NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta Sang Mafia

Mengejar Cinta Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Supernatural / Mafia / Romansa-Percintaan bebas / Romansa Modern / Chicklit / Tamat
Popularitas:649.8k
Nilai: 4.7
Nama Author: Inaya Arfal

Follow akun media Author 👇
#IG. Inayaar011


Aruna Ases De Bora seorang putri dari Negara M memiliki paras yang begitu cantik dan ayu. mempunyai sifat periang dan sedikit bar-bar namun di balik senyum yang dia perlihatkan tersimpan sebuah luka yang begitu menganga lebar melukainya begitu dalam.

Aruna jatuh cinta pada pandangan pertama kepada seorang pria yang datang menolongnya saat di jadikan Sandra.

Arkana Zeus Albarack Pria mapan dan kaya raya namun memiliki sifat dingin layaknya gunung es. pria yang memiliki masa lalu pahit tentang percintaan hingga membuatnya tak percaya lagi akan cinta.

Bagaimana cara Aruna menaklukkan tembok tinggi yang di bangun Arkana....?
Sanggupkah Aruna menerima masa lalu Arkana yang hidup berdampingan dengan Arkana?
Bisakah Arkana menerima cinta Aruna....?

Jika penasaran silahkan baca kisahnya selanjutnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Inaya Arfal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Belati

"Siapa kamu?" tanya Raja Arthur, Zelan dan Zilan secara bersamaan.

"Orang yang kalian cari selama ini" jawab Delyana dengan senyum miring ke arah ketiga Pria di depannya.

"GADIS PEMBURU"

Raja Arthur, Zelan dan Zilan menatap Delyana dari kepala hingga turun ke kaki. ketiga pria itu tidak menduga jika orang yang mereka cari selama ini sekarang berada di depan mereka berdiri tegak dan tanpa rasa takut menatap mereka bertiga.

"Jadi kamu gadis pemburu itu?" tanya Raja Arthur datar.

"Yah" jawab Delyana singkat namun sopan.

"Kamu dimana selama ini? kenapa kami mencarimu tapi tidak menemukanmu?" tanya Raja Arthur lagi.

"Di tempat jauh yang tidak dapat kalian temukan" jawab Delyana santai.

"Lalu bagaimana Princess menemukan mu?" Kali ini yang bertanya bukan lagi Raja Arthur tapi Putra Mahkota Zelan.

Delyana menoleh ke arah Zelan lalu membuka mulut untuk menjawab pertanyaan Zelan namun terhenti karna pekikan Aruna.

"Wow dimana kakak mendapatkan belati seperti itu" pekik Aruna menatap penuh binar belati di tangan Delyana.

"Kau menyukainya Princess?" tanya Delyana menatap Aruna.

"Hm suka" jawab Aruna dengan mengangguk-anggukan kepala seperti anak kecil.

Kedua mata Aruna tak lepas dari belati yang di pegang oleh Delyana jika bisa di lihat mata Aruna sudah berbintang-bintang menatap belati itu.

"Ambillah" Delyana menyodorkan belati itu lengkap dengan sarungnya.

"Untukku?" Aruna menunjuk diri sendiri.

"Ya tapi jangan sampai hilang ya, hanya belati itu peninggalan Kakek aku tidak punya uang lain lagi" ucap Delyana dengan senyum di bibirnya tapi Aruna tau ada nada sendu dan sedih di dalam kata Delyana.

"Kalau begitu tidak usah lagi pula itu pemberian Kakek kamu kan?" Aruna menolak secara halus.

"Tidak apa-apa aku yakin Princess pasti menjaganya dengan baik. nanti jika aku sudah menemukan sebuah belati yang indah lebih indah dari ini aku akan mengambilnya untuk Princess dan aku akan mengambil kembali belati ini" kata Delyana menyakinkan Aruna.

Belati itu memang pemberian Kakeknya untuknya namun Aruna juga penting baginya. Delyana yakin Aruna akan menjaga belati itu sehingga Delyana tidak ragu untuk memberikannya kepada seseorang yang akan ia jaga sekarang, nanti, dan di masa depan.

"Baiklah. aku berjanji akan menjaga belati ini" kata Aruna dengan senyum manis di bibirnya.

Tangan Aruna terulur mengambil belati yang di sodorkan Delyana padanya. Aruna menatap penuh minat akan belati di depannya entah kenapa Aruna merasa begitu ingin memilikinya.

"Apa sekarang sudah aman? tudung ini membuatku kepanasan?" tanya Aruna.

Mendengar pertanyaan Aruna entah bagaimana mereka semua langsung menoleh ke arah Delyana. sedangkan Delyana langsung mengernyit bingun saat semua anggota kerajaan menatapnya.

"Bukalah keadaan sudah aman." kata Delyana.

Mendengar itu dengan semangat 45 Aruna menarik tudung di kepalanya hingga terlepas.

"Ada apa dengan wajahmu Princess kepana menjadi tirus seperti ini?" tanya Zelan menatap dalam wajah Aruna yang memang berubah sedikit tirus.

"Ayahanda juga baru menyadari jika tubuh kamu sedikit lebih kurus dari biasanya?" sahut Raja Arthur ikut menimpali.

"Eh tidak apa-apa. Aru sengaja diet karna di negara Aru tinggal mereka suka mempunyai tubuh ramping dan wajah tirus" jawab Aruna santai dan tenang yang tentu semua itu dusta.

"Oh begitu " balas Raja Arthur dan Zelan manggut-manggut.

Jika Raja Arthur dan Zelan percaya-percaya saja berbeda dengan Zilan yang diam-diam mengepalkan kedua tangannya dengan tatapan yang tajam.

"Gara-gara b*j*ngan itu adikku harus kurus dan tidak tidur nyenyak tapi bukannya bersyukur b*j*Ngan itu malah membuat adikku sakit hati" kata Zilan dalam hati.

Zilan sangat membenci Arkana apalagi saat mengetahui jika Arkana melempar sang adik ke ranjang asistennya yang suka main perempuan membuat Zilan semakin membencinya namun Zilan tidak bisa berbuat apa-apa karna ia takut Aruna akan semakin membencinya.

"Gadis pemburu saya Pangeran Zilan meminta maaf sebesar-besarnya atas apa yang terjadi bertahun-tahun lalu" ungkap Zilan dengan tegas.

"Tidak apa-apa saya sudah memaafkan Pangeran jauh sebelum anda minta maaf." balas Delyana santai menatap hangat Zilan.

Mungkin beberapa orang akan berfikir jika Pangeran Zilan mempunyai sifat Arogant dan egois namun Delyana paham. apa yang di lakukan Zilan semata-mata hanya karna terlalu menyayangi adik kecilnya hingga tidak mudah percaya akan siapa pun yang mendekati adik kecilnya.

"Jika memang nona telah memaafkan ku lalu mengapa baru muncul sekarang?" Zilan bertanya dengan menatap tajam Delyana.

Raja Arthur dan Zelan langsung menoleh ke arah Delyana menunggu jawaban apa yang akan di berikan gadis di depan mereka itu. sedangkan Delyana terlihat diam lalu menarik napas lalu membuangnya.

"Dulu saya menghilang bukan karna ancaman anda pangeran tapi ada suatu kewajiban yang harus saya pikul. saya menghilang untuk berlatih menjadi kuat agar saya mampu berdiri di sampingnya melindunginya dari segala ancaman dan mara bahaya di masa depan." ucap Delyana menarik napas.

"Selama 9 tahun, saya berlatih siang dan malam untuk menjadi kuat dengan harapan tidak terlalu lama tidak menyangka bawah saya butuh 9 tahun untuk bisa sekuat ini, walau begitu kekuatan saya sekarang belum bisa di katakan hebat dan masih butuh untuk di asa lagi" kata Delyana menarik napas dalam-dalam menerawang jauh di depan sana.

1
NK Penyair
Kabarnya Zilan gimana, Thor? 🙂
maher Abidzar
anak buah aruna rada somplak😁
Yanto Mi
arkana ak padamu../Heart//Heart/
Yanto Mi
thor...ak mewek baca part ini..!/Sob//Sob/
Helen Nirawan
menyebrangi tujuh lautan,berjalan di atas bara api , masuk ke kandang anaconda ,berkelahi dgn ikan hiu ,
Helen Nirawan
br turun 1% ,teriak2 , kata ny lu kaya byk harta ,segt aj dah kebakaran jenggot, blg cewe2 dekeitin lu krn harta lu, apaan ,brarti lu miskin,1% aj ,ngamuk2 ,gk usah byk gaya ,preett
Helen Nirawan
gk usah mikirin itu cowo kampret ,anggap aj dah mati ,cari yg jauh lebih 3x dr cowo gk.mutu itu ,
Helen Nirawan
sapa yg mau harta elu ,isshh,aruna jauh jauh jauh lbh lebih lebih kaya tau , dunia py dia ,cowo gk mutu
Lilisdayanti
Ceritanya bagus,,cuma pangilan ayahhada itu sangat2 mengganggu walau,,di dalam Cerita jaman kerajaan,,tapi entahlah,,mungkin lebih lugas lagi dengan sebutan DADY atau papih dsb,,🤭
Lilisdayanti
yuhuu aqu mampir 🎉nyimak dulu kayanya seru 🤭
zennn
apa ya kira²
Venni Rahmadhani
suka
fadzielahkook
Kecewa
Dzisya
luar biasa
Dzisya
ini kan cerita di novel sebelah Thor,,salah nyimpen ya Thor
Dzisya
iya tu bisa jadi, makanya Arkana ngga merasa degdegan pas natap mata nya Aruna🤔🧐
Suhaja Uke
good job Arkana aku syukak jawabnmu😘😘
Fanisya Nofa agustina
lanjut Napa thorr😭seru tau
kangsemen
okey first reading baca karya author^^
Iin
bikin penasaran
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!