NovelToon NovelToon
Wajah Kedua Seorang MAFIA

Wajah Kedua Seorang MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Identitas Tersembunyi / Balas Dendam
Popularitas:769
Nilai: 5
Nama Author: Aurora.playgame

Aurelia Vanzara, sosok yang dulu ditakuti sebagai Crimson Queen, memilih menghilang dari dunia gelap setelah kehilangan satu-satunya orang yang mampu meluluhkan hatinya.
Kematian orang terkasih itu bukan hanya merenggut kebahagiaannya, tetapi juga menghancurkan alasan Aurelia untuk terus memegang kekuasaan.
Dengan identitas baru sebagai wanita biasa, ia mencoba menjalani hidup sederhana. Bekerja, tersenyum, dan berpura-pura bahwa masa lalunya tak pernah ada.
Namun, dunia tidak pernah benar-benar melepaskan miliknya.
Ketika sebuah keadaan mengancam satu-satunya kehidupan damai yang ia miliki sekarang, Aurelia dipaksa memilih: tetap menjadi wanita lemah yang mencoba melupakan segalanya, atau kembali menjadi ratu kejam yang pernah menguasai dunia bawah tanah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora.playgame, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14- Tiga arah

Hari demi hari telah berlalu...

Toko bunga Alena sudah kembali buka, meski belum sepenuhnya seperti dulu. Papan “OPEN” kembali tergantung di pintu, dan aroma bunga segar tengah mengisi seluruh ruangan.

Namun keadaan toko saat ini sedikit berbeda. Karena Alena yang belum pulih sepenuhnya, Bara selalu ada dan membantunya tanpa di minta.

Seperti halnya pagi ini ketika Alena baru saja membuka toko.

Langkahnya masih pelan dan sesekali menahan bagian perutnya. Ia mencoba menyusun beberapa bunga di meja kerja, namun gerakannya terlihat terbatas.

“Seharusnya Anda tidak memaksakan diri.”

Suara itu terdengar dari belakang namun Alena tidak perlu menoleh karena ia sudah tau siapa pemilik suara itu. “Bara,” gumamnya.

Pria itu masuk sambil membawa beberapa kantong plastik yang berisi bunga segar.

“Saya mampir ke supplier pagi tadi,” katanya. “Saya pikir stok Anda pasti menipis.”

Alena lalu menoleh dan sedikit terkejut. “Kamu… tidak perlu sejauh itu,” katanya.

Namun, Bara hanya meletakkan kantong-kantong itu di meja dan menjawab dengan tenang. “Tidak apa-apa, Anggap saja… membantu.”

Alena menghela napasnya lalu bertanya lagi dengan setengah heran, “Kamu tidak punya pekerjaan lain?"

“Ada,” jawab Bara seraya tersenyum tipis. “Tapi ini juga penting.”

Alena tidak sempat membalas.

Karena...

Brak!

Tiba-tiba pintu toko terbuka dengan cukup keras dan Max pun masuk dengan langkah yang santai, namun tatapannya langsung berhenti pada satu orang.

“Lo lagi?” seru Max.

Nada suaranya jelas terdengar tidak senang namun Bara menoleh dan segera menyapanya. “Selamat pagi."

“Ck! Gue tanya, lo lagi?” ulang Max lebih tajam.

Alena langsung menghela napas dan sedikit menggelengkan kepalanya. “Max, jangan mulai, deh."

Namun Max tidak menggubris. Ia lalu berjalan mendekat dan menatap Bara dari ujung kepala sampai kaki.

“Sejak kapan lo jadi pegawai di sini?” sindirnya.

Bara tersenyum dan tetap bersikap tenang. “Saya hanya membantu.”

“Bantu? a ha ha ... Atau cari muka?”

Tidak ingin terjadi keributan, Alena pun langsung menatap Max dengan tajam dan melerainya. “Cukup, Max.”

Namun Max masih belum berhenti dan terus mengoceh. “Gue aja yang tiap hari datang, tapi nggak sok pegang semua urusan,” lanjutnya.

Bara lalu menatapnya. “Kamu datang,” katanya. “Saya bekerja.”

Kalimat itu langsung membuat suasana memanas hingga membuat Max melangkah maju satu langkah. “Lo nyindir gue?”

“Saya hanya menyatakan fakta," jawab Bara tidak mundur.

“Fakta apaan?!” suara Max meninggi. “Lo pikir gue nggak peduli sama dia?!”

Melihat ketegangan itu Alena langsung berdiri. Ia merasa geram pada kelakuan dua pria dewasa yang bertingkah seperti dua anak kecil itu.

“Cukup!” suaranya terdengar tegas hingga keduanya pun langsung terdiam. Seperti seorang ibu yang memarahi kedua anaknya.

“Aku capek,” lanjut Alena. “Kalau kalian mau bertengkar, silakan keluar.

Keduanya menatap Alena tanpa berkedip lalu saling bertukar pandang.

“Gue nggak bertengkar,” gumam Max sambil memainkan bunga di sampingnya, sementara Bara hanya diam.

Alena menatap keduanya secara bergantian lalu bertanya, “Kalian datang ke sini buat apa?”

“Buat jagain lo,” jawab Max lebih dulu.

“Untuk membantu," susul Bara.

Alena pun menutup matanya sejenak, lalu menggeleng kecil. “Kalau begitu… lakukan tanpa membuatku pusing.”

Alena kemudian berpaling dan melanjutkan kegiatannya. Sementara Bara dan Max saling menatap dan saling membalas dengan ekspresi tanpa suara.

Setelah suasana sedikit mereda, Bara pun kembali bekerja dan menyusun bunga dengan rapi. Sedangkan Max berdiri beberapa langkah darinya dan memperhatikan dengan wajah yang tidak puas.

“Lo tiap hari ke sini?” tanya Max tiba-tiba.

“Jika diperlukan,” jawab Bara singkat.

“Ck! Rajin juga.”

Bara menoleh sejenak tapi tidak membalas. Max lalu berjalan ke meja lain dan mencoba membantu, namun hasilnya berantakan.

“Ah, susah amat sih,” gumamnya kesal saat bunga yang ia pegang jatuh.

Alena yang melihat itu pun tidak bisa menahan senyum kecilnya. “Bukan begitu caranya,” katanya.

Max pun menoleh lalu memperhatikan bunga-bunga di depannya. “Ya terus gimana?”

Alena menunjuk pelan ke arah bunga dan mengarahkannya. “Pegangnya lebih hati-hati. Itu bukan benda keras."

Max pun mendekati bunga lalu mencoba lagi namun tetap kaku. "Ah, dasar payah."

Bara melirik sekilas lalu berkata dengan pelan, “Potong batangnya miring, lalu susun dari yang paling tinggi.”

“Gue nggak nanya," jawab Max acuh tak acuh.

“Tapi kamu butuh,” balas Bara.

Alena hampir tertawa melihat drama di depannya itu, hingga beberapa saat kemudian, meski dengan gaya masing-masing, mereka bertiga pun mulai bekerja.

Max dengan caranya yang berisik, Bara dengan ketenangannya, dan Alena yang sesekali mengarahkan.

________

____________

1
𝐀⃝🥀Weny
keren kau Max👍🏻
𝐀⃝🥀Weny
akhirnya dapat restu juga dari camer🤭 hati² kamu Sofia jangan sampai kamu membangunkan singa yang sedang tidur😁
𝐀⃝🥀Weny
dobel up thor
Aurora: siap... di usahakan ya.../Ok/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!