NovelToon NovelToon
CAMPUS COUPLE

CAMPUS COUPLE

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintapertama
Popularitas:344
Nilai: 5
Nama Author: Nurul Laila

Menjadi mahasiswa Arsitektur semester tiga dan aktif dalam kegiatan himpunan sudah cukup menguras energi Gea. Kehadiran Jay yang manis terasa seperti tempat peristirahatan di tengah penatnya kegiatan. Pertama kali menjalin kasih, Gea fikir akan berjalan mulus, penuh rasa menggelitik, dan menyenangkan. Namun, kisah romansanya tidak berjalan mulus seperti yang dia bayangkan.
Kecemburuan dan kekangan dari Jay terasa semakin menyesakkan. Kuliah di jurusan yang di dominasi oleh pria, Gea tidak bisa bebas berinteraksi dengan pria, bahkan dengan sahabat dan sepupunya sendiri. Membuat keretakan dan hubungan mereka pun harus kandas.
Saat Gea tidak berpikir untuk menjalin hubungan baru, atau membuka hatinya untuk orang baru, dia dipertemukan dengan seseorang yang menawarkan kenyamanan yang berbeda. Seseorang yang hadir tanpa menuntut.
Bisakah Gea melepaskan luka masa lalunya dan menyambut dengan utuh seseorang yang datang di waktu yang dia tak sangka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurul Laila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HONEYMOON PHASE - Part 3

Siang ini, Jay dan Gea menghabiskan waktu mereka di *café* dekat kampus. Gea

menceritakan dengan antusias bagaimana kegiatannya kemarin saat bertemu dengan pembicara yang juga alumni, hingga moment mereka harus berhenti berteduh untuk menikmati semangkuk sekoteng karena hujan turun deras dalam perjalanan pulang.

“Tapi kamu dianterin sampe rumah, kan, semalem?” tanya Jay. Nada bicaranya diusahakan sekasual mungkin, padahal sejak semalam dadanya tidak tenang memikirkan Gea yang pulang berboncengan dengan pria lain.

“Iya. Kak Tia, Kak Abas, sama Bang Yoga juga ikut nganterin aku dulu semalem, Ay.”

“Oh ya?” Jay menopang dagu, menatap Gea lekat-lekat. Berarti Karis juga ikut nganter

sampe rumah Gea, batin Jay mulai overthinking.

“Terus ya, pas di jalan, si Mas Karis nih nanya-nanya terus soal Risa,” mendengar nama Karis di sebut, Jay refleks menegakkan posisi duduknya. Gelas es kopi di tangannya mendadak dicengkram sedikit lebih kuat.

Namun, Gea melanjutkan sambil terkekeh, “terus aku langsung tembak kan, ‘Mas Karis naksir

sama Risa, ya?’ Gitu. Eh, dia malah ketawa. Abis itu baru ngaku kalo dia emang naksir Risa. Mau

tau gak dia bilang apa?”

Ketegangan di bahu Jay seketika luruh. Seolah ada beban berat yang diangkat dari dadanya saat mengetahui Karis menyukai sahabat kekasihnya.

“Apa?” tanya Jay, kini benar-benar penasaran.

“Katanya, ‘temen lo manis banget abisan’,” Gea mengulang kalimat Karis dan tertawa,

mengingat bagaimana nada suara seniornya itu terdengar malu-malu semalam.

“Kamu kasih tau gak kalo Risa udah punya pacar?” Jay memastikan.

“Udah. Langsung aku kasih tau, Ay, makanya langsung aku tembak gitu.”

“Terus responnya gimana?”

“Cuma bilang, ‘yaaaaah, beneran si Risa udah punya pacar?’ Gitu doang. Ya aku bilang

aja, ‘ngapain gue boong, Mas. Cowoknya juga sering ke kampus jemput Risa’.”

“Kasian, cinta kandas sebelum mulai,” kata Jay, memicu suara tawa di antara mereka berdua.

Jay tertawa lepas, mengejek keminderannya sendiri di dalam hati yang sempat menduga hal-hal buruk sejak kemarin.

“Ya, weekend jalan yuk,” ajak Jay, ingin mengalihkan fokosnya dari urusan kampus.

“Ayo! Mau kemana?”

“Dufan mau?”

“Mau! Eh, tapi kamu gak ada latian futsal buat lomba?”

“Hari Minggu latihannya lagi, Ya. Kita jalannya Sabtu aja.”

“Selasa besok kamu juga udah mulai, ya?”

“Iya, nih. Kamu nonton, dong,” kata Jay sambil mengulurkan selembar tisu kepada Gea,

lalu menunjuk sudut bibir gadis itu yang terkena sisa makanan. Gea langsung sigap membersihkannya.

“Pasti dong! Masa pacar aku main aku gak nonton,” ucap Gea manis, membuat secercah rasa bangga membuncah di dada,. “Kamu lawan jurusan apa besok?”

“HI.”

“Ooohh. Aku perlu bawa bulu-bulu cheerleader gak nih buat semangatin?” guyon Gea.

Jay tertawa lebar, rasa cemburu tersembunyinya menguap begitu saja digantikan rasa gemas.

“Kamu ada-ada aja,” ucapnya sambil mengusak rambut Gea dengan sayang.

...****************...

Jadwal akhir pekan Gea kali ini benar-benar padat. Hari Sabtu dia pergi dengan Jay untuk

berkencan ke dufan. Hari itu, salah satu Impian terpendam Gea akhirnya terwujud. Ia memang

selalu berharap bisa melakukan Dufan date saat sudah memiliki pacar nanti.

Pagi-pagi sekali mereka sudah berangkat. Alih-alih membawa mobil sampai ke Ancol,

mereka memilih memarkirkan mobil Jay di ragunan. Kata Gea, “naik transjakarta aja biar seru”. Jadilah Jay mengikuti keinginan kekasihnya itu, walau awalnya dia sempat cemas, “nanti kamu capek, Ya, kalo kita naik TJ,”. Namun, karena hari itu Gea bersikeras ingin mencoba naik transportasi umum bersama, Jay hanya bisa pasrah sambil tersenyum maklum.

Mengawali dengan *merry-go-round* hingga menjajal segala macam wahana ekstrem,

hingga membuat baju mereka basah kuyup, semua terasa menyenangkan. Mengitari dufan yang hari itu tidak terlalu penuh adalah bonus besar bagi mereka. Artinya, mereka tidak perlu mengantre terlalu lama untuk menaiki setiap wahana.

Setelah berganti pakaian yang kering, mereka menikmati makan siang yang agak terlambat karena tertalu asyik bermain. Kencan hari itu ditutup dengan menikmati minuman dingin dan *cotton candy* sambil berjalan mengitari area taman bermain.

“Mau main apa lagi?” tanya Jay menyuapi secuil cotton candy ke mulut Gea.

“Istabon yuk! Terus kita naik bianglala,” pinta Gea antusias.

Mereka jalan beriringan. Sebenarnya sejak pagi tadi, Jay ragu akan satu hal, dia ingin sekali

menggandeng tangan Gea. Jantungnya sedari tadi berdetak tak karuan memikirkan kapan waktu yang tepat untuk menggandeng tangan Gea. Memanfaatkan moment tenang mereka sore itu, Jay berhasil menggandeng lembut tangan kekasihnya.

Gea tersentak pelan, melirik tangan mereka yang kini saling menggenggam. Ia bisa merasakan jantungnya berdegup kencang dan pipinya menghangat. Bibirnya membentuk senyum malu-malu, sementara matanya mendadak tidak berani menatap Jay. Saat Netra keduanya tidak saling bertemu, dua detik kemudian mereka akan memalingkan wajah mereka dengan salah tingkah.

Sore pun menyapa dengan langit yang memamerkan perpaduan cantik warna jingga, ungu, biru, dan kelabu di atas Bianglala. Embusan angin sejuk menerpa wajah mereka dan menerbangkan helaian rambut. Di dalam bianglala yang bergerak lambat, sepasang kekasih saling duduk berdekatan, bergandengan tangan, dan menikmati pemandangan dari ketinggian.

“Seneng gak?” tanya Jay lembut.

Gea menoleh, tersenyum tulus, “seneng banget. Makasih ya, Ay.”

Mereka sempat menikmati beberapa permainan lagi sebelum akhirnya memutuskan untuk pulang. Harus berdesak-desakan dengan seluruh pengunjung ancol saat mengantre transportasi umum menuju Ragunan ternyata tak lantas membuat semangat Gea runtuh. Dia masih bersemangat membicarakan berbagai hal sementara Jay menjadi pendengar dan menanggapi sang kekasih tak

kalah antusias.

Di hari minggu, Gea menyempatkan diri datang ke lapangan futsal jurusannya di salah satu lapangan futsal dekat kampus. Gea duduk di pinggir lapangan, menyemangati teman-teman,

senior, dan adik kelasnya yang bermain dan akan turun lagi dalam pekan olahraga kampus.

Begitu sesi latihan selesai, Gea menyodorkan tumbler berisikan air minum dingin khusus

untuk Jay.

“Jay doang yang di kasih minum,” ledek yang lain, sukses membuat pipi Gea bersemu merah.

“Ini udahan mainnya?” tanya Gea kepada Jay yang masih berdiri di depannya sambil menyeka

keringat.

“Udah kok,” sahut Jay. Pria gempal itu, mengelus puncak kepala Gea dengan lembut, “makan yuk.

Aku laper.”

“Sama,” ucap Gea dengan senyumnya yang lebar, “kamu mau makan apa?”

“Mi ayam mau gak?” tawar Jay.

“Kwetiau?”

Jay tertawa pelan mendengarnya, “ya udah, nanti kita beli kwetiau, yaaa,” jawabnya pasrah

sembari mengusap puncak kepala Gea dengan gemas.

Akhir pekan ini rasanya benar-benar dipenuhi oleh bunga-bunga bermekaran dengan

letupan kupu-kupu di dalam perut. Oh, begini ya rasanya pacaran, batin Gea bahagia.

...****************...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!