NovelToon NovelToon
I'M Not Gay

I'M Not Gay

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Cintapertama / Bad Boy / Tamat
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Alia Chans

Sejak lahir, Varren Kaelor tidak pernah diberi kesempatan untuk memilih jalan hidupnya sendiri.

Di balik wajah tampan yang dikagumi banyak orang, tersembunyi sebuah rahasia yang bahkan tidak boleh ia akui pada dirinya sendiri. Setiap langkah, setiap senyum, bahkan setiap hubungan yang ia jalani hanyalah bagian dari sandiwara yang dipaksakan oleh seseorang.

Ketika harus memasuki sekolah paling bergengsi di negeri itu, Varren yakin ia hanya perlu bertahan seperti biasanya.

Namun, semuanya berubah saat seseorang mulai menembus tembok yang selama ini ia bangun.

Semakin dekat orang itu, semakin sulit Varren membedakan mana kebohongan yang harus dipertahankan, dan mana perasaan yang tidak seharusnya pernah tumbuh.

Lalu... apa yang sebenarnya disembunyikan oleh keluarga Kaelor?


"Aku tidak takut jika dunia membenciku. Aku hanya takut... saat dunia mengetahui siapa diriku sebenarnya." — Varren

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alia Chans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam Yang Indah..

Usai dipermainkan oleh Varren, Sylas dan Varren sudah berada di tengah kapal menuju tepi danau yang lebih dalam dan jauh. Dengan tubuhnya yang sama sekali tidak berani bergerak, Sylas duduk diam seperti patung yang tak berdarah. Bersyukurlah suasana sangat gelap jadi wajahnya yang pucat tidak terlalu terlihat, sedangkan Varren yang mengayunkan perahu agar bisa ke tengah. Varren benar-benar takut dan gugup.

Sampai di tengah danau, Varren menghentikan lajunya, mengeluarkan HP-nya dan menyinari sekitarnya menggunakan lampu senter yang agak kekuningan. Sylas diam menatap Varren, diam-diam mengernyitkan dahinya. Beberapa detik kemudian makhluk-makhluk kecil mulai berdatangan dengan warna yang sama dari HP Varren.

"Ren, itu kunang-kunang?" tanya Sylas menatap kagum.

Varren menaik turun alisnya. "Iya. Cantik kan?" tanya Varren terkehek.

Sylas terkagum sampai melepaskan tangannya dari sisi-sisi perahu. Mendekati Varren tapi karena perahu bergerak dirinya hanya diam di tempat dan menatap kagum kunang-kunang yang memutari mereka di sini. Varren terkekeh menaruh HP-nya di tempat aman dan mengambil pancingannya.

"Ren, ini gimana bisa??" tanya Sylas pelan kepada Varren kagum.

Varren menunjukkan HP-nya. "Kunang-kunang butuh cahaya buat bikin dia bercahaya juga, makanya gue kasih cahaya." bohongnya.

Itu lampu memang aplikasi yang dirinya sendiri untuk membuat sinyal atau menarik perhatian kunang-kunang untuk mendekat. Varren membuat itu untuk menemani dirinya di danau jika di saat sendirian.

Sylas mendengarnya percaya mengangguk paham dan berdehem pelan menyentuh kunang-kunang paling di dekatnya. Tersenyum tipis.

"Cantik banget." gumamnya pelan.

Varren terkekeh pelan dan melempar pancingannya. Memancing salah satu membuat Varren bisa tenang dan bersabar. Lebih tepatnya pengendalian diri agar tidak suka emosi.

Sudah sampai setengah jam Varren mendapatkan empat ekor ikan besar. Sylas menguap pelan melihat Varren yang terus memancing.

"Loe ke sini cuma mau mancing Ren?" tanyanya pelan.

Varren meliriknya dan mengangguk. "Iya, di sini banyak ikannya." ujar Varren pelan.

Sylas mendengarnya mengangguk menggeserkan dirinya tapi perahu yang dinaiki bergoyang membuat ia memegang jantungnya. "Ren pulang yuk, kok gue ngerasa malah perahunya turun terus yah." gumamnya pelan kepada Varren.

Varren mengernyitkan dahi menatap ke perahu. Matanya melebar dan berdehem pelan. "Sel, loe coba kuras deh airnya yah." ujar Varren memberikan ember berisikan ikan-ikannya tadi, sebelumnya ia buang ikan ke danau kembali.

Sylas melebarkan matanya. "Perahu ini kayaknya bocor deh." gumam Varren tersenyum tipis. "Nah gue gayung nih, sampai ke darat lagi. Ayok." ujar Varren mencoba tenang.

"Ren, loe jangan buat gue khawatir deh." ujar Sylas pias.

Varren tersenyum tipis. "Nggak apa-apa. Loe cuma butuh tenang aja. Yok." ujar Varren.

Sylas mengangguk menguras air di perahunya pelan, dan Varren mencoba mendayung perahu mendarat dengan tenang. Keduanya bekerja sama-sama, dan sepertinya kebocorannya juga tipis sehingga keduanya sampai di daratan dengan selamat.

"YATUHAN Varren. Jantung gue rasa mau copot." ujar Sylas usai keluar dari perahu.

Varren terkekeh pelan menepuk pundak Sylas. "Loe takut apa sih? Kalo kecebur paling juga basah." ujarnya pelan.

"Masalahnya di sini tu ada buaya Ren. Semisal jatuh, kita dimakan buaya." ujarnya kepada Varren dengan kesal.

"Kalo gitu kenapa loe mau ikut gue tadi?" tanya Varren kepada Sylas heran.

"Itu karena gue nggak mau aja lihat loe sendirian di sana. Semisal kalo ada buaya kan gue bisa bantu. Gue khawatir loe kenapa-napa." ujar Sylas dengan jujur.

Varren terkekeh. "Emang loe bisa apa sama buaya? Lindungi gue? Emang loe bisa lawan buaya?" tanya Varren kepadanya mengejek. "Apa loe mau nyerahin diri supaya gue nggak dimakan buaya kayak di film-film gitu? Sylas Sylas.." gumam Varren terkekeh.

Sylas menggaruk tengkuknya yang tak gatal. "Lain kali semisal kalo loe nggak mampu, loe nggak boleh maksain diri. Kadang ada yang ngorbanin orang lain supaya dia selamat, dan gimana kalo gue ini musuh loe tadi? Dan gue dengan sengaja dorong loe ke tengah dan loe dimakan buaya? Di sini nggak ada CCTV dan loe mati?" tanya Varren dengan tegas.

"Tapi kan itu loe Ren." tegas Sylas.

"Kan ini misalkan. Misalkan gue musuh loe dan gue pengkhianat?" tanya Varren pada Sylas tegas.

Varren menghela napas pelan. "Loe orang baik, tapi jangan terlalu mudah buat percaya sama orang-orang. Orang yang loe anggap baik nggak selalu baik." jelas Varren menepuk pundaknya pelan. "Bahkan temen yang loe anggap saudara sekalipun bisa jadi musuh loe!!!" lanjut Varren tegas.

Sylas hanya diam menatap Varren yang memperingati dirinya. Benar, dirinya terlalu mudah percaya dengan Varren. Tapi jika dilihat dengan ucapan Varren, Varren tidak mungkin berkhianat atau musuhnya kan? Varren juga orang yang humble dan terlihat sangat baik.

Varren melihat jam yang melingkar di tangannya. "Udah jam dua aja. Loe mau kemana udah ini? Pulang?" tanya Varren pelan pada Sylas.

Sylas menggeleng. "Ke apartemen deh kayaknya. Soalnya nyokap gue kalo lihat gue pulang jam segini bakal ngomel." ujarnya terkekeh.

Varren mengangguk pelan. "Loe mau bareng gue ke apartemen gue? Nginep sama gue atau gimana?" tanyanya pada Sylas.

Varren menggeleng. "Gue mau pulang, cuma juga takut dimarahin sama nyokap gue. Biasa, nyokap sukanya ngomel." ujar Varren membuat Sylas terkekeh.

"Skuy, gue nebeng. Tapi minjem baju loe nanti yah." ujar Varren menepuk pundak Sylas.

Sylas mengangguk. "Loe bawa mobil?" tanya Varren lagi.

"Nggak sih, soalnya apartemen gue dekat sini aja." jawab Sylas kepada Varren.

"Kita ke mobil gue aja kalo gitu. Yuk." ujar Varren.

Sylas mengangguk patuh menuju ke arah mobil milik Varren. Matanya menyorot kagum mobil Varren yang terlihat mahal. "Gila, ini mobil limited edition kan Ren? Eh bukan bukan, katanya cuma ada lima di Indonesia?" tanya Sylas kagum.

Varren menaik turun alisnya. "Gue dulu ngincar ini mobil cuma nggak kebagian. Katanya launching tanggal sekian, sorenya udah habis. Gile-gile. Ren, gue yang nyetir aja boleh?" tanya Sylas dengan antusias menyentuh kap mobil yang berkilau.

Mobil Varren adalah mobil sport berwarna silver, sangat terlihat elegan dan mewah. Sylas benar-benar kagum dengan mobil milik Varren.

Varren mengangguk melempar kunci miliknya. "Boleh-boleh. Skuy lah." ujarnya pada Sylas memasuki kursi penumpang.

Sylas di sana bersorak heboh dan segera memasuki mobil serta duduk di tempat pengemudi. "Wah wah." gumamnya kagum.

Varren terkekeh melihat wajah kagum Sylas yang benar-benar natural. Sylas semakin tampan dengan kilau bulan alami.

Brum..

brum...

Sylas menghidupkan mobil dan memainkan gas. "Yatuhan. Varren.... GG banget mobil loe, udah dimodif lagi." ujar Sylas dengan kagum dan memegang tangan Varren erat.

Sylas menggeleng pelan menatap Varren. "Varren, gue bisa pingsan. Ini mobil yang benar-benar gue impikan selama ini." ujarnya geregetan sampai memeluk Varren. Varren melebarkan mata melirik Sylas. Tak lagi terhitung Sylas memeluknya hari ini.

Bersambung...

1
🐲⃞⃟🅔ˣᵒⱮιƚα
ditunggu up nya
🐲⃞⃟🅔ˣᵒⱮιƚα
lanjutttt dong
🐲⃞⃟🅔ˣᵒⱮιƚα
lanjut kyknya gw suka alurnya ,penulisan juga rapi banget ga ada typo dan gw nyaman bacanya semangat ya ditunggu up nya
Alia Chans: makasih kk dah mampir, semoga suka terus ya🤭🤭☺
total 1 replies
Nelson Sihombing
Alvaro kehilangan contekan maksudnya🤭🤭
Nelson Sihombing
sylas nya jual mahal banget..
Nelson Sihombing
Varren bisa aja
Anime aikō-kā
p
Alia Chans: 🤔🤔🤔🤔🤔🤔.
total 3 replies
HIMBOYS
semangat
Alia Chans: Thank you kk/Smile//Smile/
total 1 replies
Nelson Sihombing
berarti dia gk cewek? atau gk cowok?
Alia Chans: Gak tau lupa gw🤭🤭
total 1 replies
Kak Umi
Jangan lupa baca cerita aku juga ya 🙏🙏😍😍
Kak Umi
Cerita asyik dan enak untuk dibaca
Kak Umi
Ikut baca ya😍😍
Alia Chans: makasih kk dah mampir. semoga suka ya😉
total 1 replies
𝑊𝑎𝑤𝑎ᵃᵈʳⁱᵃⁿ
menurut ku diam bukan cara penyelesaian trbaik
_r: kak baca novel ku juga dong, judul nya tower of souls
total 2 replies
Nemicca˃ 𖥦 ˂
seru banget sukak
Nemicca˃ 𖥦 ˂: hehe pasti lah
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!