NovelToon NovelToon
Tak Terkalahkan Sejak Awal

Tak Terkalahkan Sejak Awal

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Sistem / Reinkarnasi
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: D'Silent Novel

Chu Xuan menjadi orang pertama dalam sejarah yang menolak reinkarnasi.

Karena murka, utusan akhirat mengutuknya untuk menjalani delapan belas tahun kehidupan yang penuh penderitaan di dunia kultivasi tanpa bakat, tanpa kekayaan, dan tanpa harapan.

Setelah kehilangan satu-satunya keluarga yang membesarkannya dan hidup sendirian selama tiga tahun di sebuah kuil tua yang hampir roboh, Chu Xuan akhirnya disambar petir pada usia delapan belas tahun.

Hari itu, seluruh dunia kultivasi tidak mengetahui satu hal:

Orang paling malas di dua dunia akhirnya memperoleh kekuatan untuk menjadi tak terkalahkan.

Namun, Chu Xuan hanya memiliki satu tujuan.

Memperbaiki atap Kuil Qingfeng.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D'Silent Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24 — Keluar dari Kota

Suasana di aula utama masih dipenuhi ketegangan.

Puluhan kultivator Keluarga Han berdiri di luar gerbang kediaman.

Aura mereka menekan seluruh penjuru.

Namun...

Avatar Chu Xuan tetap berdiri dengan tenang.

Tatapan mata emasnya tidak sedikit pun berubah.

Ia memandang Tetua Han.

Kemudian berkata singkat.

"Aku tidak suka."

"Merusak rumah orang."

Tetua Han sedikit mengernyit.

Avatar Chu Xuan melanjutkan.

"Kalau ingin mati."

"Ikut aku."

Setelah mengucapkan kalimat itu...

Ia langsung berbalik.

Sama sekali tidak menunggu jawaban.

Tetua Han tertawa dingin.

"Hmph."

"Kau pikir bisa kabur?"

Avatar tidak menoleh.

"Kalau mampu."

"Kejarlah."

Sosok berjubah putih itu melangkah keluar dari kediaman Penguasa Kota.

Di dalam aula...

Semua orang masih terdiam.

Penguasa Kota Qin Tiancheng menarik napas panjang.

"Senior..."

"Benar-benar tidak ingin melibatkan kita."

Nyonya Kota mengangguk perlahan.

"Beliau bahkan memilih bertarung di luar kota..."

"Supaya kediaman ini tidak hancur."

Tatapan sang putri semakin dipenuhi rasa hormat.

Di matanya...

Pria berjubah putih itu bukan hanya kuat.

Tetapi juga memiliki prinsip.

Tiba-tiba...

Avatar Chu Xuan berhenti di depan gerbang.

Tanpa menoleh...

Ia berkata datar.

"Ikut."

Hanya satu kata.

Namun semua orang tahu...

Kalimat itu ditujukan kepada putri Penguasa Kota.

Gadis itu membeku.

"Senior..."

"Apakah..."

Avatar menjawab singkat.

"Kau."

"Akan menjadi muridku."

Jantung gadis itu berdegup kencang.

Ia segera menoleh kepada kedua orang tuanya.

Penguasa Kota tersenyum tipis.

"Pergilah."

"Kesempatan seperti ini..."

"Tidak akan datang untuk kedua kalinya."

Nyonya Kota berjalan mendekat.

Ia membelai rambut putrinya dengan lembut.

"Ibu akan merindukanmu."

"Tetapi..."

"Ibu bangga."

"Ikutilah Senior."

"Belajarlah dengan sungguh-sungguh."

Air mata mulai memenuhi mata sang putri.

Ia berlutut.

Memberi hormat kepada ayah dan ibunya.

"Putri tidak berbakti..."

"Tetapi Putri berjanji."

"Suatu hari nanti..."

"Putri akan kembali..."

"Dengan membawa kebanggaan bagi keluarga."

Penguasa Kota tertawa pelan.

"Bangkitlah."

"Mulai hari ini..."

"Kau bukan lagi hanya putriku."

"Kau adalah murid Senior."

"Jangan pernah mempermalukan nama Gurumu."

Gadis itu mengangguk kuat.

"Ya, Ayah."

Ia berdiri.

Lalu berjalan menuju Avatar Chu Xuan.

Sesaat kemudian...

Ia membungkukkan badan dengan hormat.

"Murid..."

"...memberi salam kepada Guru."

Avatar Chu Xuan hanya mengangguk pelan.

"Pergi."

Satu langkah.

Dua langkah.

Guru dan calon murid itu meninggalkan Kediaman Penguasa Kota.

Sementara di belakang mereka...

Tetua Han menyeringai dingin.

"Biarkan mereka keluar kota."

"Di sana..."

"Tidak akan ada lagi orang yang bisa menyelamatkan mereka."

Belasan Pengawal Bayangan segera bergerak mengikuti dari kejauhan.

Tak seorang pun menyadari...

Bahwa mereka sedang berjalan menuju tempat yang akan menjadi kuburan mereka sendiri.

Matahari mulai condong ke barat.

Avatar Chu Xuan berjalan tenang meninggalkan Kota Canglan.

Di belakangnya...

Putri Penguasa Kota mengikuti tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

Ia beberapa kali melirik sosok berjubah putih di depannya.

Semakin lama ia memperhatikan...

Semakin ia merasa pria itu dipenuhi misteri.

Tiba-tiba...

Tulisan hitam muncul di hadapan Chu Xuan.

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

【Sisa Durasi Avatar】

18 Menit.

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

Chu Xuan hanya melirik sekilas.

Selama tidak membuang waktu...

Itu masih lebih dari cukup.

Beberapa ratus meter di belakang mereka...

Tetua Han menyeringai.

"Dia sengaja menuju luar kota."

"Sungguh bodoh."

"Di sana..."

"Tak ada lagi yang bisa melindunginya."

Seorang Pengawal Bayangan bertanya pelan.

"Tetua..."

"Apakah kita menyerang sekarang?"

Tetua Han menggeleng.

"Belum."

"Biarkan dia semakin jauh."

"Pastikan tidak ada saksi."

Belasan kultivator Keluarga Han terus mengikuti.

Tak satu pun dari mereka sadar...

Bahwa setiap gerakan mereka telah diketahui Avatar Chu Xuan.

Tak lama kemudian...

Rombongan tiba di sebuah dataran luas di kaki Pegunungan Tianyun.

Angin bertiup pelan.

Tak ada seorang pun selain mereka.

Avatar Chu Xuan akhirnya menghentikan langkah.

Ia perlahan berbalik.

Tatapan mata emasnya jatuh kepada Tetua Han.

"Kalian."

"Cukup jauh."

Tetua Han tertawa keras.

"Hahaha!"

"Baru sekarang kau sadar?"

Avatar menggeleng pelan.

"Bukan."

"Aku hanya..."

"...tidak ingin mengganggu orang lain."

Kalimat itu membuat Tetua Han mengernyit.

Belum sempat ia memahami maksudnya...

Avatar berkata kepada gadis di belakangnya.

"Mundur."

Putri Penguasa Kota segera mundur beberapa puluh langkah.

Ia tahu...

Pertarungan besar akan segera dimulai.

Tetua Han mengangkat tongkat hitamnya.

Aura spiritual yang mengerikan meledak.

Tanah di sekitarnya mulai retak.

Puluhan kultivator Keluarga Han serentak mencabut senjata.

"Kepung dia!"

"Jangan beri kesempatan melarikan diri!"

Dalam sekejap...

Avatar Chu Xuan telah dikelilingi dari segala arah.

Tetua Han tersenyum dingin.

"Kali ini..."

"Aku ingin melihat..."

"Bagaimana kau melarikan diri."

Avatar Chu Xuan berdiri tanpa bergerak.

Jubah putihnya berkibar pelan.

Tatapan mata emasnya tetap tenang.

Kemudian...

Tulisan hitam kembali muncul.

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

【Target berada dalam jarak yang sesuai.】

【Seluruh musuh memiliki niat membunuh terhadap Tuan Rumah.】

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

Chu Xuan menutup panel itu.

Lalu...

Untuk pertama kalinya sejak meninggalkan Kota Canglan...

Senyum tipis muncul di sudut bibirnya.

"Akhirnya..."

"Kalian sendiri yang datang."

Mendengar kalimat itu...

Entah mengapa...

Jantung Tetua Han berdegup lebih kencang.

Firasat buruk yang belum pernah ia rasakan sepanjang hidupnya...

Tiba-tiba memenuhi hatinya.

Namun...

Semuanya sudah terlambat.

Bersambung...

1
obeng min
tambah banyak up-nya tambah jos pula ketua mantap👍👍👍👍👍
obeng min
selalu top
obeng min
top👍👍👍
Hadi Hadi
is good💪
Hadi Hadi
sikat😍
Hadi Hadi
bantai💪💪
obeng min
selalu dedepan mantap🤣🤣🤣👍
obeng min
upnya kurg banyak ketua👍👍👍👍👍
andi widya
kerennn
obeng min
mantao ketua 💪💪💪💪💪
Hadi Hadi
bantai
Hadi Hadi
semangat🤭🤭
Hadi Hadi
is good😍😍
Hadi Hadi
is good💪
Hadi Hadi
is good💪💪
Hadi Hadi
semangat💪💪
Hadi Hadi
up up💪💪
obeng min
👍👍👍👍👍👍
obeng min
💪💪💪
obeng min
🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!