Dulu Tiara berbohong pada mantan suaminya jika bayi yang dilahirkannya telah meninggal dunia. Itu semua dilakukannya karena kecewa pada pria tersebut yang mengabaikannya saat akan melahirkan.
Namun kini dia harus kembali berurusan dengan mantan suaminya tersebut, karena putra mereka membutuhkan bantuan donor sumsum tulang belakang.
Lalu bagaimana dengan reaksi Tom saat mengetahui jika anaknya yang lain masih hidup, dan dalam keadaan sekarat karena penyakit yang yang dideritanya?
"Menikahlah denganku lagi, Tiara." Tom.
"Baiklah tapi setelah aku hamil dan melahirkan, kita berpisah." Tiara.
Follow Ig : mom_tree_17
Tik Tok : Mommytree17
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mommy tree, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
Tiara tertawa mendengar permintaan Julia yang menurutnya sangat konyol. Bisa-bisanya wanita itu meminta seorang istri untuk meninggalkan suaminya sendiri
"Apa aku tidak salah dengar?" tanya Tiara masih dengan tertawa.
"Tentu saja tidak, dan hentikan tawamu itu karena tidak ada yang lucu di sini!" ketus Julia dengan emosi.
Kalau saja tidak mengingat tujuannya datang ke tempat ini adalah untuk dapat memiliki Tom kembali dengan cara baik-baik, maka sudah sejak tadi ia mengintimidasi Tiara seperti yang dulu pernah dilakukannya pada wanita itu.
"Maaf..." Tiara menghentikan tawanya, berganti dengan tatapan tajam seperti yang dilakukan wanita itu saat ini. "Kau salah jika datang kemari hanya untuk memintaku meninggalkan Tom, karena seharusnya aku yang mendatangimu agar kau tidak lagi menganggu suamiku," ucapnya dengan tegas.
"Suami?" Kini Julia yang tertawa dengan sinis. "Status suami yang kau banggakan itu tidak lebih hanyalah sebuah status di atas kertas."
"Apa maksudmu?"
"Maksudku sudah sangat jelas, kalau sejak dulu hingga saat ini Tom menikahimu hanya karena anak," ucap Julia dengan mencengkram rahang wanita yang berstatus sebagai istri dari kekasihnya. "Dulu Tom menikahimu karena kau hamil, dan sekarang Tom menikahimu lagi karena anak kalian sakit keras."
Deg.
Tiara yang terkejut sampai terdiam tak dapat berkata-kata. Sungguh ia tidak menyangka kalau Julia mengetahui alasan Tom dan dirinya kembali menikah.
"Kau tahu dari mana?" tanya Tiara setelah menepis tangan Julia.
Sungguh ia berharap jika yang menceritakan itu semua bukanlah Tom. Pria yang mengaku mencintainya dan akan berubah demi hubungan mereka.
"Tentu saja dari Tom, dia menjelaskan semuanya termasuk alasan kenapa menikahimu kembali," jawab Julia dengan setengah berbohong.
Karena sebenarnya Tom pun menjelaskan alasan pria itu menikah kembali dengan Tiara bukan hanya karena anak, tapi karena Tom juga mencintai mantan istrinya tersebut.
"Kau tahu betul Tom tidak akan meninggalkan kalian, terlebih meninggalkan anak kalian yang sedang sakit. Itu sebabnya aku yang meminta kau untuk meninggalkan Tom, agar kami bisa kembali bersama."
Tiara yang sejak tadi diam karena merasa sangat kecewa, setelah mengetahui kalau ternyata Tom menceritakan semuanya pada Julia tentang keadaan rumah tangga mereka. Kini hanya bisa tersenyum dengan menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak mau," tolak Tiara dengan tegas.
Ya, dia tidak akan mengabulkan keinginan Julia dengan meninggalkan Tom. Setidaknya sampai Gio sembuh, dan sudah tidak memerlukan kehadiran ayah kandungnya lagi.
"Kau!" Julia menunjuk dengan penuh kemarahan, karena Tiara menolak mentah-mentah keinginannya. "Apa kau tidak memiliki harga diri sedikit pun, dengan menjebak pria dalam pernikahan tanpa cinta?"
"Ya, aku memang tidak memiliki harga diri. Tapi setidaknya aku tidak mengemis pada wanita lain hanya untuk mendapatkan prianya!"
"Sialan kau!" Julia yang kesal melayangkan tamparan di wajah Tiara yang sudah berani mengejeknya.
Tiara yang tidak mau kalah, membalas tamparan Julia lebih keras dari yang diterimanya.
"Keluar dari rumahku, sekarang!" usirnya dengan napas naik turun karena emosi
Kedua wanita itu kini saling menatap dengan tatapan tajam dan penuh amarah. Tatapan itu baru teralihkan, saat sosok anak laki-laki bersama pengasuhnya muncul di ruangan tersebut.
"Mommy..."
Julia yang melihat sosok anak laki-laki itu lebih dulu, langsung menariknya dengan kasar.
"Karena kau, kekasihku meninggalkan aku! Kau anak kecil pembawa sial!" umpat Julia dengan penuh amarah. "Kenapa kau tidak mati saja anak sialan!"
Tiara yang melihat itu semua pun tidak tinggal diam, ia berusaha menarik putranya yang terlihat ketakutan.
"Jangan sentuh putraku!" bentak Tiara dengan kalap bahkan sampai mendorong Julia dengan kasar hingga wanita itu hampir terjatuh ke atas lantai.
Sungguh ia tak terima putra semata wayangnya diperlakukan seperti itu sampai di sumpahi cepat mati. Bahkan Tiara yang nota bene ibu kandungnya saja tidak pernah memarahi Gio seperti yang dilakukan Julia tadi.
"Keluar dari rumahku, sekarang!" usirnya lagi sambil memanggil penjaga keamanan yang bertugas di kediaman mereka.
"Mommy..." Gio yang masih ketakutan memeluk Mom Tiara yang terlihat marah.
Tiara pun dengan sigap menyerahkan Gio pada pengasuhnya untuk di bawa masuk ke dalam kamar, sebelum Julia melakukan hal yang lebih gila lagi terhadap putranya.
"Oke, aku pergi. Tapi ingat satu hal, aku akan merebut kembali milikku. Karena bukan hanya anakmu saja yang membutuhkan Tom, tapi calon anakku juga membutuhkan Ayahnya."
Deg.
Tiara yang terkejut sampai terdiam dengan tatapan tak percaya. "Kau..."
"Ya, aku sedang mengandung" jelas Julia dengan tersenyum penuh kemenangan sembari mengusap perutnya. "Kau sepertinya terkejut? Tunggu dulu, jangan katakan kalau Tom belum memberitahu tentang kehamilanku ini?"
Tiara menggelengkan kepalanya tanpa mampu untuk berkata-kata. Sungguh ia begitu terkejut dengan berita kehamilan Julia, terlebih dengan kenyataan kalau Tom menyembunyikan kehamilan itu darinya
"Ini tidak mungkin, kau pasti berbohong?" Rasanya tidak mungkin pria yang akhir-akhir ini bersikap baik dan hangat kepada mereka, menutupi hal sebesar itu.
"Apanya yang tidak mungkin? Dan untuk apa juga aku berbohong. Kau harus ingat hubungan kami sudah berjalan dua tahun, jadi bukan hal yang aneh jika kini aku sedang mengandung anaknya."
Tiara yang masih terkejut, menatap perut Julia yang memang tampak sedikit berisi.
"Ya Tuhan, apalagi ini?" lirih Tiara dalam hati dengan menahan rasa sesak di dalam dada.
Sungguh ia tak mengerti kenapa keadaannya jadi serumit ini. Bagaimana bisa Julia hamil, disaat ia pun tengah mengandung anak dari Tom.
Tiara yang masih syok hanya bisa terdiam, bahkan saat Julia keluar dari kediamannya Tiara masih diam tanpa tahu harus berbuat apa.
"Sekalinya brengsek, maka selamanya akan seperti itu," umpat Tiara dengan mengusap air matanya yang keluar tanpa ia sadari.
*
*
Sementara itu Tom yang tengah sibuk menandatangani berkas yang ada di atas meja, menghentikan aktivitasnya tersebut saat melihat sebuah pesan singkat masuk ke dalam ponselnya.
"Sial!' umpat Tom setelah membaca pesan singkat yang dikirim Tiara.
"Ada apa, Tuan?" tanya Zack saat melihat kemarahan dan kepanikan di raut wajah tuannya.
Tom hanya diam tak menjawab pertanyaan asisten pribadinya tersebut, karena fokus kini menghubungi ponsel Tiara yang sejak tadi tidak diangkat oleh wanitanya.
"Damn!" umpat Tom kembali sembari melempar semua barang yang ada di atas meja dengan penuh kemarahan.
Ya, dia benar-benar marah karena tak menyangka Julia akan senekat itu dengan mendatangi Tiara, bahkan memberitahu tentang kehamilan wanita itu. Kehamilan yang Tom juga baru ketahui setelah membawa Julia ke rumah sakit, untuk mengobati luka di pergelangan tangan mantan kekasihnya tersebut.
"Julia...." geramnya dengan penuh amarah. "Zack ikut aku!"
"Baik Tuan."
Zack pun mengikuti langkah tuannya meskipun tidak tahu akan pergi kemana. Tapi yang jelas, tuannya akan menemui mantan kekasihnya karena tadi sempat mendengar nama Julia di sebut.