NovelToon NovelToon
Jeritan Dendam Sang Ibu Susu

Jeritan Dendam Sang Ibu Susu

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu susu / Balas Dendam / Identitas Tersembunyi
Popularitas:62.3k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Sejak SMA, Amelia Hartono diam-diam mencintai Evan Cristian. Ketika takdir mempertemukan mereka kembali setelah lulus kuliah, Amelia mengira Tuhan akhirnya mengabulkan cintanya. Sebagai pewaris tunggal keluarga Hartono, Amelia yang polos dan kesepian menyerahkan seluruh kepercayaan kepada pria yang dicintainya.

Namun, cinta itu ternyata hanyalah jebakan.
Satu per satu aset perusahaan berpindah tangan. Pernikahan yang selama ini diyakininya sah ternyata palsu. Bahkan, bayi yang dikandung dan dilahirkannya dengan taruhan nyawa ternyata bukan darah dagingnya. Amelia hanyalah seorang ibu pengganti yang ditipu.

Di balik semua itu berdiri Evan Cristian dan istri sahnya, Carolin Baskara, model papan atas sekaligus putri keluarga konglomerat Baskara. Namun, saat semuanya hancur, Elang Anderson teman lamanya muncul kembali, pria yang diam-diam pernah jatuh cinta padanya kini membantunya.

"Kau boleh menangis hari ini, Amelia. Tapi besok, aku akan memastikan mereka yang menangis di hadapanmu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18

Tak lama setelah Aurora benar-benar tenang, Evan menggendong putrinya menuju mobil. Laras membawa tas perlengkapan bayi yang telah ia siapkan sejak pagi.

Sementara itu, Carolin tidak ikut, karena lebih dulu pergi kerja. Entah karena masih marah atau memang sengaja memilih tidak ikut.

Evan hanya mengembuskan napas pelan.

"Ayo, Laras. Kalau terlalu siang, antreannya akan panjang."

"Baik, Tuan."

Mobil pun melaju meninggalkan kediaman keluarga Baskara menuju rumah sakit tempat Aurora dijadwalkan menjalani imunisasi. Sepanjang perjalanan, Aurora tertidur pulas di pelukan Laras.

Sesekali Evan melirik melalui kaca spion tengah. Melihat putrinya yang tertidur dengan damai membuatnya merasa jauh lebih tenang. Sekitar tiga puluh menit kemudian, mobil memasuki area parkir rumah sakit.

Begitu turun, Evan mengambil map berisi buku kesehatan Aurora. Sementara Laras menggendong bayi mungil itu dengan hati-hati.

Mereka berjalan berdampingan menuju bagian pendaftaran.

"Selamat pagi, Pak Evan."

Salah seorang perawat yang mengenali Evan langsung menyapa dengan ramah.

"Selamat pagi." Evan membalas dengan senyum sopan.

"Kontrol imunisasi Baby Aurora, ya?"

"Iya."

Perawat itu kemudian mengalihkan pandangannya kepada Laras yang sedang menggendong Aurora.

"Wah ... lucunya. Baby Aurora sudah besar."

Laras hanya tersenyum tipis. "Terima kasih."

Perawat itu kembali menatap Evan dan Laras bergantian.

Lalu tanpa berpikir panjang berkata, "Bapak dan Ibu benar-benar pasangan yang serasi Kalian cocok sekali."

Mendengar itu, Laras langsung membelalak.

"S-saya..."

Ia hendak menjelaskan, tetapi kata-katanya tertahan. Evan pun tampak sedikit terkejut.

Sementara perawat lain yang berada di meja sebelah ikut tersenyum.

"Iya, lho. Dari tadi saya juga mengira kalian suami istri. Apalagi cara kalian membawa Baby Aurora terlihat kompak sekali."

"Benar."

"Kalau tidak tahu, saya pasti mengira ini keluarga kecil yang sedang membawa anaknya imunisasi."

Wajah Laras seketika memucat. Jantungnya berdetak lebih cepat. Ia buru-buru menundukkan kepala.

"Maaf ... Saya bukan..."

Namun, sebelum Laras sempat menyelesaikan kalimatnya, Evan lebih dulu tersenyum sopan.

"Terima kasih. Tapi terjadi sedikit salah paham. Laras adalah pengasuh sekaligus ibu susu Aurora."

"Oh!" Kedua perawat itu tampak malu.

"Maaf, Pak. Kami benar-benar salah mengira."

"Tidak apa-apa." Evan menjawab santai.

"Memang sering terjadi."

Para perawat pun tersenyum canggung sebelum kembali melayani pasien lain. Sementara Laras mengembuskan napas pelan. Ia menatap Aurora yang masih tertidur di pelukannya.

Di sudut matanya, tersimpan rasa sesak yang sulit dijelaskan. Karena sesungguhnya apa yang dikatakan para perawat itu adalah kehidupan yang dulu pernah ia impikan. Menjadi istri Evan, membawa anak mereka ke rumah sakit sebagai sebuah keluarga. Sayangnya, semua itu telah direnggut dengan cara yang paling kejam.

Beberapa menit kemudian, nama Aurora dipanggil. Evan dan Laras masuk ke ruang pemeriksaan.

Seorang dokter anak tersenyum ramah saat melihat Aurora yang berada dalam gendongan Laras.

"Wah, Baby Aurora kelihatannya sehat sekali."

Dokter mengambil buku kesehatan Aurora, lalu memeriksa grafik pertumbuhannya.

"Berat badannya naik dengan baik. Tinggi badannya juga sesuai usianya."

Ia kemudian memeriksa dada, telinga, dan refleks Aurora dengan teliti. Aurora hanya merengek pelan, lalu kembali tenang ketika Laras mengusap lembut kepalanya.

"Bagus, perawatannya sangat baik." Dokter tersenyum puas.

"Hari ini Aurora akan mendapat imunisasi. Setelah disuntik nanti mungkin akan sedikit demam atau lebih rewel dari biasanya. Lalu perbanyak ASI dan pastikan dia cukup istirahat."

Laras mengangguk.

"Baik, Dok."

Proses imunisasi pun dilakukan. Saat jarum suntik menyentuh pahanya, Aurora langsung menangis kencang. Laras segera menggendong dan menepuk-nepuk punggung bayi itu sambil berbisik lembut.

"Sudah ... Sayang. Sebentar saja."

Evan ikut berdiri di samping mereka. Ia mengelus kepala Aurora dengan penuh perhatian.

"Anak hebat. Tidak apa-apa."

Beberapa saat kemudian, tangisan Aurora mulai mereda. Dokter yang melihat pemandangan itu tersenyum.

"Begini memang seharusnya." Ia menatap Evan dan Laras bergantian.

"Merawat bayi seusia ini memang membutuhkan kerja sama. Sesekali Ayah juga perlu meluangkan waktu untuk si kecil. Jangan semua diserahkan kepada Ibu."

Evan dan Laras saling berpandangan sesaat. Evan segera tersenyum canggung.

"Maaf, Dok. Beliau bukan istri saya."

Dokter tampak terkejut.

"Oh? Maaf, saya salah paham. Saya tadi mengira kalian pasangan suami istri."

Dokter terkekeh kecil.

"Soalnya dari tadi terlihat serasi sekali."l Yang satu tampan, yang satu cantik.Cara mengurus bayinya juga kompak. Pantas saja saya salah mengira."

Laras hanya tersenyum sopan sambil menundukkan kepala.

"Terima kasih, Dok."

Dokter masih tersenyum hangat.

"Yang penting Baby Aurora beruntung memiliki orang-orang yang begitu perhatian."

Evan hanya mengangguk kecil.

"Iya, Dok."

Meski wajahnya tampak tenang, jauh di dalam hati Evan, ucapan dokter itu terus terngiang.

'Kalian terlihat serasi.'

Entah mengapa, kalimat sederhana itu terus berputar di kepalanya. Sementara di sampingnya, Laras menatap Aurora yang telah kembali tenang dalam pelukannya.

Senyum tipis terukir di bibirnya. Senyum yang penuh arti. Bukan karena ia senang disalahartikan sebagai istri Evan. Melainkan karena tanpa disadari, semakin banyak orang melihat mereka sebagai sebuah keluarga. Dan itu berarti, rencananya perlahan mulai berjalan sesuai harapan.

Setelah seluruh proses imunisasi selesai, Evan menerima buku kesehatan Aurora kembali dari dokter.

"Kalau nanti malam demam ringan, jangan panik," pesan dokter sambil tersenyum. "Kompres hangat dan terus berikan ASI. Kalau demamnya tinggi atau Aurora terlihat sangat lemas, segera bawa kembali ke rumah sakit."

"Baik, Dok. Terima kasih," jawab Evan.

Laras ikut mengangguk sopan. "Terima kasih, Dok."

Mereka pun keluar dari ruang pemeriksaan.

Aurora yang sempat menangis kini kembali tenang di dalam gendongan Laras. Sesekali bayi itu mengisap jemarinya sendiri sambil memejamkan mata karena mengantuk.

"Kasihan juga," gumam Evan sambil mengusap lembut pipi putrinya. "Dia pasti capek."

"Biasanya memang begitu setelah imunisasi, Tuan," jawab Laras pelan. "Kalau nanti sudah tidur, jangan dibangunkan dulu."

Evan mengangguk.

"Kamu memang lebih mengerti soal bayi."

Laras hanya tersenyum kecil. "Saya juga masih terus belajar."

Mereka berjalan berdampingan menyusuri koridor rumah sakit.

Beberapa orang yang berpapasan menoleh ke arah mereka, mungkin karena Aurora yang tampak menggemaskan atau karena sosok Evan yang cukup menarik perhatian.

Saat menunggu lift, seorang ibu paruh baya yang menggendong cucunya tersenyum ramah.

"Bayinya cantik sekali."

"Terima kasih," jawab Laras.

Wanita itu kemudian memandang Evan dan Laras bergantian.

"Kalian pasti sedang repot ya, mengurus anak seusia ini memang butuh kesabaran."

Evan tersenyum sopan.

"Iya, Bu."

"Semangat, ya. Masa-masa seperti ini memang melelahkan, tapi juga paling indah."

Pintu lift terbuka.

Wanita itu lebih dulu masuk bersama keluarganya. Laras dan Evan saling berpandangan sesaat, lalu masuk ke dalam lift. Begitu pintu lift tertutup, suasana menjadi hening.

Evan tiba-tiba tersenyum kecil.

"Sepertinya hari ini sudah tiga kali kita dikira suami istri."

Laras ikut tersenyum tipis.

"Mungkin karena saya yang menggendong Baby Aurora, Tuan."

"Bisa jadi." Evan menggeleng pelan sambil terkekeh.

"Padahal kalau Carolin ikut, pasti tidak akan ada yang salah paham."

Laras menatap angka-angka lift yang terus bergerak turun.

"Nyonya pasti sedang sibuk bekerja."

"Iya." Jawab Evan singkat. Nada suaranya terdengar datar.

Laras tidak melanjutkan pembicaraan itu. Ia tahu, setiap kali nama Carolin disebut, raut wajah Evan selalu berubah. Tak lama kemudian, pintu lift terbuka.

Mereka berjalan menuju area parkir. Namun, baru beberapa langkah, Aurora kembali merengek kecil akibat rasa nyeri di bekas suntikannya.

Laras langsung menggendongnya lebih erat.

"Ssst ... sebentar saja, Sayang. Ayo kita pulang."

Aurora perlahan kembali tenang. Evan memperhatikan cara Laras menenangkan bayi itu. Senyum tipis kembali terukir di wajahnya.

Semakin lama ia melihat Laras bersama Aurora, semakin ia merasa telah membuat keputusan yang tepat mempertahankan wanita itu di rumahnya.

Tanpa ia sadari, keputusan itu kelak akan menjadi awal dari perubahan besar dalam hidupnya.

1
Lianty Itha Olivia
dlm cerita slalu byk org jahatnya
mimief
wkwkwkwk
aku ambil kuaci dulu Thor
mau liat keributan mereka.
panik ga,panik donk ah🤣
❥␠⃝ ͭ🍁MI💋🅛🅚-🅒🅘🅣🅡🅐👻ᴸᴷ
kayaknya setelah semua masalah selesai Laras melakukan operasi lagi kewajah Amelia lagi biar makin meyakinkan kasus yang menyeret mereka biar hukumannya makin berat
mimief: kyk nya ga deh
dr percakapan elang sama Laras kemarin
mang Amelia dibikin udah ga ada
mungkin hukuman mereka malah tambah berat
total 1 replies
Oma Gavin
mampusss kalian semua
SasSya
semua akan terkuak satu persatu
kalian bersekongkol untuk menipu dan merampok Amelia
Les Tary
ga kenal dari hongkong🤣🤣
Helen@Ellen@Len'z: 🤣🤣🤣🤣🤣loh kok dr hongkong
total 1 replies
mimief
gas keun
habisi jangan bersisa
biar mereka merasakan neraka dunia yg dulu mereka ciptakan buat dirimu
mimief: setujuu bangett
enak amet idup kyk ga punya dosa sm sekali 😌
total 2 replies
Les Tary
Carolina wajib nyusul Evan kepenjara dulu mereka berdua telah menghancurkan hati Amelia
Jaya Fandi
luaar biasa sekali kamu lang,,semoga engkau mendapatkan jodohbyg luaar biasa sprt mama ara
SasSya
Bagus!
memainkan peran begitu epic
sampai semua orang tidak ada yg Sadar 👍
Dewi Ansyari
Tunggu saja kamu Carolin dan Evan sebentar lagi balasan buat perbuatan kalian selama ini pada Amelia akan membayar harganya
Dewi Ansyari
Bagus Tian Baskara semakin kamu emosi ,makasih Laras lebih mudah mendapatkan semua haknya,dan juga keadilan untuknya yg sebagai Amelia akan mendapatkan hak atas semaunya 😔
Dewi Ansyari
Tunggu saja kehancuranmu Evan😡😡😡
Dewi Ansyari
Akhirnya Laras benar2 bisa bebas dari kandang harimau Rvan
merry
bgss tu seret Caroline juga dan klurga y kn istri tua evan otomatis nikmati hrta ya laras dan parah laras dijadiin wadah benih mrk itu termsk nipu dan tindakan ilegal terhdp laras,,,
merry
heran sm evan harta yg dia nikmatin ko gk sdr dri gt ya 🤔🤔🤔santai ajjh
Rarik Srihastuty
aku thor, pemasaran dengan cerita Kenzo
Aisyah Alfatih: nanti aku rilis ya, tamat elang... biar nggak keteter up nya 😬😬
total 1 replies
neny
carolin ini gmn ya,,apa2 mau nya langsung beres,,percuma dng jalan tenang pun semua nya akan terkuak,,dan siap2 ajh senyum kemenangan,senyum kekuasaan dan senyum kesombongan itu sebentar lg akan hilang,,tunggu ajh
neny
heheehee,,carolina,,emng siape elo,,helloo,,ibu kandung nya tuh amelia,,cek ajh ath ke lab,,lagian km jg sebnyar lg akan nyusul evan,,🤣🤣
Makin seru ajh nih,,
Aditya hp/ bunda Lia
gak sabaaarrrrrrr ... pake banget aku mau tau gimana si Evan sama si Carolin dan bapaknya pas tau kelakuan mereka sebenarnya dan itu menghancurkan semuanya ....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!