NovelToon NovelToon
COMPLICATED

COMPLICATED

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahkontrak / Nikahmuda / Cintamanis / Tamat
Popularitas:255k
Nilai: 4.9
Nama Author: Elza Veronika

Season 1 :
"Jika laki-laki yang menghamili mu adalah seorang Dokter, apakah papamu masih akan melakukan itu?"

Aurel tersentak, ia menatap Dokter itu dengan seksama.

"Apa maksud Dokter?"

"Aku akan menikahimu!"

Cerita ini menceritakan tentang perjuangan seorang dokter yang mati-matian menengang teguh sumpah jabatannya, hingga kemudian ia merelakan hidupnya, kepentingannya, perasaannya.

Lalu apakah akan selesai di sini? Masalah kembali datang ketika pria yang menghamili gadis itu muncul, dan tentang siapa sebenarnya pria itu dan apa hubungannya dengan Jessen, membuat hidup Jessen menjadi sangat rumit.

Season 2 :
Kehidupan baru David - Alea dimulai. Kehilangan bertubi-tubi yang dialami David membuatnya hancur dan rapuh.
Yang ia miliki sekarang hanyalah janin yang ada dalam kandungan Alea. Ia tidak ingin kehilangan lagi.
Bagaimana kehidupan mereka?
Siapa Ayah David?
Bagaimana dengan Jessen - Aurel?
Simak terus di COMPLICATED (David - Alea Story) ya ...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elza Veronika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bukit Bintang

"Kenapa mengajakku ke sini?" tanya Aurel ketika mereka duduk di sebuah lesehan dengan hamparan pemandangan lampu-lampu malam kota Jogja itu.

"Entah, aku sendiri tidak tahu. Hanya saja pemandangan sederhana ini terlalu sayang untuk dilewatkan, bukan?" Jessen menyesap teh hangat dalam gelasnya.

"Sering kesini?" tanya Aurel sambil menyenderkan kepalanya di bahu suaminya.

"Lumayan, pas suntuk-suntuknya ujian, skripsi, koas, aku selalu kesini. Cukup dekat dari kampus." Jessen tersenyum, kadang jam tiga pagi dulu ia baru pulang ke kostnya.

"Sama siapa?"

Sama siapa? Deg! Jantung Jessen seperti hendak berhenti berdetak. Ingatannya kembali pada masa itu, pada sosok itu ... ahh ... Jessen buru-buru menghapus kan bayang-bayang itu.

"Sama temen-temen kampus sih, rame-rame gitu. Apalagi kalau suntuk pas koas, selesai koas bablas ke sini, sampai subuh." guman Jessen sambil mencoba menutupi perasaan itu.

"Kupikir pernah ke sini sama pacar mu."

Pacar? Astaga, benarkah dia pacar Jessen? Atau ... Jessen buru-buru menghilangkan semua bayangan itu, ia sudah bisa melupakannya bukan? Kenapa sekarang harus diingat lagi?

"Ngawur, nggak lah!" Jessen tersenyum kecut sambil mengelus kepala istrinya.

"Aku ngantuk." guman Aurel sambil menguap.

"Ett ... kamu ada janji apa dengan suamimu ini tadi?" Jessen langsung memasang wajah masam.

"Tidur dulu sebentar saja, boleh?" ujar Aurel sambil nyengir lebar, sudah tampak bahwa istrinya itu sudah benar-benar mengantuk.

"Yaudah, ayo balik kamar." Jessen menyerah, ia kemudian bangkit dan membantu istrinya berdiri.

***

Jessen menatap Aurel yang tengah terlelap dalam selimutnya itu. Ia membuka tirai jendela lebar-lebar, menikmati indah cahaya itu sebelum hilang di telan mentari esok pagi.

Sudah sangat lama ia melupakan sosok itu, kenapa malam ini ia kembali teringat akan dia? Kenapa Aurel juga harus bertanya tentang itu? Jessen menghela nafas panjang, ia menutup tirai itu, lalu melangkah menuju ranjang, merebahkan tubuhnya di samping Aurel.

Tidak! Tidak boleh! Ia tidak boleh kembali pada ingatan itu, semuanya sudah ia lupakan. Sekarang ada Aurel yang mengisi hatinya, Jessen amat mencintainya bukan? Hingga tak peduli bagaimana pun kondisi Aurel, ia tetap menerimanya, mencintainya.

Jessen menatap wajah itu, wajah cantik yang masih belia itu ... dengan lembut Jessen mengelus pipi itu, dan lamat-lamat ia kembali teringat janji nikahnya di depan altar tempo lalu. Janji yang akan ia ingat seumur hidup, pegang seumur hidup, seperti sumpah dokternya yang ia pegang teguh itu.

Jessen tersenyum, apapun dia, Jessen bersyukur bisa bersamanya saat ini. Tak disangka mata Aurel yang terpejam itu terbuka, menatap heran Jessen yang tengah terjaga di sampingnya itu.

"Lho, Sayang nggak tidur?"

"Aku suka memandangi mu saat tidur seperti ini!" jawab Jessen sambil tersenyum.

"Lalu tidurnya kapan?" Aurel terkekeh, dasar om-om!

"Kalau aku sudah dapat jatahku, baru aku tidur." Jessen menyeringai sambil melirik Aurel.

Sontak wajah Aurel menjadi masam, "Tapi nanti kasih iPhone ya, Om!" godanya sambil terkekeh.

"Om katamu?" Jessen terbelalak kesal, "Om-om gini suami mu lho, sayang banget ini sama kamu!"

"Bercanda Sayang!" Aurel menggeser posisinya, lalu memeluk tubuh itu erat-erat.

"Jadi gimana?" tawar Jessen sambil tersenyum jahil.

"Gimana apanya?" Aurel pura-pura tidak mengerti, sebenarnya sih dia paham apa yang dibicarakan suaminya itu.

"Aku gigit mau, Sayang?" ancam Jessen gemas.

Aurel terkekeh, kemudian tanpa permisi langsung mengecup lembut bibir Jessen. Jessen langsung sigap membalas serangan itu dan berakhir lah malam itu dengan penuh kegangatan. Ingatan Jessen pun lenyap menguap bersamaan dengan hembusan nafas panas mereka malam itu.

***

"Hari ini mau kemana?" tanya Aurel ketika Jessen baru saja keluar dari kamar mandi.

"Pindah tempat tidur!" jawab Jessen sambil menyeringai lebar.

"Sudah mau pulang?" tanya Aurel sambil merapikan rambutnya yang masih setengah basah.

"Belum lah, sudah ikut saja!" Jessen tersenyum lalu merapikan koper mereka.

Aurel memanyunkan bibirnya, kemudian melangkah mengikuti Jessen yang sudah menenteng koper mereka. Apakah memang dia suka seperti itu? Tau-tau ngajak pergi dan tidak bilang kemana tujuan mereka? Astaga, rasanya Aurel harus banyak bersabar menghadapi suaminya itu.

"Kapan pengumuman SBMPTN mu, Sayang?" tanya Jessen ketika mereka sudah dalam perjalanan.

"Hari Rabu besok itu, aku tidak berharap lolos!" guman Aurel murung.

"Kenapa?" Jessen menoleh, menatap awan mendung yang tergambar di wajah istrinya itu.

"Aku nggak suka sama jurusannya."

"Lha, lalu kenapa dulu ambil itu, Sayang?" Jessen masih menyimak sambil tetap fokus pada jalanan.

"Disuruh papa." jawab Jessen lesu.

"Memang disuruh ambil apa sih?" dengan sabar Jessen meladeni curahan hati istrinya itu.

"Sama kayak kamu Sayang." desis Aurel lirih.

"Disuruh masuk FK?" wah pantas, Anton tersenyum lebar ketika tahu dia seorang dokter!

Aurel hanya mengangguk pelan, rasanya ia ingin menangis! Ia ingin masuk jurusan seni lukis. Atau mungkin arsitektur, tapi kenapa malah disuruh ke FK?

"Papa dulu gagal masuk FK, karena dulu Oma opa tidak ada biayanya, oleh karena itu aku yang disuruh melanjutkan cita-cita papa." desis Aurel pelan.

"Kenapa kamu tidak mau jadi dokter?" tanya Jessen lembut, meskipun Jessen tahu, akan sangat berat perjuangannya.

"Rasanya aku nggak sanggup! Bedah mayatnya bikin ngeri."

Jessen terkekeh, iya sih ngeri, cuma ketika sudah berhadapan dengan cadaver dulu ia biasa saja. Tidak ada ngeri-ngerinya yaa walaupun malamnya Jessen nggak bisa tidur!

"Enak tahu jadi mahasiswa FK." guman Jessen berbohong. Enak apanya? Hafalannya banyak, belum lagi ujian ini itu, praktikum ini itu, dan lain sebagainya! Jessen saja dulu hampir gila!

"Tapi aku nggak mau jadi dokter!" desis Aurel murung.

"Kenapa? Bangga dan bahagia lho rasanya ketika kita kemudian bisa membuat pasien tersenyum karena kita berhasil menghilangkan sakit yang ia dera."

"Takut bikin salah, takut bikin pasiennya mati." jawab Aurel polos.

Sontak Jessen tertawa terbahak-bahak, astaga! Polos sekali pemikiran Aurel, sementara Aurel hanya melirik suaminya sebal.

"Kan nanti di FK diajari semua yang harus dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan Sayang! Selama kamu fokus dan belajar sepenuh hati, pasti nggak akan ada kejadian malpraktek seperti itu."

Aurel hanya mendengus kesal, benarkah demikian? Rasanya ia belum yakin dengan apa yang akan ia hadapi jika ia benar-benar lulus SBMPTN itu dan masuk ke Fakultas Kedokteran. Namun mengingat suaminya itu seorang dokter, mendadak rasa percaya diri itu kembali muncul.

"Kalau aku besok lulus, Sayang mau kasih aku apa? Papa mau kasih mobil katanya." pancing Aurel setengah menggoda.

"Hmmm ... kasih apa ya?" Jessen nampak sedang berpikir-pikir. "Kasih anak mau?" ujarnya kemudian sambil tertawa.

"Sayang, yang ini belum lahir!" desis Aurel gemas.

"Bercanda Sayang, sudah tunggu sajalah! Aku tunggu hasil pengumumannya!"

1
senjasabdaalam
kak ga lanjut kah?? padahal bagus banget.
Esti Afitri88
jalan ceritanya manis banget . suka
Esti Afitri88
kok ikut kuatir aq
senjasabdaalam
kak lanjut dong yang ini
senjasabdaalam
kapa lanjut kak?
Yus Nani
malas bangat segala muncul Mak lampir pelakor oh pelakor kegatelan garuk gih
Yena Kim
kak kapan up lagi:)
Yena Kim
apa dari bapaknya yang gonta ganti pasangan
Yena Kim
dari sini aku mumet.kasihan alea tapi kalo david tanggung jawab malah lebih kasihan lagi
Yena Kim
emang dokter sih coba orang jawa tulen trus awam juga pasti percaya begituan.:)
Yena Kim
pliss ini candu banget ceritanya:)
Yena Kim
resortnya bagus.bismillah bisa kesana sama suami
Yena Kim
aku ikut terharu
Wiwin
ceritanya keren... sayangnya judul di ujung senja pindah ke GN, kalau mau dapat ebook nya, apakah bisa? berapa mahar ny?
Fitha Millu
bawang beraps kilo sih Thor..... Charles 😭😭😭😭😭😭
Fitha Millu
isi ceritanya sesuai judul....complicated
Fitha Millu
jangan2 Daddynya David itu papanya Jessen ya thoy
Ama Lorina Raju
so sweet
Ama Lorina Raju
siapa yg fak luluh tor kalo sdh seranjang 😂😂😂
Ama Lorina Raju
👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!