Hidup ini terasa berat Aruna yang hanya seorang gadis yatim piatu
Dimana dia harus menjalani keras nya hidup di Dunia yang sangat kejam untuk orang kecil
Seatu hari, Aruna di bully habis-habisan oleh sekelompok teman sekolah nya, hingga Aruna meregang nyawa
Namun bukan nya mati dan menuju ke alam baka, jiwa Aruna malah harus memasuki raga yang telah di tinggalkan Tuan nya.
Bagaimana kelanjutan kisah Aruna?
Akan kah dia mampu menjalani hidup di dunia yang baru dengan tubuh yang baru?
Yuk kita sama-sama baca kisah nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Makmisshalu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab-24. Memerlukan Banyak Energi
Duar
Duaarr
Duaaaarrrrrr
Asap tebal mengepul memenuhi setiap ruang di Istana dingin.
Asap itu juga tak cepat berlalu, dan asap tersebut semakin lama semakin berkumpul ke satu titik.
Dimana titik itu adalah tempat ranting pohon yang tadi di ambil oleh Selir Cheryl.
Semakin di perhatikan asap itu semakin menggumpal tebal.
Membalut ranting pohon yang di letakan di atas meja panjang.
Aruna, Selir Cheryl, Bagas, serta bayangan kepercayaan Selir Cheryl diam memperhatikan tanpa bergerak, tanpa suara.
Pandangan Aruna juga tak pernah lepas dari asap tersebut.
Brukk
"Selir... " Teriak bayangan kala melihat Selir Cheryl terjatuh di atas lantai Istana dingin.
"Adik.. " Aruna juga sama terkejutnya.
Begitu juga dengan Bagas, tanpa Aruna pinta Bagas segera mengangkat tubuh Selir Cheryl dan di bawa ke dalam kamar nya.
"Bayangan, mengapa Cheryl bisa tak sadarkan diri seperti ini??" Dengan nada khawatir Aruna bertana pada bayangan.
"Ini karna energi Selir terkuras habis.. Raja Orion adalah orang bersih, jadi Selir Cheryl pasti terserap banyak energi nya" Jika bayangan yang di ciptaan adalah orang bersih seperti Raja Orion.
Maka Selir Cheryl akan terserap energi nya, bahkan mungkin kini sebagian energi Selir Cheryl telah habis terkuras.
"Jika seperti ini, Kenapa Cheryl tak menolak nya tadi??" Jika tau akan seperti ini resikonya.
Aruna tak mau mempertaruhkan Selir Cheryl, apalagi hal tersebut membuat Selir Cheryl kehilangan sebagian energi dalam tubuh nya.
"Jika itu untuk kebaikan Kerajaan Sihir, Selir Cheryl pasti akan tetap melakukan nya.. Apalagi yang meminta nya adalah anda, orang yang selalu dia hormati selama ini" Bayangan tau betul sejauh mana rasa hormat Selir Cheryl pada Aruna.
"Bodoh, dia tak harus sampai berkorban sejauh ini.. " Aruna segera menggunakan kekuatan penyembuhan nya untuk membuat Selir Cheryl pulih kembali.
Perlahan Selir Cheryl terlihat lebih baik, wajah nya juga sudah tak pucat lagi.
Darah ti tubuhnya pun kembali mengalir normal, detak nadi nya juga sudah kembali kuat tak selemah tadi.
"Kakak... " Perlahan kesadaran Selir Cheryl kembali.
Dengan suara lemah dia memanggil Aruna, tentu saja Aruna langsung membantu nya untuk duduk.
"Apa dengan begini kamu merasa bahagia?? Ingat, aku paling tak suka jika ada orang yang mengorbankan nyawa nya seperti mu saat ini!!" Aruna menggerutu kesal pada Selir Cheryl.
Aruna juga sampai tertegun, karna ini bukan sikap nya.
Mungkin ini adalah perasaan Ratu Aruna yang tertinggal.
Aruna juga paham akan satu hal.
Dengan begini, Aruna tau sesayang apa Ratu Aruna pada Selir Cheryl.
Mungkin ini juga alasan kenapa Selir Cheryl memanggil Ratu Aruna dengan sebutan kakak.
Karna memang mungkin Ratu Aruna telah menganggap Selir Cheryl seperti adik nya sendiri.
"Maafkan aku Kakak" Dengan nada menyesal Selir Cheryl meminta maaf.
"Kamu tak salah, hanya saja aku tak suka akan tindakan mu ini.. " Disini Selir Cheryl tidak salah.
Justru dia bersikap sangat baik, dia rela mengorbankan nyawa nya sendiri demi tercipta nya kebaikan nanti.
"Aku tak akan mengulang nya lagi.. "Tangan Aruna di genggam halus oleh Selir Cheryl.
Tak tertinggal, senyum manis di berikan pada Aruna.
"Baiklah.. Sebaiknya sekarang kita lihat bayangan mu itu, karna aku penasaran akan hasil nya.. " Tanpa memperdulikan yang lain nya Aruna segera kembali pada ruangan tadi.
Terlihat disama asap nya menipis, terlihat juga di balik asap tipis itu ada sekilas bayangan yang berdiri kokoh.
"Adik, Adik.. " Panggil Aruna agar Selir Cheryl segera menghampiri nya.
"Iya Kakak, ada apa?" Selir Cheryl bergegas menghampiri Aruna.
"Lihat itu, apakah kamu telah berhasil??" Telunjuk Aruna di arahkan pada bayangan yang tengah berdiri diam di balik asap tipis.
"Bayangan, kemarilah.. " Panggil Selir Cheryl pada bayangan tersebut agar mendekat ke arah nya.
Tap
Tap
Tap
Langkah bayangan tersebut sangat jelas terdengar seperti manusia pada umum nya.
Gerakan nya juga sangat teratur dan elegan seperti Raja Orion.
Tap
Tap
'Waw.... Apakah ini benar-benar bayangan??? Kenapa bayangan ini harus semirip mungkin dengan nya?? Aaaarrrrrggggghhhh, aku mau memeluk nya seharian di atas ranjang' Mata Aruna melotot sempurna.
Pikiran kotor nya juga berkelana kemana-mana.
"Kakak, Kakak.. " Panggil Selir Cheryl pada Aruna beberapa kali.
Namun Aruna tak memberikan tanggapan apapun.
Dia hanya diam menatap ke arah bayangan tanpa berkedip, tanpa bersuara, dan tanpa bergerak.
"Ratu Aruna.. " Bagas menepuk pelan bahu Aruna.
"Ahh ya ada apa?? Aahhh dia tampan sekali, Adik kamu berhasil!!" Seru Aruna terfokus hanya bada bayangan.
Mendengar tanggapan Aruna Selir Cheryl dan Bagas hanya bisa tersenyum.
"Kakak, ingat dia hanya bayangan.. Jika kamu ingin melakukan hal seperti apa yang ada di pikiran mu saat ini, maka harus dengan orang yang asli" Dengan nada bermain-main Selir Cheryl mengatakan isi pikiran Aruna.
"Adik, Apa isi pikiran ku sebegitu terlihat nya oleh mu??" Tanpa membantah Aruna mengakui jika tebakan Selir Cheryl benar.
"Matamu tak bisa bohong Kakak" Sebisa mungkin Selir Cheryl menahan tawa nya.
Karna menurut Selir Cheryl ekpresi Aruna saat ini sangat lah lucu.
"Baiklah, baiklah.. Aku tak akan mengelak dari tebakan mu itu, tapi Adik, apa bayangan ini akan mendengar kan perintah ku??" Segera Arun mengalihkan pembicaraan.
"Tentu, apapun perintah mu dia akan melakukan nya.. " Selir Cheryl melakukan beberapa gerakan, terdengar juga gumaman kecil seperti perintah pada bayangan tersebut.
"Bagus.. Sekarang kalian tunggu aku lagi di sini, sebentar saja aku pasti akan segera kembali" Cling, Aruna kembali menghilang dari pandangan.
Bedanya kini dia menghilang tak seorang diri, karna Aruna membawa serta bayangan tersebut.
.
.
.
.
Bruk
Aruna kembali ke penjara bawah tanah yang gelap nan dingin.
Namun kini disana tak sesunyi tadi, disana terlihat oleh Aruna ada beberapa pengawal menemani seorang wanita cantik.
Maka segera Aruna menghilangkan keberadaan dirinya serta bayangan dari pandangan.
Aruna berdiri diam dalam kegelapan untuk mendengar kan pembicaraan wanita tersebut pada Raja Orion.
"Orion, mau sampai kapan dirimu bertahan dalam kesakitan?? Apa kamu akan terus menunggu kedatangan jalang itu??" Jari lentik nya bermain-main di atas wajah tampan Raja Orion.
"Cih, jangan kau sentuh kan tangan kotor mu itu di wajah ku Selir Amora" Nada suara Raja Orion terdengar dingin menusuk.
Dan ya wanita tersebut adalah Selir Amora yang telah mengkhianati nya.
"Hahahahahaha... Apa kau pikir dengan sikap dingin mu ini akan membuat aku menjauh??" Dengar Orion, asal kamu tau saja.. Jalang itu pasti sekarang sudah mati mengenaskan di tanga Raja Grim" Selir Amora tertawa bahagia, namun tanpa di ketahui oleh siapapun dalam hati dia menangis karna sikap Raja Orion selalu dingin terhadap nya.
"Mimpi...
Bersambung.. lanjut di bab selanjutnya➡️