Elouise Blossom... Seorang gadis cantik yang memiliki trauma akan sebuah hubungan karena berasal dari keluarga broken home. Dia memprotect dirinya dari semua laki laki yang mendekatinya termasuk Damien Alexei Romanov. Seorang pria tampan miliarder yang punya predikat penakluk wanita..
Penolakan Elouise membuatnya memutuskan untuk tak mengejarnya lagi...karena Damien tak suka dengan hubungan rumit..
Seperti biasa ya..khas novel otor ga terlalu panjang dan ga banyak konflik... Daaannn visual cowonya banyak tato..ga usah protes ya..klo mau ngehalu silahkan di skip aja foto visualnya..terserah kalian mau ngehalu siapa..wkwkwkwk..
Dan ini tentang kehidupan barat yang bebas ya..jadi disarankan ga usah baca dari awal kalo ga suka cerita seperti ini..
Bocil skip aja ya karena banyak adegan 21+😅
ini novel seneng seneng aja..ga usah dibawa serius ya gaeess..feel free to read n skip...klo ga suka n bosen ma novel otor silahkan skip...🥰😘😘😘
DAN SEPERTI BIASA KHAS NOVEL OTOR GA ADA PELAKOR ATAU PERSELINGKUHAN YAAA..
followig otor ya mak .. @zarin.violetta
(Sedang dalam proses revisi puebi dll)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#3
Keesokan harinya, El berangkat pagi ke bandara. Dia mengambil jam penerbangan pertama. El memakai baju monoton seperti biasanya ditambah sebuah coat tebal dan topi hitam.
El menikmati perjalanan itu. Dia sama sekali tak tidur di pesawat. Ada desir bahagia didalam hatinya . Bibirnya sedikit menyunggingkan senyum yang hampir tak terlihat.
El tiba di Magadan pukul 1 siang dan langsung menuju mess perusahaan yang telah disiapkan untuknya. El akan tinggal beberapa bulan disana.
El tak terlalu memikirkan ibunya karena sang ayah yang akan mengurus keperluan Emily.
El melihat pemandangan di perjalanan menuju messnya yang masih alami. El menyuruh supir berhenti sebentar. El turun dari mobilnya dan dia melepas coatnya kemudian mengikat kaosnya.
El menghirup dalam dalam udara segar disana. Perjalanannya masih sekitar satu jam lagi. El membuka topi dan wignya lalu memakai topinya lagi. Penampilannya masih seperti anak remaja laki laki karena wajahnya yang baby face meskipun umurnya sudah 24 tahun.
"Aku kira kau seorang laki laki, Nona," kata Sopir dengan senyum ramahnya ketika El kembali ke mobilnya.
El tersenyum samar dan menutup pintu mobilnya.
Sang sopir meneruskan perjalanannya dan El mulai menikmati pemandangan di sekitarnya.
Akhirnya El tiba di messnya. Dan hanya dia sendirian disana bersama pengurus mess yang merupakan suami istri.
"Halo Nona Gracia," kata wanita paruh baya yang menyambutnya.
"Maaf ... aku menggantikan Gracia dan namaku El," jawab El.
"Ahh begitu ... Namaku Beatrix dan itu suamiku Hugo. Mari masuk, Nona," kata Beatrix tersenyum.
Hugo mengangkat koper El.
"Terima kasih, Paman ... Bibi," kata El ketika semua barangnya sudah masuk ke dalam kamarnya.
Mess perusahaan terlihat besar. Dan ada 3 kamar didalamnya. Mess ini justru sedikit terlihat mewah untuk ukuran sebuah mess dan bahkan ada kolam renang di dalamnya.
"Tuan muda sering kemari dan terkadang menetap disini. Maka dari itu mess ini terlihat mewah bukan?" kata Beatrix yang seolah tahu isi kepala El.
"Tuan muda?" ujar El.
"Tuan muda Damien - anak tuan Alex - pemilik pertambangan ini. Sekarang tuan Damien yang mengurusnya. Tuan Damien lebih suka bekerja di disini dari pada di Moskow," Beatrix menjelaskan.
"Ah ya, Tuan Damien. Ya, aku tahu namanya saja. Tapi aku belum pernah bertemu dengannya," kata El.
"Tuan Damien masih ada di New York. Mungkin 3 hari lagi dia akan datang," kata Beatrix.
"Apakah benar aku ditempatkan di sini?" tanya El.
"Ya, sebenarnya ada mess besar satu lagi tapi disana semuanya laki laki. Jadi tuan Damien menyuruh kami mengantar anda kemari saja," jawab Beatrix.
El mengangguk. El sempat berpikir itu artinya dia akan tinggal bersama bosnya untuk sementara waktu.
"Istirahatlah, Nona," kata Beatrix.
"Panggil aku El saja. Terima kasih, Bibi," kata El.
El mengeluarkan baju bajunya dan menatanya di lemari. Dia juga mengeluarkan laptop dan beberapa dokumen pekerjaan milik Gracia.
Ponselnya berbunyi dan El mengangkatnya.
"Halo."
"Halo El sayang. Kau sudah sampai?" tanya Gracia.
"Hmm ... baru saja," jawab El
"Syukurlah ... maaf merepotkanmu," kata Gracia.
"Tidak masalah," jawab El.
"Oke istirahatlah. Dan tanya aku jika ada pekerjaan yang tidak kau ketahui," jawab Gracia.
"Oke, baiklah," jawab El yang selalu singkat.
"Ok bye," Gracia menutup teleponnya.
El merebahkan tubuhnya di ranjangnya yang sangat empuk.
Dia melepas semua bajunya. Lalu masuk ke dalam kamar mandi.