NovelToon NovelToon
Second Life After Divorce

Second Life After Divorce

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / Contest / Perjodohan / Duda
Popularitas:239k
Nilai: 5
Nama Author: N. Ayu Hapsary

Perceraian adalah suatu kegagalan.

Melabuhkan hati pada orang yang salah, berakibat sangat fatal. Setiap orang tidak akan luput dari kesalahan. Bukan sebuah judge yang diperlukan, tapi solusi untuk masalah yang tengah di hadapi. Dengan pengalaman yang terjadi, seseorang pasti berpikir ulang untuk tidak terjun ke lubang yang sama.

Itulah yang mendasari Ayana dan Rendra (duda dan janda dengan satu anak) untuk menyetujui perjodohan pernikahan kedua mereka. Bukan atas dasar cinta, tapi karakter. Bahkan, mereka sama sekali tidak memiliki perasaan apapun satu sama lain. Mereka siap menjalaninya di kehidupan kedua mereka, yaitu sebuah kehidupan baru yang mereka bangun dengan sifat dan sikap yang berbeda dalam melihat masalah. Siapa yang menyangka jika mereka justru menemukan kebahagiaan disana?

Ternyata hati mereka masih berfungsi. Benih-benih rasa cinta itu datang dengan sendirinya.

follow me
IG : @NurulAyuHapsary
FB : Nurul Ayu Hapsary

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon N. Ayu Hapsary, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebohongan Pertama

Dengan berlutut dan menciumi lutut Dila, Rendra menahan air matanya agar tidak tumpah. Ia menggenggam erat tangan Dila yang duduk di sofa itu.

"Tolonglah... Demi keutuhan keluarga kita. Tolong, jangan lakukan ini padaku. Demi anak kita. Demi Bulan." Ucap Rendra dengan nada memohon.

"Maafkan aku Ren. Aku tak bisa membohongi perasaanku. Aku mencintainya." Jawab Dila yang enggan melakukan kontak mata dengan Rendra.

"Bagaimana dengan Bulan, aku tidak bisa berpisah dengan Bulan."

"Aku tidak akan membawa Bulan. Aku ingin memulai kehidupan baruku dengannya. Sekali lagi aku minta maaf." Dila melepaskan cengkeraman Rendra yang berada di lututnya. Kemudian, ia berdiri dan membawa koper yang telah ia siapkan.

"Kenapa?! Kenapa kamu tega Dil?!" Rendra menghentikan Dila dengan memegang pergelangan tangannya.

"Aku tidak bahagia denganmu. Apa dayaku kalau aku lebih mencintainya." Jawab Dila.

Rendra tak punya pilihan lain. Ia melepaskan genggamannya untuk Dila. Dila kemudian pergi keluar rumah begitu saja. Rendra yang nampaknya sudah tak dapat lagi mencegahnya hanya mem-batu mendapati istrinya pergi dari rumah sekaligus membawa barang-barangnya. Rasa kecewa Rendra lebih besar melebihi apapun. Saat itu, tiba-tiba Bulan menangis dengan kencang. Rendra yang tak mampu lagi berbuat apapun, ia segera menghampiri Bulan menahan segala sesak dan pedih di dalam dadanya.

"Mas... Mas?!" Rendra memutar kepalanya ke arah suara yang baru saja memanggilnya. Ia mendapati Ayana yang sudah duduk di sampingnya.

"Ya? Ada apa Ay?" Tanya Rendra yang mencoba kembali fokus, setelah ia menghilang ke masa empat tahun silam. Ayana merasa aneh melihat suaminya sejak pulang kerja tadi. Ia tak fokus dan nampak linglung. Ia mencoba mengetes pendengaran Rendra.

"Bulan, ternyata tidak dapat mendaftar karena umurnya masih belum genap lima tahun." Kata Ayana menaikkan salah satu alisnya mencoba menganalisis.

"Benarkah? Tapi, bukankah seharusnya tidak ada masalah dengan itu?" Ujar Rendra.

"Memang tidak ada masalah. Mangkanya satu Minggu lagi, Bulan akan siap sekolah." Kata Ayana.

Rendra semakin bingung dengan ungkapan Ayana. Ia tak mengerti maksud istrinya. Ia memberikan ekspresi bodoh pada Ayana karena tidak nyambung. Ayana kemudian memberikan tatapan aneh pada Rendra.

"Berati memang benar, mas Rendra tidak mendengarkanku tadi." Gumam Ayana. "Tadi, aku bilang, besok Bulan sudah bisa mengambil kain untuk seragam barunya. Karena aku sudah melengkapi semua administrasi." Terang Ayana, dan sangat jelas jika Rendra tidak mendengarkan Ayana. Rendra salah tingkah. Ia kemudian memijit pelipisnya. Ayana memperhatikannya.

"Ada apa mas? Apa mas tidak enak badan?" Ayana menyadari kalau suaminya sedang berkeringat dingin. Wajahnya sedikit pucat. Ayana menempelkan telapak tangannya pada kening Rendra mencoba mengecek apakah suaminya demam.

"Tidak apa-apa." Jawab Rendra nampak tak bersemangat.

"Apa mas ada masalah?" Tanya Ayana dengan lembut. Rendra nampak terdiam mendengar pertanyaan Ayana. Ia benar-benar bingung bagaimana menjawabnya. "Apa mas mau menceritakannya padaku?" Tawar Ayana. "Kita ini kan suami istri, sudah menjadi satu. Mas bisa berbagi denganku. Itu yang pernah mas bilang padaku kan?" Ucap Ayana pada Rendra dengan nada lembut.

"Aku ada sedikit masalah di kantor." Ujar Rendra nampak terburu. Rendra merasa aneh dengan pernyataan yang baru saja ia lontarkan pada Ayana. Ia sendiri tidak tahu kenapa? Tapi saat ini, ia sedang melakukan kebohongan pada istrinya. Kebohongan pertama.

"Apakah sangat berat?"

"Lumayan berat." Jawab Rendra yang akhirnya tak dapat lepas dari kebohongannya.

"Apa mas mau menceritakannya padaku?" Tanya Ayana yang nampak khawatir pada suaminya.

Rendra lalu melihat ke arah Ayana, dan kemudian tersenyum. Ia mengusap pipi Ayana dengan lembut.

"Tenang saja. Aku bisa mengatasinya." Kata Rendra dengan lembut. Ayana tak yakin, ia masih memperhatikan Rendra dengan tatapan cemas. Rendra menyadari, istrinya sangat mengkhawatirkannya. "Terima kasih. Kamu sangat peduli padaku." Kata Rendra mencoba menenangkan keresahan istrinya. Ia kemudian menarik Ayana ke dadanya dan memeluk istrinya dengan memberikan wajah damai. Ayana hanya menurut pada suaminya dan berharap memang tidak terjadi hal buruk untuk suaminya. Saat Ayana sudah tak dapat melihat ekspresi Rendra, senyuman Rendra seketika menghilang. Wajah Rendra seketika berubah kembali menjadi tegang. Jiwanya seolah hilang entah kemana.

...****************...

Ceklek.

Willy membuka pintu ruangan Rendra. Tepat saat jam istirahat kantor dimulai. Rendra melihatnya sebentar dan memencet keyboard sleep di laptopnya, serta menutup beberapa laporan dan bersiap untuk istirahat. Willy masuk dan berjalan mendekati Rendra.

"Wil? Mau istirahat bareng?" Tanya Rendra sambil berkemas dan mengambil smartphone-nya. Willy yang masih berjalan mendekati Rendra itu, nampak segan dan ingin mengatakan sesuatu.

"Diluar, mantan istrimu datang lagi." Kata Willy nampak ragu mengatakannya pada Rendra.

Rendra terkejut. Ia menutup matanya. Kepalanya tiba-tiba berat mendengarnya dari Willy. Kemarin sore, tentu saja Rendra menceritakan tentang siapa perempuan itu. "Aku kesini, untuk mengabari itu saja." Ucap Willy lagi. Kemudian ia keluar kantor Rendra. Rendra nampak kebingungan. Bagaimana jika Dila menagih janji untuk bertemu dengan Bulan? Rendra keluar dengan langkah berat.

"Ren?" Sapa Dila dengan senyuman setelah mengetahui Rendra sudah keluar menemuinya. Dila membawakan sesuatu berbentuk persegi dengan ditumpuk. "Aku membawakan bekal untukmu." Katanya dengan tersenyum. Rendra berwajah sebal melihat sikap manis dari Dila. Kemana saja ia selama menjadi istri Rendra? Memasak saja jarang, apalagi membuat bekal untuk Rendra.

"Terima kasih. Tapi, aku sudah bawa bekal sendiri." Kata Rendra dengan dingin. "Sekarang katakan, apa maumu?" Tanya Rendra, nampak tak acuh.

"Soal kemarin, aku minta maaf. Aku tidak tahu kalau kamu sudah menikah." Ujar Dila dengan setengah menunduk. Dila tahu betul karakter Rendra. Rendra adalah laki-laki yang tidak tegaan. "Tapi, apa aku bisa bertemu Bulan?" Tanya Dila dengan berwajah sedih. Melihatnya Rendra nampak berpikir.

Lagi-lagi, pertanyaan yang sama yang sulit untuk dijawab. Rendra masih belum memutuskan. Berbeda dengan Aila yang sudah kenal dengan papanya. Bulan ditinggal bunda-nya saat ia masih belum tahu apa-apa. Tidak ada memori untuk bunda-nya di kepala Bulan. Ibu Bulan saat ini adalah Ayana, karena orang tua perempuan yang dikenali Bulan untuk pertama kali adalah Ayana. Tapi, bagaimanapun juga Rendra masih manusiawi. Ia tidak mungkin menghalangi Dila bertemu anak kandungnya. Namun belum saatnya Bulan tahu. Ini akan mengacaukan memori Bulan tentang ibunya. Ia masih kecil dan belum bisa berpikir tentang dua ibu. Rendra benar-benar bingung harus bagaimana.

"Aku akan mengaturnya. Tapi tidak dalam waktu dekat. Sekarang, aku akan masuk. Pulanglah." Kata Rendra lagi. Lalu ia berbalik akan menjauh dari Dila. Dila yang mengetahui itu, merasa tak rela dan segera mencegah Rendra.

"Ren! Setidaknya terima bekalku." Kata Dila dengan nada memohon. Rendra terhenti dan berbalik. Dila mendekatinya, dan mengangkat bekal yang dibuatnya ke depan Rendra. "Silahkan jika setelah ini, kamu ingin membuangnya. Tapi, ini adalah salah satu permintaan maaf-ku untukmu. Tolong terimalah." Kata Dila berwajah mengharap. Rendra nampak kasihan juga dengan Dila. Ia bisa membagikannya di kantor setelah ini. Akhirnya Rendra menerima bekal dengan terpaksa.

"Terima kasih." Ucapnya masih sangat dingin.

"Ayah!!!!" Tiba-tiba, suara Bulan memecahkan fokus Rendra disana. Ia menengok ke asal suara putrinya. Ada Bulan sedang bergandengan dengan Ayana dari jarak sekitar lima meter. Pada saat itu, tangan Rendra masih menerima bekal dari Dila. Ayana melihat mereka dengan tatapan terkejut dan sedikit cemas. Rendra yang sama terkejutnya dapat mengenali pandangan Ayana saat itu.

...****************...

1
EndRu
Alhamdulillah bersyukur sak akeh2e
EndRu
hehehehe tanpa bertanya pun harusnya Ayana sudah tau klo Rendra pasti Juga akan memperlakukan istrinya dulu dengan baik pula seperti pada Ayana.
tapi Dila yang dasarnya wanita tidak bersyukur saja malah ninggalin Rendra
EndRu
kalau para suami kayak Rendra semuanya... damai dunia
EndRu
aaaah sukaaa
EndRu
akhirnya..... bahagia selalu yaaa Ayana
EndRu
takut juga si Naufal ternyata... ngibrit kan jadinya. semoga enggak mengganggu' Ayana aila lagi
EndRu
ayo ren kalahkan *tu si Naufal
EndRu
Naufal juga korban' broken home.. kasihan juga ya
EndRu
klo hati Ayana bahagia terus gini bakalan cepet hamil ini
EndRu
kayak kasmaran ya.mereka .. jadi ikut seneng
EndRu
ya ampun ..
muntah gara kebanyakan minum susu.
EndRu
Ayana... jujurlah biar kamu tenang
EndRu
masalah kembali mendera
EndRu
kasihan Ayana sampai sebegitu efeknya Karen ulah Naufal
EndRu
segera periksa ke dokter biar segera tahu penyebabnya apa
EndRu
mungkin pakai iud
EndRu
anehnya di mana ren?
EndRu
bisa langsung niru gitu ya aila
EndRu
beruntungnya Ayana dapet pengganti seperti Rendra...
EndRu
udah deg degan aku. kirain Naufal mau nekat.. legaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!