NovelToon NovelToon
Sesetia Langit Menemani Senja

Sesetia Langit Menemani Senja

Status: tamat
Genre:KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:180k
Nilai: 4.5
Nama Author: Arrafa Aris

Senja tak pernah menduga, jika di rahimnya bakal hadir dua sosok malaikat kecil akibat pelecehan yang dilakukan Bumi terhadapnya.
Pasca menikah dengan Bumi, Senja seringkali mendapat perlakuan kasar.

Bahkan Bumi tega beberapa kali mencelakai Senja hanya untuk melenyapkan bayi yang dikandungnya.

Di saat Senja tak mendapat kasih sayang dari suaminya, kehadiran Langit sudah cukup menjadi pelipur lara baginya. Namun, kehadiran Langit justru membuat Bumi menjadi cemburu sekaligus takut jika Senja akan jatuh ke pelukan Langit.

“Aku nggak mau kamu menjadi hujan. Tapi langit seperti namamu, Mas. Bak sebuah pepatah, 'Sesetia Langit Menemani Senja'. Langit yang begitu setia menemani senja meski ia nggak selamanya indah.” Senja

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arrafa Aris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25. SLMS

Untuk sejenak Langit hanya diam. Mengelus punggung Senja dengan lembut kemudian membenamkan dagu di puncak kepala.

“Sakit banget jika mengingat lagi kejadian sebelumnya,” bisik Senja. “Aku sudah berusaha keras mempertahankan bayiku dari kekejaman Mas Bumi. Nyatanya takdir tetap nggak berpihak kepadaku. Andai nyawaku bisa ditukar dengan Kala dan Aru, maka aku akan menukar nyawaku untuk mereka. Karena aku yakin, Kala dan Aru akan aman bersamamu, Bik Riri juga Mang Dul.”

“Senja.” Langit semakin mengeratkan dekapannya.

“Mas Langit.” Senja mengurai pelukannya.

“Ada apa?” Langit tersenyum tipis seraya mengelus wajah Senja.

“Setelah kondisi kesehatanku berangsur membaik, aku ingin bekerja lagi.”

“Di CJ Club'?” tanya Langit.

“Nggak, tapi di hotel milikmu. Terserah kamu akan menempatkan aku di hotel mana. Masalah posisi, aku nggak milih-milih yang penting aku bisa bekerja,” jelas Senja.

“Bumi pasti nggak akan mengizinkan.”

“Aku nggak peduli, lagian aku akan segera memasukkan gugatan cerai ke pengadilan agama.”

“Bumi, jika sudah seperti ini. Aku nggak bisa membantu. Karena kebencian Senja, kamu sendiri yang ciptakan. Harusnya kamu yang berusaha membujuknya,” batin Langit.

Dua Minggu yang lalu ...

Pasca Senja meminta cerai, Bumi terus membujuk Langit untuk membantunya mengembalikan kepercayaan Senja.

Ia sampai rela berlutut memohon kepada Langit karena tak ingin berpisah dari Senja.

Meski Langit enggan membantu karena ikut merasa sakit hati, namun ia juga tak tega. Apalagi melihat kesungguhan Bumi yang benar-benar menyesali perbuatannya.

Akan tetapi Langit juga memberi peringatan keras. Jika Bumi sampai mengulangi perbuatannya atau melakukan kesalahan meski sekecil apapun, dia tak akan segan-segan langsung turun tangan.

Langit sendiri yang akan memasukkan gugatan cerai itu tanpa menunggu Senja melakukannya.

Namun, ia juga tak yakin bisa membujuk Senja. Karena wanita itu sudah terlanjur sakit hati. Bukan hanya fisik tapi juga batin.

Semua keputusan ada di tangan Senja. Tergantung dari masukan Bik Riri juga Mang Dul. Karena pasangan itulah yang paling didengar oleh Senja.

*********

Malam semakin larut. Sejak pulang dari TPU, Bumi terlihat cemas, gelisah serta khawatir karena Senja tak kunjung pulang.

Namun sebaliknya dengan Bik Riri juga Mang Dul, keduanya malah tampak santai. Karena mereka tahu jika Senja tak pulang berarti wanita itu sedang berada di rusun.

“Ke mana Senja? Aku khawatir dia kenapa-napa. Mana di luar sana hujan deras,” gumam Bumi lalu mengarahkan pandangan ke jam dinding. “Sudah jam setengah dua belas malam.”

Ingin menghubungi Senja namun istrinya itu sudah tak memiliki ponsel akibat kecelakaan.

“Besok aku harus membelikannya ponsel.”

Bumi menghampiri jendela sembari menyesap rokok. Memandangi tetesan air hujan yang turun begitu deras.

Namun, tiba-tiba saja pikirannya melayang memikirkan tentang pria yang ditemui oleh sang Mama. Bumi bertanya-tanya sekaligus merasa curiga.

Tanpa pikir panjang ia meraih ponsel lalu menghubungi seseorang untuk memeriksa CCTV di tempat yang ia maksud.

“Ada hubungan apa Mama dengan pria itu?Mereka tampak mencurigakan,” ucap Bumi sesaat setelah memutuskan panggilan telefon.

.

.

.

Senja terus memandangi tetesan air hujan dari balik kaca jendela. Ia seolah larut dalam suasana itu.

Memejamkan mata, mendengar sekaligus menghayati suara gemericik air hujan yang jatuh membasahi bumi.

Suatu kondisi yang sangat disukai oleh Senja sejak ia kecil.

“Senja,” tegur Langit seraya merangkul bahu wanita itu.

“Hmm.” Senja tetap memejamkan mata.

“Kenapa kamu sangat menyukai hujan?” tanya Langit.

“Karena hujan sangat mewakili perasaanku, Mas. Semuanya menyatu dalam diriku. Di saat kondisi seperti ini aku seolah terlena. Entahlah, yang jelas aku sangat menyukai hujan. Andaikan hujan adalah seorang pria, mungkin aku akan sangat mencintainya.”

“Bagaimana jika hujan itu, adalah aku?”

Senja perlahan membuka mata, merubah posisi berhadapan dengan Langit. Senyumnya langsung terukir manis meski tipis.

“Syukurlah dia sudah mulai bisa tersenyum meski tipis.”

“Aku nggak mau kamu menjadi hujan. Tapi langit seperti namamu, Mas. Bak sebuah pepatah, 'Sesetia Langit Menemani Senja'. Langit yang begitu setia menemani senja meski ia nggak selamanya indah.”

Langit langsung membenamkan bibirnya yang dalam dan lama ke kening Senja. Memeluknya erat seolah tak ingin melepas.

“Mas Langit, pulanglah. Aku nggak apa-apa sendiri di sini,” bisik Senja.

“Aku akan pulang setelah memastikan kamu tidur lebih dulu,” balas Langit. “Yuk, aku temani.”

Dengan patuh Senja menurut. Sesaat setelah berada di kamar, Langit memintanya berbaring.

“Tidurlah,” perintah Langit sembari menggenggam jemari lentik Senja.

Langit terus memandangi Senja yang perlahan mulai memejamkan mata. Sesekali senyum terukir manis dibibirnya.

Beberapa menit kemudian setelah memastikan Senja benar-benar sudah terlelap, ia mengecup singkat kening sang sahabat kemudian menyelimutinya.

“Bermimpilah yang indah tentang kita. Kamu, aku, Kala dan Aru.”

Setelah itu, ia mematikan lampu, menutup pintu kamar lalu meninggalkan unit Senja.

“Sesetia langit menemani senja. Langit yang begitu setia menemani senja meski ia nggak selamanya indah.” Langit kembali mengulangi kalimat itu lalu tersenyum.

“Kamu benar, Senja. Aku akan setia menemanimu seperti ucapanmu tadi. Berlarilah kepadaku jika rasa itu telah mati pada Bumi.

...----------------...

1
Surati
bagus ceritanya 👍🙏🏻 semangat thor 💪🙏🏻
Shifa Burhan
novel pemuja pebinor
G.I
Cerita bagus tapi goblok...goblok kek yang nulis...masih bertahan dgn orang seperti itu...omong kosong...bikin novel tentang kebohongan saja...menyesal bacanya
MallesMellow: Boss novel lo mana?
total 1 replies
arsenmakapuas
mantappp criatanya
Istifada
Luar biasa
Afternoon Honey
bagus ide ceritanya
Murti Ningsih
ceritanya bagus dan penuh bawang /Puke/
Susi Susilawati
Luar biasa
Shella Antika
jadi illfeel sama si senja gk bisa jaga marwahnya sebagai istri mw sibumi salah tapi kan masih sah suaminya ini pergi kermh pria lain meskipun itu sahabat atw sepupu suami tapi hrs jaga batasan antara perempuan sdh menikah sama pria lajang...klo gt gk ada bedanya kelakuan si senja sama si bumi dan si jingga..
Jeni Safitri
Buat apa menyesal dan ditangisi senja iklaskan aja, jangan salahkan bumi k4n di awal dia mmg ngk suka kehadiran kamu dan calon anakmu berkali" mencelakan kalian tapi kamu bertahan menjelang lahir entah buat apa dan apa untungnya pergi nunggu lahir, yg harus disalahkan itu kamu
Jeni Safitri
Rasainlah sama kamu senja sdh jelas" berkali" bumi mencelakakan kandunganmu bahkan bibik dan mang dul sdh mengajak pergi jauh kamu bertahan sampai lahiran, skrg nikmatilah kesedihan itu buat apa menyesal anakmu meninggal
Jeni Safitri
Malas kali dengar keluhan senja tidak baik" saja dan sll merasa dlm bahaya saat di dekati bumi tapi ngk mau jg pergi jauh bawa kandungannya biar selamat lahiran
Jeni Safitri
Ah banyak cerita kamu senja, mmg apa bedanya pergi skrg dgn pergi saat kamu sdh lahiran, bagusan skrg kamu pergi jauh kalau sdh lahiran 2 bayi yg akan urus di perjalanan, niat pergi atau engak sih atau bicara hanya cari simpati
Jeni Safitri
Ck. Senja sdh jelas suami spikopat masih aja bertahan kalau mau pergi ya pergi aja ngk perlu bilang" biarkan penyesalan yg dia rasakan, kalau dia tau kamu mau pergi di ambilnya anak mu nanti bagaimana
G.I: Bukan salah Senja..
salah yang nulis cerita ini...karena yang nulis cerita ini lagi sakit jadi Senja disakiti terus
total 1 replies
Jeni Safitri
Jatuh dari tangga biasanya org mormal aja bisa geger otak lah ini kandungan baik" aja apa bisa gitu ya, takutnya anaknya cacat lagi k4n mendapat benturan berkali"
Jeni Safitri
Senja kamu mmg bukan wanita murahan tapi kamu wanita yg ngk punya harga diri sudah jelas mengalami siksaan masih aja bertahan dgn pria spikopat itu, kalau kamu wanita yg punya harga diri yg tinggi kamu ngk akan mengemis sama pria itu dan ngk sudi di siksa fisik dan mental mu
AJ_86: Wkwkwk 🤣🤣✌️
total 1 replies
Jeni Safitri
Ada ya laki kejam gini
Silvia Tatipikalawan
kak lanjut kabar gembira dari langit & senja mempunyai anak kak
Silvia Tatipikalawan
sedih
aish
pemeran wanitanya di sini jadi jalang gk bngt walau bumi slh tpi yg wanita lebih parah jijik bngt berlindung di balik kata sahabat peluk cium smpe lakuin hubungan intim mlh berharap hamil anaknya si langit lgi berhenti baca krna kecewa wlw gk bisa di tebak alurnya tpi gk gini jg awal' suka bngt mkin ujung mkin aneh alurnya acakadul🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!