NovelToon NovelToon
Menikah Karena Anak

Menikah Karena Anak

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:15k
Nilai: 5
Nama Author: Sri Lestari

Ini hanyalah kehaluan dan kegabutan author saja. Dan sedang belajar menulis cerita. Semoga kalian suka dengan ceritanya. Mohon maaf bila masih banyak kekurangannya🙏

🌹🌹🌹

Fatmawati biasa di panggil Wati gadis cantik, dengan hidung mancung, bibir mungil dan berkulit putih. Berusia dua puluh enam tahun adalah gadis sebatang kara yang telah di tinggal selamanya oleh kedua orang tuanya. Wati mempunyai kekasih yang bernama Reno pria berusia dua puluh sembilan tahun yang bekerja di tempat yang sama dengannya. Mereka berdua sudah lama menjalin kasih.

Hingga suatu hari tempatnya bekerja kedatangan seorang pria berusia tiga puluh lima tahun yang gagah, tampan dan rupawan bak pahatan patung dewa Yunani idaman kaum wanita.

Siapakah gerangan pria berusia tiga puluh lima tahun yang gagah, tampan dan rupawan itu?.

Adakah yang akan terjadi antara Wati dan Reno kekasihnya?.

Simak ceritanya di sini. Jangan lupa tinggalkan jejak Like,Vote,Comment & Hadiah.

Follow ig : srilestarikolopaking

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MKA 25

“Oh begitu Dok, terima kasih atas penjelasannya,” ucap Tuan Jaka pada Dokter Sherly. Mereka pun berpamitan dengan dokter Sherly.

Saat tiba di mansion, mereka di sambut Siti asisten rumah tangga mereka.

“Selamat malam Tuan ... Selamat malam Nyonya.”

“Selamat malam,” sahut mereka serempak.

“Makan malam sudah siap Tuan–Nyonya.”

“Oke Siti, terima kasih. Kami bersih-bersih dulu ya. Ngga enak habis dari rumah sakit, takut bawa virus,” jawab Wati pada Siti.

“Baik Nyonya,” jawab Siti sambil melangkah pergi menuju dapur. Tuan Jaka dan Wati pun pergi ke kamar tidur untuk membersihkan diri. Selesai membersihkan diri, mereka bersama-sama menuju meja makan. Di sana telah tersaji berbagai macam hidangan yang menggugah selera.

Semenjak usia kandungannya bertambah, nafsu makan Wati makin meningkat. Pipinya terlihat chubby dan bagian-bagian tertentu pada tubuhnya juga ikut membesar. Perubahan itu menyebabkan Tuan Jaka suaminya semakin gemas melihatnya. Ia melihat istrinya semakin seksi dengan perut yang makin membuncit.

Beda halnya dengan Wati, ia merasa minder dengan perubahan yang terjadi pada tubuhnya saat bercermin. Tapi bagaimanapun ia bersyukur anak-anaknya tumbuh dengan sehat di dalam perutnya. Rasanya waktu tiga bulan terasa lama.

Di suatu pagi hari.

“Sayang, Mas berangkat kerja dulu ya,” ujar Tuan Jaka berpamitan dengan Wati.

“Iya Mas, hati-hati di jalan,” sahut Wati sambil mencium punggung tangan suaminya.

“Terima kasih Sayang. Jaga anak-anak kita baik-baik,” balas Tuan Jaka sambil mencium kening dan bibir Wati sekilas.

Wati ikut berjalan mengantarkan Tuan Jaka ke teras depan. Setelah mobil Tuan Jaka menghilang dari pandangan matanya ia masuk ke dalam mansion melangkah menuju ruang keluarga untuk menonton film kesukaannya.

Waktu terus berputar dan sudah menunjukkan pukul delapan malam. Wati menunggu kepulangan Tuan Jaka, tak biasanya suaminya terlambat pulang tidak memberikan kabar padanya. Biasanya sebelum jam makan malam suaminya sudah tiba di mansion.

Hingga, “ Dring .... Dring ... Dring,” telepon genggamnya berbunyi. Di lihatnya sebuah nomor tak di kenal yang muncul di layar telepon genggamnya. Awalnya ia merasa ragu untuk menjawab panggilan telepon yang masuk itu, karna nomor itu tidak ada dalam kontaknya. Ia ingat hanya tiga nomor saja yang ada di telepon genggamnya.

Karna telepon genggamnya berbunyi terus menerus ia dengan ragu-ragu menerima panggilan itu.

“Halo ...,” salam Wati saat menerima panggilan teleponnya.

“Halo, Selamat malam ... Dengan Nyonya Wati?,” sahut dan tanya di seberang sana.

“Betul ... Ini dengan siapa ya?.”

“Kami dari rumah sakit Anugerah mau memberitahukan suami Nyonya mengalami kecelakaan dan sekarang ada di UGD. Kami menghubungi nomor ini karna nomor ini yang paling sering di hubungi.”

“Ap – Apa ... Ba – Bagaimana keadaan suami saya,” tanya Wati dengan nada bergetar dan tubuh gemetar.

“Lebih baik Nyonya segera datang ke rumah sakit saja untuk melihat keadaannya,” jawab di seberang sana.

“Ba – Baik ... Saya akan segera ke sana. Terima kasih sudah memberi kabar,” balas Wati dengan air mata yang jatuh bercucuran dari matanya.

“Sama-sama Nyonya.” Dan panggilan telepon pun berakhir.

“Sitiii ...,” panggil Wati dengan berteriak.

“Ia Nyonya ada apa,” tanya Siti dengan lari tergopoh-gopoh menghampiri Nyonyanya.

“Loh Nyonya ada apa, kenapa menangis?,” tanya Siti saat kaget melihat Nyonyanya menangis.

“Tu – Tuan Jaka kecelakaan,” jawab Wati tanpa bisa menghentikan tangisannya.

“Innalilahi ... Ayo Nyonya, saya temani Nyonya ke rumah sakit,” sahut Siti sambil membantu memegang Wati bangkit dari duduknya dan memapahnya menuju kamar tidur untuk berganti pakaian.

Setelah selesai Wati dan Siti di antar dengan Pak Diman menuju rumah sakit Anugerah menggunakan mobil yang ada di garasi. Mansion mereka titipkan dengan Romi penjaga gerbang yang baru.

Di dalam perjalanan ke rumah sakit, Wati masih menangis terisak-isak. Ia teringat kembali dengan ancaman Reno beberapa bulan yang lalu yang akan merebut dirinya dari Tuan Jaka dengan menggunakan cara apa pun. Apakah yang terjadi pada suaminya akibat perbuatan Reno mantan kekasihnya?. Memikirkan itu tubuh Wati gemetar kembali.

Menyadari tubuh Nyonyanya gemetar, Siti menggenggam tangan Wati mencoba memberikan kekuatan.

”Sabar ya Nyonya, kita berdoa semoga Tuan tidak kenapa-napa dan luka yang di deritanya tidak parah.”

“Aamiin ... Terima kasih Ti, kamu sudah membantu saya memberikan kekuatan.”

“Sama-sama Nyonya. Nyonya juga harus ingat ada janin di dalam perut Nyonya, jangan sampai Nyonya stres yang akhirnya berimbas dengan kandungan Nyonya.”

“Iya Ti ...”

Empat puluh lima menit kemudian mereka sampai di rumah sakit Anugerah. Wati dan Siti di turunkan Pak Diman di depan UGD dan Pak Diman mencari parkiran mobil untuk memarkir mobilnya.

Dengan jalan terburu-buru mereka menuju ruang UGD. Saat tiba di sana Wati melihat Rizal juga, ia menghampiri pria itu.

“Rizal ...,”

“Selamat malam Nyonya.”

“Bagaimana keadaan Tuan?.”

“Saya juga belum melihat Tuan, Nyonya. Saya juga baru tiba setelah mendapat telepon dari rumah sakit yang memberikan kabar Tuan mengalami kecelakaan. Dan ini saya juga masih menunggu kabar dari dokter di UGD,” jawab Rizal pada Wati.

“Apa kamu sudah mengetahui apa yang menyebabkan Tuan Jaka kecelakaan?.”

“Belum Nyonya, tapi polisi sedang menyelidikinya dan menginterogasi saksi-saksi yang ada di tempat kejadian.”

“Baiklah, tolong nanti kamu kabari saya kalau sudah ada kabar dari kepolisian.”

“Baik Nyonya.”

Beberapa saat kemudian.

“Keluarga Tuan Jaka Wicaksana?,” tanya seorang pria berpakaian jas putih bername tag Andi dan stetoskop yang tergantung di lehernya.

“Saya istrinya, Dok. Bagaimana keadaan suami saya?,” tanya Wati dengan wajah tegang dan khawatir di ikuti dengan wajah tegang Rizal, Siti dan Pak Diman.

“Tuan Jaka untuk saat ini masih dalam keadaan tidak sadar. Kepalanya mengalami benturan, ada beberapa luka di tubuhnya tapi tidak terlalu parah. Nanti kita akan lakukan observasi lebih lanjut untuk kepalanya apakah ada darah yang tersumbat atau apakah mengalami gegar otak,” terang Dokter Andi pada Wati.

Mendengar penjelasan dokter Andi, kaki Wati terasa lunglai, dengan sigap Pak Diman memegang Nyonyanya dan membawanya duduk di kursi tunggu yang ada di sana.

“Terima kasih dokter untuk informasinya,” ucap Siti mewakili Wati.

“Sama-sama Bu,” sahut Dokter Andi sambil melangkah masuk kembali ke dalam ruang UGD.

Siti menyusul Wati dan duduk di sampingnya.

“Yang sabar Nyonya, kita berdoa semoga Tuan Jaka tidak apa-apa. Mudah-mudahan cedera pada Tuan bukan cedera yang fatal. Nyonya harus ingat dengan kandungannya.”

“Iya Siti. Tapi saya mau melihat keadaan suami saya sekarang.”

“Sabar ya Nyonya, biar Pak Rizal yang urus semuanya. Pak Rizal sedang mengurus administrasi untuk memindahkan Tuan Jaka ke kamar inap. Jadi Nyonya bisa mendampingi Tuan di sana."

1
Zouisar
Menarik
Sri Lestari: terima kasih banyak atas dukungannya, mohon maaf bila masih banyak kekurangan dalam penulisan ceritanya 🙏☺️
total 1 replies
Bilqis Ridha Shabira
Great
Sri Lestari: terima kasih 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!