[Drop]
Menceritakan tentang dua orang pemuda kakak beradik yang bekerja sebagai pembunuh bayaran.
Disaat akan menjalankan aksi mereka sang kakak yang mempunyai nama samaran Dragon merasa sedikit khawatir dengan misi kali ini.
Dan sang adik yang mempunyai nama samaran Shadow meyakinkan kakak nya jika mereka akan berhasil.
Tapi kecurigaan Dragon benar terhadap misi kalini, mereka telah dijebak oleh musuh mereka dan akan dibunuh untuk mengurangi para pembunuh bayaran yang berkeliaran di dunia.
Penasaran dengan kelanjutan nya, maka ikuti terus perjalanan hidup kakak beradik ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jal_Jul35, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24. Sebuah Syarat Dan Pembantaian
Masih di tempat yang sama yang tepatnya di Benua Iblis.
Para petinggi masih melaksanakan rapat mengenai Turnamen, tetapi mereka beralih untuk membicarakan tentang Benua Manusia, yang dimana mereka memiliki kekuasaan atas tiga kerajaan yang ada di Benua Manusia.
"Jadi, bagaimana dengan ketiga Kerajaan itu?" Tannya salah seorang petinggi.
"Apa yang kau maksud adalah Kerajaan Benua Manusia itu!" Sambung yang lain.
"Jika bukan dari benua sampah itu lalu yang mana lagi!" Sambung nya.
"Baik, sekarang kita apakan ketiga Kerajaan itu?" Tannya yang lain.
"Untuk saat ini sebaiknya kita tidak melakukan apapun kepada ketiga Kerajaan itu, saat ini kita pantau saja untuk semua kerajaan yang ada di Benua Manusia!" Ucap orang yang sama agar mereka tidak melakukan kesalahan dalam bertindak.
Para petinggi yang mendengar itu langsung setuju, karena mereka tidak mau usaha mereka selama bertahun-tahun gagal hannya karena kesalahan.
Beralih ke Benua lain..
Di benua ini sedang terjadi peperangan besar antar ras yang masih tergolong sebagai saudara, mereka berperang karena memperebutkan waliayah satu sama lain karena kelebihan tertentu dari wilayah mereka.
Kedua kelompok ini selalu melakukan perang setiap dua bulan sekali, pertempuran terjadi sudah sejak ratusan tahun yang lalu dan aspek permasalahan nya masih sama.
Peperangan antar kedua Ras itu membuat banyak pihak yang ingin membantu salah satu dari kedua pihak itu, tetapi pihak yang ingin membantu kesulitan untuk pergi ke Benua itu, karena di lautnya terdapat sosok monster yang menjaga laut itu.
Tetapi berbeda jika melalui jalur udara, meski sangatlah aman tetapi para Black Smith masih belum menemukan teknologi untuk terbang, dan jika ingin cara yang lain maka harus menjinakkan monster yang bisa terbang tetapi kecil kemungkinan untuk berhasil.
Dan sangat lah mudah untuk orang-orang dari benua naga yang sudah berhasil mengeluarkan sayap seperti Angel dan Fallen Angels, mereka akan sangat mudah untuk pergi kemanapun yang mereka mau dan mereka juga dengan mudah dapat melewati jalur darat maupun jalur laut yang dipenuhi oleh monster.
Kembali ke cerita..
Benua yang dimksud adalah Benua Elf dan masih satu saudara dengan Ras yang dimiliki oleh Ramiris yang memiliki Ras Snow Elf.
Sistem di Benua Elf adalah siapa yang kuat maka dia yang berkuasa, jadi kedua Ras Elf itu selalu melakukan perang saudara untuk menunjukkan siapa yang terkuat daintara Ras mereka.
Disaat malam hari setelah perang berakhir dan hari menjelang malam, di wilayah para Elf sedang kedatangan tamu yang tak diundang.
Para pasukan Elf yang istirahat langsung waspada dan menodongkan senjata mereka ke arah orang-orang yang datang secara tiba-tiba.
Para pasukan sangat waspada, karena orang-orang yang ada di depan mereka semuannya mengunakan pakaian serba hitam dan mata milik orang-orang itu menyala berwarna silver dari balik tudung jubah hitamnya.
"Siapa kalian, beraninya kalian memasuki wilayah kami tanpa izin!" Ucap seorang Elf dengan lantang.
"Apakah anda adalah pimpinan dari para pasukan Elf ini?" Tannya salah satu dari orang-orang itu dengan tenang.
"Iya, aku adalah pimpinan dari mereka.. dan siapa kau yang berani datang ke sini?" Jawab Elf itu dan balik bertannya.
"Jika seperti itu aku tidak usah repot-repot untuk mencari pimpinan dari pasukan ini..!" Ucap nya dan belum dilanjutkan.
Semua Elf dan pimpinan pasukan Elf yang ada di situ langsung menjadi waspada karena mendengarkan perkataan dari orang itu.
"Tidak usah waspada.. aku adalah salah satu ketua dari divisi utama dari Kerajaan Dragons Kingdom, aku disini karena perintah Raja kami!" Lanjut ucapannya yang sebelumnya belum dia lanjutkan.
Pimpinan pasukan Elf yang mendengar itu sedikit tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh pria yang ada di depannya.
"Jika benar kalian dari Benua Naga apa ada hal yang bisa membuat kami percaya?" Tannya pimpinan itu supaya mereka semua dapat yakin.
"Jadi, kalian menginginkan bukti jika kami ingin membantu kalian?" Tanya ketua itu.
"Ya itu benar, kami disini membutuhkan bukti dan tidak hannya omongan!" Jelas pimpinan pasukan itu.
"Kalian menginginkan kami melakukan apa agar kalian dapat percaya?" Balas ketua itu jika dia setuju untuk memberikan bukti.
Pimpinan Elf itu langsung sedikit memasang senyuman licik, dia ingin menyuruh mereka untuk meratakan lasukan Dark Elf yang berperang melawan mereka.
"Aku hanya ingin kalian meratakan lssukan Dark Elf yang berperang bersama kami, jika kalian bisa maka kami akan percaya kepada kalian!" Ucap oimmpinan itu yang memberikan syarat.
"Baik, akan kami lakukan sekarang!" Balas ketua itu yang menyetujui syarat dari pimpinan Elf itu.
Setelah mendengar itu orang itu langsung memberikan isyarat gerakan tangan, para pasukan yang melihat itu langsung menghilang dari tempat itu dan orang yang memberikan isyarat itu juga ikut menghilang tanpa jejak.
Para pasukan Elf dan pimpinan itu yang melihat jika kelompok orang berpakaian serba hitam menghilang dari pandangan mereka menjadi sangat waspada, karena mereka takut jika mereka diserang oleh orang-orang tadi.
Pikiran para pasukan dan pimpinan Elf itu sama, mereka bertannya-tanya apakah sekelompok orang itu adalah utusan dari Benua Naga atau bukan.
'apakah mereka benar utusan dari Dragons Kingdom, jika benar maka perang ini akan berakhir' pikir pimpinan pasukan itu.
Setelah beberapa menit mereka semua waspada dan tidak ada penyerangan, mereka kembali ke pos masing-masing untuk mengawasi sekitar dengan bergantian.
Meski mereka sedikit khawatir jika orang-orang tadi bukan berasal dari Benua Naga, tetapi mereka juga sedikit lega dan entah kenapa ada ketenangan saat mereka bertemu dengan kelompok tadi.
Setelah 2 jam berlalu...
Terlihat dari sebelah barat terdapat sekelompok orang yang berpakaian serba hitam sedang berjalan ke arah pos penjagaan.
Total orang itu tidak berkurang sama sekali, yaitu ada sepuluh orang yang sama.
Penjaga pos sebelah barat yang melihat itu langsung bergegas memberikan laporan kepada pimpinan pasukan jika orang-orang yang tadi kembali lagi.
Pimpinan itu langsung kaget dan dia menyuruh untuk membiarkan mereka masuk, tujuannya adalah untuk meminta bukti jika mereka benar dari Benua Naga.
"Biarkan mereka masuk, kita sekarang sedang membutuhkan bukti dari mereka jika mereka memang benar dari Benua Naga!" Kata pimpinan itu.
"Baik Tuan, saya akan melakukannya!" Balas Elf yang memberikan laporan.
Setelah mendwnga perintah itu, Elf tadi bergegas kembali ke pos barat dan memberitahukan kepada kelompok nya jika orang-orang itu boleh masuk.
Setelah sampai dia memberikan informasi kepada orang yang satu kelompok dengannya.
"Biarkan mereka masuk!" Ucap nya.
"Apa kau sudah memberitahu pimpinan?" Tannya yang lain.
"Sudah, kata pimpinan kita disuruh untuk membiarkan merek amasuk!" Balasnya dengan ucapan serius.
Setelah kelompok penjaga bagian barat mendengar itu, mereka langsung membuka gerbang benteng bagian barat untuk orang-orang berjubah hitam masuk.
Setelah gerbang dibuka, mereka langsung bergegas masuk kedalam benteng pertahanan.
Setelah mereka masuk, gerbang langsung ditutup oleh para penjaga pos barat.
Mereka kemudian diarahkan oleh Elf yang tadi mendapatkan perintah untuk membawa mereka ke tempat pimpinan pasukan Elf itu, orang-orang berjubah yang mengerti dengan maksud dari pimpinan Elf itu langsung mengikuti salah seorang pengawal Elf untuk menuju ke tempat pimpinan Elf berada.
Mereka berjalan selama kurang lebih empat menit, saat perjalanan orang-orang berjubah itu manjadi sorotan perhatian para pasukan White Elf yang ada di sana, karena wajah mereka selalu ditutupi oleh tudung jubah dan yang bisa terlihat hanyalah warna silver menyala dan garis vertikal yang ada pada mata orang-orang berjubah itu.
Dalam perjalanan orang-orang berjubah itu hannya mengabaikan pandangan dari para pasukan Elf itu, mereka selalu menjadi sorotan pandangan dari para Elf hingga sampai di tempat pimpinan pasukan Elf yang mereka temui 2 jam yang lalu.
Mereka dibawa masuk ke sebuah gedung dimans tempat para pimpinan pasukan White Elf berkumpul untuk membuat formasi penyerangan.
Saat orang-orang berjubah itu masuk, mereka langsung menjadi bahan pembicaraan oleh para pimpinan pasukan White Elf yang ada didalam ruangan itu.
Mereka yang dibicarakan hanya bersikap dingin dan membiarkan mereka berkata apa, karena bukan tugas mereka untuk membuat masalah dengan Ras White Elf.
Jika mereka menyerang Ras White Elf, mungkin bukan hanya Kazuto selaku Raja mereka yang marah tetapi juga ada kemungkinan besar jika mereka akan membuat Ratu mereka yaitu Ramiris akan menghukum mereka.
Orang yang paling mereka takuti di Kerajaan Dragons Kingdom adalah Ratu mereka ketimbang Raja nya, karena entah kenapa Ratu mereka mudah sekali marah jika saat dalam kondisi normal dan sekarang Ratu mereka sedang hamil dan mungkin juga akan berbahaya jika mereka membuat kesalahan sekecil apapun itu.
Jika mereka melakukan kesalahan dan diketahui oleh Kazuto dan Ramiris, mungkin Kazuto akan menghukum mereka dengan wajar, jika Ramiris tahu jika mereka membuat kesalahan maka mereka akan dalam bahaya besar.
Jika Ramiris tidak bisa mengendalikan amarahnya maka kandungan Ramiris juga akan dalam bahay dan yang akan mendapatkan masalah yang besar adalah mereka yang ada di Benua Elf, karena Ras White Elf merupakan kerabat dekat dengan Ras Snow Elf.
Kembali lagi ke ceritanya...
Setelah beberapa saat ketika mereka sampai, pimpinan pasukan yang mereka temui langsung angkat bicara dan menagih bukti kepada mereka.
"Apakah kalian berhasil meratakan Ras Dark Elf itu atau kalian kalah dan kembali ke sini!" Tannya pimpinan itu dengan nada menyindir.
Tanpa membalas salah satu orang langsung maju dan mengeluarkan sesuatu dari cincin penyimpanan yang dia miliki, semua orang yang melihat itu langsung terkejut, karena apa yang mereka lihat sekarang adalah semua kepala pimpinan pasukan dari Ras Dark Elf.
[Flash Back]
Setelah orang-orang yang mengunakan pakaian serba hitam dan memakai jubah hitam pergi dari tempat White Elf, mereka langsung pergi ke tempat pasukan Dark Elf berada untuk negoisasi, jika para Dark Elf menyerang dulu maka mereka akan menyerang balik.
Mereka berjalan selama kurang lebih dua puluh menit suapaya sampai ke tempat dimana para pasukan Dark Elf berkumpul.
Setelah sampai mereka langsung menerobos masuk untuk memancing para pimpinan Dark Elf keluar.
"Siapa kalian, dan berani-beraninya kalian menerobos masuk ke kawasan ini!" Ucap salah satu pimpinan yang sedajv ada di dekat lokasi.
"Dilihat dari nada anda berbicara, berarti anda adalah salah satu pimpinan dari pasukan Dark Elf ini!" Balas ketua orang-orang berjubah.
"Jika memang benar aku adalah salah satu pimpinan, maka kalian ingin apa?" Tannya pimpinan itu dengan menodongkan senjata.
"Apakah anda bisa berbicara dengan kepala dingin, kami disini hanyabibgin bernegosiasi!" Balas ketua dari orang berjubah.
Setelah mendengar itu, pimpinan itu tidak percaya dan menganggap bahwa mereka adalah kelompok pengintai dari Ras White Elf yang sedang berperang dengan mereka.
"Sudah tidak usah berbohong, kau dan anak buahmu adalah salah satu dari pasukan Ras White itu bukan!" Ucapnya dan langsung menyimpulkan.
Ketua dari para orang yang mengenakan jubah hannya bisa geleng-geleng kepala dan menghela nafas.
'apa Ras Dark Elf memang begitu bodoh dalam mengambil keputusa, mereka bahkan tidak mau bernegosiasi, meski begitu mereka kelihatannya cukup kuat untuk dijadikan bahan latihan dan memancing pimpinan yang lain agar keluar' pikir ketua dari orang berjubah.
"Semuannya, sekarang serang mereka, mereka hanya ada sepuluh orang sedangkan kita ada ribuan!" Ucap ketua itu memberi perintah.
"Hoooo..." Suara sorakan dari semua pasukan Dark Elf yang ada di sana.
Setelah melihat para Dark Elf itu ingin menyerbu, ketua dari orang berjubah langsung memberikan isyarat untuk menyerang balik dan berkata.
"Kalian bebas mau membunuh sebanyak-banyaknya, karena level mereka cukup jauh dengan kita!" Ucap ketua itu.
"Baik!!" Ucap para angita dengan semangat yang membara, karena mereka akhirnya bisa melepaskan kekesalan mereka dari kelakuan Ras White Elf yang sebelumnya.
Mereka mulai menyerang para pasukan Dark Elf yang jumlahnya sangat banyak dari mereka, meski mereka kalah jumlah, mereka masih menang level dan pengalaman dalam bertarung.
Rata-rata level anggota pasukan pengintai yang ada di benua Elf saat ini adalah semua angitanya memiliki level 225-245 dan untuk pasukan Dark Elf hanya berlevel 185-200 dan yang berlevel 200 hanyalah pimpinan pasukan.
Pembantaian terjadi kepada pasukan Dark Elf, hanya dalam hitungan detik, satu per satu pasukan Dark Elf mati dengan mengenaskan.
Hanya dalam waktu lima belas menit para pasukan pengintai bisa membunuh kurang lebih 1.500 pasukan dari Ras Dark Elf, dan dugaan ketua pasukan pengintai benar jika para pimpinan pasukan Dark Elf yang lain akan keluar jika mereka menyerang.
"Ada apa ini.. kenapa banyak sekali orang yang mati?" Tany salah seorang pimpinan Dark Elf dengan bingung.
"Itu karena kalian dulu yang menyerang kami!" Ucap dari seseorang yang mengenakan pakaian serba hitam.
"Siapa kalian, apakah kalian adalah orang suruhan dari Ras White Elf?" Tanya pimpinan pasukan itu.
Tidak berselang lama, para pimpinan pasukan yang lain juga datang untuk membantu melawan sepuluh orang yang masih terlihat sehat.
"Baik, semuanya serbu mereka, jangan takut mati untuk membunuh orang dari Ras White Elf!" Ucap salah satu pimpinan dan menyerang duluan lalu dia di ikuti oleh pasukan yang lain.
Sedangkan dari lihat orang-orang berjubah, mereka hanya bisa terkekeh kecil karena kebodohan dari musuh mereka.
"Sungguh orang-orang bodoh, baik kita juga serang mereka, jika bisa bantai saja mereka!" Ucap ketua dari pasukan pengintai.
"Iya, kamu benar ketua, lebih cepat lebih baik!" Balas anggota yang lain.
"Ya sudah, ayo kita selesaikan ini dengan cepat!" Sambung yang lain.
Setelah berbicara sebentar, para anggota dari Pasukan Pengintai juga menyerang pasukan dari Ras Dark Elf.
Pertarungan sengit terjadi diantara kedua pihak, meski pihak yang satu kalah jumlah tetapi mereka menang dalam segi level dan oengalaman, dan untuk pihak Dark Elf mereka kualahsn hannya untuk melawan sepuluh orang dan jumlah mereka ada ribuan.
Serangan demi serangan dilancarkan oleh pasukan Dark Elf, tetapi serangan itu mudah untuk dihindari oleh pasukan pengintai yang semua anggotanya memiliki job assassin.
Hanya dalam waktu empat puluh lima menit area benteng tempat pasukan Dark Elf yang bersih kini penuh dengan tumpukan mayat yang berserakan dan banyak darah yang darah yang mulai mengenang.
"Sekarang sudah selesai, mari kita kumpulkan para mayat dari pimpinan pasukan Dark Elf yang sudah mati dan bawa kepalanya sebagai bukti!" Ucap ketua Pasukan Pengintai.
"Baik ketua!" Balas para anggota dengan tegas
[Flash Back Off]
Setelah mengeluarkan seluruh kepala dari pimpinan pasukan Dark Elf, para pimpinan Elf yang mengejek mereka langsung bungkam tak percaya dengan apa yang mereka lihat.