Seorang gadis dari Sebuah Desa dengan kondisi sakit yang di deritanya, memutuskan pergi kekota demi melanjutkan Pendidikannya, tidak pernah sedikitpun terpikirkan oleh Alice bahwa dia akan jatuh cinta, banyak ujian yang mereka lewati untuk bisa bersama... mampuhkah mereka tetap bersama hingga akhir...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elice Nur Mawanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 24
Malam yang panjang sudah di lalui oleh Alice, beberapa hari ini terasa amat berat bagi Alice, Banyak hal tidak terduga di alami nya sendiri.
Ya sendiri, mungkin ini yang di bilang mandiri ketika seberat apapun ujian yang menyapamu kamu tidak perlu lagi membaginya bersama orang tua, jalani dan cari jalan keluar nya sendiri.
Adzan Subuh baru saja berkumandang di mushola yang berada tepat di bawah kosan Alice, riuh suara hentakan orang berjalan kaki sudah mulai terdengar ramai di lorong kosan, dengan mata yang masih terasa lengket dan sepet Alice memaksakan matanya terbuka menatap langit-langit kamar nya.
Perlahan Alice melirik jam dinding di kamarnya, waktu menunjukan pukul 04:30, Alice duduk sambil beberapa kali mengerdip ngedip kan matanya, kemudian mengambil peralatan mandi dan keluar kamar menuju kamar mandi.
"Assalamualaikum sudah bangun Alice, ibu teh baru saja mau ngetok kamar kamu!"
Ibu kos yang sudah mendekap Alat shalat nya berdiri di depan pintu kamar Alice.
"Wa alaikumus sallam... alhamdulillah udah bu!"
"Ya sudah kamu mandi dulu nya, ibu duluan ke mushola!"
"Iya bu silahkan!"
Setelah ibu kos berjalan beberapa langkah meninggalkan Alice, barulah Alice beranjak ke kamar mandi.
Sesampainya di depan pintu kamar mandi...
"Alhamdulillah kamar mandinya ada yang kosong!"
Alice berseru kemudian bergegas memasukinya.
Sementara Dewi menuggu Alice di depan kamarnya.
Melihat Alice yang sedang berjalan menuju kamarnya Dewi pun berseru.
"Ayo buruan keburu kesiangan!"
"Iya-iya aku tinggal ngambil mukena aja ko!"
"Ya udah buruan!"
Alice masuk ke kamar nya dan bersiap pergi ke mushola.
Dewi dan Alice pun bergegas ke mushola dan ikut bergabung bersama anak-anak kos yang lain.
Salah satu Kebiasaan baik yang selalu di tanamkan oleh Ibu kos adalah shalat Subuh, magrib dan Isya berjamaah, kebiasaan ini sudah menjadi tradisi bagi setiap penghuni kosan.
Senyuman tersungging di bibir ibu kos melihat semua penghuni kos nya yang tidak berhalangan ikut dalam kegiatan yang di biasakannya.
Selesai kegiatan di mushola Alice dan Dewi langsung masuk ke dalam kamarnya masing-masing untuk bersiap-siap sarapan.
Usai bersiap Alice keluar dari kamarnya.
Tok ! Tok! Tok!
"Assalamualaikum Dew!"
"Iya tunggu sebentar!"
Terdengar suara sahutan dari dalam.
"Huh bukanya wa alaikumus sallam malah disuruh nunggu!"
",heheh maaf deh kebiasaan jadi refleks!"
ucap Dewi sembari membuka pintu kamarnya.
"Kamu udah siap belom?"
"Udah ko!"
"Udah sarapan?"
"Belom ko!"
"Ya udah ayo sarapan bareng!"
"Ayo!"
Alice dan Dewi sarapan bersama.
Saat di meja makan Alice sesekali menatap Dewi, membuat Dewi merasa salah tingkah.
"Ada apa sih kamu dari tadi merhatiin aku?"
Tanya Dewi penasaran sembari memperhatikan sekujur tubuhnya.
"Enggak kok, aku cuman penasaran aja kok Kamu bisa saling kasih kabar sama kak Juanda?"
"Emhsss itu aku kira ada yang salah sama penampilan aku heheh, sebenarnya... tapi jangan kasih tahu Ibu kos ya aku takut nanti di aduin sama orang rumah!"
"Emhs!" Alice mengangguk
"Aku sama kak Juanda... Pacaran!"
Alice tersentak mendengar ucapan Dewi sampai-sampai Alice tanpa sengaja tersedak makanan yang di makan nya.
"Astagpirullah.!"
Alice mengambil air di gelasnya kemudian meneguknya.
"Alice kamu gak papa?"
Dewi panik sembari menepuk-nepuk punggung Alice.
"Ohok...ohok.. uhuk...!"
Alice beberapa kali terbatuk kemudian mencoba menarik napas.
"Enggak ko...aku gak papa!"
"Kamu kenapa sih Lice? kaget denger aku pacaran sama kak Juanda?"
"Enggak kok biasa aja, sejak kapan gitu kamu sama Kak Juanda?"
"Sebelum aku ngajakin kamu ikut eskul Pramuka"
"Emhsss jadi alasan kamu ngajakin aku sama Desi dan Irma itu karena kamu sudah pacaran sama dia?"
"Ehemhs!"
Ucap Dewi sembari kembali ketempat duduk nya.
"Astagpirullah benar-benar ya Kak Juanda padahal dia tahu kalau aku sama Dewi itu teman satu kosan bahkan satu kelas, tapi dia masih nekat aja deketin aku, kalau aku kasih tahu Dewi soal kelakuan Kak Juanda takutnya dikira aku cemburu lagi, tapi kalau gak dikasih tahu nanti kasian Dewi bakal kecewa kaya kak Asti!"
"Tuh kan kamu bengong lagi!"
Ucap Dewi membuyarkan pemikiran Alice.
"Abisin cepat sarapannya nanti keburu kesiangan loh!"
Alice tersenyum sambil kembali menikmati sarapan pagi nya.
"Oiya Lice, aku udah kehabisan bekal nih buat lauk makan, kamu gimana?"
"Aku masih ada kok masih cukup buat beberapa minggu kedepan"
"Wah enak banget dong, tadinya aku mau ngajakin kamu ke pasar nanti sepulang sekolah!"
"Ya udah nanti aku temenin deh, ajakin sekalian Desi sama Irma aja biar rame!"
"Irma kan pulang ke rumahnya, dia sakit kena demam berdarah!"
"Inalillah... kok dia gak ada ngabarin aku ya?"
"Namanya orang sakit, kamu aja sakit gak ada ngabarin aku!"
"Heheh!"
Ucap Dewi sembari bangkit dan membawa piring untuk dicuci, di ikuti oleh Alice.
"Kamu ngambek ya?"
Tanya Alice.
"Tadinya sih iya, tapi setelah aku tahu alasan kamu apa, ya aku menghargai saja!"
"Makasih ya hehe!"
"Udah yu berangkat!"
"Ayo!"
Alice dan Dewi berpamitan kepada Ibu Kos kemudian berangkat berdua dengan berjalan kaki, karena sekolah juga tidak terlalu jauh dari kosan yang mereka huni, selain itu menurut mereka berjalan kaki akan lebih menghemat sedikit uang saku yang mereka punya.
"Oya Dew, kamu ada rencana mau cari kerja part time gak?"
"Mau sih Lice cuman aku bingung mau kerja apa?"
"Gimana kalau nanti malam kita coba ngobrol aja sama ibu kosan, ibu kan orang sini tuh pasti banyak kenalannya!"
"Iya juga ya, kok aku baru kepikiran loh, kamu pinter juga ya!"
"Kemana aja baru tahu hahah!"
Alice dan Dewi berjalan sembari mengobrol dengan sesekali tertawa, tanpa mereka sadari ada yang memperhatikan dari belakang, sampai akhirnya mereka memasuki gerbang dan tak lama kemudian mobil Purnama pun memasuki parkiran sekolah.
Tiba-tiba Dewi menyenggol Alice menggunakan sikut nya.
"hey tuh... tuh ... tuh...!"
Dewi menunjuk-nunjuk mobil Purnama.
"Apaan sih Wi, jangan gitu ah malu, mending kita ke kelas sekarang yu!"
"Kamu kok gitu sih Lice ketemu sama pacar?"
"Astagpirullah Wi jangan sembarangan kalau ngomong siapa yang pacaran sama kak Purnama?"
"Kamu kan?"
"Ya Allah enggak Wi, kamu omongannya kak Juanda dipercaya aja sih, jangan gitu ah gak enak nanti kalau kedengeran sama kak Purnama dikiranya aku ngaku-ngaku jadi pacarnya lagi, kan malu!"
"Emmhsss kok aku bingung ya, jadi maksudnya kamu sama kak Purnama gak pacaran?"
"Enggak Wi enggak, astagpirullah ni anak makanya Wi lain kali itu tanya dulu baik-baik sama aku jangan asal nyeplos aja!"
"Masa kak Juanda bohong sih Lice sama aku?"
Alice tertegun memikirkan jawaban yang tepat, agar Dewi dan Juanda tidak cekcok nantinya.
"Mungkin Pacar kamu itu salah sangka aja Wi, karena yang jagain dan bayarin biaya rumah sakit aku emang kak Purnama, ya makanya dia bisa bilang aku sama kak Purnama pacaran ya bisa saja mungkin karena hal itu!"
"Emhsss kalau gitu aku paham."
"Ya udah ayo ke kelas!"...
Alice dan Dewi menuju Kelas untuk menyimpan tas gendongnya.
semangat terus berkarya 👍👍