NovelToon NovelToon
Ayah Untuk Anak Kembarku

Ayah Untuk Anak Kembarku

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:265.7k
Nilai: 5
Nama Author: Shakeena

Silvira, wanita berparas cantik yang ditinggal meninggal suaminya, ia memiliki putra kembar yang pintar namun selalu merindukan kasih sayang ayahnya.

Silvira tak sengaja bertemu mantan kekasihnya waktu kuliah dulu. Namun sang mantan sudah berkeluarga, dia sebenarnya sangat menginginkan mantan kekasihnya itu kembali, namun keinginan itu ditepis jauh-jauh setelah mengenal istrinya, dan dia mendapat hidayah untuk belajar agama lebih baik menjadi wanita sholiha agar mendapat pasangan yang sholih pula.

Siapakah lelaki yang memikat hatinya? Bahagiakah kehidupannya selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shakeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#25

"Abati, kapan kita punya adik?" tanya Fahri.

"Hmm, sebentar lagi in syaa Allah sayang, semoga Allah mudahkan kita buat punya adik bayi," jawab Azam.

"Aamiin," sahut Farhan dan Fahri mengamini.

"Ini Abati sama Umma lagi dimana?" tanya Farhan.

"Lagi di kantor Abati, ini Umma datang jemput Abati, kalau gitu Abati sudahi dulu ya, in syaa Allah nanti kita sambung lagi, uda sore kami mau pulang dulu,"

"Iya Abati, Assalamualaikum,"

"Waalaikumusalam," jawab Azam kemudian menutup panggilan itu.

Silvira segera keluar dari bangku kemudi dan pindah ke bangku penumpang, kemudian Azam mengambil alih kemudi. Mereka pergi meninggalkan kantor Azam.

"Sayang, aku sebenarnya gak pengen ninggalin kamu sendiri di rumah, tapi ada tugas dari kantor, dua hari ke depan ada rapat kerja nasional di luar kota," ucap Azam memberitahukan perihal surat tugas tadi.

"Ya gak papa Mas, namanya juga abdi negara, ya harus taat sama tugas negara," ucap Silvira walaupun sebenarnya dia sedih harus berpisah dengan Azam walau hanya dua hari.

"Kalau gitu kamu bantu Mas berkemas ya, terus bilang bu Wati besok selama dua hari biar nginap dj rumah saja," pinta Azam.

"Iya nanti in syaa Allah aku siapkan keperluan Mas, tapi aku sendiri di rumah juga gak papa kok," sahut Silvira.

"Hey, biar aku lebih tenang aja, biar bu Wati temani kamu, anak-anak gak ada di rumah, biar kamu gak kesepian, ya.. nurut ya," bujuk Azam.

"Iya Mas, tapi kalau bu Wati tidak bersedia jangan dipaksa ya,"

"Iya baiklah, malam ini kita kencan yuk," ucap Azam sambil melirik istrinya. Silvira tersenyum manis mendengarnya.

"Kok senyum, mau gak?" tanya Azam lagi.

"Iya mau, habisnya Mas lucu, pakai ngajak kencan segala, kayak anak muda pacaran aja," jawab Silvira sambil terkekeh.

"Lha emang kita harus terus berjiwa muda, dan lagi kita kan memang pacaran, pacaran setelah akad," ucap Azam sambil tersenyum lebar juga.

Tak terasa mereka sudah sampai di rumah. Mereka segera ke atas untuk membersihkan diri. Silvira sudah mandi duluan, kemudian ganti Azam yang mandi, dan Silvira menyiapkan pakaian untuknya.

Silvira termenung di tepi tempat tidur, dia merasa berat ditinggal Azam esok. Hari-harinya mulai terbiasa dengan kehadiran Azam. Mulai bangun pagi, dia membuka mata dan Azam yang pertama dilihatnya, hingga malam tiba Azam menjadi orang terakhir yang dilihatnya juga.

Azam keluar dari kamar mandi hanya melilitkan handuk di pinggangnya. Dia melihat Silvira tengah duduk terdiam tanpa menyadari bahwa dia sudah selesai mandi. Azam kemudian mendekatinya.

"Hey, sayang kenapa?" tanya Azam sambil memakai celana pendek yang disiapkan Silvira.

"Tunggu, kamu gak siapkan baju atasan buat aku?" tanya Azam.

"Iya, sengaja biar aku bisa peluk dan cium sepuasku," jawab Silvira sambil tetap terduduk dan memeluk Azam yang masih berdiri, menghirup wangi tubuhnya, yang membuainya hingga menjadi candu baginya.

Azam tersenyum lebar mendengarnya. Silvira tiba-tiba menangis. Azam jadi bingung, ini kenapa istrinya.

"Hey, kok nangis, ada apa?" tanya Azam sambil membelai rambut Silvira. Hingga lima belas menit mereka tetap pada posisi itu.

"Sayang, Mas sudah boleh duduk? Mas seneng dipeluk, tapi kaki Mas kesemutan," ucap Azam.

"Heh, maafin aku Mas," ucap Silvira sambil melepaskan pelukannya.

"Kamu ini kenapa sih sayang, hmm,"

"Aku kecanduan,"

"Apa? Kecanduan apa Dek?" tanya Azam terkejut.

"Kecanduan bau tubuh Mas, kecanduan kehadiran Mas di sampingku, aku takut besok malam gak bisa tidur tanpa Mas di sampingku," ucap Silvira. Azam tersenyum sangat lebar mendengarnya.

"Oh no, kamu lucu sekali sayang, aku hanya pergi dua hari kok, aku janji akan sering menelponmu in syaa Allah," ucap Azam.

"Yuk sini aku peluk, sebenarnya pengen ngajak kamu juga, tapi nanti kasihan si jomblo Hilmy jadi obat nyamuk nanti," ucap Azam sambil merebahkan tubuhnya di pembaringan, Silvira mengikutinya. Azam dan Silvira saling berhadapan, namun kepala Silvira tenggelam di dada Azam, Azam membelainya.

"Mas pasti bilang, aku jadi bucin," ucap Silvira sambil mendongakkan kepalanya menatap wajah Azam. Lagi-lagi Azam tertawa dibuatnya.

"Gak papa, ini perasaan yang wajar, kalau kamu bersikap seperti ini berarti kamu peduli sama Mas, dan sebaliknya kalau kamu biasa saja akan Mas tinggal pergi, berarti perlu dipertanyakan nih, cinta gak sama Mas," ucap Azam.

"Hmm, Mas mencintaiku?" tanya Silvira. Azam hanya terdiam, dia lantas mencumbui istrinya itu hingga mereka berdua terlena dalam hangatnya cinta dari sepasang kekasih halal yang meraup pahala sebanyak-banyaknya, hingga mereka tertidur karena kelelahan.

Saking lelahnya hingga mereka hampir melewatkan Maghrib. Silvira terbangun, setelah mengumpulkan nyawanya kembali, dia membangunkan Azam.

"Sayang, bangun, Mas Azam, sayang, Maghrib sudah hampir habis, kita mandi yuk," ajak Silvira. Azam segera bangun dan mandi untuk segera sholat maghrib.

Selepas Maghrib sesuai rencana, mereka pergi berkencan. Mereka pergi ke sebuah mall besar di kotanya. Azam tak pernah melepas tangan Silvi dari genggamannya. Penampilan Azam yang maskulin dan manly membuat para wanita tak melepas pandangan mereka.

"Hmm maa syaa Allah beginikah rasanya jalan sama cowok ganteng, seganteng itukah suamiku, hingga para cewek gak berhenti memandangimu Mas," bisik Silvira.

"Gak usah dipedulikan, I'm yours baby," ucap Azam. Mereka sampai di restoran masakan jepang di dalam mall itu.

"Kamu senang sayang kita bisa kencan seperti ini?" tanya Azam.

"Iya, tentu saja senang, tapi aku lebih senang di rumah bersamamu Mas,"

"Aku juga Dek, lebih suka kita di rumah, bisa saling apa aja di rumah, hahaha,"

Malam itu mereka menghabiskan malam dengan bahagia.

🚗🚗🚗🚗

Pagi itu Azam sudah siap berangkat, dia menunggu Hilmy menjemputnya. Silvira sudah menyiapkan semua keperluan Azam selama pergi.

Silvira dan Azam duduk di ruang tamu, Silvira menggenggam tangan Azam. Silvira masih terlalu berat melepas kepergian Azam. Azam menepuk-nepuk punggung tangan Silvira untuk menenangkannya.

"Cuma dua hari baby, kamu sama bu Wati ya, aku juga pasti sangat merindukanmu," ucap Azam.

"Iya Mas, aku akan menjaga diriku untukmu," ucap Silvira.

"Assalamualaikum," sapa Hilmy dari luar.

"Waalaikumusalam," jawab Azam dan Silvira.

"Gimana sudah siap?" tanya Hilmy di depan pintu rumah mereka.

"Iya, yuk. Aku berangkat dulu sayang, baik-baik di rumah," ucap Azam sambil memeluk dan mencium kening Silvira. Hilmy salah tingkah melihatnya.

"Ehem.. hufh jiwa jombloku meronta," Hilmy berdehem. Azam dan Silvira yang mendengarnya segera melepaskan pelukan mereka.

"Eh maaf ya mblo," ucap Azam.

"Baiklah nyonya pengantin baru, maaf ya suaminya saya bawa sebentar," ucap Hilmy. Lalu Azam bersama Hilmy berangkat menggunakan mobil Hilmy.

1
Cis Siu
bAgus banget
Citra Julinar
💜💜💜
Rita Piliang
musiknya terlalu dominan dr pada audio pembacanya
Nina Hani Anissa
Luar biasa
Inchess qopsie
perasaan kecelakaan mulu deh🙏😊
Lia Fitria
Semoga Azam sepat sembuh & tidak amnesia
Lia Fitria
Beruntung ya Silvira punya adek ipar yang ju"r
🌷𝙈𝙗𝙖 𝙔𝙪𝙡 ☪
udah mampir n baca 👍👍👍💪💪💪
🌷𝙈𝙗𝙖 𝙔𝙪𝙡 ☪
alhamdulillah... semua dikasih kemudahan dan rezeki berlimpah banyak keturunan..❤❤❤
wa fiiki baarokalloh ukhti Shakeena..
Nurhayati
next.....next.....
🌷𝙈𝙗𝙖 𝙔𝙪𝙡 ☪
hamidunkah silvira?
Siti Fathonah
lanjuuuttt
Siti Fathonah
lanjuuuuttt thorrrrr
Siti Fathonah
lanjuuuuttt
Siti Fathonah
lanjuuuuttt thorrr
Siti Fathonah
lanjuuuuttt
Syifa Syifa
ko jarang up nya
🌷𝙈𝙗𝙖 𝙔𝙪𝙡 ☪
seneng liat rasa persaudaraan mereka... maa Syaa Allah
Nurhayati
lanjut
🌷𝙈𝙗𝙖 𝙔𝙪𝙡 ☪
good job silvira👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!