"Alzena Morgan" terpaksa harus meningal kan kekasih nya karena di paksa sang papa untuk menikah dengan laki-laki pilihan papa nya.
Sempat memberontak dan ingin kabur namun gagal karena di ancam oleh sang papa.
"Menikah lah dengan putri ku, hanya kau yang bisa aku percaya untuk memiliki nya" ucap tuan Morgan kepada Gara.
"Apa? Om, apa aku tidak salah dengar?" tanya Gara kaget sekaligus bingung.
"Hanya kau yang akan mencintai nya dengan tulus dan bukan karena dia pewaris tunggal kelaurga kami," ...
"Elgara Aidenio" seorang CEO di perusahaan xx grup, yang kerap di panggil tuan muda Gara pemilik perusahaan terbesar di kota x, ayah nya adalah sahabat dekat tuan Morgan, namun ayah nya Elgara Aidenio sudah lama meningal.
Bagaimana kah kisah rumah tangga Alzena selanjutnya dengan suami pilihan sang papa? Ayo ikuti kisah "Suami Pilihan Papaku"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab #25
"Kalian masuk ke mobil terlebih dahulu, aku akan menerima telpon sebentar," ucap Gara kepada Farel.
"Aku mau ..." ucap Alzena terhenti karena Gara pergi dan tidak mempedulikan nya.
"Aishh, menyebalkan sekali, dia meninggal kan aku, aku bahkan belum menyelesaikan ucapan ku!" gerutu Alzena sambil menghentakkan kakinya ke lantai.
Sementara Farel yang melihat itu hanya tersenyum kecil sambil ia memuat koper ke dalam bagasi mobil.
Alzena pun kemudian menghampiri Farel untuk menanyakan hal ini, dia sudah tidak tahan dengan sikap Gara yang dingin dia juga tidak terbiasa dengan Gara yang seperti ini, ini bukan Gara yang dia kenal.
"Ada apa nona? Mengapa wajah mu di tekuk sepanjang perjalanan? Aku sudah memperhatikan, maaf," ucap Farel kepada Alzena yang kini berdiri di hadapan nya.
"Tanya kan kepada tuan muda mu itu, dia benar-benar sialan, sudah meniami aku, tidak mempedulikan aku, tidak menjawab aku, apa yang terjadi? Apa aku punya salah?" tanya Alzena mengomeli Farel.
Yang salah siapa, yang kena omel siapa, ya ini lah nasip Farel sekarang.
"Nona, aku tidak tau, mungkin tuan muda sedang ada masalah, jadi dia tidak ingin banyak bicara," jawab Farel seolah dia tidak tau apa penyebab dari Gara yang menjadi seperti itu.
"Tidak mungkin, jadi menurut mu karena dia ada masalah, semua nya harus di lampiaskan kepada ku? Iya!?" lagi-lagi Alzena memarahi Farel.
"Astaga, mengapa aku yang terkenal omelan? Itu, itu dia tuan muda sudah kembali, omeli saja dia," ucap Farel yang kemudian buru-buru masuk ke dalam mobil.
Sementara itu, Alzena yang melihat Gara datang, jadi tambah kesal dan kemudian memilih masuk ke dalam mobil dengan wajah yang manyun.
Gara yang melihat itu tidak mempedulikan nya, dia juga ikut masuk ke dalam mobil, dan selang beberapa menit kemudian, sopir pribadi Gara pun mulai menjalankan mobil itu menunju mansion Gara.
_"Lagi-lagi dia tidak mempedulikan aku, dia biasanya selalu bertanya kenapa aku manyun dan sekarang malah diam?" batin Alzena semakin kesal._
Alzena pun berfikir keras, sebelum dia mengambil kesimpulan atas apa yang terjadi dengan perubahan Gara.
_"Apa dia marah karena kejadian tadi malam? Tidak,itu tidak mungkin, tapi aku rasa aku tidak salah, aku mengatakan hal benar dan aku tidak salah, sudah lah biar kan saja aku tidak mau peduli lagi dengan sikap nya, dia begini mungkin lebih aman, dan mungkin dia sudah menyadari bahwa aku tidak akan mencintai nya," batin Alzena lagi._
Tidak butuh waktu lama, mereka pun akhirnya tiba di mansion, setelah beberapa hari di kota x, kini Alzena kembali masuk ke dalam sangkar nya, ya menurut dia mansion itu adalah sangkar.
"Di mana mereka?" tanya Gara kepada kepala pelayan mansion.
"Mereka ada di dalam tuan, mereka menunggu tuan di ruang tamu," ucap kepala pelayan dengan wajah yang terlihat sangat tidak senang.
Setelah menerima jawaban dari kepala pelayan, Gara pun buru-buru masuk ke dalam mansion tersebut tampa mempedulikan Alzena yang kebingungan dengan pertanyaan nya barusan.
"Mari nona muda, silahkan masuk, nona muda pasti sangat lelah," ucap kepala pelayan kepada Alzena.
"Tunggu bi, apa yang terjadi? Apa di mansion ada tamu? Ada apa dengan Gara? Mengapa dia terlihat sangat aneh?" berbagai pertanyaan kini keluar dari mulut Alzena, dia yang baru saja ingin tidak peduli dengan apapun yang terjadi kepada Gara, seperti nya tidak bisa menahan rasa penasaran nya.
"Em ... Itu ... Anu nona, ada nyonya Helen dan putra nya, tuan Azka mereka datang ke Mansion dengan membawa banyak barang-barang, seperti nya dalam jangka waktu yang lama mereka akan tinggal di mansion ini," jelas kepala pelayan kepada Alzena.
Alzena kaget dan juga terdiam, dia tidak mengerti dengan apa yang baru saja di ucapkan oleh bibi kepala pelayan mansion tentang Azka atau Helen.
"Azka? Helen? Siapa mereka bi? Aku tidak mengenal mereka bi, dan kenapa mereka akan tinggal di sini?" tanya Alzena lagi.
"Seperti nya tuan muda belum menceritakan apa-apa tentang mereka kepada na Alzena ya? Aku juga tidak tau banyak, yang jelas mereka adalah saudara dekat nya tuan muda, tante dan juga sepupu nya tuan muda Gara," ucap kepala pelayan lagi.
"Jadi dia punya Tante dan sepupu?" ucap Alzena sambil mengerutkan keningnya.
Kepala pelayan hanya mengangguk kan kepala nya, dan kemudian mengambil koper nya Alzena dan membawa nya masuk.
Meski masih bingung dengan semua ini, Alzena memilih untuk tetap santai dan berjalan masuk ke dalam Mansion, sementara itu Farel sudah meninggal kan mansion dan kembali ke rumah nya karena dia benar-benar lelah.
Ruang tamu mansion ...
"Ada apa kalian ke sini? Tante, Azka, mengapa tidak menghubungi aku terlebih dahulu?" tanya Gara yang kini berdiri di hadapan Tante Helen dan juga Azka yang duduk santai seolah mereka pemilik mansion itu.
"Gara, akhirnya kau kembali juga, selamat bertemu kembali," ucap Azka kepada Gara.
"Azka, sopan sedikit dengan ku, kau tidak seharusnya memangil ku nama," ucap Gara kepada Azka.
"Hiksss ... Hiksss ... Aku sangat sedih, aku benar-benar sedih," ucap Tante Helen mulai menujukkan kelemahan nya di hadapan Gara.
"Tante, ada apa dengan mu? Apa yang terjadi?" tanya Gara iba, sebagai seorang keponakan Gara selalu menghormati Tante nya, ya itu Tante Helen, namun yang Gara tidak suka adalah, Helen selalu memanjakan Azka dan membuat dia jadi pemalas serta tidak punya sopan santun.
"Gara, mengapa kau tega kepada kami? Kami tau kami adalah orang miskin, dan rasanya tidak pantas hadir di pernikahan mu, tapi setidaknya kau memberitahu kami, bahwa kau sudah menikah," ucap Tante Helen sambil mengeluarkan air mata nya.
"Ada apa ini?" tanya Alzena yang saat itu tiba di ruang tamu dan melihat ada sebuah drama yang membuat dia kebingungan.
Namun mata Azka seketika tertuju kepada Alzena, dia bahkan melihat Alzena dari ujung kaki sampai ujung rambut, dia juga hampir tidak mengedipkan mata nya.
"Apa yang kau lihat?" ucap Gara kepada Azka.
Azka mendudukkan kepalanya, takut jika Gara sudah menatap tajam ke arah nya.
"Gara, apakah dia adalah istri mu?" tanya Tante Helen menatap wajah Alzena yang begitu cantik.
"Tante, sebelum nya aku benar-benar minta maaf, pernikahan kami di adakan begitu cepat, jadi aku tidak sempat mengundang atau memberitahu Tante dan Azka, aku benar-benar merasa bersalah, maaf kan aku," ucap Gara iba dengan kesedihan Tante nya.
"Hmm, sudah lah yang lalu biar lah berlalu, tapi apa kau tidak berniat untuk memperkenalkan istri mu kepada kami?" tanya Tante Helen lagi.
Gara menatap Alzena, seolah memberikan kode kepada Alzena agar memperkenalkan diri kepada Tante dan sepupu nya.
Bersambung ....
penasaran ni...lanjut thorrr