NovelToon NovelToon
KAISAR 100.000 DUNIA

KAISAR 100.000 DUNIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Tawaki

Kaisar Tertinggi sang Kaisar Xuan Wu penguasa 100.000 Dunia. Perang Terakhir itu menyebabkan Jiwa nya bereinkarnasi ke tubuh lemah seorang pemuda berna Lin Fan. Lin Fan pemuda dari keluarga Lin cabang. hidup keseharian nya selalu mendapat penyiksaan dari sepupu nya Lin Hao. Lin Fan dulu sudah mati yang ada sekarang adalah Lin Fan dengan jiwa Kaisar Xuan Wu. dengan pengetahuan masa lalu sebagai Kaisar dia mulai merangkak dari Bocah Sampah mejadi kultivator hebat di dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tawaki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25: Papan Misi

Malam itu, Perpustakaan Tingkat Tiga terasa dingin dan sepi. Rak-rak kayu hitam menjulang tinggi hingga ke langit-langit yang gelap, dipenuhi oleh gulungan kuno dan buku-buku berdebu yang memancarkan aroma kertas tua dan tinta kering.

Lin Fan berjalan menyusuri lorong-lorong sempit, jari-jarinya menyentuh punggung-punggung buku dengan hati-hati. Ia mencari sesuatu yang spesifik: teknik kultivasi tingkat tinggi atau catatan sejarah tentang Dunia Lama—dunia tempat ia pernah menjadi Kaisar.

Namun, kekecewaan mulai merayap masuk.

Sebagian besar buku di sini adalah teori dasar yang sudah ia kuasai sejak kehidupan sebelumnya. Ada beberapa gulungan tentang teknik pedang tingkat menengah, tapi semuanya terlalu kaku dan boros energi. Ada juga catatan tentang alkimia, namun resep-resepnya menggunakan bahan-bahan langka yang mustahil didapat oleh siswa baru.

"Tidak ada..." gumam Lin Fan pelan. "Semuanya dangkal."

Ia bahkan tidak menemukan petunjuk tentang Sutra Ketenangan Jiwa Kosong atau teknik tubuh dewa lainnya. Perpustakaan ini, meski disebut "Tingkat Tiga", ternyata hanya berisi sampah bagi seseorang dengan pengetahuannya. Bagi siswa biasa, ini adalah harta karun. Bagi Lin Fan, ini seperti perpustakaan taman kanak-kanak.

Ia menghela napas, menutup sebuah buku tebal berjudul Dasar-Dasar Manipulasi Api, dan meletakkannya kembali ke rak.

"Mungkin aku terlalu ambisius," pikirnya.

"Aku masih di Tahap Pembukaan Meridian. Aku butuh fondasi yang lebih kuat sebelum bisa memahami hukum tingkat tinggi."

Ia meninggalkan perpustakaan dengan tangan kosong. Saat ia melangkah keluar ke udara malam yang sejuk, perutnya berbunyi. Bukan karena lapar makanan, tapi karena kelaparan Qi.

Tubuhnya, yang telah ditempa dengan Teknik Naga Chaos, membutuhkan asupan energi jauh lebih besar daripada praktisi biasa. Selama perjalanan dari Kota Qingyun, ia menghabiskan hampir semua cadangan Air Spirit dan batu spirit rendahan yang ia bawa. Sekarang, Dantiannya terasa kosong dan perih, seolah-olah ada lubang hitam kecil yang terus menyedot energinya.

Lin Fan merogoh sakunya. Kosong.

Ia memeriksa tas punggungnya. Hanya ada beberapa helai baju dan sisir rusak.

Ia tidak memiliki satu pun Batu Spirit.

Di dunia kultivasi, tanpa Batu Spirit, kamu lumpuh. Kamu tidak bisa membeli pil pemulihan, tidak bisa membayar biaya asrama bulan depan, dan yang paling parah, kamu tidak bisa menyerap Qi murni untuk berlatih. Kamu akan tertinggal jauh di belakang rekan-rekanmu yang kaya raya seperti Li Tianhao atau Su Qingxue.

"Aku butuh uang," bisik Lin Fan pada dirinya sendiri.

"Dan aku butuh sekarang."

Ia tidak bisa meminta pada ibunya. Nyonya Li sudah memberikan segalanya. Mengandalkan bantuan orang lain adalah kelemahan. Sebagai mantan Kaisar, ia tahu satu-satunya cara untuk mendapatkan sumber daya dengan cepat dan legal adalah melalui kerja.

Ingatan tentang papan pengumuman di dekat gerbang utama akademi muncul di benaknya. Aula Misi.

Pagi harinya, matahari belum sepenuhnya terbit ketika Lin Fan sudah berdiri di depan Aula Misi. Bangunan itu berbentuk persegi panjang besar dari batu granit abu-abu, dengan pintu besi raksasa yang selalu terbuka lebar.

Di dalam aula, suasana sangat ramai. Ratusan siswa berlalu-lalang, beberapa terlihat bergegas dengan wajah tegang, sementara yang lain tersenyum puas sambil memegang kantong kecil berisi Batu Spirit.

Di dinding utama aula, terdapat papan kayu raksasa setinggi lima meter. Papan itu dipenuhi oleh ribuan lembar kertas berwarna berbeda yang ditancapkan dengan paku besi.

* Kertas Putih: Misi Ringan (Mengambil herbal, membersihkan kandang beast, mengantar pesan). Hadiah: 1-10 Batu Spirit Rendah.

* Kertas Biru: Misi Sedang (Berburu beast level 1-2 di hutan sekitar, menjaga karavan pedagang lokal). Hadiah: 10-50 Batu Spirit Menengah.

* Kertas Merah: Misi Berat (Menjelajahi reruntuhan kuno, melawan bandit bersenjata, mengumpulkan bahan langka di zona berbahaya). Hadiah: 50+ Batu Spirit Tinggi atau Artefak Spirit.

* Kertas Hitam: Misi Rahasia/Khusus. Hanya bisa dilihat oleh siswa dengan peringkat tertentu atau rekomendasi instruktur.

Lin Fan menyapu pandangannya ke seluruh papan. Sebagian besar misi Putih sudah diambil. Misi Biru masih banyak tersisa. Misi Merah jarang disentuh karena risikonya tinggi.

"Hey, lihat siapa yang datang!" suara cemoohan terdengar dari belakang.

Lin Fan tidak perlu menoleh untuk tahu siapa itu. Li Tianhao, didampingi oleh dua kroninya, berjalan mendekat dengan senyum sinis.

"Datang ke Aula Misi?" tanya Li Tianhao.

"Apa kau mau mengambil misi membersihkan kotoran kuda? Atau mungkin mencari sisa-sisa makanan di dapur asrama? Kudengar keluarga miskinmu tidak mampu mengirimimu uang saku."

Kroni-kroninya tertawa geli. Beberapa siswa lain di sekitar situ juga ikut tertawa, menikmati hiburan murah ini.

Lin Fan menatap Li Tianhao dengan tenang. Matanya hampa, tidak menunjukkan kemarahan maupun rasa malu.

"Aku datang untuk bekerja, Tuan Muda Li," jawab Lin Fan datar. "Ada masalah dengan itu?"

"hihihi... "Li Tianhao terkekeh.

"Tidak ada masalah. Hanya kasihan melihat 'jenius' sepertimu harus mengotori tangan dengan pekerjaan kasar. Ingat, waktu yang kau habiskan untuk membersihkan kandang adalah waktu yang hilang untuk berlatih. Sementara aku menyerap Batu Spirit Tinggi di kamar mewahkan, kau akan berkeringat mencium bau kotoran beast."

"Setiap orang punya jalannya sendiri," kata Lin Fan singkat. Ia berbalik dan berjalan menuju papan misi, mengabaikan Li Tianhao yang mendengus kesal.

Lin Fan tidak tertarik pada misi Putih. Membersihkan kandang memang mudah, tapi bayarannya terlalu kecil dan memakan waktu lama. Ia butuh efisiensi.

Matanya tertuju pada sebuah kertas Biru di sudut papan.

[MISI: Pengambilan Akar Darah Naga]

Lokasi: Hutan Kabut Utara (Zona Beast Level 2)

Deskripsi: Ambil 3 batang Akar Darah Naga yang tumbuh di tepi tebing curam. Waspadai Serigala Bayangan yang menjaga area tersebut.

Hadiah: 20 Batu Spirit Menengah.

Status: Tersedia.

Dua puluh Batu Spirit Menengah setara dengan 2.000 Batu Spirit Rendah. Itu jumlah yang cukup untuk membeli pil peningkatan Qi tingkat menengah dan bertahan hidup selama sebulan.

Tapi ada masalahnya. Hutan Kabut Utara berbahaya bagi siswa tingkat Pembukaan Meridian. Serigala Bayangan adalah beast licik yang menyerang dari kegelapan dan memiliki racun paralisis.

"Kau serius mau mengambil itu?"

Suara dingin terdengar di sampingnya. Lin Fan menoleh. Itu Zhang Wei.

"Itu misi bunuh diri untuk pemula," lanjut Zhang Wei, melipat tangannya.

"Serigala Bayangan bergerak dalam kawanan. Sendirian, kau akan jadi makan malam mereka."

"Aku tidak berencana bertarung frontal," kata Lin Fan.

"Aku hanya butuh akarnya."

"Dan bagaimana kau menghindari serigala-serigala itu? Mereka punya indra penciuman yang tajam."

Lin Fan tersenyum tipis. "Aku punya cara membuat bauku menghilang. Dan aku punya cara untuk membuat mereka saling serang."

Zhang Wei menatapnya lama, lalu menggelengkan kepala.

"Kau gila. Tapi... jika kau butuh bantuan, aku punya teman yang bisa diajak. Tapi kita bagi hasil 60-40. Aku 60, kau 40 karena ide awalnya darimu."

Lin Fan tertawa pendek. "50-50. Atau aku cari partner lain."

Zhang Wei mengerutkan kening, lalu mendengus.

"Baiklah. 50-50."

Tapi kau yang memimpin taktiknya. Aku tidak mau mati karena idemu yang aneh."

"Sepakati," kata Lin Fan.

Ia merobek kertas misi itu dari papan. Nama "Lin Fan" tertulis di bawahnya dengan tinta hitam.

Li Tianhao, yang masih mengamati dari kejauhan, melihat aksi itu. Matanya menyipit.

"Dia mengambil misi biru sendirian? Dengan Zhang Wei?" gumam Li Tianhao.

"Biarkan dia pergi. Hutan Kabut Utara adalah tempat yang bagus untuk 'kecelakaan'. Mungkin aku harus mengirim seseorang untuk... memastikan kecelakaan itu terjadi."

Senyum jahat muncul di wajah Li Tianhao.

Sementara itu, Lin Fan dan Zhang Wei keluar dari Aula Misi. Angin pagi berhembus kencang, membawa aroma petualangan dan bahaya.

"Siapkan dirimu, Zhang Wei," kata Lin Fan sambil menyesuaikan tali sandalnya.

"Kita berangkat siang ini. Dan bawa racun penangkal. Kita akan butuh itu."

Zhang Wei mengangguk serius. Untuk pertama kalinya, ia melihat Lin Fan bukan sebagai anomali yang aneh, tapi sebagai pemimpin yang memiliki rencana.

Perjalanan menuju Hutan Kabut Utara akan menjadi ujian sesungguhnya bagi kerjasama mereka. Dan bagi Lin Fan, ini adalah langkah pertama untuk membuktikan bahwa ia bisa bertahan hidup—dan berkembang—tanpa mengandalkan belas kasihan siapa pun.

Dengan 20 Batu Spirit Menengah di tangan nanti, ia akan membeli bahan untuk membuat pil pertamanya. Dan dari sana, ia akan membangun imperium ekonominya sendiri.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!