NovelToon NovelToon
Pernikahan Yang Terpaksa

Pernikahan Yang Terpaksa

Status: tamat
Genre:Mafia / CEO / Romansa / Menikah dengan Musuhku / Tamat
Popularitas:528.3k
Nilai: 5
Nama Author: Alif Irma

Kesepakatan antara keluarga Matteo dan keluarga Da Vichi di masa lalu berujung pada perjodohan cucu-cucu mereka. Anna terpaksa menerima perjodohan tersebut hingga berakhir menikah dengan pria pilihan kakeknya.

Diawal pernikahan Anna ingin memanfaatkan keadaan untuk balas dendam kepada bibinya yang terus mengincar posisinya sebagai pewaris tunggal di keluarga Matteo. Namun, berbanding terbalik karena dirinyalah yang menjadi sasaran balas dendam suaminya sendiri.

Perlahan rahasia besar yang tersembunyi di keluarganya mulai terbongkar satu persatu. Begitupun rahasia besar suaminya yang merupakan seorang mafia dan sekaligus musuh lama keluarganya.

Pernikahan tanpa dasar cinta itu membuat kehidupan Anna semakin terpuruk layaknya berada di belahan dunia lain yang gelap gulita tanpa adanya secercah cahaya penerang.

Mampukah Anna bertahan dengan kehidupan rumah tangga bagaikan neraka itu? Ataukah Anna memilih jalan lain untuk balas dendam kepada suaminya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alif Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PYT 25

Anna berjalan tergesa-gesa melewati orang-orang yang tengah asyik mengobrol di taman belakang. Bahkan menghiraukan teriakan seorang gadis yang terus memanggil-manggil namanya. Pria bermanik hitam langsung meliriknya tajam dan segera mengikutinya.

Baru beberapa langkah, Pria bermanik hitam itu menghentikan langkahnya karena mendengar panggilan orang yang disayanginya.

"Kak Leo, mau kemana? jangan bilang kakak ingin mengikuti Anna." teriak gadis berkursi roda yang tidak lain adalah Amira.

Dengan terpaksa pria bermanik hitam itu yang tidak salah lagi adalah Leo segera berbalik badan dan kembali bergabung dengannya.

"Amira, mulai sekarang jangan pernah berurusan dengan pelayan itu. Dia bukanlah wanita baik-baik. Ingat, kau tak boleh mempercayai sembarangan orang, selama kakak tidak bersamamu." ucap Leo dengan tegasnya yang sedang memperingatinya.

"Iya kakak, aku tidak akan sembarangan mempercayai orang lain." Amira tersenyum mengatakannya.

Tapi, aku akan berteman dengan Anna. Batin Amira tersenyum dalam hati.

Leo melirik jam tangannya di pergelangan tangan kirinya dan waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi waktu setempat.

"Amira, jaga dirimu baik-baik, kakak mau keluar kota untuk mengurusi pekerjaan kantor selama seminggu. Ingat, jangan sekali-kali berteman dengan pelayan itu." ucap Leo dengan tatapan hangatnya dan mampu membaca pikiran adik angkatnya.

"Siap kak bos." ucap Amira tersenyum sambil menaikkan jempolnya.

"Cencen, Celix, aku percayakan Amira kepadamu. Jika seujung kuku saja gadis kecil ku ini terluka, maka kalian berdua yang akan mendapatkan akibatnya." peringat Leo kepada kedua bodyguard adik angkatnya.

"Baik tuan." ucapnya kompak sambil menundukkan pandangannya.

"Selama dua bulan ke depan, kakak akan disibukan dengan pekerjaan kantor dan kemungkinan besar kakak akan jarang mengunjungi mu di mansion. Jadi jangan berbuat aneh-aneh, apalagi keluar dari mansion." ucap Leo sambil mengelus puncak kepalanya. Amira menggangguk mengiyakan ucapannya, Leo lalu memeluknya sambil berpamitan kepadanya.

"Ya sudah, sebaiknya kakak berangkat, jangan selalu telat ke kantor." ejek Amira terkekeh sambil melepaskan pelukannya.

"Hemm."

Jack yang melihat keakraban mereka hanya mampu tersenyum tipis.

Kemudian Leo dan Jack berjalan bersama-sama ke halaman depan untuk berangkat ke kantor.

Sementara Anna berjalan ke bangunan tua, guna untuk menenangkan dirinya sekaligus untuk melihat hewan buas Leo.

Dua penjaga berjaga-jaga di depan pintu bangunan tua itu. Mereka tersenyum senang saat melihat kedatangan Anna yang sepertinya akan kembali membersihkan bangunan itu.

Mereka akan memberikan gombalan untuk Anna, mengingat Anna pelayan cantik yang menjadi primadona di kediaman majikannya.

"Selamat pagi cantik" sapa salah satu penjaga.

Anna hanya menatapnya dengan tatapan tajam, membuat mereka tersenyum simpul. Lalu Anna menyelonong melewati mereka dan langsung menendang keras pintu hingga terbuka lebar.

Anna masuk ke dalam bangunan tua itu sambil mengedarkan pandangannya, hingga mendengar suara seseorang meminta tolong. Anna terdiam sejenak, suara itu begitu dikenalinya. Dia pun langsung melangkahkan kakinya untuk menghampiri orang itu.

"Bi Rose, Viona." Anna terkejut melihat mereka, ditambah penampilan mereka berantakan dengan rambut acak-acakan kesana-kemari, jauh dari kata elegan yang selalu melekat dalam diri mereka.

Anna bergegas melangkah mendekati ibu dan anak itu yang sedang berada di salah satu kandang hewan yang sudah tidak terpakai, layaknya ruang tahanan dengan besi-besi yang menjadi dinding mengelilingi kandang tersebut.

"Mom itu Anna, wanita pembawa sial yang sudah menghancurkan keluarganya sendiri." ucap Viona marah melihat Anna berjalan ke arahnya dan ibunya mengepalkan tangannya yang tidak terima Anna masih hidup dan berada di tempat yang sama dengannya.

"Anna, akan ku bunuh kau!" teriak Rose dengan amarah menggebu-gebu yang menyalahkan Anna atas apa yang sedang menimpanya.

Seketika semua singa langsung mengaum keras mendengar suara Rose yang menggelegar di ruangan itu.

"Lakukan saja, jika kau bisa membunuhku." ucap Anna santai berdiri di hadapan mereka dan hanya terhalang oleh dinding besi pembatas.

Rose dan Viona berdengus kesal sambil berpegangan erat pada tralis besi. Kedua tangannya ingin sekali mencakar wajah Anna hingga rusak lalu menjambak rambut panjangnya.

"Bagaimana bisa kalian berada di tempat ini." sinis Anna sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada.

"Semua ini karena mu sialan! kau sudah menghancurkan keluargamu sendiri dan membunuh si kakek tua" kesal Viona sambil mengulurkan tangannya ingin meraih tubuh Anna lalu memukulinya, begitu halnya yang ingin dilakukan oleh ibunya karena mereka terkurung dalam kandang itu.

"Karena ku? apa aku tidak salah dengar? kalianlah yang sedari dulu ingin menghancurkan keluargaku dan merampas kebahagiaanku." tegas Anna dengan sorot mata tajam terdapat kilatan amarah didalamnya.

"Ya memang akulah yang merencanakan kecelakaan kedua orang tuamu demi bisa menyingkirkan keluarga kalian dari keluarga Matteo." ucap Rose menyeringai.

"Sudah kuduga, kau pembunuh!"teriak Anna.

"Teganya kau membunuh saudaramu sendiri hanya demi harta dan kekuasaan" marah Anna yang sudah tak bisa mengontrol emosinya. Anna langsung mengulurkan tangannya dan meraih rambut Rose lalu menjambaknya.

Terjadi aksi saling jambak menjambak rambut yang dilakukan diantara mereka bertiga. Viona ikut membantu ibunya untuk menyerang Anna, sedangkan Anna tak tinggal diam, kedua tangannya langsung menarik rambut ibu dan anak itu hingga mereka berteriak kesakitan dan meminta Anna untuk menghentikannya.

Tak berselang kemudian, datanglah kedua penjaga untuk melerai pertengkaran mereka yang sudah saling tarik rambut. Salah satu penjaga segera menarik tangan Anna dan membawanya keluar dari bangunan itu.

🍁🍁🍁🍁

Sementara di tempat lain.....

Gea yang ditemani oleh Edward (sekretaris tuan Frans) baru saja tiba di pasar tradisional yang sudah mau bubar. Terlihat para penjual mulai sibuk menutup lapak jualannya dan hanya beberapa pembeli yang masih berlalu-lalang.

Gea melihat disekelilingnya berharap bos sekaligus sahabatnya masih ada di tempat itu. Gea lalu mendekati salah satu pedagang untuk bertanya tentang orang yang sedang dicarinya bahkan memperlihatkan foto Anna di ponselnya.

"Apa bapak melihat wanita ini?" tanyanya harap-harap cemas.

"Maaf, nona saya tidak memperhatikan wajah para pembeli saya." ucap bapak penjual itu.

Gea dan Edward terus bertanya kepada orang yang ditemuinya di pasar itu sambil memperlihatkan foto Anna, hingga salah satu penjual merasa melihat Anna pagi ini.

"Wanita ini, ya saya baru mengingatnya. Dia sempat berbelanja barang dagangan saya bersama seorang wanita yang seumuran dengannya." ucap wanita paruh baya itu.

"Terus dimana wanita itu?" timpal Gea tak sabaran.

"Saya kurang tahu tuan" ucapnya kembali.

"Terima kasih Bu, jika anda melihatnya tolong hubungi nomor ini" ucap Gea sambil memberikan kartu namanya.

"Baik nona" ucapnya mengangguk.

Gea dan Edward kembali berkeliling di pasar itu untuk mencari keberadaan Anna hingga pasar itu sudah tutup. Sedangkan mereka belum juga menemukan keberadaan Anna.

*

*

*

Di bandara.....

Sosok pria tampan berjalan angkuh dengan pandangan lurus ke depan, kaca mata hitam bertengger di hidung mancungnya, membuat wanita yang berpapasan dengannya langsung terpesona akan ketampanannya.

Kelima pria bertubuh kekar berjalan mengikutinya dari belakang yang sepertinya para pengawalnya. Dari kejauhan terlihat pria berkacamata sedang menunggu kedatangannya lalu berjalan menghampirinya.

"Selamat datang tuan muda." ucap pria berkacamata itu sambil membungkukkan badannya memberi hormat untuknya.

"Hemm, kau tak pernah berubah Alex" ucapnya sambil menepuk bahunya.

"Mari tuan muda" ucap pria yang bernama Alex memberikan jalan untuk tuan mudanya.

Pria yang dipanggil tuan muda berjalan lebih dulu keluar bandara dan berjalan menuju mobilnya. Dimana beberapa pengawalnya sudah menyambut kedatangannya membukakan pintu mobil untuknya. Tuan muda itu langsung masuk ke dalam mobil, lalu mobil mulai melaju meninggalkan tempat tersebut.

Akhirnya aku kembali di negara ini. Negara yang sudah membuatku mengenal arti cinta, mempertemukan ku dengan gadis cantik yang menjadi cinta pertamaku.

Tuan muda itu tersenyum menyandarkan punggungnya sambil mengingat kembali kenangan indahnya di negara ini.

"Anna, aku pulang. Aku sangat merindukanmu, Anna Cassandra Matteo cinta pertamaku." ucapnya senyum-senyum menyentuh dagunya.

Bersambung.....

Terima kasih atas dukungannya teman-teman 🙏

1
Febby fadila
aseeeekkk Jack Amira 🥰🥰🥰
Febby fadila
syukurlah kalau Amira sdah sembuh
Febby fadila
iya jatuh cinta sama istri sendiri 🤣🤣🥰🥰
Febby fadila
sebaikx Anna pergi aja yg jauh,, jauh dari semua orang dan membesarkan anaknya sendirian
Febby fadila
aku nangis saat Amira sama Leo berpelukan 😭😭😭😭😭
Febby fadila
mantap Leo jangan hiraukan si Anna itu, ya mau gimana lagi karena dari awal juga kamu yg salah leo
Febby fadila
bodoh kali kau Anna ngapain kamu bilang lagi hamil sama keynand bisa² dia akan membunuh anak yg ada dalam rahimmu
Febby fadila
Memeng keegoisan akan menghancurkan segala nya,
Febby fadila
sedih aku Thor 😭😭
Febby fadila
hmmm makin tegang aja, pas Anna kabur ee taunya di lagi hamil
Febby fadila
nah loh anna gimana mau kabur klw kamu udah hamil
Febby fadila
jangan bilang obatx udah di ganti sama Leo 🤣🤣
Febby fadila
sakit hati karena kamu tu blom baik Leo sembuhkan dulu luka yg kamu buat
Febby fadila
ingat pesan kakek kamu Anna jangan mudah percaya sama org lain
Febby fadila
sama² punya tujuan bakalan saling menyakiti
Febby fadila
awas kecanduan Leo 🤣
Febby fadila
ciiieee yg mulai ada perasaan sama istrinya 🤣
Febby fadila
apakah cintax Amira akan terbalaskan
Febby fadila
ciiieee yg mulai kwatir tp bawah² nama Amira 🤣
Febby fadila
Laras yg masukin racunnya yg jadi kambing hitamnya adalah Maria kepala pelayan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!