Mencintai pria yang sudah matang tak pernah terpikirkan oleh Sandra Larissa. Namun, nyatanya ia sudah terpesona oleh seorang duda yang sudah mempunyai anak. Bahkan anak dari duda tersebut adalah sahabatnya.
"Aku mencintaimu Om! Aku tak tahu kenapa rasa cinta ini hadir begitu saja, saat kamu menatapku dengan mata elangmu itu."
~Sandra~
"Bagaimana bisa aku juga mencintaimu sedang usia kita tarlampau sangat jauh? Aku ingin menjauh. Namun, cinta yang ku rasakan semakin kuat. Maafkan aku jika akhirnya aku memilih bertahan dan tetap mencintaimu walau usia kita berbeda 20 tahun."
~Alex~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syafitri wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sebuah penjelasan
Happy reading
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Sandra masih terdiam sedari tadi membuat Alex semakin frustasi kedatangan wanita itu mengacaukan segalanya, keromantisan yang ia ciptakan bersama Sandra lenyap seketika, membuat Alex benar-benar muak melihat wajah wanita yang mendatanginya dan Sandra. Wajahnya menatap ke arah Sandra yang membuang muka engga menatapnya ia menampilkan wajah lesunya saat tak mendapat tatapan dan senyuman dari istrinya yang membuat hatinya tercubit, ia meringis melihat Sandra mengambek padanya. Ini sungguh membuat dirinya tersiksa. Sama-sama berbaring di atas kasur namun terasa tidur sendiri yang Alex rasakan karena melihat terkebungkaman Sandra sedari tadi. Bukan ia tak ingin menjelaskan hanya saja Alex bingung memulai pembicaraannya dari mana. Dengan menarik nafas panjang Alex mencoba menyiapkan diri dan menjelaskan semuanya pada Sandra sebelum semuanya akan semakin runyam ketika Sandra tau dari orang lain atau lebih parahnya lagi Sandra tau dari wanita itu.
"Sayang, lihat ke arah mas dong. Mas akan menjelaskan semuanya."ucap Alex memohon. Namun sayang Sandra masih enggan menatap ke arahnya wanita itu lebih memilih menatap salju yang turun melalui kaca jendela apartement mereka. Alex yang tau Sandra masih enggan melihat ke arahnya, memilih memindahkan kepalanya ke dada Sandra dan memeluk istrinya erat.
"Bangun mas berat."
Akhirnya suara istrinya bisa ia dengar lagi, ah ternyata tak mendengar suara Sandra sebentar saja membuatnya rindu apalagi suara desahan Sandra ketika ia menguasai tubuh istrinya, ck memang Alex duda mesum.
"Gak mau, udah nyaman gini."manja Alex
Hampir saja tawa Sandra meledak ketika mendengar suara manja Alex yang sangat aneh di dengar menurutnya namun sebisa mungkin Sandra menahan tawanya sebelum pria nakal yang berada di atas dadanya ini menjelaskan sesuatu.
"Wanita itu mama kandung Tasya, dia mantan istri mas. Mas gak tau kalau dia ada di Belanda, dia bernama Rika. Dulunya kami sahabat, mas, Rika dan Mahesa adalah tiga sepasang sahabat yang sangat dekat. Rika mencintai Mahesa. Keduanya sangat dekat daripada mas sendiri karena mas lebih suka kesunyian, Rika selalu bahagia jika ia menceritakan Mahesa di depan mas. Mas cuma menanggapinya wajar, karena memang persahabatan antara lelaki dan perempuan itu pasti selalu melibatkan perasaan, namun ternyata Mahesa memperkenalkan seorang perempuan sebagai calon istrinya membuat Rika sakit hati, dia menangis tersedu-sedu di pelukan mas. Rika mulai menjauh dari Mahesa sampai hari pernikahan Mahesa tiba. Rika meminta mas menemaninya ke acara pernikahan Mahesa, karena ia merasa tak samggup untuk datang sendiri bagaimana pun kami sahabat tak mungkin tidak menghadiri pernikahan Mahesa. Namun di sana Rika dan mas banyak minum dan berakhirlah kami di ranjang."
Alex menghela nafas sejenak melihat tak ada reaksi dari istrinya, ia mulai melanjutkan ceritanya.
"Akhirnya mas dan Rika menikah, saat rika datang membawa surat dari dokter yang menyatakan ia hamil. Tak ada raut kebahagian di wajah kami karena kami tak saling mencintai. Kami tidur di kamar yang terpisah, namun mas semakin geram dan benci dengan Rika saat ia mencoba menggugurkan kandungannya, bagaimana pun bayi yang di kandung Rika adalah anak mas. Rika semakin tak terkendali wanita itu sering pulang malam dalam keadaan mabuk yang bisa membahayakan kandungannya. Membuat mas semakin emosi dan tak memperbolehkannya keluar yang bisa membahayakan janinnya. Saat usia kandungan Rika sembilan bulan Mahesa datang kembali membawa kabar bahwa ia sudah bercerai, mas lihat ada raut bahagia di wajah Rika. Mas tau semuanya karena memang Rika dan Mahesa saling mencintai. Mahesa ternyata di jodohkan oleh kedua orang tuanya sampai pada puncaknya saat Rika melahirkan Tasya sebulan setelah itu Rika pergi dari rumah bersama Mahesa."ucap Alex mengakhiri ceritanya dengan helaan nafas panjang.
"Kamu gak marah lagi kan sama mas?"tanya Alex lembut.
"Mengapa mas gak jujur dari awal?"ucap Sandra lirih
"Mas takut menyakiti hati kamu, tapi mas salah sudah gak jujur dari awal. Mas sadar komunikasi yang baik dalam sebuah rumah tangga itu sangat di perlukan untuk menjaga keharmonisan rumah tangga kita, maafin mas ya."
"Mas mencintai tante Rika?"tanya Sandra dengan suara pelan menekan hatinya yang sudah berdenyut sakit memikirkan kemungkinan yang akan terjadi. Alex melotot ke arah Sandra, menggigit gemas payudara Sandra dari balik baju yang Sandra kenakan, membuat wanita itu mengaduh kesakitan.
"Aduh. Mas apa-apaan sih? Sakit tau."
"Mulut kamu yank minta di cium sampai bengkak, mana mungkin mas mencintai Rika."
"Walau dia sudah mengandung dan melahirkan Tasya?"
"Iya, karena mas sudah jatuh cinta pada pandangan pertama pada gadis kecil yang sudah menolong mas waktu itu."
"Siapa gadis itu? Jangan bilang mas masih mencintai gadis itu."ucap Sandra memburu karena di kuasai cemburu.
"Sampai sekarang mas masih sangat mencintai gadis itu."ucap Alex tenang tak mengetahui perubahan raut wajah Sandra.
"Mas jahat, mengapa menikah dengan Sandra kalau mas masih mencintai gadis itu hah? Hiks..hiks." teriak Sandra yang membuat Alex terkejut.
"Dengerin penjelasan mas dulu sayang."
Sandra menutup telinganya tidak ingin mendengar ucapan Alex yang membuatnya sakit hati.
"Gadis itu..."
"CUKUP, Sandra tidak mau dengar. Sandra mau pulang ke Jakarta sekarang. Hiks...hiks"
Alex meraih tangan Sandra namun wanita itu menepisnya kuat, ia menjauh dari Sandra.
"Sayang."
"cukup mas, jika mas masih mencintai gadis itu untuk apa pernikahan ini di pertahankan."
Alex geram meraih tangan Sandra kuat sehingga membuat Sandra terduduk di pangkuannya. Namun Sandra memberontak tak ingin di peluk oleh Alex, ia benar-benar cemburu sekarang
"SANDRA."
"Gadis itu kamu sayang, cinta pertama mas yang sudah menjadi istri mas, Kamu cemburu dengan dirimu sendiri hmm?"
"Mas..."
"Apa? Makanya kalau mas jelasin di dengerin dulu baik-baik, jelek banget nangis hmm?"ucap Alex lembut menghapus air mata Sandra yang masih menjatuhi pipi wanita itu.
"Hiks..hiks.. Mas nakal, kenapa gak bilang dari awal kalau mas orang yang sudah...hiks..hiks."
"Kirain kamu ingat sayang, cup-cup udah dong nangisnya, masih mau pulang ke Jakarta tapi kalau perkataan kamu yang terakhir mas gak akan kabulin sampai kapanpun."
Sandra memeluk leher Alex erat, ia masih menangis di dada bidang suaminya.
"Udah dong sayang nangisnya, mas gak suka lihat kamu nangis begini. Malam ini kita langsung pulang ke Jakarta aja deh, mas udah gak tenang tinggal lama-lama di sini. Tempat ini buat kesan buruk buat kita."
"Mas."
"Iya sayang."
"Tante Rika..."
"Jangan sebut namanya dia, mas empet dengernya. Sakit telinga mas."dengus Alex
"Ais, bagaimana pun dia mama kandung Tasya mas. Mungkin saja dia datangin kita mau bicara kalau dia ingin bertemu dengan Tasya."
"Wanita itu mana mungkin mau bertemu dengan Tasya. Pasti ada rencana lain."
"Mas, jangan su'udzon mulu kenapa sih."
"jangan bahas dia, mas gak ada waktu kalau bahas wanita itu. Mending bahas cinta pertama mas yang udah membuat istri mas cemburu."goda Alex
"Masss."rajuk Sandra dengan suara manja membuat Alex gemas dan berakhir menciumi seluruh wajah Sandra sehingga membuat Sandra tertawa geli karena bulu-bulu yang berada di rahang Alex menusuk kulitnya sehingga menimbulkan sensasi geli.
nyimak dulu
sandra sama om Alex