"Mas, kamu harus tau. Mantan suamiku dulu, dia sempat menyesal karena mengambil keputusan terlalu cepat dan dalam keadaan emosi."
Menghirup nafas lebih dalam, Rey menyadari kesalahannya. "Dan itu sama dengan yang Mas lakukan ke kamu?"
"Iya,"
Rey menyesali ucapan talaknya yang diucapkan satu kali. Lantas apa yang membuat Fitri hampir dicerai lagi oleh suami keduanya?
Kesalahan apa yang dilakukannya dimasa lalu yang menyebabkan hidupnya di penuhi sejuta luka?
(adult romance)
Jangan lupa siapin tisu sebelum membaca dari bab awal 😢
@ana_miauw
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mama ingin ikut kalian
Azan subuh berkumandang, sepasang suami isteri itu baru selesai shalat berjemaah. Setelah selesai berdoa, Fitri meraih tangan suaminya, dan mencium punggung tangannya. "Minta ridhonya ya Mas."
"Iya sayang."
Kata sayang yang terdengar ditelinga Fitri membuat dadanya berdesir. Bibirnya melengkung mencetak sebuah senyuman. Masih menatap keduanya, pelan Reyhan mendekatkan wajahnya. Terciumlah aroma maskulin yang menguar dari dalam tubuh Reyhan yang menenangkan. Sangat terasa deru nafas Reyhan dikening Fitri. "Cup!"
Sebuah ciuman mendarat dikening Fitri. Berbagai makna dalam ciuman dikening. Makna mendalam yang pertama dari ciuman di kening adalah untuk menghormati, menghargai, dan meninggikan derajat wanita. Oleh karena itu, ciuman di kening sering kali membuat wanita merasa damai dan nyaman. Dan itu yang Fitri rasakan sekarang.
"A-apa kita perlu bulan madu?" Tanya Reyhan dengan ragu-ragu. Bulan madu menjadi bayang-bayangnya selama ini. Rey juga ingin merasakan yang namanya main bowling!
Meskipun caranya mereka menikah bukan seperti pasangan suami istri pada umumnya, misalnya, pacaran dulu, taaruf dulu, atau berteman dulu. Tapi sungguh, Rey tidak pernah menganggapnya main-main.
"Memangnya harus?" Jawab Fitri mukanya memerah membahas bulan madu. Setahunya, bulan madu itukan, aktifitas yang ngga jauh-jauh dari ranjang. Jangan dikira Fitri ahli dalam hal ini. Fitri masih termasuk awam. Dia hanya disentuh dua kali, itupun yang kedua gagal terjadi karena kesombongan suaminya yang dulu.
"Kamu ngga bisa menjawab sebuah pertanyaan dengan pertanyaan." Keduanya masih duduk diatas sajadah. "Kita belum melakukan kewajiban itu, aku ingin menjadi suami kamu yang sesungguhnya. Apa kamu sudah siap?"
Sebenarnya belum siap, tapi kalau menolak pasti membuat Rey kecewa. Dengan bismillah, Fitri mengangguk pelan menyetujui permintaan suaminya.
"Ta-tapi maaf, Mas tidak mendapatkan kesucianku." Suaranya terdengar khawatir, trauma masih saja menghampirinya setiap waktu.
Reyhan tersenyum tulus, "salahnya dimana? kan kamu pernah menjadi seorang istri."
Aaarhhh, Reyhan ngga pernah tau bagaimana rumah tangga Fitri sebelumnya. "Ayolah, jangan merendah seperti itu. Apa yang kamu khawatirkan sayang..."
"Iya Mas." Menjeda ucapannya, Fitri teringat ibunya. "Tapi sebelum itu, kita ketemu ibu dulu yaah, ibu juga ingin mengenal anak menantunya."
"Tentu, Mas juga ingin bertemu beliau, nanti Mas atur waktunya."
Keduanya berdiri, melipat sajadah dan melanjutkan aktifitas mereka.
Fitri turun membuatkan sarapan untuk Reyhan dan Mama mertuanya, dibantu oleh asisten rumah tangga. Sedangkan Reyhan, ia sedang mengecek beberapa email yang masuk dan menghubungi Boby untuk mengosongkan jadwal mereka beberapa hari kedepan.
Setelah sarapan tersaji dimeja, Fitri memanggil Mama mertuanya dan suaminya diatas lalu mereka berkumpul diruang makan.
"Kalian ngga bulan madu?" Tanya Mama, mereka sudah memulai sarapannya. Reyhan dan Fitri saling menatap kilas.
"Iya Mah Reyhan atur dulu waktunya." Jawab Reyhan, mulutnya sedang mengunyah roti bakar yang dibuat istrinya.
Mama sarapan dengan omelet, mereka berdua berbeda selera. Sedangkan Fitri sama dengan suaminya, karena tidak terlalu suka dengan telur.
"Mau bulan madu kemana?" Tanya Mama lagi.
"Masih difikirkan Mah,"
"Jangan keluar negeri deh, disini aja."
"Memangnya ada tempat yang bagus?"
"Banyak, kamu saja yang ngga tau. Coba tanyakan teman-temanmu barangkali ada yang merekomendasikan tempat yang bagus didalam negeri." Menjeda ucapannya sejenak. "Sebelum kamu pergi ingat, kalian harus mengurus buku nikah kalian, itu yang paling penting! Ntar lagi anu-anu malah digrebek. Grebek lagi grebek lagi, pusing kan?" Jangan terlalu frontal dong Maah, malu tau.
"Iiyaa-iyaaaa..." Bawel iya... Jawab Rey dengan malas.
Fitri hanya menyimak pembicaraan anak dan bibitnya. Mungkinkah Mama yang akan bulan madu kalau seperti ini? Mencurigakan.
"Kenapa Mama melarang kami keluar negeri? Mamangnya kenapa sih Mah, Reyhan ingin bulan madu ke Paris."
"Hehehe... Maksudnya Mama mau ikut!"
"APA?!!!"
Jawab Fitri dan Reyhan bersamaan, kedengarannya bikin syok. Syukur ngga pingsan deh.
....
To be continued.
IG @ana_miauw
IG @ana_miauw
pemeran utama pria selalu salah, dia dibohongi ujung2 dia juga yang salah, dia pergi kerja lama dia juga salah, dua ujuga yang dibuat menyesal, mengemis2 maaf, pemeran utama pria di novel selalu dibuat karakter bodoh yang Terima saja diperlakukan apapun dan pada lahir dia dibuat mengemis2 pada istrinya
pemeran utama wanita selalu akan dibenarkan, dia membohongi suami dengan kebohongan yang sangat menyakitkan tapi ujung2 pemeran utama pria juga yang salah dan mengemus maaf, pemeran utama wanita pergi dari rumah dan buat suami kayak pengemis dan menderita novel anggap biasa saja bukan kesalahan yang perlu dibesar2kan dan tidak perlu minta maaf tapi pemeran utama pria pergi karena kerja yang sangat penting udah dibuat jadi kesalahan fatal dan dapat hukuman dan diremehkan pria lain
vano lelaki lain yang suka pada pemeran utama pria terlalu diistimewakan dan tidak pernah dianggap salah dan bisa merasakan tubuh pemeran utama wanita dan bebas memprovokasi pemeran utama pria, kesalahan sangat banyak, meleceh wanita, memaki jalang pada peran utama wanita, menghancurkan rumah tangga adiknya tapi karena tidak dianggap salah dana tidak perlu dapat balasan