Ditinggalkan calon suami tanpa sebab tepat detik-detik dihari pernikahan membuat Arkana harus terpaksa menggantikan adiknya menikah dengan wanita yang tidak dia cintai padahal dirinya sendiri sudah memiliki kekasih.
Keyra menerima pernikahan ini lantaran tidak ingin membuat nama keluarganya malu. walaupun keduanya sama-sama tidak saling mencintai tetapi keduanya sepakat untuk bekerja sama saling menerima layaknya sepasang suami istri sampai Keenan ditemukan dan kontrak pernikahan mereka berakhir.
Disaat keduanya sudah sama-sama memiliki rasa nyaman, tiba-tiba Keenan dan kekasihnya Arkan datang secara bersamaan. Lantas bagaimana pernikahan mereka selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rizal sinte, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 25
" Apa kalian berencana akan berpisah?" Sedih rasanya jika mendengar perpisahan. Fatimah hanya berharap pernikahan sekali seumur hidup kecuali kematian yang memisahkan. Namun jika keputusan anaknya ingin berpisah Fatimah sebagai orang tua hanya bisa pasrah.
" Keyra tidak tahu Bu." Memang tidak ada yang tahu, karena jodoh adalah misteri ilahi sehingga tidak bisa diprediksi oleh siapapun dan kapanpun.
Namun jika boleh jujur Keyra sudah sangat nyaman hidup bersama Arkan. Walaupun perasaannya sendiri masih putih abu-abu. Akan tetapi cintanya pada Keenan perlahan hilang sejak ada Arkan yang sudah singgah dalam hatinya. Keyra tidak tahu perasaan Arkan, dan semuanya itu tergantung suaminya itu, jika harus berpisah maka mereka akan berpisah karena sejak awal pernikahan ini hanyalah pernikahan kontrak saja.
Malam harinya, setelah bercerita dengan sang Ibu hatinya merasa lega. Mungkin tidak masalah jika harus kehilangan kesuciannya jika Arkan benar-benar sangat menginginkan dirinya. Toh dirinya sudah sah menjadi seorang istri, walaupun pada akhirnya akan berpisah dia memiliki surat cerai yang sah menandakan jika dirinya adalah seorang janda. Keyra sudah siap akan hal tersebut dan bertekad akan memberikan haknya malam ini.
Arkan sudah selesai mandi setelah lelah pulang dari kerja. Dan sekarang kini giliran Keyra yang mandi setelah dirinya sudah menyiapkan baju ganti untuk suaminya itu.
" Kamu mau mandi?" Tanyanya setelah keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.
" Em, aku sudah menyiapkan baju untukmu." Keyra mengambil handuk miliknya.
" Terima kasih."
Keyra mengangguk, kemudian dia melangkah ke kamar mandi, sesaat kemudian dia kembali menoleh. " Setelah selesai mandi aku akan menyiapkan makan malam.Kemudian dia menutup pintu.
Arkan hanya tersenyum, dia agak merasa aneh dengan sikap Keyra yang tiba-tiba bersikap manis. Namun hatinya sangat senang dengan perubahan itu karena menyukai nya, perlahan namun pasti nama Keyra sudah masuk dalam hatinya sehingga Ingin selalu berada didekat wanita itu terus.
Keyra sedang menyiapkan makan malam, dia begitu fokus sampai tidak menyadari ada Arkan di belakangnya sehingga sebuah tangan melingkar di perutnya membuat Karya berteriak.
" Kyaaaa ..." Mendapatkan pelukan tiba -tiba siapa yang bakalan tidak terkejut.
" Kenapa berteriak, hem?" Tanya Arkan yang masih memeluk pinggangnya, jaran mereka sangat dekat. Arkan bisa mencium aroma wangi tubuh Keyra membuatnya sangat nyaman.
" Kamu yang buat aku kaget, tiba-tiba memeluk seperti ini," kata Keyra, wajahnya sekarang sudah hampir sama seperti tomat.
" Aku cuma ingin memelukmu, apa tidak boleh?" Tanyanya. Keyra tersenyum malu kemudian dia mengangguk pelan.
" Beneran?" Kembali bertanya ingin memastikan.
" Emmm." Keyra menoleh arahnya, dan dian kembali di kejutan lantaran kepalanya malah di tahan oleh Arkan lalu mengecup bibirnya itu. Tapi kali ini Keyra tidak bisa teriak sehingga hanya bisa melototkan kedua matanya saja.
" Manis," bisik Arkan tersenyum setelah berhasil membuat jantung Keyra nyaris meledak untuk kedua kalinya.
Wajah Keyra kembali merah sampai-sampai dia tidak fokus lagi memasak akibat ulah suaminya itu.
Setelah masakan selesai keduanya sama-sama menikmati makan malam bersama, Keyra diam-diam mencuri pandang lalu tersenyum malu saat membayangkan kejadian tadi. Semakin lama suaminya itu semakin berani untuk melakukan sentuhan fisik tanpa meminta izin darinya dahulu, dan anehnya Keyra malah menyukai semua itu.
" Masakan kamu memang yang paling enak," puji Arkan, bisa-bisa dia bakalan gemuk jika seperti ini terus.
" Kamu memujinya berlebihan, masakanku biasa aja." Ingin terbang rasanya, namun Keyra tidak ingin menjadi besar kepala.
" Tapi memang benar kok."
Setelah selesai makan malam, Keyra membereskan piring kotor sementara Arkan kembali ke kamar lebih dulu. Setelah selesai mencuci piring, Keyra membawa kan segelas air putih ke kamar mereka. Saat membuka pintu ternyata Arkan sedang menerima telpon, perlahan Keyra menutup pintu lalu melangkah menuju meja kecil disamping tempat tidur untuk meletakkan gelas tersebut disana.
" Apa, Keenan masuk rumah sakit?"
Sontak membuat Keyra terkejut sehingga gelas yang dia bawa terjatuh dan pecah. Arkan menoleh arahnya, buru-buru dia menghampiri Keyra takut istrinya itu terluka.
" Keyra, kamu tidak apa-apa?" Tanya Arkan khawatir.
" Apa yang kamu katakan tadi, Mas? Apa benar Keenan sudah di temukan?" Bukan menjawab pertanyaan Arkan melainkan balik bertanya soal Keenan.
Arkan terdiam sesaat lalu kemudian dia mengangguk pelan, entah kenapa perasaannya menjadi sedih.
wes ganti critone ?