Siapa sangka bekerja di sebuah hotel akan mengantarkan kesucian yang di jaganya, Dhea harus kehilangan mahkotanya di saat seorang pria memaksanya untuk melayaninya saat mengantar minuman.
Hingga gadis itu hamil dan melahirkan anak kembar yang sangat cantik.
Arya Ghora prasida, bahkan pria itu pun tak tau siapa wanita yang sudah berhasil membuatnya puas hanya dengan satu malam, hingga rasa itu menjadi candu baginya, dan Arya tak bisa melupakannya walaupun sekejap.
Sampai lima tahun penantian yang hampa, akhirnya mereka di pertemukan kembali, meskipun tak saling mengenal, Arya merasa ada sebuah aliran listrik yang menyengat di saat ia berdekatan dengan Dhea.
apakah dunia akan mempersatukan mereka dengan hadirnya si kembar yang hebat?
ataukah Dhea memilih untuk hidup sendiri, dengan kedua putrinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadziroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Donor darah
''Dimana Reina?''
Suara Arya mengejutkan Dhea yang dari tadi menangis di pelukan Restu, wanita itu kembali mengeraskan tangisannya saat menatap tubuh kekar Arya mematung di depannya. Tak ada yang di salahkan, hanya menyayangkan kejadian yang menimpa putrinya.
''Di dalam, dokter masih memeriksanya,'' Ujar Restu masih merangkul tubuh lemas Dhea.
Arya mendekati pintu kaca itu, di tatapnya Dokter yang sedang beraktivitas di dalam.
''Maafkan aku.'' Ucap lagi Arya kembali mendekati Dhea. Merasa bersalah dengan kejadian itu.
Tak ada yang perlu di maafkan, itulah yang ingin di katakan Dhea, namun semua masih tertahan. Karena Dhea tak sanggup untuk membuka suara sebelum mengetahui kondisi anaknya.
Ceklek, Dokter yang memakai seragam berwarna hijau keluar dari ruangan menghampiri semuanya.
Dhea beranjak, begitu juga dengan Restu yang selalu menjadi sandaran wanita itu.
''Bagaimana keadaan Reina, Dok?'' Tanya Restu, memastikan kalau bocah kecil itu baik baik saja dan tak ada luka yang serius.
Huh
Dang Dokter mendesah seraya melepas sarung tangannya. Wajahnya bapak gelisah dan tak bersahabat.
''Maaf Pak, kondisi Ananda Reina sangat kritis, benturan di kepalanya cukup keras, dan membuatnya kehilangan banyak darah. Sedangkan darah di rumah sakit ini kebetulan lagi kosong.''
Ternyata semua tak sesuai ekspektasi Dhea.
"Apa?! Pekik Arya, tak terima dengan penuturan sang Dokter.
Pria itu menarik kerah baju Dokter di depannya hingga sang empu tercekik.
"Apa dokter bilang? Bagaimana bisa rumah sakit semewah ini kehabisan stok darah, apa saja yang kalian lakukan selama ini, dasar nggak becus?'' Mata Arya merah padam, amarahnya kembali membuncah mendengar penuturan sang dokter.
"Ta----tapi darah Ananda Reina memang sangat langka Tuan," menciut dan tak berani menatap wajah Arya.
"Memangnya darah Reina apa, Dok?" Tanya Restu, mengelus lengan Dhea yang semakin bergetar hebat.
"AB, jika ada salah satu dari orang tuanya atau kerabat, kami mohon untuk kendonorkan darahnya, karena tidak ada waktu lagi untuk mencari ke rumah sakit lain."
Dhea diam, begitu juga dengan Restu, karena keduanya tak ada yang sama dengan darah Reina.
"Darah saya AB. Ambil darah saya sebanyak yang dokter mau, asalkan nyawa Reina selamat."
Bersamaan dengan detak jantungnya yang berdegup kencang, Arya meluncurkan ucapannya, matanya menatap wajah sendu Dhea, pikirannya mulai traveling ke mana mana mengingat kejadian yang pernah di lakukannya enam tahun silam.
"Tuan yakin mau membantu Reina?" Dhea kembali memastikan.
Pria itu hanya mengangguk tanpa suara.
"Mari Tuan, silakan ikut kami, Tuan akan di periksa terlebih dahulu sebelum mendonorkan darah Tuan."
Tak ada waktu lagi untuk berbincang, Arya mengikuti langkah dokter menuju ruangan.
Darahku sama dengan Darah Reina, apa mungkin Reina adalah putriku, atau ini hanya kebetulan saja.
Seperti mendapatkan sebuah keajaiban di tengah tengah musibah yang melanda, Akhirnya Dhea bisa tersenyum, meskipun masih belum sepenuhnya membaik, setidaknya Arya adalah harapan untuk kesembuhan putrinya.
Menunggu dan berdoa itu lah yang hanya di lakukan Dhea dan Restu yang masih berada di depan ruangan Reina.
"Dhea," Yesi berhamburan memeluk Dhea yang masih betah menangis.
"Reina, Yes," sama seperti Restu, Yesi pun hanya bisa menenangkan wanita itu.
"Kamu tenang ya, semua pasti akan baik baik saja.''
Yesi mengusap air mata Dhea, menguatkannya untuk tetap tegar, meskipun ia sendiri sebenarnya runtuh setelah mendapat pesan dari Restu.
"Keluarga Ananda Rania," seorang suster cantik menghampiri Dhea dan Yesi serta Restu.
"Saya Mamanya, Sus, ada apa ya?"
"Pasien sudah sadar dan dia mencari Anda."
Dhea berlari ke ruangan di mana Rania di rawat, Sedangkan Yesi dan Restu mengikuti dari belakang.
"Rania, kamu sudah sadar, Nak?" Merengkuh tubuh Rania yang masih berbaring lemah.
"Mama, dimana Reina?" Rania menyeka air mata Dhea yang terus menetes membanjiri pipinya.
"Reina sedang di periksa sayang, kita berdoa saja, semoga Dek Reina baik baik saja."
Dhea menumbuhkan semangatnya, mengingat kini ada Arya yang ikut bertaruh untuk putrinya.
"Mama jangan nangis, Reina akan baik baik saja. Dan kami akan bertemu papa.''
''Kan dia anak yang hebat,'' Timpal Restu.
Papa, kenapa Rania bicara seperti itu, apa dia masih ingat mimpinya, atau memang itu akan terjadi.
Dhea menggendong Rania dan membawanya keluar.
Baru saja tiba di depan ruangan Reina di rawat, Dhea kembali cemas saat dokter keluar dari ruangan tersebut.
''Bagaimana Dok, apa semuanya baik baik saja?'' Restu kembali antusias, karena kali ini tak hanya ada Reina di dalam. Namun juga sepupunya yang sedang berjuang untuk Reina.
Tak seperti tadi yang nampak gelisah, saat ini dokter itu mengukir senyum saat menatap mata sembab Dhea.
''Ananda Reina sudah melewati masa kritisnya, transfusi darah yang di lakukan Tuan Arya berjalan dengan baik, tubuh pasien sangat merespon, dan kita hanya menunggu pasien sadarkan diri.'' Tutur Dokter itu.
Dada yang begitu sesak kini sedikit lega mendengar ucapan dokter itu. Dhea memilih duduk kembali, kini harapannya makin besar untuk bisa melihat putrinya seperti sedia kala.
Ceklek, pintu ruangan kembali terbuka, kini bukanlah dokter melainkan Arya yang keluar.
"Tuan, harusnya tuan istirahat dulu!"
Arya hanya mengangkat tangannya, karena itu saja sudah cukup untuk membuat sang dokter diam.
"Kakak tidak apa apa?" tanya Restu mendekati sepupunya.
"Aku tidak apa apa," menepuk bahu Restu. "Aku bukan anak kecil yang perlu di khawatirkan." Imbuhnya.
Arya menghampiri Dhea yang masih menggendong Rania.
"Rania, apa Rania mau ikut Om?" menawarkan diri dengan kedua tangan merentang.
Rania menoleh dan merosot lalu berhamburan di pelukan Arya.
Dhea yang dari tadi hanya menunduk itu kini mendongak menatap wajah Arya yang sedikit pucat.
"Terima kasih, Tuan, karena Tuan sudah mau menolong Reina."
"Tidak usah berterima kasih, apapun akan aku lakukan untuk Reina dan Rania."
Ada mimik penyesalan di wajah Arya saat menatap mata sembab Dhea, harusnya ia lebih peka dengan kedua bocah itu dan tak menuruti ego Maya.
"Maafkan Om ya, Om janji, akan menemani kalian, dan om akan sering main ke rumah."
Rania hanya mengangguk dan menyandarkan kepalanya di dada Arya. Bocah itu merasa tenang dan damai saat berada di gendongan Arya, itulah yang di lihat Dhea.
Kenapa saat aku dekat dengan Rania dan Reina aku merasa sangat aneh, padahal kami baru saja saling bertemu, sebenarnya siapa papa mereka.
Arya kembali menatap Dhea yang masih duduk di depannya, hati dan otaknya bergejolak, makin tak mengerti dengan bayangannya yang kembali ke masa lalu.
"Restu kamu jaga Dhea, biar aku bawa Rania main dulu."
Restu mengangguk mengizinkan Arya untuk membawa Rania keluar. Mungkin dengan begitu bocah itu akan melupakan kejadian beberapa jam yang lalu.
Sesampainya di koridor rumah sakit, Arya menghubungi Jojo dan Jeki untuk datang ke rumah sakit di mana ia berada, tak memberi alasan apapun, yang pastinya kali ini Arya sedikit curiga dengan identitas kedua bocah itu.
typo ya thor,yg paling aneh di apartemen tapi denger klakson dan deru mobil 🙈
kok di klakson mobilnya naik keatas 🙈😛
terharu biru 💕
makasih Thor 🙏
cerita ny keren 👌👍
Arya vs Dhea wkwkwkwk
cocok nih Restu sama Yesi 🤔 akhirnya Restu menemui tambatan hatinya yaitu sahabatny Dhea c Yesi 🤔
terus Maya sama siapa nih 🤔