Putra mahkota Li Chen Yi ternyata sudah dijodohkan dengan Chen Xiao Ran sejak kecil.
"Saya adalah permaisuri putra mahkota!?" Bagaimana mungkin?!" Chen Xiao Ran tidak percaya dengan perkataan Kaisar Li. "Giok phoenixmu sepasang dengan giok nagaku. itu buktinya." kata Li Chen Yi.
Menjadi istri putra mahkota, dibenci oleh Ratu Chang dan teman masa kecil Li Chen Yi mengklaim status permaisuri putra mahkota adalah miliknya.??!
"Wajahmu mirip dengan ibundaku." " Sewaktu kecil saya pernah bertemu ibunda Li Chen Yi yang mirip sekali dengan wajah ibuku!!! Apakah itu penyebab Li Chen Yi bersikeras menjadikannya permaisuri putra mahkota?? Kenapa Kaisar Li membenci Li Chen Yi dan membiarkan ibu Li Chen Yi meninggal di istana buangan? Ibu Chen Xiao Ran ada hubungan dengan Kaisar Li???!!!
"Kamu sudah berjanji akan menjadi istriku. Kenapa sekarang menjadi permaisuri putra mahkota???
Apakah antara Chen Xiao Ran dan Li Chen Yi akan ada cinta sejati??? Jangan lupa ikuti ceritanya . Thank you
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LYTIE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22. Jebakan
"Anak perempuan ini memanggilku nona, kamu mengharuskan saya membayar utangnya. Saya sekarang panggil kamu abang, berarti hutangnya sudah terbayar dong." kata Chen Xiao Ran ke pria itu.
Kerumunan orang yang mendengar perkataan Chen Xiao Ran segera membubarkan diri. Mereka tidak mau terlibat.Mereka takut akan di suruh membayar hutang anak perempuan itu.
Chen Xiao Ran dan Fu Yao juga ikut mengacuhkan pria itu dan berjalan meninggalkan tempat itu.
"Kalian tidak boleh pergi !" teriak pria itu ke Chen Xiao Ran dan Fu Yao dari arah belakang.
Fu Yao berbalik dan menatap tajam ke pria itu. Pria itu menjadi gemetar karena merasakan hawa membunuh dari Fu Yao sehingga akhirnya tidak berani menahan Chen Xiao Ran dan Fu Yao.
Setelah kerumunan bubar, terlihat pria itu menarik anak perempuan itu dan ke empat pengikutnya mengangkut pria yang terbaring meninggalkan tempat itu juga.
Dari lantai atas sebuah penginapan di dekat tempat kejadian, terlihat Lin Yi sedang menuangkan teh ke dalam cangkir.
"Dia sangat tega membiarkan anak perempuan itu di bawa untuk di jual ," kata Lin Yi ke gadis yang duduk di depannya.
Gadis itu adalah Zhao Ching Ching. Tadi pagi Zhao Ching Ching mengetahui kabar kalau Li Chen Yi semalam menginap di kamar Chen Xiao Ran.
Sehingga Zhao Ching Ching mencari kesempatan untuk mencelakai Chen Xiao Ran dan mengutus Lin Yi mengawasi kediaman putra mahkota.
Mulai dari Chen Xiao Ran dan Fu Yao meninggalkan kediaman putra mahkota , mereka sudah diikuti oleh Lin Yi.
"Urus masalah itu. Jangan sampai ketahuan putra mahkota ," perintah Zhao Ching Ching ke Lin Yi.
Lin Yi mengangguk dan segera berjalan keluar dari penginapan menuju sebuah gang. Di gang itu terlihat pria berbadan besar itu bersama pengikutnya.
"Ambil uang ini. Jangan sampai kejadian hari ini di ketahui oleh siapapun," kata Lin Yi ke pria itu sambil memberikan uang.
"Terima kasih nona. Kita pasti tidak akan memberitahukan siapapun tentang kejadian hari ini," kata pria itu sambil ketawa dan mengambil uangnya
Lin Yi pun meninggalkan mereka menuju ke penginapan.
Chen Xiao Ran dan Fu Yao melihat dengan jelas Lin Yi memberikan uang ke pria itu.
Chen Xiao Ran dan Fu Yao tadi mengikuti pria itu secara diam-diam. Chen Xiao Ran ingin mengetahui siapa yang menjebaknya.
Chen Xiao akhirnya tahu yang menjebaknya adalah Zhao Ching Ching.
"Zhao Ching Ching, saya akan membalasmu lain kali ," kata hati Chen Xiao Ran.
Chen Xiao Ran melanjutkan jalan-jalannya dengan Fu Yao. Chen Xiao Ran melihat ada sekelompok anak kecil sedang bermain. Salah satu anak kecil dengan mata besar menarik perhatian Chen Xiao Ran.
Di rambut anak kecil itu ada tusuk rambut kayu yang sama persis dengan kepunyaan Chen Xiao Ran
Chen Xiao Ran segera berjalan menghampiri anak kecil itu.
"Adik kecil. Siapa yang memberikan tusuk rambut ini kepadamu?" tanya Chen Xiao Ran sambil menunjuk tusuk rambut kayu di rambut anak kecil itu
"Tadi ada seorang kakak laki-laki yang memberikannya kepadaku, " jawab anak kecil itu.
"Fu Hao. itu pasti Fu Hao. Fu Hao masih hidup, " kata hati Chen Xiao Ran .
"Sekarang dimana kakak laki-laki itu?" tanya Chen Xiao Ran.
Anak kecil itu menunjuk ke arah kanan. Chen Xiao Ran segera berlari ke arah yang di tunjuk oleh anak kecil itu. Fu Yao juga ikut berlari di belakang Chen Xiao Ran.
Chen Xiao Ran mencari kemana mana. Air mata sudah mengalir di pipi nya. Setelah mencari hampir satu jam, dirinya tidak menemukan Fu Hao.
Fu Yao menarik tangan Chen Xiao Ran untuk duduk beristirahat di bawah pohon
Melihat Chen Xiao Ran yang bersedih, Fu Yao menulis kata 'pulang' di tangannya. Fu Hao ingin mengajak Chen Xiao Ran pulang untuk beristirahat.
"Fu Yao. Saya tahu itu pasti dia. Saya harus menemukannya ," kata Chen Xiao Ran ke Fu Yao.
Fu Yao menulis lagi di tangannya. "Putra mahkota". Chen Xiao Ran yang melihat kata itu menjadi sadar.
"Ada Li Chen Yi. Dia pasti bisa membantuku menemukannya ," kata Chen Xiao Ran ke Fu Yao.
Akhirnya Chen Xiao Ran pun menyetujui untuk pulang ke kediaman putra mahkota.
Di depan kediaman putra mahkota, Terlihat Li Chen Yi sedang berjalan keluar bersama Wu Xin dan beberapa pengawal.
Li Chen Yi menghampiri Chen Xiao Ran dan Fu Yao.
"Kamu kemana saja? Saya baru mau keluar untuk mencarimu ," kata Li Chen Yi ke Chen Xiao Ran.
Li Chen Yi melihat mata Chen Xiao Ran bengkak dan merah tanda baru saja menangis. Li Chen Yi menjadi khawatir.
" Kenapa kamu menangis? Di luar ada yang mengganggumu kah?" tanya Li Chen Yi ke Chen Xiao Ran
"Tidak ada. Saya sudah menemukan Fu Hao. Fu Hao ada di sini ,"jawab Chen Xiao Ran.
"Kamu sudah bertemu dengannya?" tanya Li Chen Yi ke Chen Xiao Ran.
Hati Li Chen Yi tiba-tiba terasa sakit.
"Saya belum bertemu dengannya.Tetapi saya yakin dia ada di ibukota. Kamu bisa membantuku mencarinya kan?" tanya Chen Xiao Ran ke Li Chen Yi.
"Baiklah. Sekarang hari sudah malam. Besok pagi saya akan menyuruh Wu Xin mencarinya ," jawab Li Chen Yi .
Wu Xin yang mendengar perkataan Li Chen Yi pun mengangguk pertanda akan mencari Fu Hao besok pagi.
"Terima kasih." kata Chen Xiao Ran sambil tersenyum ke Li Chen Yi
Chen Xiao Ran dan Fu Yao berjalan masuk ke dalam kediaman putra mahkota.
Di dalam kamar terlihat Chen Xiao Ran sedang duduk melamun. Li Chen Yi masuk ke dalam kamar Chen Xiao Ran.
"Kata pelayan, kamu tidak makan malam. Apakah kamu sakit?" tanya Li Chen Yi ke Chen Xiao Ran.
"Saya tidak sakit. Saya cuma tidak selera makan saja," jawab Chen Xiao Ran.
"Perlu saya panggilkan tabib? "tanya Li Chen Yi. Tangannya menyentuh dahi Chen Xiao Ran untuk memeriksa apakah Chen Xiao Ran demam atau tidak.
Chen Xiao Ran mengenggam tangan Li Chen Yi yang menyentuh dahinya.
" Li Chen Yi. Saya ingin hari esok segera tiba. Besok pagi saya bisa menemukannya ,"kata Chen Xiao Ran dengan gembira.
Li Chen Yi hanya tersenyum getir melihat raut wajah Chen Xiao Ran yang gembira. Li Chen Yi tidak rela Chen Xiao Ran menemukan Fu Hao. Li Chen Yi takut Chen Xiao Ran akan meninggalkannya dan ikut dengan Fu Hao.
Tetapi Li Chen Yi tidak berani mengungkapkan kata hatinya ke Chen Xiao Ran. Li Chen Yi takut Chen Xiao Ran lebih memilih Fu Hao daripada dirinya.
"Besok pagi Wu Xin yang akan pergi mencarinya. Kamu ikut denganku ke istana ," kata Li Chen Yi.
Chen Xiao Ran yang mendengar perkataan Li Chen Yi menjadi terkejut.
"Ke istana?? Kenapa saya harus ikut ke istana?" tanya Chen Xiao Ran ke Li Chen Yi.
Author : LYTIE
Instagram : lytie777