NovelToon NovelToon
Sistem Koki Gila

Sistem Koki Gila

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Sistem
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: kegelapan malam

Arumi cuma wanita biasa yang hidupnya sangat sederhana. Sampai akhirnya, sebuah kecelakaan membuat hidupnya berakhir. Bukannya tenang, Arumi malah bangun dengan kondisi yang bikin pusing. Jiwanya terjebak di dalam tubuh pria bernama Bagas.

​Belum selesai kagetnya, di kepalanya muncul suara sistem yang menyebalkan dan hobi banget mengejeknya. Sistem itu menuntut Arumi harus jadi koki hebat, padahal Arumi sendiri nggak bisa masak apa-apa.

​Lebih parah lagi, Bagas ternyata adalah siswa di sekolah tentara dengan jadwal latihan yang super padat. Arumi harus berusaha keras biar nggak ketahuan sifat aslinya, sambil diam-diam menjalankan misi memasak dari si sistem yang sangat menyebalkan.

​Dapatkah Arumi melewati hari-harinya di sekolah tentara tanpa ketahuan, dan bertahan dari ocehan sistem yang bikin emosi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kegelapan malam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

dua puluh dua ~

Swosh!

Surat perintah resmi itu benar-benar turun dengan kecepatan cahaya yang tidak masuk akal. Padahal, baru kemarin sang komandan pusat membicarakan rencana pemindahan jabatan itu secara lisan di sela-sela kehebohan dapur, tetapi hari ini surat keputusan berselubung stempel merah itu sudah mendarat mulus di tangan Bagas.

Bagas sempat tertegun cukup lama, menatap tak percaya pada selembar kertas bertuliskan tinta hitam legam di genggamannya. Ia benar-benar dibuat terkejut oleh tingkat kegercepan para petinggi militer barak dalam mengurus birokrasi. Namun, alih-alih merasa terbebani, bibir Bagas perlahan-lahan menyunggingkan senyuman lebar penuh keyakinan.

Yah, mau bagaimana lagi? Kalau takdir sudah meluncur secepat ini, anggap saja ini adalah batu loncatan pertama untuk merombak total garis kemiskinanku batin Bagas bertekad bulat di dalam hati. Intinya, tujuan akhirku ke depan cuma satu aku harus jadi orang kaya raya!

Skip ke hari libur Bagas berikutnya!

Hari yang dinanti-nanti akhirnya tiba juga. Pagi itu, udara segar menyambut langkah kaki Bagas begitu ia melangkah keluar melewati gerbang utama barak militer. Menghirup oksigen bebas tanpa aroma asap kompor dan teriakan instruksi militer membuat dada Bagas terasa lapang luar biasa.

Meskipun isi dompet fisiknya tidak seberapa tebal, setidaknya gaji pertamanya sebagai seorang Asisten Koki Utama kini sudah cukup aman di saku celananya, lebih dari cukup untuk sekadar menraktir dirinya sendiri jajan cilok dan jajanan gerobak lainnya di taman kota nanti.

Begitu menginjakkan kaki di kawasan taman kota yang rindang, jiwa kuliner Bagas langsung terpanggil secara bar-bar.

"Bang, ciloknya sepuluh ribu ya! Jangan lupa bumbu kacangnya yang banyak!" seru Bagas penuh semangat kepada pedagang pertama yang ditemuinya.

Belum cukup sampai di situ, langkah kakinya terus menyerbu setiap gerobak jajanan yang berbaris di pinggir jalan. Telur gulung berlumur saus pedas manis, seblak ceker dengan kuah merah menyala yang menggugah selera, hingga kebab berukuran jumbo dengan lelehan keju melimpah semuanya dibeli tanpa butuh waktu lama untuk berpikir dua kali.

Hingga pada akhirnya, kedua tangan Bagas benar-benar penuh menenteng berbagai kantong plastik jajanan kaki lima. Dengan napas sedikit megap-megap karena kewalahan membawa harta karun kulinernya, ia mulai berjalan mencari tempat berteduh yang nyaman. Tak lama kemudian, ia menemukan sebuah bangku taman yang dinaungi oleh pohon besar berdaun rindang.

Duduk bersandar santai di bawah kerindangan pohon, Bagas mulai membuka satu per satu bungkusan Jajanan tersebut dengan mata berbinar-binar bahagia.

Duh, surga dunia macam apa ini? Setelah disiksa kerja rodi sama si rentenir Daisy, akhirnya aku bisa menikmati hidup sebagai rakyat jelata yang merdeka! batin Bagas bersorak gembira sambil melahap sebutir cilok hangat.

Namun, di tengah kenikmatan menyantap jajanan sore itu, lamunan Bagas mendadak melayang kembali ke masa lalu, tepatnya ke momen beberapa hari lalu ketika sang Kepala Koki dengan serius menawarkan posisi kepala koki utama kepadanya kelak setelah masa pensiun tiba.

Seketika itu juga, senyuman di bibir Bagas memudar perlahan, digantikan oleh helaian napas panjang yang sarat akan kebimbangan.

Seolah memiliki sensor khusus untuk mendeteksi gelombang kegalauan di kepala tuannya, layar transparan milik sistem tiba-tiba berkelebat terang, memunculkan deretan teks dengan nada bicara yang menyebalkan seperti biasanya.

[Sensor internal mendeteksi adanya aura-aura suram dan galau akut di sekitar Tuan Rumah!]

[Ada apa gerangan, wahai Tuan Rumah tercinta? Apakah ada hal berat yang tengah mengganggu pikiranmu? Silakan curhat dan bercerita pada sistem. Setidaknya, jika saya tidak bisa memberikan solusi yang berguna, saya pasti bisa... mengolok-olok eh, mmm... maksud saya, memberikan semangat penuh kepada Tuan Rumah~]

Melihat teks yang terang-terangan meledek di depan matanya, urat di pelipis Bagas langsung berkedut kencang. Ia mencibirkan bibirnya sebal sambil mengunyah cilok dengan geram.

"Yaelah... ya, ya, ya, aku tahu persis kau memang paling hobi dan suka sekali mengolok-olokku kan Daisy sialan!" gerutu Bagas lewat batinnya dengan kesal.

Meski begitu, rasa penasarannya jauh lebih besar, sehingga ia akhirnya memutuskan untuk menumpahkan unek-unek yang selama ini mengganjal di dadanya.

"Dengar ya Daisy." lanjut Bagas mengeluh. "Waktu itu Kepala Koki sempat nawarin aku posisi jadi kepala koki pengganti kalau beliau pensiun nanti. Tawaran itu memang menggiurkan buat orang biasa. Tapi, setelah aku punya skill dewa berkat sistemmu ini, rasanya seleraku jadi ikut naik. Aku kepingin berkembang lebih jauh! Aku mau punya restoran sendiri, punya brand makanan sendiri, atau usaha apa pun lah yang penting bisa menghasilkan uang jauh lebih banyak daripada sekadar jadi abdi dalem dapur barak."

Bagas menghela napas pasrah, menatap nanar sisa cilok di tusuk sate miliknya.

"Tapi masalah utamanya kan klasik banget mau buka usaha apa pun pasti butuh modal yang seabrek! Sedangkan gajiku sebagai asisten koki sekarang cuma cukup buat bertahan hidup harian saja. Kalaupun aku sok-sokan sok rajin menabung dari nol, kurasa aku sudah keburu jompo, peot, dan pikun duluan sebelum modal usahaku kekumpul!" keluh Bagas panjang lebar, meluapkan seluruh isi kepalanya.

Beberapa detik berlalu dalam kesunyian, sebelum akhirnya layar transparan sistem berkedip pelan menampilkan balasan yang sukses membuat mata Bagas terbelalak lebar hingga nyaris copot.

[Pemberitahuan Sistem Terkait Fitur Tersembunyi:]

[Tuan Rumah sepertinya lupa atau kurang teliti membaca buku panduan dasar sistem sejak hari pertama. Sebenarnya, seluruh akumulasi poin yang Tuan Rumah miliki di dalam saldo sistem ini bisa dikonversikan secara langsung menjadi uang tunai di dunia nyata!]

[Nilai tukar resminya adalah: 1 Poin setara dengan 1.000 Rupiah.]

[Jadi, jika saat ini saldo poin Tuan Rumah berjumlah 15.000 Poin, maka jika dikonversikan ke dalam mata uang rupiah di dunia nyata, Tuan Rumah akan langsung mengantongi uang tunai sebesar 15.000.000 Rupiah (Lima Belas Juta Rupiah)!]

[Peringatan Keras dari Sistem: Sebaiknya Tuan Rumah menggunakan fitur ini secara bijak dan TIDAK menukarkan seluruh poin yang dimiliki sekaligus, demi kelangsungan hidup akun ke depannya.]

Mendengar penjelasan mengejutkan yang terpampang nyata di depan matanya itu, Bagas seketika terdiam kaku bagaikan disambar petir di siang bolong. Kunyahan cilok di dalam mulutnya berhenti total. Jantungnya serasa copot dari rongga dadanya.

Lima belas juta rupiah?! Tunai?! Konversi langsung dari poin sistem?!

Satu detik... Dua detik... Tiga detik kemudian, sebuah teriakan histeris meledak di dalam ruang kepala Bagas.

"HAH?! SUMPAH DEMI APA PUN?!" teriak Bagas histeris sampai-sampai ia nyaris tersedak pentol.

Ia langsung melompat berdiri dari bangku taman, membuat beberapa pengunjung di sekitar meliriknya dengan tatapan heran. Tanpa peduli sekitar, Bagas langsung mencak-mencak memprotes sang sistem dengan suara bergetar hebat di dalam batinnya.

"DAISY KAMPRET! KENAPA KAU BARU BILANG SEKARANG, HAH?! Kenapa tidak dari dulu-dulu waktu aku pertama kali masuk sistem ini?!" cerca Bagas murka setengah mati. "Kalau dari awal aku tahu kalau poin-poin sialan itu bisa dicairkan jadi uang tunai sebanyak itu, aku pasti sudah jungkir balik mengerjakan setiap misi dengan sepenuh jiwa raga, menguras keringat, dan memeras otak sampai botak demi dapat poin seabrek-abrek!"

[Sistem tidak pernah menyembunyikan informasi tersebut Tuan Rumah,] balas sistem dengan nada santai menyebalkan. [Hanya saja, Tuan Rumah dari awal terlalu sibuk berteriak memaki sistem dan menuduhku sebagai rentenir pasar gelap, sehingga kapasitas memori fokus Anda tertutup oleh emosi negatif.]

Mendengar balasan yang begitu logis namun menyebalkan itu, Bagas hanya bisa mengelus dadanya sabar, meratapi kebodohannya sendiri yang tidak rajin membaca syarat dan ketentuan sistem.

Namun, nasi sudah menjadi jamur eh, maksudnya nasi sudah berubah menjadi bubur. Bagas menarik napas panjang-panjang, menenangkan detak jantungnya yang sempat meroket tajam akibat syok finansial mendadak itu.

Sudahlah, menyesali masa lalu tidak akan mengubah saldo rekening. Yang terpenting, sekarang matanya sudah terbuka lebar dan ia tahu persis seberapa berharganya setiap butir poin yang diberikan oleh sang sistem.

Dengan cengiran lebar yang kembali merekah di wajahnya, Bagas kembali duduk dengan tenang di bangku taman, menatap sisa tusuk sate telur gulungnya dengan pandangan penuh penuh ambisi baru.

Baiklah, permainan baru dimulai! Mulai sekarang, jangankan misi masak skala besar, kalau perlu disuruh masak buat satu divisi tentara nasional pun akan aku libas tanpa ampun demi mengumpulkan pundi-pundi rupiah! Siap-siap saja, dunia kuliner... Bagas si calon orang kaya raya segera datang menggebrak! batin Bagas bersorak penuh kemenangan di bawah pohon yang rindang.

...****************...

...****************...

Halo pembaca setia! 👋👋

​Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-81! 🇮🇩✨

Semoga semangat kemerdekaan selalu ada di keseharian kita semua

Bebas berkarya dan merdeka dari tanggal tua (itu jadi buruh kupas bawang aja biar tidak merasakan tanggal tuaaa).

​Terima kasih banyak ya sudah terus menemani perjalanan Bagas sampai sejauh ini. Komentar dan dukungan kalian adalah penyemangat terbaik buat aku.

​Selamat membaca bab hari ini.

...MERDEKA MERDEKA MERDEKA! ❤️🎉...

...****************...

1
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
Semoga ntun juga merdekaaa, nggak membuat penulisnya putus ada dengan aturan pf yang makin menjadi
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: amin ya allah🫠
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
Alamakkk🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
si Bagas langsung kaya raya
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
wahhhhh, andaiii poin di kotak orange juga bisa ya🤣😭
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: jangan harap😭
total 1 replies
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
heleh, mau marah😏 tapi emang bener kok, malah suka aku ledekin nih sistem rentenir kejam 🤪🤪/Slight/
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
heleh, memang bener kok, kau tuh sistem rentenir gila😏😏🤪🤪
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
tumben ngasih poin tinggi nih sistem😏, tapi ku gak akan percaya, biasanya setelah mendapatkan poin gede, pasti di suruh beli sesuatu yang harganya mahal dan menguras poin 😏, jadi, ku gak akan mudah percaya padamu sistem koki gila😏
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: iya lah, karena aku belajar dari sebelumnya/Tongue/, jadi gak akan percaya begitu saja/Proud/
total 2 replies
Teuing Saha🙃
🤣🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: katanya 700k per kg kan😭
total 1 replies
Teuing Saha🙃
Kek aku, kalau untuk jajan gak pernah mikir lagi. tp kalau untuk beli barang kek baju misalnya, mesti mikir ratusan kali 🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: lah sama dongg😭
total 1 replies
Retno Palupi
lanjut
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: siappp 🫡
total 1 replies
☠⎯⎯꯭ᷤ💕ˢ⍣⃟ₛʂιʂᴋ𝚊⃤ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©
cewek masuk tubuh cowok😭🤣🤣
kebalikan kita Thor,, aku cow yg masuk tubuh cew🤣
Teuing Saha🙃
Whooaahhh... Yakin ini, tidak ada udang dibalik tepung 🤭 maap ya suudzon mulu🤣🤣
Teuing Saha🙃: Kan aku udah bilang maap /Curse/ abisnya, kamu selalu mencurigakan /Slight/
total 2 replies
Teuing Saha🙃
Jangankan Bagas, aku juga pasti bingung harus jawab apa😁
Ditunggu up berikutnya othor seksoy 😘
Teuing Saha🙃: macama..
total 2 replies
Teuing Saha🙃
Curiga nih sama harganya /Slight/
Teuing Saha🙃
Aku mau yg cokelat 🤤
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
seenggaknya tunggu besok harinya lah sistem, baru juga masuk saku, sudah minta di keluarin lagi poinnya😭
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: buhhahahhaa aku xuriga sistem gk iklas😭
total 1 replies
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
kan bener, sudah bisa ku tebak harganya 100 poin/Sweat/, dan juga bener kan, jangan seneng kalau dapat poin dari sistem ini, karena setelahnya pasti disuruh beli barang dari toko sistem yang harganya bikin emosi banget, udah capek-capek kerja ini itu, eh dikasih poin seenaknya, terus sekarang harus beli barang yang harganya 2 kali lipat dari poin yang dikasih /Panic//Panic//Panic//Angry//Angry/
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: bener kan tebakanku, harganya dia kli lipat dari kemarin😏
total 2 replies
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
pasti mahal harganya, 1000 poin ting/Panic/, bener bener ya nih sistem, bisanya ngerampas terus, memang cocok banget nih sistem disebut sistem rentenir gila /Angry//Angry/
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: /Right Bah!//Right Bah!/
total 2 replies
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
500 doang /Panic/, pelit bener nih sistem /Scream//Scream/, kasih 2000 poin kek, itu dia udah banyak bikin kue terus di tambah sama teh juga, dan sistem ngehargainya dengan 500 poin!! /Panic/, pengen ku jitak kau sistem/Curse//Curse//Curse//Angry//Angry/
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: 🤣, nanti kasih poin gede, nanti suruh beli barang lagi yang ada di sistem dengan harga tinggi 😏, ku tak percaya dengan sistem/Tongue/
total 2 replies
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
mau lihat gambarnya, kasih spill fotonya 🤭
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: aku belum pernah lihat kue ini/Grievance/
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!