Kisah seorang gadis miskin yang slalu terlihat ceria, tegar dan tak pernah goyah dalam menghadapi masalah hidupnya.
Namun siapa sangka, dibalik sifatnya itu, dia menyimpan semua kerapuhan dan kesedihan dalam dirinya.
Keadaan hidupnya yang slalu berada dalam kesulitan, menuntutnya menikah dengan seorang Pria yang tidak mencintainya sama sekali. Sehingga, dia harus merasakan perihnya luka dihati yang slalu di simpan rapi dalam senyuman indahnya.
Bagaimana kelanjutan kisahnya🤔...
Apakah dia akan bertahan atau malah pergi dari maslah hidupnya??
Mari kita langsung aja caapcuuus kepoin ke isi Novel😊
Happy Reading!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pelita Abadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kopi buatan Dea
Di dalam mobil, Dea terus memeluk ibunya seakan dirinya akan berpisah jauh dari ibunya dan tak akan bertemu lagi.
"Ibu, jaga kesehatan, ya. makannya jangan sampai telat." ucap Dea.
"Iya, nak." Jawab bu Dewi yang membalas pelukan Dea.
Zico hanya melihat adegan mengharukan antara ibun dan anak itu dari kaca depan.
"Maafin Dea ya, Bu. Sampai saat ini Dea belum bisa balas jasa ibu." Air mata Dea menetes tiba-tiba.
"Ternyata dia juga punya air mata." Zico menyunggingkan bibirnya.
"Iih... anak gadis ibu, kenapa nangis." ucap bu Dewi.
"Dia bukan anak gadis lagi, bu. Udah jadi mak-mak, sama seperti ibu. tapi, bedanya dia masih cengeng sama seperti anak balita." sela Zico dari depan.
Bu dewi tersenyum mendengar perkataan Zico, namun berbeda dengan Dea.
Dia langsung melotot marah.
"Heeh Beruang kutub, siapa yang udah jadi mak-mak dan masih seperti anak balita?" kesal Dea.
"Nak, nggak boleh begitu sama suami, jangan pernah meninggikan suara mu ketika bicara dengan suami! itu tidak baik." Bu Dewi mencoba menenagkan anaknya yang sudah tersulut emosi akibat di katain emak-emak oleh Zico.
"Tuh, dengarin apa yang di bilang ibu!" ucap Zico merasa menang.
"Kenapa aku aja yang di nasehati, kan jadi besar kepala dia, Bu." protes Dea tak terima.
"Aku, nggak bersalah. Aku anak baik dan manis, makanya ibu nggak memarahi aku." jawab Zico membuat Dea semakin kesal.
"Syukurlah jika memang kamu udah jadi orang baik." sindir Dea.
"Emang aku orang baik, tanyain sama ibu kalo nggak percayab" jawab Zico.
"Udah... udah, kalian seperti anak kecil lagi bertengkar aja." ucap bu Dewi yang bingung mau memihak siapa, anak dan menantunya sama-sama tak mau mengalah.
"Di depan ada persimpangan, kita Belok kiri ya!" ucap bu Dewi memberi arahan pada Zico yang belum tau alamat rumahnya.
"Iya, Bu." jawab Zico.
"Rumahnya yang mana, Bu" tanya Zico.
"Itu, di dekat pohon itu." Tunjuk bu Dewi.
"Ini, bu? Zico memastikan sebelum memasuki halaman rumah sederhana di hadapannya.
"Iya, nak." bi Dewi membenarkan.
"Masuk, nak." bu Dewi mempersilahkan Zico masuk bersamanya.
"Iya, bu." Zico mengekor di belakang Dea.
"Mau minum apa, nak. Teh atau kopi?" tanya bu Dewi.
"Nggak usah repot-repot, bu. Biar istri ku aja yang ambilin aku minum." jawab Zico.
"Nggak usah minum, tadi kan udah minum di mansion." jawab Dea ketus.
"Naak ...." bu Dewi menggelengkan kepalanya.
"Minum apa?" tanya Dea pada Zico.
"Apapun, asalkan buatan istriku. pasti, ku minum." jawab Zico sok manis.
"Oke, akan ku buatin. Awas jika nggak di minum habis." ucap Dea sambil tersenyum.
Niat jahat Dea muncul untuk mengerjai Zico.
Dea mengambil gelas, memasukkan tiga sendok penuh kopi kedalamnya dan mengganti gula dengan garam.
"Silahkan di minum sampai habis, suami ku tercinta." Dea meletakkan segelas air kopi di hadapan Zico.
Melihat kopi yang di sodorkan oleh Dea begitu pekat dan terlihat aneh, tak seperti kopi yang biasa dia minum. Zico mulai curiga terhadap Dea.
"Jangan-jangan dia mengerjai ku dengan menaruh racun di minuman itu supaya dia terbebas dari perjanjian itu." Batin Zico sambil terus memandang air di depannya.
"Aku minta satu gelas lagi." ucap Zico.
"Haah, itu aja belum di minum, sekarang minta lagi?" tanya Dea.
"Maksud ku, minta gelas kosong." jawab Zico.
"Owh." jawab Dea berlalu menjemput gelas tanpa curiga apa yang akan di lakukan Zico.
"Ini, gelas nya." Dea memberilan gelas kosong pada Zico.
"Duduk lah" Zico menepuk kursi di sampingnya.
"Hmm." Jawab Dea malas.
"Aku akan meminum air ini berdua dengan istri ku tersayang." ucap Zico licik sambil membagi air itu kedalam gelas kosong.
"Aku nggak suka kopi," jawab Dea.
"Sejak kapan kamu nggak suka kopi?" tanya bu Dewi melihat aneh ke arah Dea.
"Biasanya doyan." ledek bu Dewi pada anaknya
"Dia lagi malu aja sama suaminya,bu." ucap Zico.
"Ini, minumlah sampai habis! jika kamu nggak mau minum, aku juga nggak mau minum." kata Zico.
"Ya, udah. Nggak usah minum." jawab Dea ketus.
"Dea, hargai suami mu!" ucap bu Dewi sedikit kecewa dengan sikap anaknya.
"Iya, aku minum." ucap Dea.
"Gitu Donk." bals Zico.
"Ayuk, siapa yang duluan habis." ucap Dea sambil mengambil gelas berisi air di hadapannya.
"Iya, istri ku. Nggak sabaran banget." Zico juga mengambil gelas dihadapannya.
Zico meminum air itu susah payah sampai habis berbeda dengan Dea yang menyeruput air itu cepat dengan sekali tegukan dan langsung berdiri mencari bantuan air putih dan gula.
Niat hati ingin mengerjai Zico tapi malah Dia juga ikut kena getahnya.
(Senjata makan tuan ceritanya gays ....)
Melihat Dea berdiri dengan Cepat, Zico pun ikut di belakang Dea karna di dalam mulutnya terasa begitu aneh.
"Kamu mau ngeracuni, aku?" Zico memegang lengan Dea keras.
Dea hanya diam tak menjawab. karna, dia sadar sudah bersalah dan kini juga ikut merasakan ulahnya.
"Kamu harus tanggung jawab!" Zico mendekati Dea dan langsung menyambar bi-8ir Dea.
Zico melu-ma+ daging kenyal yang berada di hadapannya, menggigit bi8ir bawah Dea supaya Dea memberinya akses mengelola bagian dalam mulu+ Dea.
Usaha Zico untuk mengelola bagian dalam mulu+ Dea pun berhasil. lama luma*an itu terjadi sehingga membuat kedua nya ngos-ngosan kehabisan oksigen.
Melihat nggak ada tolakan dari Dea membuat Zico ketagihan, Dia kembali meluma+ dan merangkul Dea, kini tangannya mulai menjelajah kesana sini di tu8uh Dea.
Penjelajahannya berhenti di gunung merapi dan singgalang. Zico sangat menikmati penjelajahannya di sana. namun, tiba-tiba aksinya terhenti akibat Dea mendorong keras tubuhnya.
Dea menyeka bi8ir dan membereskan bajunya yang berantakan akibat ulah Zico.
Setelah itu Dea berlalu pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun.
"Hey, tombak, kenapa jadi bangun begini, sih?" gumam Zico sambil mengeluarkan ponselnya.
Zico mencari kontak seseorang di sana dan menekan tombol deal.
Call On ....
"Hallo ...." Terdengar suara dari dalam ponsel Zico.
"Aku butuh penyegar, sekarang!" ucap Zico tanpa membalas salam dari orang yang di telponnya.
"kamu carikan yang benar-benar bisa membuat ku, puas!" lanjut Zico.
"Aku akan sampai disana lima belas menit lagi. Ketika aku sudah sampai di sana, barangnya harus sudah ada. Jika, tidak ... maka, kamu akan menjadi gantinya." Zico mematikan telponnya, tanpa menunggu jawaban dari seberang sana.
Call off ....
Zico kembali memasukkan ponselnya ke dalam saku sambil berjalan menuju ruang tamu.
"Dea, mana, Bu?" Karna tak melihat Dea ada di ruang tamu, Zico menanyakan Dea kepada mertuanya.
"Ada di kamarnya. Yang sebelah kanan tv, itu, kamar Dea." Tunjuk bu Dewi.
Zico berjalan menuju arahan dari mertuanya dan mengetuk pintu kamar Dea.
Tok took tok ....
pintu kamar terus di ketuk oleh Zico. namun, tak ada jawaban dari dalam.
"Sayang.ini, aku ... suami mu. Boleh aku masuk?" ucap Zico di depan pintu kamar Dea.
Namun tak juga ada jawaban yang terdengar.
Zico mencoba memutar handle pintu itu.
"Ternyata Nggak di kunci." Zico mencoba masuk kedalam kamar Dea. Namun, tak menemukan Dea di sana.
"Nggak, ada ... Murai Batu, kemana?"
"Mungkin di kamar mandi." Senyum licik terpampang jelas di bibir Zico.
"Karna, kamu, sudah berani mengerjai , aku, maka, aku akan balas perbuatan mu, juga." Zico mendekati kamar mandi dan memutar handle pintu nya pelan-pelan. Kebetulan, pintunya nggak di kunci.
Dea yang sedang membersihkan dirinya membelakangi pintu kamar mandi, tak mengetahui kehadiran Zico di sana.
mudah mudahan doen berhasil yah main tembak tembakan sama Dea.
mampir yuk di novelku
Love In Underground
jng lupa mampir lagi kelapak ku say🤗