NovelToon NovelToon
Queen Mafia

Queen Mafia

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Tamat
Popularitas:360.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: TyaRara

Menjadi leader mafia bukanlah keinginan Syeira Azka Falensia.Dia hanya merasa kesepian hingga akhirnya memutuskan untuk membuat organisasi mafia.Organisasi mafia yang berkembang hingga menjadi Mafia nomor satu.Mafia yang paling ditakuti.

Hidupnya penuh dengan tekanan.Dituduh sebagai pembunuh,kehilangan orang yang dia sayangi,dan dijauhi oleh keluarganya.Semua itu terjadi dalam satu waktu dan mengakibatkan hidupnya terasa hitam putih,tak berwarna.

Hingga datanglah Devan yang dengan senang hati memberikan warna baru dalam kehidupan Syeira.Namun itu hanya sementara,hingga Syeira mengetahui sebuah rahasia yang Devan sembunyikan.

Rahasia?

⚠ Jangan baca kalau gak suka!
⚠ Jangan berkomentar buruk!.Authornya baperan!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TyaRara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps.24

Kini suasana perkemahan tengah ramai dengan api unggun yang diletakkan di tengah-tengah lapangan.Semua murid duduk dengan membentuk lingkaran mengelilingi api unggun.Mereka tampak menggunakan pakaian tebal karena cuaca memang dingin.

"Selamat malam semua!" Sapa wakil ketua OSIS dengan penuh semangat.Namanya Aini Kamania.Dia memang mempunyai sifat yang ceria dan ramah membuat siapapun nyaman berada di dekatnya.Semua murid yang tadinya sibuk berbicara dengan teman-temanya pun mulai mengalihkan perhatiannya pada Aini yang sedang berdiri di atas panggung kecil.

"Berhubung malam ini ketua OSIS kita sedang bucin maka saya akan menggantikan dia untuk berbicara di depan kalian semua" Ucap Aini sambil melirik ke arah Devan yang sedang duduk tenang di samping Syeira.Laki-laki itu bahkan tidak merasa risih dengan tatapan-tatapan yang mengarah padanya dan Syeira,dia hanya acuh.

"Namanya juga lagi jatuh cinta ya gak?" Ucap Vion dengan lantang."Cinta pertama guys,maklum aja!" Seru Dion.Mereka berdua memang kompak jika urusan mengejek orang.Semua murid hanya terkekeh kecil,ada juga yang mulai membicarakan kedekatan Devan dan Syeira.

"Sudah-sudah kita langsung pada intinya aja.Jadi,malam ini kita semua akan mengadakan pesta api unggun!.Kalian boleh melakukan apa aja yang ingin kalian lakukan,asalkan tidak membahayakan diri sendiri dan orang lain!.Kalau kalian mau nyanyi silakan,mau bakar-bakar silakan,mau nembak gebetan pun juga boleh.Dan Selama pesta berlangsung kalian akan didampingi oleh para anggota OSIS dan sebagian guru yang masih ada di sini.Baik itu saja dari saya" Ucapnya lagi.Aini yang tadinya berada di atas panggung kecil pun mulai turun dan bergabung dengan anggota OSIS yang lainnya.

Setelah wakil ketua OSIS itu menyampaikan pengumuman,semua murid pun mulai membentuk kelompok sendiri.Ada yang membakar sosis,ikan ataupun jagung,ada yang

pacaran,ada yang tidur di tenda dan ada pula yang bermain game.Semua melakukan kegiatannya masing-masing.

Begitu pula dengan Tasya,Fasya dan Bella yang sibuk menyalakan api kecil untuk membakar sosis dan jagung.Syeira?,gadis itu tengah berada di dalam tenda dengan mata yang fokus pada laptop.Dia tidak memperdulikan ketiga sahabatnya yang sibuk menyalakan api.

"Syei!,bantuin lah!" Ucap Tasya.Syeira pun hanya menatap sebentar lalu kembali fokus pada laptopnya.

"Syei!,lo denger gak gua panggil?" Ucap Tasya sekali lagi."Hm?" Tasya menghela napas lelah.Syeira selalu saja seperti itu.

"Gak bisa nyalain api ya neng?" Tanya Dion yang baru saja keluar dari tenda."Iya nih kak.Bisa tolong bantuin gak?" Ucap Tasya ragu.Dion hanya mengangguk sebagai respon.Diapun mulai menyusun kembali kayu bakar dan menuangkan minyak ke kayu.Setelah dipastikan tertata rapi,Dion pun mulai menyalakan pemantik api dan mengarahkannya pada kayu yang terdapat minyak.Tak lama kemudian api menyala.

"Makasih kak" Ucap Tasya.Lagi-lagi Dion hanya mengangguk sebagai jawaban.

"Temen-temen kakak gak dipanggil sekalian?" Tanya Tasya sambil membakar jagung."Emang boleh?" Tanya Dion.

"Boleh aja,biar rame juga" Ucap Tasya."Yaudah gua panggil" Dion pun berdiri dan menghampiri teman-temanya yang sedang bermain game di dalam tenda.

"Syei!,lo gak mau gabung nih?" Tanya Fasya."Gak" Jawab Syeira singkat.

"Gak usah ngurusin pekerjaan mulu.Mending lo ikut kita bakar-bakar daripada pusing liat berkas" Ucap Bella.Dia tidak bermaksud melarang Syeira untuk bekerja,namun dia merasa risih jika Syeira mulai fokus pada pekerjaannya dan melupakan sekitar.Dia merasa diabaikan.

"Udahlah Syei,tinggal bentar aja pekerjaannya" Bujuk Fasya selembut mungkin.Dia yakin Syeira akan luluh jika dia berbicara dengan nada lembut.

"Hm" Syeira pun meletakkan laptopnya di tempat semula.

Syeira pun lantas keluar dari tenda bersamaan dengan Devan yang juga keluar dari tenda.Tatapan mereka sejenak terkunci sebelum akhirnya Syeira memutuskan kontak mata dan langsung menghampiri teman-temanya.

"Bakar-bakar jagung nih" Ucap Vion lalu mengambil jagung bakar yang tersedia di wadah."Jangan main comot-comot aja dong!.Kalau mau bakar sendiri" Bella pun lantas mengambil jagung yang ada di tangan Vion dan mengembalikannya pada wadah.

"Pelit amat lo!" Cibir Vion."Kalau mau makan jagung bakar,ya bakar sendirilah!" Ucap Bella sinis.

"Daripada ribut,mendingan kita bakar lagi aja" Usul Revan dan disetujui oleh mereka.Mereka semua pun mulai membakar jagung dan sosis dengan penuh canda tawa.

Sedangkan Devan dan Syeira hanya duduk di karpet sembari menatap teman-temanya yang sibuk membakar jagung dan sosis.Mereka juga sempat di ajak untuk bergabung,tapi mereka menolak.

"Syei gua mau ngomong" Ucap Devan sambil menatap bulan yang bersinar terang dengan bintang yang berkilauan di langit hitam.Tampak indah.

"Hm?".

"Kalau seandainya kita ditakdirkan bersama gimana?" Ucap Devan.Syeira sempat terkejut,namun dengan cepat dia mengontrol diri.

"Pertanyaan gak bermutu" Cibir Syeira.Memang menurutnya mereka berdua tidak bisa bersatu dalam sebuah ikatan 'istimewa',mengingat dirinya adalah seorang pembunuh dan sisa umurnya juga tidak panjang lagi.

"Kalaupun kita bersama mungkin hanya sebatas teman,gak lebih" Devan mengangguk paham.

"Heh kalian berdua yang lagi bucin!.Kalian mau jagung bakar kagak?" Teriak Dion sambil mengangkat dua jagung bakar yang tampak sedikit gosong.

"Lo mau gak?" Devan menyenggol lengan Syeira,karena sang empunya sedang melamun entah memikirkan apa.

"Hah?,apa?" Beo Syeira.Devan menghela napas berat.Syeira selalu saja melamun jika selesai diajak berbicara serius.

"Mau jagung bakar gak?" Ucap Devan sekali lagi.Kali ini Syeira mengangguk.Devan lantas berdiri dan menghampiri Dion dan mengambil dua jagung yang berada di tangan Dion.

"Nih" Devan menyerahkan satu jagung kepada Syeira setelah dia duduk di samping gadis dingin itu.

"Agak pahit Van" Ungkap Syeira setelah memakan satu gigitan jagung yang gosong.

"Namanya juga gosong Syei" Balas Devan.

Setelah percakapan singkat itu keduanya sama-sama terdiam dengan kesibukan memakan jagung masing-masing.

Saat sedang menikmati jagung,Syeira mendengar bunyi pelatuk pistol yang ditarik.Bunyinya juga tidak terlalu keras,tetapi telinga Syeira juga mampu mendengar dengan jelas walaupun suara teman-temanya juga terdengar berisik.

"Van lo panggil kepala sekolah sekarang!" Perintah Syeira dengan suara yang gemetar.

"Ngapain?" Alis Devan tampak terangkat bingung.

"Udah cepetan panggil.Bilang aja gua yang manggil" Ucap Syeira.Tanpa menunggu lama Devan pun meletakkan jagungnya pada wadah dan segera pergi memanggil Raehan.

Sembari menunggu Raehan datang,Syeira mengirim pesan singkatan pada Rafa.

"Ada apa Syei?" Tanya Raehan dengan napas terengah-engah."Ada musuh datang" Jawab Syeira.Raehan pun lantas melihat sekitar dan menemukan beberapa orang berjaket hitam tengah bersembunyi di balik pohon besar.Dia dapat melihat salah satu orang di balik pohon yang sedang mengisi peluru,dan detik berikutnya terdengar suara tembakan yang sangat keras.

Semua murid dan guru yang ada di sana pun was-was.Begitu juga dengan Raehan dan Syeira.Lagi-lagi Raehan melihat salah satu dari mereka sedang mengisi peluru.Dan tiba-tiba....

Dor!

"Akhh"

...•••...

...••...

...•...

1
Sharon
Gk yakin anak angkat aku rasa ada modus
Bagus Al Genta
Luar biasa
Deana
save
Grizelle
Kalo ujungnya membela sisi,, nggak usah nanya gitu. Kesannya tetep aja menuduh Syeira
Grizelle
Si goblok si goblok
Grizelle
Sebenarnya sadar juga Diana, tapi kenapa seolah menutup mata
Grizelle
Mantap nih sindirannya
Nurhalimah Al Dwii Pratama
nexttt lanjuty
lla
lanjut thor semangat
Big Bos
lanjutttt thorrr
lla
ayo thor up lagi semangat
Eka Putri
lanjut
Eka Putri
lanjut,,Jang lama"
mesa fadila: baca cerita aku yuk, judulnya Larissa. butuh support.
total 1 replies
Mariam Nezma Albady
jangan lama² thor saya lupa alurnya ke gmnh
Mariam Nezma Albady
lanjut
Dewi R
kka kok lama si udah d tnguin ni
Eka Putri
lanjut thor
Diah Ani
lanjut semangat
Dewi R
kka di tngguh ni
~tiny24_PHEONIX~
lanjut Thor semangat 💪
ditunggu up nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!