Calista berasal dari keluarga yang mengalami dinamika kehidupan seperti kebanyakan orang. Papanya yang sabar dan berhati hangat, membuat keluarga Calista dapat bertahan. Tetapi banyak orang yang memanfaatkan kebaikan hatinya untuk mendapatkan keuntungan dengan menculasinya. Beruntung datang pertolongan dari sahabatnya, Tuan Lucas, sang konglomerat yang menyelamatkan tetapi harus ditukar dengan kebebasan Calista. Pernikahan mereka yang diawali dengan drama dan diikuti drama-drama berikutnya, membuat Calista semakin dewasa. Tuan Lucas mendidiknya menjadi seorang wanita yang ulung dalam berbisnis dengan mental baja dan percaya diri.
Rasa cinta muncul karena ketulusan Calista mengabdikan dirinya untuk suaminya walaupun ia tak mencintainya. Masalah muncul ketika ternyata Anak dari suaminya adalah sahabatnya di sekolah. Mantan isteri Tuan Lucas dan saingan bisnisnya menguji ketahanan mereka menghadapi masalah. Akankah Cinta Sang Mamah Muda dapat bertahan dan berakhir dengan indah? Langsung saja disimak. Jangan lupa tinggalkan jejak dalam karya perdana Winaka ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Winaka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24
Setelah menjalankan rutinitas pagi mereka dikamar, Calista dan tuan Lucas beriringan menuju ruang makan untuk sarapan. Calista baru teringat pembicaraannya dengan Alan tadi malam saat melihatnya yang telah duduk menunggu mereka di meja makan.
"Pagi, Dad! " Tuan Lucas mengangguk kaku dan menepuk bahu putranya pelan.
"Pagi, Cal" sapa Alan tanpa melihat istri daddy nya.
"Pagi, Alan" jawab Calista tersenyum wajar.
Mereka melalui sarapan dengan tenang. Dan Jerry seperti biasa sudah menunggu didekat mobil untuk berangkat bersama ke perusahaan.
"Daddy, bolehkah aku datang ke perusahaan hari ini" tanya Alan tiba-tiba sebelum Tuan Lucas masuk dalam mobil.
"Datang saja. Tapi aku dan Jerry sangat padat jadwal meeting hari ini. Kau dapat menemui dan ditemani Calista disana. "
Alan mengangguk setuju dan mengiringi kepergian mereka sampai hilang dari pandangannya.
...****************...
Alan tiba di perusahaan tepat saat waktu istirahat siang. Kedua Sekretaris daddy nya yang sudah mengenal dirinya, mengangguk hormat dan mempersilahkan nya menunggu diruang tuan Lucas. Calista sedang shalat dzuhur saat Alan masuk ruangan itu. Alan duduk di sofa dengan tak lepas memperhatikan wanita yang terlihat bercahaya dengan mukenanya.
Mengapa bukan aku yang mendapatkan cintanya? Cal dan daddy terlihat saling mencintai. Sudah lama sekali, aku tak melihat senyum di wajah Daddy. batin Alan sendu. Hatinya berperang antara pedih karena harus mengubur dalam-dalam cintanya pada Calista, dengan rasa senangnya melihat kebahagiaan daddy nya.
"Cal, " panggil Alan lembut. Calista merapikan alat shalatnya dan menelpon untuk memesan teh dan makanan ringan untuknya dan Alan.
"Apakah kau sudah makan? " tanya Calista tanpa canggung lagi. Tangannya masih memegang gagang telepon yang menyambungkannya ke pantry.
"Apakah kau berperan sebagai ibuku? " Alan balik bertanya dengan sinis. Calista tersenyum tipis menanggapinya dan menutup telepon.
Calista duduk di sofa yang berseberangan dengan Alan. "Alan, walaupun aku istri daddy mu, tapi aku tetap tidak akan menjadi Mommy mu. Tapi aku juga tidak ingin menjadi orang yang kau musuhi, " jawab Calista tenang.
"Cal, bercerailah dengan daddy, " ucap Alan dengan memandang intens pada Calista. Wanita itu seperti sudah siap dengan ucapan Alan itu. Ia hanya mengembangkan senyumnya dan membalas pandangan Alan dengan dingin.
"Tanya pada daddy mu, apakah ia ingin menceraikanku. Tuan Lucas menikahiku dengan kehendaknya, maka otomatis aku akan menerima juga keputusannya untuk menceraikanku... jika ia mau! "
Alan tidak menyangka jawaban Calista akan sedingin itu. Cal benar-benar telah berubah, batin Alan sedih.
"Alan, diantara kita bagiku tidak lebih dari hubungan persahabatan. Aku tahu perasaanmu kepadaku. Tapi aku tidak pernah memberikan harapan apapun padamu. Dengan tegas, aku menolak pernyataan cintamu selama ini. Jadi aku tidak merasa bersalah jika saat ini aku menikahi seseorang yang kebetulan adalah daddy mu! "
Alan menatap Calista dengan kecewa.
"Jika kau mencintaiku dengan tulus, maka seharusnya saat ini kau ikut berbahagia. Tapi jika hanya bernafsu memilikiku, berarti kau terobsesi padaku. Dan aku akan menjadi sangat tidak nyaman dengan hal itu, " jelas Calista lagi.
Alan membuang pandangnya untuk menyembunyikan kepedihan sekaligus kemarahannya. Matanya sudah menghangat. Ia tak ingin terlihat lemah dihadapan Calista saat ini.
"Pikirkan kembali kata-kataku. Dan maaf, aku sedang sibuk sekali hari ini. Jadi aku tidak bisa menemanimu lebih lama lagi, " usir Calista dengan halus.
"Aku pergi sekarang. Permisi! " Pamit Alan dan segera berlalu dari hadapan Calista.
Calista menghela nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan untuk menenangkan degupan jantungnya. Ia hanya bisa berharap Alan akan dapat menerima pernikahannya dengan Tuan Lucas. Walaupun sulit tapi Calista percaya waktu akan mengobati luka Alan.
Seperginya Alan, Calista memilih makan siang diluar bersama Kathy dan Metta. Tuan Lucas mengijinkannya, tentunya dengan pengawalan yang tidak akan disadari oleh ketiga wanita cantik tersebut.
Tuan Lucas juga sudah mengetahui kedatangan Alan dan isi pembicaraan mereka dari CCTV yang terkoneksi dengan HP nya. Tuan Lucas tersenyum lebar, terlihat bangga dengan sikap dan kata-kata Calista pada Alan.
"Jerry, persiapkan segala sesuatunya. Kita tinggal menunggu mereka memakan umpannya. Aku sudah tidak sabar menyeret mereka ke penjara. Calista sudah siap untuk diproklamirkan sebagai istriku di depan publik! " perintah tuan Lucas yang dijawab dengan anggukan kepala yang dalam.
lanjutkan terus karyanya...
keren bngt ceritanya.. singkat.. gak smp ratusan bab.. tp terpatri di hati... thanks for all dearest...
🙏🥰💖👍💪👍💖🥰🙏