Sri Rahayu seorang gadis kampung yang terpaksa harus pergi kekota dan tinggal disana bersama dengan Tantenya yang bernama Halima.
Namun siapa sangka Halima meminta dirinya untuk menikah dengan pria yang tidak ia kenal hanya karena tidak ingin mengecewakan Halima dan sebagai bentuk dari rasa terima kasihnya karena Halima sudah menerima dirinya selama ini mau tidak mau ia pun mengikuti keinginan dari Halima.
Bahkan ia tidak pernah bertemu dengan pria tersebut dan sampai pada hari pernikahan itu tiba Sri belum juga melihat wajah yang akan menjadi suaminya tersebut.
Didetik-detik acara Akat nikah barulah ia bertemu langsung dengan pria yang bertubuh tinggi tegap yang merupakan calon suaminya itu.
Akankah Sri mendapat kebahagian didalam pernikahannya?
Yuk saksikan kelanjutan dari ceritanya Cinta didalam Perjodohan!!
Akankah Sri bertahan dengan kehidupannya yang baru atau malah menjadikan hidupnya semakin tersiksa?
Yuk saksikan kel
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deby ria sitopu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25.
Pagi ini Rey lebih dulu bangun dari pada Sri.
"Pagi.."
Sapa Rey kepada Sri yang masih dengan muka bantalnya sementara Rey sudah terlihat rapi dengan setelan kantornya.
"Jam berapa ini?" Sri mencari ponselnya diatas nakas dan mengabaikan Rey yang menyapanya.
"Aku bangun kesiangan." Gumam Sri setelah melihat ponselnya yang menunjukkan pukul Tujuh pagi.
"Kau mau kemana?" tanya Rey begitu melihat Sri turun dari tempat tidur sambil terburu-buru.
Lagi- lagi Sri mengabaikan dirinya. Wanita itu berjalan melewati Rey hendak ke kamar mandi.
"Lihatlah apa yang dia lakukan? padahal seharusnya aku yang mengabaikannya karna masih marah dengan kejadian kemarin." Ucap Rey setelah Sri tak terlihat dibalik pintu kamar mandi.
Setelah selesai membersihkan diri, Sri menyusul Rey ke meja makan dan benar saja Rey masih berada disana.
Sri duduk didepan Rey tanpa menyapanya terlebih dulu.
Rey yang sedang menikmati sarapannya terus memperhatikan pergerakan dari wanita itu. Sementara Sri berusaha tidak menghiraukan akan pandangan mata Rey yang tertuju kepadanya.
Rey masih saja duduk ditempatnya padahal ia sudah menyelesaikan sarapannya, ia sengaja melakukan itu untuk menunggu Sri menghabiskan makanannya.
"Ada apa kau menatapku seperti itu?" tanya Sri yang sudah merasa tidak nyaman.
"Tidak ada, hanya saja aku ingin melakukannya." Pekik Rey dengan santainya.
"Ck, terserah kau saja!" Sri mengelap mulutnya sebelum beranjak dari duduknya.
"Kau itu aneh sekali." Gumam Sri dengan suara pelan namun Rey masih bisa mendengarnya walau tidak jelas.
"Begitu kah cara mu memperlakukan suami mu?"
Sri memundurkan langkahnya beberapa langkah kebelakang.
"Memangnya kenapa? setiap hari aku selalu saja begini dan kenapa kau berkata seperti itu?"
"Sudahlah kau itu tidak peka apa yang aku maksud." Terang Rey kemudian beranjak dari tempatnya.
"Tidak peka bagaimana?" tanpa sadar Sri menarik tangan Rey dan begitu Rey mengarahkan pandangannya ke tangan Sri yang masih memegang tangannya barulah ia tersadar dan segera melepaskan tangannya dari tangan Rey.
"Aku hampir terlambat." Rey menatap jam tangannya mengalihkan pembicaraan mereka.
Rey yang sudah melangkah kembali mendekati Sri dan tanpa persetujuan dari Sri, ia mengecup kening Sri membuat Sri terkejutabatas perlakuannya yang tidak biasa.
"Aku berangkat dulu." Pamit Rey kemudian pergi begitu saja meninggalkan Sri yang masih berdiri mematung ditempatnya.
"Ada apa dengannya?" Sri merasa heran melihat perubahan yang terjadi pada Rey pagi ini.
Namun Sri tidak ingin menduga-duga atas perlakuan dari Rey baru saja.
Ketika Sri hendak naik kelantai dua menuju kamarnya, ia mendengar suara mobil tapi ia pastikan jika itu bukan mobil milik Rey.
Sri yang merasa penasaran siapa yang baru saja tiba segera melihat keluar dan baru saja ia hendak keluar dari pintu, matanya sudah disuguhi pemandangan yang menyakitkan.
Dengan mata kepalanya sendiri ia menyaksikan Rey dipeluk oleh seseorang yang tidak ia kenal namun didetik selanjutnya ia sudah bisa menebak siapa wanita yang sedang bersama suaminya itu.
"Baru saja kau bersikap manis namun lihat apa yang kau lakukan dibelakang ku?" lirih Sri dengan sendu.
Ia pun memutuskan untuk tidak melihat lebih lanjut interaksi keduanya di luar sana, Sri memilih untuk kembali ke kamarnya dengan perasaan campur aduk.
"Apa yang kau pikirkan Sri? bukankah kau sudah tau ini akan terjadi?" Sri kembali berucap sambil mendudukkan tubuhnya dipinggiran ranjang.
Sementara diluar sana Rey terkejut dengan kedatangan sebuah mobil dan berhenti tepat didepannya.
"Mampus aku!"