zoeya, dia adalah mahasiswa miskin yg berkuliah di universitas empire state. suatu hari ia pergi ke perpustakaan terkenal dan terbesar di kotanya, yaitu CENTRAL INTERNATIONAL LIBRARY.
ia membaca buku catatan dan satu buku novel romansa yg bercerita tentang seorang bos terkaya yg dijodohkan dengan seorang wanita miskin yg cantik dan lumayan pintar, berprestasi dan banyak mendapatkan penghargaan dari berbagai perlombaan antar negara, antar universitas, nasional maupun internasional, tapi karna dia dilahirkan dari keluarga miskin, orang yg berada disekitar nya sedikit tidak nyaman, bahkan keluarga suami, keluarga nya dan suami nya sendiri pun bersikap sama seperti orang luar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hazelnut_krim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#bab 28
Setelah lucas selesai, ia langsung keluar dari kamar nya, ia menuruni tangga dan melihat elvina yg sedang duduk santai di sofa ruang keluarga, ia menghampiri nya dan berdiri tepat di depan nya
"eh lo udah selesai ternyata, yok berangkat" ucap elvina yg lalu berdiri dari duduk nya, lucas hanya mengangguk lalu berjalan tepat di depan nya elvina, elvina pun mengikuti lucas tepat di belakang nya
BRUK!!! Elvina yg menabrak punggung lebar lucas
"shhh ahhh. Lo tu gimana si? Berenti ga bilang bilang" kesal nya sambil memegangi kepala nya
"mangkanya kalau jalan tu liat ke kedepan" sahut lucas yg tidak merasa bersalah, ia lalu membuka pintu mobil dan masuk ke dalam mobil, elvina baru saja ingin masuk tapi pintu mobil nya sudah di tutup duluan oleh lucas
"ish dasar pelit" ucap nya yg kesal, ia lalu masuk ke dalam mobil melalui pintu mobil yg sebelah nya
'ckk apa si, baru kali ini gw ketemu sama cowo jutek kaya gini, mana sial nya gw mau jadi calon istri nya lagi ahkk' maki nya dalam hati, lucas hanya bisa memendam kemarahan nya, ia tak ingin elvina tau kalau dia bisa mendengar isi hati nya
*****************
Setelah cukup lama diperjalanan, akhirnya mereka pun sampai di kantor lucas, semua karyawan yg ada di sana langsung menyambut lucas dengan hangat dan tak lupa menundukkan kepala
"selamat datang pak presedir" ucap para karyawan yg membungkuk kan badan nya pada lucas, lucas tak menjawab ia terus berjalan tanpa menoleh atau pun balik menyapa, para karyawan melihat elvina yg berjalan di belakang lucas, mereka teekejut karna lucas yg sangat jaga jarak bahkan belum pernah menyentuh wanita ternyata bisa membawa seorang wanita ke kantor nya, semua karyawan sangat heboh karna dikejutkan dengan sikap elvina yg sangat ramah, mereka tak menyangka kalau elvina yg mewakilkan lucas balik menyapa, mereka jadi merasa sangat senang dan bahagia karna apa yg mereka pikirkan tentang elvina itu tidak benar, tadi nya mereka pikir elvina pasti orang yg sombong dan tidak ramah sama sekali, tapi ternyata prasangka itu sangat tidak benar
"weh weh liat, pak bos bawa perempuan ke kantor" ucap salah satu karyawan wanita pada karyawan lain
"iya cuyyy, ga nyangka gw, mana cewe nya cantik banget lagi, mungil, imut putih lagi, aduhh gw jadi insecure deh" sahut yg lain nya
"iya, pantes aja pak bos bisa suka sama tu cewe, mana putih banget lagi astaga" sahut yg lain nya lagi, mereka mulai bergosip hingga jam kerja di mulai
Elvina masuk ke dalam ruangan lucas lalu duduk di sofa yg berada di sebelah meja kerja lucas
'haaaa akhirnya bisa santai juga, enak juga ya idup gw sekarang, yahh lumayan lah' ucap elvina dalam hati nya, ia merasa kalau hidup nya sekarang jauh lebih baik dan lebih bahagia dari sebelum nya, meskipun kadang ia masih suka terpikir dengan ibu nya, lucas yg mendengar itu hanya tersenyum tipis, sebenarnya ia juga sudah sedikit senang bila melihat elvina senang dan bahagia, ia merasa perjuangan nya yg kerja untuk mendapat kan uang tidak sia sia
"ekhem, dah lo di sini aja! Ga usah kemana mana, ga usah bikin onar, inget sama janji lo tadi pas di rumah" tegas lucas
"iya iya gw tau" sahut elvina dengan santai, lucas melanjutkan kerja nya sambil terus mengawasi elvina
'ga yakin gw sama ni cewe' ucap lucas dalam hati nya, ia sedikit tak mempercayai ucapan elvina, itu sebab nya ia tak memperbolehkan elvina pergi ke mana pun
*******************
Beberapa jam berlalu dan elvina hanya duduk di sofa yg membuat nya sangat bosan, ia jadi merasa ingin keluar dari kantor dan berjalan jalan sebentar
'haaaa kapan si tu orang selesai kerja nya? Cape gw nunggu nya, serasa pingin keuar terus jalan jalan deh, nyesel gw ikut ke sini, dah bete, bosen mana ga ada orang yg dengerin cerita gw lagi, kalau gw cerita sama tu orang yg ada nanti malah gw yg di ceramahin sama dia, andai aja bi siti sama irene ada di sini' ucap nya dalam hati, lucas yg mendengar isi hati elvina memutar otak agar dia bisa diam dan tidak terus mengomel dalam hati, karna itu semua mengganggu fokus lucas
"lo mau makan?" tanya lucas pada elvina, elvina menoleh pada lucas dan menatap nya sebelum menjawab
"ya mau lah, gw dah laper dari tadi ege, lo pikir gw dari tadi nungguin lo di sini ga cape apa? Lama banget dah, bosen tau gw" kesal elvina lalu memanyunkan bibir nya, hal itu membuat lucas berpikir tentang pikiran kotor nya lagi, ia berusaha mengalihkan pikiran nya ke yg lain
"sial. Yaudah ayok" ucap nya yg mengalihkan wajah nya dari elvina karna pikiran kotor nya yg terus mengitari kepala nya, mereka berdua lalu keluar dari ruangan presedir dan naik lift untuk turun ke bawah
Setelah sampai di lantai satu, lucas dan elvina langsung berjalan menuju kantin kantor, di sana sudah ada banyak karyawan yg juga beristirahat sejenak
"waaa rame juga ya" ucap elvina yg melihat di sekeliling nya sudah banyak sekali orang
"ikut gw" lucas yg berjalan di depan elvina lagi, kali ini elvina sedikit menjauh karna takut akan menabrak lucas lagi seperti tadi pagi, lucas menoleh ke belakang dan menatap elvina sebentar
"hmh duduk situ" lucas yg menyuruh elvina duduk di kursi dekat jendela hias
"kita duduk di sini? Berdua?" elvina yg bingung
"ga berlima, ya iya lah berdua, habis itu mau sama siapa lagi? Aneh lo" ketus lucas lalu duduk tepat di samping elvina, hampir tak ada jarak di antara mereka, yg memisahkan mereka hanya lah tas kecil elvina, elvina tak terlalu memikirkan ucapan lucas, ia juga tak mengambil hati ucapan lucas, karna baginya itu hanya lah ucapan yg sudah sering ia dengar
'kok gw jadi sedikit sakit hati ya? Padahal ucapan gitu kan gw dah sering denger, tapi kok ini lain ya? Apa jangan jangan gara gara yg bilang itu orang terkaya ya? Atau gimana? Apa karna dia bukan keluarga gw mangkanya gw jadi sakit hati gini sama ucapan nya?' ucap elvina dalam hati nya sambil melirik ke arah lucas, lucas hanya diam tak menjawab juga tak merespon ucapan elvina barusan
'udah sering? Emang keluarga nya merlakuin dia gimana si? Kata orang orang keluarga nya merlakuin dia kaya ratu, apa ada sesuatu yg ga gw ketahui ya? Gw harus cari tau soal ini' ucap lucas dalam hati, ia lalu mengirim pesan pada salah satu asisten pribadi nya
lucas: (dalam lima belas menit saya mau informasi lengkap lain nya tentang elvina theodore)
TING!!! Pesan masuk dari lucas yg masuk ke ponsel kris, salah satu asisten pribadi lucas
"eh ada pesan masuk dari bos lucas, ada apa nih? Ada berita bagus kah? Atau nyuruh gw nyariin info tentang orang lagi?" ucap nya dengan insting kuat, ia lalu membaca pesan dari lucas
"nah kan gw juga bilang apa? Di suruh nyari info lagi kan, ahk ga ada kerjaan lain apa selain nyari info orang? Bosen gw" kesal nya, meskipun kesal dan terus mengomel, ia tetap mencari info tentang elvina, karna jujur saja kris juga sangat takut jika ia sampai di hukum oleh lucas, kalau sampai hal itu terjadi ia akan kehilangan pekerjaan nya dan ia juga akan menjadi gelandangan di jalan, ia tau jika ia melanggar perintah lucas, ia pasti akan di habisi oleh lucas atau paling tidak di sita semua hartanya, mengingat budi lucas yg sangat besar pada para pekerja nya, para pekerjanya jadi ingin membalas budi lucas terhadap mereka, itu sebab nya para pekerja lucas sangat penurut terhadap nya, juga tidak akan segan pada siapa pun yg berani mengusik keluarga lucas