NovelToon NovelToon
Langit Untuk Bintang

Langit Untuk Bintang

Status: tamat
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Playboy / Tamat
Popularitas:203.8k
Nilai: 4.7
Nama Author: novia_dwi

Tomboy dan cuek..hanya kata itu sepertinya yang tepat menggambarkan sosok gadis cantik bernama Bintang.

Tak akan ada yang menyangka jika gadis tomboy yang selalu tampil sederhana itu adalah seorang putri konglomerat. Putri dari donatur terbesar dirinya bersekolah saat ini.

Memiliki sahabat yang juga cantik namun tak setomboy dirinya. Gadis lembut yang selalu ada untuk dirinya, sahabat yang sudah menemani dirinya bertahun-tahun. Dialah Rembulan, gadis yang merupakan sahabat baik Bintang.

Pertemuannya dengan seorang pemuda tampan yang senang sekali menebar pesona. Mampu dengan mudah membuat kaum hawa menjerit histeris hanya dengan melihat paras tampannya.

Pemuda playboy yang sering berganti pacar selama bersekolah. Namun semua pesona nya tak berarti dihadapan seorang Bintang.

Sikap yang bertolak belakang antara Bintang dan Langit membuat keduanya kerap berseteru. Status keduanya yang sama-sama kapten dari tim basket sekolah nya membuat kedua orang itu sering bertemu dan berinteraksi.

Akankah timbul cinta seiring berjalannya waktu? Atau waktu tidak akan mengubah apapun antara dua manusia itu??

Ikui terus kisah mereka☺️☺️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novia_dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

belum waktunya

Bintang yang berdiri dibelakang Langit sedikit melongokkan kepalanya untuk melihat wajah Catherine. Ia berikan senyum super ramahnya pada Catherine yang terlihat murka. Apalagi melihat senyum Bintang yang seolah mengejeknya.

"Cath! Cukup!". Sentak Langit saat Catherine berusaha menjangkau Bintang yang berdiri dibelakang tubuhnya.

"Lang.." Lirih Catherine yang terkejut karena Langit meninggikan suaranya.

"Udah deh. Gue capek liat lo bikin masalah ama Bintang. Pengen nyakitin Bintang mulu". Langit kembali berbicara dengan suara biasa, tak membentak juga tak berteriak.

"T-tapi kan gue cuma---"

"Kita nggak ada hubungan apapun Cath. Jangan bertindak seolah-olah gue ini pacar lo". Mata Catherine memerah. Sekali berkedip saja, Bintang yakin air mata Cath akan tumpah.

"Lang.." Lirih Catherine yang kini sudah bercucuran air mata.

"Tapi kenapa lo perhatian sama gue selama ini". Ucap Catherine di sela isakan kecilnya.

"Lo tau gue. Lo kenal siapa gue. Gue nggak cuma baik dan perhatian ama lo doang", Catherine diam, apa yang dikatakan Langit benar.

Bintang diam, tak berniat menyela obrolan dua mahluk itu. Ia hanya menyimak drama baru yang diciptakan seorang Catherine dan juga si titisan biawak itu.

"Cabut Bul. Lo udah di nilai kan?". Suara Bintang membuat Langit menoleh ke belakang.

"Udah. Kantin ya, laper". Bintang mengangguk, ia juga ingin meminum sesuatu yang dingin. Melihat drama didepannya membuat dirinya tiba-tiba haus.

Bintang baru melangkah beberapa langkah saja saat sebuah dorongan keras ia rasakan hingga tubuhnya kehilangan keseimbangan dan akhirnya jatuh dan kepalanya membentur bangku besi di pinggir lapang.

"Bintang!!!". Bintang mendengar banyak orang menyerukan namanya. Tapi diantara suara-suara itu, Bintang yakin jika Bulan dan Langit yang berteriak paling keras.

"Bin..." Bulan segera bersimpuh disamping Bintang yang merasakan pusing luar biasa di kepalanya. Langit pun sama, lelaki jangkung itu sudah berjongkok disamping Bintang yang masih diam memejamkan mata, berharap rasa sakit di kepalanya berkurang.

"Astagfirullah..." Bulan kembali berseru saat wajah mereka saling berhadapan.

"Darah..." Seru Bulan dengan wajah panik dan mata yang sudah berkaca-kaca.

"Darah?". Beo Bintang yang belum paham ucapan Bulan.

"Lang.." Bintang terkejut saat tiba-tiba Langit mengangkat tubuhnya ala bridal style dan membawanya keluar dari kerumunan.

"Ada apa ini?". Pak Budi menghalangi Langit yang menggendong Bintang.

"Bintang jatuh pak. Kepalanya berdarah". Bukan Langit, tapi Bulan yang bersuara.

"Bagaimana bisa?". Tak dapat disembunyikan jika pak Budi lun khawatir. Apalagi melihat pelipis Bintang yang mengeluarkan darah segar cukup banyak.

"Ada yang dorong Bintang pak". Siswa lain bersuara membuat wajah pak Budi berubah. Ada ekspresi terkejut juga marah.

"Pak, ngamuknya nanti aja. Bintang harus cepet ditangani". Sedangkan semua ribut, rupanya Langit sudah membawa Bintang pergi dari sana.

"Loh mana Bintangnya?". Pak Budi celingukan mencari keberadaan Bintang.

Sedangkan Langit sudah berlari sambil menggendong Bintang, Bulan pun berlari di belakang Langit.

Bintang tak menolak pertolongan Langit, selain karena Langit yang tiba-tiba menggendongnya, juga karena kepalanya yang kini semakin terasa berdenyut hebat. Bintang hanya memejamkan matanya saja selama dibawa Langit.

"Dok..Dokter!!!". Bulan membuka pintu ruang kesehatan dan langsung berteriak karena panik.

"Dokter!!". Kembali Bulan berteriak karena tak kunjung mendapat respon.

"Jangan teriak-teriak Bul. Kaya tarzan aja lo". Didalam kondisi sakitnya saja, Bintang masih bisa bergurau hingga membuat Bulan mencebik.

"Ada apa ini?". Seorang wanita dengan snelli menghampiri mereka.

"Tolongin Bintang dok.." Bulan menangis, melihat sebagian wajah Bintang tertutup darah yang mengalir dari pelipis sahabatnya itu.

"Tolongin sahabat saya dok.." Sambil menangis, Bulan terus memohon.

Dengan perlahan Langit meletakkan tubuh Bintang diatas ranjang kecil yang ada didalam ruang kesehatan.

Meskipun sejak tadi diam, namun sejujurnya Langit sangat mengkhawatirkan kondisi Bintang saat ini.

Dalam diamnya, tangan Langit terkepal kuat. Rahangnya mengeras mengingat kejadian yang terjadi tepat didepan matanya.

"Bul.." Bulan yang masih asyik menangis segera menoleh saat Langit memanggilnya.

"Jagain Bintang. Gue tinggal bentar". Bulan terhenyak melihat wajah Langit. Langit yang biasanya terlihat cerah itu tiba-tiba wajahnya mendung. Bukan mendung, bahkan sudah menggelap. Terlihat sangat menyeramkan karena Bulan belum pernah melihat wajah lelaki tampan itu seperti yang saat ini ditunjukkan.

"Lang..lo mau kemana?". Ucap Bulan sedikit keras karena Langit sudah berjalan menjauh.

"Gila. Serem banget mukanya". Bulan bergidik membayangkan Langit mengamuk.

"Si biawak kemana Bul?". Tanya Bintang yang kini tengah ditangani oleh seorang perawat yang membantu dokter.

"Biawak?". Tanya dokter sambil celingukan melihat lantai sekitarnya.

"Disini ada biawak? Dimana??", Tanya dokter panik membuat Bulan yang tadinya sedih jadi terkekeh geli melihat dokter yang panik.

"Tuh, orang tadi yang keluar dok", Dahi sang dokter berkerut mendengar penjelasan Bulan. Namun sesaat kemudian dokter itu tertawa kecil saat tahu apa yang dimaksud biawak oleh anak-anak itu.

"Kaga tau. Serem banget mukanya. Sumpah. Hih..ngeri gue". Bulan kembali bergidik. Sejak mengenal Langit, lelaki itu tak pernah menunjukkan keseriusan dalam hal apapun. Pun bahkan saat harus berhadapan dengan ruangan BK. Lelaki itu masih bisa tertawa, tapi yang baru Bulan lihat. Benar-benar bukan seperti Langit yang ia kenal.

Mata Bintang yang semula tertutup langsung terbuka sempurna, bahkan gadis yang semula terbaring itu langsung mendudukkan tubuhnya hingga membuat perawat yang membersihkan lukanya terkejut hingga mundur satu langkah. Untung saja bukan dokter yang sedang menjahit lukanya, bisa-bisa salah jahit jika yang terkejut adalah dokter.

"Kamu bikin kaget saya". Ucap perawat yang masih memegang kapas yang ia gunakan untuk membersihkan luka Bintang.

"Saya harus nyusul temen saya dulu dok". Bintang hendak turun dan tentu saja ditahan oleh dokter dan perawat, juga Bulan.

"Kaga usah ngadi-ngadi ya lo. Gue selepet jidat lo auto pingsan". Antara khawatir dan kesal Bulan berbicara.

"Si biawak pasti mau datengin kucing garong. Bisa panjang urusannya". Ucap Bintang panik

"Bagus dong. Biar tau rasa tu kucing garong! Siapa suruh nyakitin lo". Ucap Bulan penuh amarah.

"Udah lo tiduran aja deh! Kaga usah mikirin Langit ama itu mak kucing". Bulan mendorong pelan kedua pundak Bintang agar kembali berbaring.

"Luka lo harus cepet diobatin, Bin. Bisa bahaya". Bukannya diam, Bintang justru coba berontak.

Bintang menarik tangan Bintang cukup kencang hingga kini Bintang bisa berbisik tepat disamping wajah Bulan.

"Lo tadi nggak liat ada bokap gue? Kalo bokap gue tau gue kaya gini. Hidup tenang gue end!", Sebenarnya Bulan tak peduli, bagus baginya jika semua tahu siapa Bintang yang sesungguhnya. Karena dengan begitu, tak akan ada yang berani mengganggu apalagi melukai sahabatnya itu.

"Bagus dong. Jadi yang ngasih pelajaran ke si kucing nggak cuma Langit. Bokap lo juga. Mati berdiri tu si kucing. Biar kapok", Bulan coba tegas dan mencoba mengabaikan kekhawatiran Bintang.

"Bul.." Lirih Bintang dengan wajah memelas.

"Kamu tiduran lagi dong. Ini darah kamu keluar lagi". Ucap perawat yang panik melihat luka Bintang semakin banyak mengeluarkan darah.

Bintang kesampingkan peringatan suster dan rasa sakitnya. Sumpah demi apapun, ia belum siap jika seisi sekolah tau dirinya adalah putri dari seorang Henry Laksmana.

"Bul...plisss..." Bulan melengos, tak ingin melihat wajah memohon sahabatnya.

"Plisss..gue mohon Bul.." Bulan mendengus saat akhirnya ia kalah.

"Gue bakal lebih seneng kalo mereka semua tau siapa elo". Ketus Bulan yang akhirnya berdiri.

"Rebahan lo. Obatin luka lo! Awas kalo gue balik kesini tu darah masih ngocor". Bintang mengangguk semangat dan langsung merebahkan tubuhnya hingga memudahkan tenaga medis mengobati lukanya.

"Cepet ya..jangan sampe ada keributan". Ucap Bintang membuat Bulan kembali mendengus. Tak habis pikir dengan jalan pikiran sahabatnya itu.

"Dasar bocah aneh". Gumam Bulan sebelum berlari menyusul Langit yang ia yakini kembali ke lapang untuk melabrak Catherine.

Sambil terus berlari Bulan mengingat percakapannya dengan Bintang yang membahas tentang mengapa gadis itu tak mau banyak orang tahu tentang statusnya.

"Lo tuh aneh Bin. Bukannya enak kalo semua tau siapa elo. Keturunan seorang Laksmana yang jelas punya kuasa penuh di sekolah ini. Terus ngapain sih lo susah-susah pura-pura jadi rakyat jelata". Bulan ingat betul pertanyaannya pda Bintang kala itu.

"Gue nyaman kaya gini Bul.."

"Mau lo ngaku juga nggak akan ngerubah apa-apa Bin. Lagian lo bisa bales semua yang suka bikin masalah ama elo kan". Bulan masih tak paham meski tahu jika Bintang nyaman seperi saat ini agar tak ada yang mendekatinya karna status semata. Ia ingin memiliki teman yang tulus.

"Belum waktunya Bul..gue bakal tunjukin apa itu kekuasaan nanti saat udah tepat waktunya". Jawaban Bintang selalu membuatnya berpikir.

Seperti saat ini, sambil terus berlari ia berpikir keras. Lalu waktu seperti apa yang menurut Bintang tepat untuk membuka jati dirinya. Bahkan saat terluka cukup parah seperti sekarang ini saja dirinya masih diam dan menerima? Bulan benar-benar dibuat tak habis pikir dengan sahabat baiknya itu.

"Haishh..semoga si biawak belom bikin rusuh ama si kucing". Bulan mempercepat lagi lari nya, ia tak mau sampai apa yang ditakutkan Bintang terjadi.

Meski ingin semua orang tahu siapa itu Bintang, namun Bulan sudah berjanji akan mencegah Langit membuat keributan.

...¥¥¥•••¥¥¥...

Sore readers...

...Terus dukung karya othor ya, jangan lupa tampol like nya ya. Komennya jangan sampe ketinggalan😊🥰...

...Happy reading semua😊 Sarangheo sekebon🥰🥰😘😘😘💋💐♥️...

1
Siti Nina
Yahhh,,,End deh makasih Thor dah bikin cerita yg menarik 👍🤗
amma_iKiss: hayu pindah lapak sebelah ka, udah up beberapa bab lho😍🙏
total 1 replies
Siti Nina
Masih sangat seru ko Thor ceritanya makin so sweet aja Langit sama Bintang 🤗🤗🤗tetep semangat 💪💪💪
Siti Nina
Lanjut thor semangat ya 💪
Siti Nina
Wahh,,keren Dion jadi pahlawan 👍😄
Siti Nina
Wahh,,, ternyata si keket lanjut thor
Siti Nina
Jangan " si sofia yg nyulik si bintang 🤔
Siti Nina
Lanjut kan Thor
Siti Nina
Oke di lanjut thor ttp semangat 💪💪💪
Siti Nina
Akhirnya berhasil juga lanjut thor ttp semangat 💪💪💪
amma_iKiss: makasih ka🙏😍😍😍
total 1 replies
Siti Nina
Yahhh,,,gagal maning 😄😄😄
Siti Nina
Lanjut Thor selalu di Nanti kelanjutanya 😊
Siti Nina
Akhir nya sah juga 🤗 lanjut kn thor 💪😊
Siti Nina
Lanjut thor semangat 💪💪💪
Siti Nina: sama sama thor 🙏😊
total 2 replies
Siti Nina
Di tunggu kreji up nya thor tetap semangat ya 💪💪💪
Siti Nina
Wahh,,,gak sabar gmna nanti rt nya Langit dan Bintang 🤔 Lanjut thor 🙏💪😁
Siti Nina
Paling suka sama karakter cewek yg kuat The best Thor karya nya 👍👍👍
Siti Nina
Suka heran padahal cerita sama kosa kata nya juga bagus tapi yg like nya sedikit kadang ada cerita nya biasa aja kosa kata nya juga kadang biasa aja tapi yg like nya banyak kenapa bisa gitu ya 🤔🤔🤔
Siti Nina
Baca ke 2x nya seru banget ceritanya 👍👍👍
Siti Nina
Ko blm di lanjut cerita nya thor semangat buat up nya 💪💪💪
wiwik wahyuni
hayo bintang kamu bakalan di sidang nih Ama langit
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!