Ye Ning, putri sah Menteri Sayap Kiri, hanya ingin membangun kerajaan bisnis, mengumpulkan kekayaan, dan membawa kemakmuran bagi keluarganya. Namun semua menjadi berantakan ketika Tuan Muda Bai datang dan mengacaukan rencananya. Di saat yang sama, Putra Mahkota Li Yan, pria yang dahulu menolak perjodohan dengannya, tiba-tiba berkata bahwa ia akan menceraikan istrinya.
Di antara ambisi, cinta, dan pengkhianatan, Ye Ning harus memilih: tetap menjadi wanita pebisnis yang bebas atau terjerat dalam permainan politik yang mengancam keselamatan keluarganya.
Mampukah Ye Ning melindungi orang-orang yang dicintainya ketika dua pria paling berpengaruh di kekaisaran mulai menginginkannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunga_Persik98, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 18 : MUSUH YANG SEBENARNYA
Karena berita yang menggemparkan itu telah menyebabkan Kaisar marah dan menghukum Putra Mahkota. Tidak ada lagi satu orang pun di ibu kota yang berani membicarakan kejadian itu secara terbuka.
Pelaksanaan seleksi Shizi Fei juga sempat tertunda selama beberapa hari dan para peserta yang tinggal di harem hanya menghabiskan waktu mereka dengan membaca buku atau memperlajari tata krama, etika, dan beberapa aturan sebagai anggota keluarga kerajaan.
Sedangkan Ye Ning hanya membaca novel kesukaanya atau menikmati pemandangan di paviliun teratai yang tidak jauh dari halaman mereka.
Saat berdiri sendirian sambil memberi makan ikan, Jiu Lin menghampirinya sambil membawa sekantong biji melon.
Menawarkannya kepada Ye Ning, dan dengan senang hati Ye Ning mengambil beberapa. Sambil mengunyah Jiu Lin bertanya
"Kenapa kau tidak bersama sahabat karibmu?"
Ye Ning tersenyum dan menjawab bahwa Lu Wan bersama Ming Yi sedang pergi untuk melihat para dayang istana menenun kain. Jiu Lin ber-oh ria dan melemparkan beberapa batu kerikil ke kolam yang membuat Ye Ning mengeryitkan dahi.
Semua Ikan yang awalnya berkumpul di tengah menunggu makanan otomatis bubar, dan Jiu Lin menutup mulutnya sambil berkata
"Aduh,, maafkan aku Ye Ning. Aku tidak tahu kalau itu bisa menyebabkan ikannya kabur"
Ye Ning hanya menggelengkan kepalanya dan berkata bahwa itu tidak apa-apa. Jiu Lin berterima kasih lalu pergi meninggalkan Ye Ning sendirian.
Setelah merasa bosan melihat ikan akhirnya Ye Ning kembali ke halaman Timur.
Ketika tiba tepat di depan pintu kamar, ia mendengar suara tangisan yang cukup kencang sehingga ia bergegas masuk dan melihat Jiu Lin menangis sambil memeluk dirinya sendiri.
Didekatnya telah ada Ming Yi dan Lu Wan yang menenangkannya, sedangkan Qing He hanya duduk di ranjangnya melipat pakaian. Ia tidak begitu tertarik dengan drama palsu itu.
Ye Ning menghampiri mereka dan bertanya kenapa, Ming Yi memandang Ye Ning dengan pandangan sedikit kesal sedangkan Lu Wan menunjukkan ekspresi kikuk. Namun tidak ada yang mau berbicara dengannya, bahkan Lu Wan hanya menghindar ketika Ye Ning mendekatinya.
Ketika Ye Ning menatap Jiu Lin kembali, raut wajahnya seperti ketakutan dan duduk meringkuk seperti bola. Ye Ning mengerutkan kening dan melihat dirinya sendiri apakah dirinya sekarang berubah menjadi manusia ikan atau apa.
Tidak ada apapun, ketika ia bercermin pun wajahnya tetap cantik seperti biasanya. Pakaiannya pun tidak ada yang aneh.
Qing He yang melihat kejadian ini pun memutar bola matanya dan menatap Jiu Lin dengan aura permusuhan. Karena Ye Ning tidak mendapat jawaban apapun akhirnya ia mengangkat bahu dan pura-pura tidak tahu apa-apa.
Qing He yang jarang berbicara padanya, mendekatinya dan berbisik bahwa ia harus berhati-hati dengan gadis seperti Jiu Lin.
Setelah membisikkan itu, Qing He keluar ruangan sambil membawa beberapa bukunya yang entah kenapa basah dan akan dikeringkannya di luar.
Ye Ning melihat kepergian Qing He dengan penuh tanda tanya, namun tidak ada yang mengatakan padanya secara gamblang.
Sebenarnya apa yang terjadi, ah Ye Ning sangat tidak ingin terlibat dalam drama para gadis untuk mencari perhatian. Ia juga telah mencoba melakukan kesalahan pada beberapa tes sebelumnya, tetapi Tang Momo seolah buta dan tidak pernah melihatnya.
Ye Ning juga ikut frustasi, apakah ia harus terus maju ke tahap selanjutnya? Hal ini selain merepotkan juga membuatnya kesal. Belum lagi ia tidak bisa mendapatkan kabar mengenai bisnis barunya yang sedang dikerjakan Lan Wu. Istana ini tidak bisa sembarangan menerima surat masuk apalagi orang masuk.
Ye Ning merengut dan berbaring di atas kasurnya dengan gelisah, tanpa ia sadari Jiu Lin menatapnya dan tersenyum seolah bahagia.
***Kantor Yushitai***
Zhilan sedang menulis laporan penyelesaian sebuah kasus di dalam buku kecil bersampul biru. Sesekali beberapa bawahannya masuk ke dalam ruangan untuk menanyakan kepadanya jika mereka menemui jalan buntu ketika menyusun laporan, mengelompokkan barang bukti, membuat memorandum atau hal lainnya yang berkaitan dengan pekerjaan mereka sebagai pengawal dan penegak hukum.
Meskipun di usia yang tergolong muda, wawasan Zhilan mengenai hukum dan tata cara kelola dokumen kasus juga paling diacungi jempol di seluruh sudut Yushitai. Bahkan Kepala Sensor Yushitai juga sering memujinya, tak jarang juga membiarkan Zhilan menyelidiki kasus tanpa harus melaporkannya dulu. Selain itu, tidak ada yang mampu untuk menyinggungnya.
Ayahnya Bai Ji Mo merupakan Kanselir Agung Kekaisaran yang sangat dipercaya oleh kaisar sehingga mendapatkan gelar bangsawan Adipati Zhao. Siapa juga yang tidak tahu bahwa ia adalah murid langsung dari Jenderal Wen yang terkenal akan ilmu tombaknya.
Jadi sangat wajar jika pejabat yang diselidiki oleh Zhilan tidak dapat berkutik saat dirinya telah melakukan pemeriksaan dan penangkapan. Tidak banyak orang yang berani untuk membalaskan dendam mereka karena telah dijebloskan ke penjaran oleh Zhilan.
Zhilan yang menekuni pekerjaanya di interupsi oleh Shao Zu yang membawa kabar dari Istana harem tepatnya dari Halaman Timur dimana Ye Ning berada. Zhilan menerima laporan itu dan membacanya.
Disana tertulis bahwa Ye Ning telah berulang kali mencoba untuk gagal dalam seleksi tetapi Kepala Dayang tidak mempedulikannya seolah diperintahkan untuk membuat Ye Ning maju di akhir tahap seleksi bagaimanapun caranya. Selain itu ada dua orang gadis yang menjadi suruhan dari kediaman putra mahkota. Satu bawahan Li Yan, satulagi bawahan Sun Ling.
Membaca laporan itu membuat alis Zhilan sedikit berkerut, ia melipat kertas tersebut dan membakarnya di atas tungku api yang menyala.
"masih berapa tahap lagi hingga akhirnya mereka bisa keluar dari harem dan diuji oleh para dewan istana?" tanya Zhilan.
"Setelah tahap seleksi untuk etika dan tata krama, para peserta yang lolos akan dibawa langsung untuk bertemu Permaisuri dan Ibu Suri Tuan" Jawab Shao Zu cepat.
Zhilan hanya mengangguk diam sembari menatap kertas yang telah dilahap oleh api.