
Bakul Lingerie
Millian ga hadir? jgn2 Cecilia hamil sama Millian😅.. eh
Rosdianah 🌷: hihihi Millian Lapak sebelah ada cerita nya sendiri ya kak, Judulnya "My Fake Knight" 🫶🏻
total 1 replies
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
Rosdianah 🌷: Author Up besok ya kak🫶
total 1 replies
Bakul Lingerie
aku liat sinopsisnya berasa lagi baca novel terjemahan.. menarik...lanjooot
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak🫶
total 1 replies
Mia Camelia
sup ayam dan jus melon 🤔🤔🤔kombinasi sempurna tuh, jadi laper nih ngebayangiin nya🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: Hahah kak reader bisa aja 😅
total 1 replies
Sarinah Quinn
ceritanya pasti akan lebih rumit lagi bagi Michaela 😢 karena kalau nanti killian sudah mencintai nya maka Cecilia asli akan muncul dan mengambil tempat Michaela lebih menyakitkan lagi killian tidak bisa membedakan keduanya Krn wajah yang sama. kasian Michaela thor kenapa sih dia tidak mengaku SJ sebagai Michaela bukan Cecilia.... pokoknya jangan buat Michaela menderita lagi thor 🙏🙏🙏
Rosdianah 🌷: author ikut maunya kak reader 🤭
total 1 replies
Mita Paramita
😍😍😍
Rosdianah 🌷: ma'aciww kak 🫶
total 1 replies
Mita Paramita
udah jatoh ketiban tangga nih killian 😭😭😭 nyesek banget mesti melepas Mischa 🤣🤣🤣lagian jangan gengsi kalo suka sama istrinya kn sekarang situasi udah diujung tanduk nih 🤨🤨🤨
Rosdianah 🌷: ntar menyesal 🤣🤣
total 1 replies
Mita Paramita
killian panik kehilangan micha 🤣🤣🤣 gimana kalo kontrak nikah udh berakhir mungkin gak mau cerai nih 😈😈😈
Rosdianah 🌷: wkwkw🤭🤣
total 1 replies
nayla tsaqif
Yg paling sedih disini,, rahim micha memiliki masalah pasca kcelakaan hasil sabotasemu yin,, dan kau memperburuknya dg obat kontrasepsi,, kau hampir menghancurkan harta berharga seorang wanita,,mommy pasti kecewa luar biasa, putranya menjadi seorang monster😌kutuk aja mom,, kutuk yin jadi marcusuar,, 😌
Rosdianah 🌷: huhuhu 🥲
total 1 replies
Mia Camelia
ehmmm hamil gak yah🤔🤔🤔
Rosdianah 🌷: aman kak🤣🤣
total 1 replies
Mia Camelia
hahaaha semua rencana killian ketauan semua🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: Mom memang paling peka🤭
total 1 replies
Mita Paramita
akhirnya micha bisa lepas dari killian berkat momy Suzy 🤣🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: mommy best🥳🤭
total 1 replies
Mita Paramita
killian gagal total rencana licik ny udah dibongkar orang tua ny 🤣🤣🤣 semoga micha cepet Hamidun 🔥🔥🔥
Rosdianah 🌷: hehehe iya kak
total 1 replies
Mita Paramita
😍😍😍 keren visual nya
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak 🫶
total 1 replies
nayla tsaqif
Good job daddy mommy,, 👏👏👏🥰
Rosdianah 🌷: yeee🥳
total 1 replies
Ainun Mahya
mana nih lanjutannya kak😄
Rosdianah 🌷: Nanti malam ya kak🤭🤣
total 1 replies
Mita Paramita
lanjut Thor yang banyak 🤣🤣🤣
itu Mischa kenapa muntah? mungkin kah hamil 🤨🤨🤨
Rosdianah 🌷: author silent 🤭🤣
total 1 replies
nayla tsaqif
Kael, Pergi yg jauh sama kakakmu gaby !! Biar yin gila,,, 😌sebelum berpisah jujurlah ttg semuanya kpd mommy suzzy,, biar yin di hukum gantung sama mommy🤭
Rosdianah 🌷: wkwkw🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!