NovelToon NovelToon
Terlempar Ke Dunia Kecil

Terlempar Ke Dunia Kecil

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:908
Nilai: 5
Nama Author: Zhu Ge Liang

Xue Yao, murid pertama Sekte Yiyuan, kehilangan segalanya ketika Raja Iblis menghancurkan sektenya. Sebagai satu-satunya yang selamat, ia melarikan diri membawa pusaka sekte, Cincin Zhutian, demi membalas dendam.

Namun saat dikepung musuh, ia menghancurkan kultivasi dan memecah kesadarannya sendiri. Takdir justru membuat seluruh serpihan kesadarannya terserap ke dalam Cincin Zhutian dan tersebar ke berbagai dunia. Setelah hampir seratus tahun tertidur, Xue Yao terbangun dan mendapati setiap serpihan hidup dalam penderitaan akibat keterikatan batin yang dapat melahirkan iblis hati.

Kini, dengan kekuatan Cincin Zhutian, ia harus kembali ke setiap dunia untuk menyelamatkan, mengumpulkan, dan menyatukan kembali seluruh serpihan jiwanya. Namun, mampukah Xue Yao mengembalikan dirinya yang utuh... atau justru kehilangan segalanya untuk kedua kalinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhu Ge Liang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Takdir yang Tertukar²¹

Kalimat yang barusan muncul di layar itu, jika sebelumnya masih dapat dipaksakan sebagai bentuk kemesraan antara kakak dan adik. Maka pada saat ini, kata-kata tersebut secara langsung memaku hubungan keduanya tanpa menyisakan ruang penyangkalan.

Putri yang dahulu tertukar dari keluarga Xue, ternyata menjalin hubungan dengan putra keluarga Xue sendiri?!

Tatapan-tatapan panas yang tak terhitung junlahnya berputar-putar di atas panggung, menyapu setiap orang yang berdiri di sana.

Wajah Qu Ning seketika berubah.

Ia dengan kasar melepaskan tangan Xue Mo yang menggenggamnya, lalu berbisik dengan nada marah.

"Berani sekali kau bertindak sejauh ini? Xue Mo, apa kau benar-benar mengira keluarga Qu bisa kau permainkan sesuka hati?"

Ucapan Qu Ning itu juga membuat Xue Mo tersadar dari keterkejutan dan kekacauan pikirannya.

Pandangan Xue Mo jatuh pada Qu Ning, pada keluarga Qu di belakangnya yang dipenuhi amarah, lalu pada orang tuanya sendiri yang tampak dipenuhi rasa malu.

Siapa?

Siapa yang membocorkan rekaman ini?

Apakah Qu Ning?

Tidak, seharusnya bukan.

Ia telah bertransaksi dengannya, dan Qu Ning juga sangat memahami bahwa pertunangan ini hanyalah sebuah nama demi mempererat kerja sama kedua keluarga.

Jangankan sekedar pertunangan. Bahkan setelah menikah pun, masing-masing bermain di luar adalah hal yang lumrah di kalangan kelas atas. Pernikahan semacam itu tak terhitung jumlahnya.

Jika Qu Ning memang berniat menusuknya dari belakang, tidak seharusnya dilakukan pada hari ini.

Ia mungkin akan kehilangan muka, tetapi apakah keluarga Qu bisa benar-benar lolos tanpa dampak?

"Tuan Xue, keluarga anda sebaiknya memberikan kami sebuah penjelasan. Keluarga kami datang dengan itikad baik, bukan untuk dipermalukan oleh keluarga Xue!"

Ayah Qu memang bukan sosok ayah yang teramat baik. Namun dalam situasi seperti ini, ia tentu harus berdiri di depan untuk membela Qu Ning. Sekaligus memperjuangkan keuntungan terbesar bagi keluarga Qu.

Karena muka sudah terlanjur tercoreng, maka keuntungan tidak boleh berkurang.

Xue Yao duduk di sisi kakek. Pada saat adegan tak pantas itu muncul di layar, sang kakek segera menoleh ke arahnya.

Menghadapi tatapan tersebut, Xue Yao menggelengkan kepala dengan tenang.

"Bukan aku."

Ia mengatakannya tanpa sedikitpun rasa bersalah.

Bagaimanapun, ia hanya menyamar dengan identitas palsu dan mencapai sebuah kesepakatan dengan Lin Zhi Du.

Sepuluh juta, ditukar dengan satu rekaman video.

Lin Zhi Du sebenarnya tidak ingin menyetujuinya. Bagaimanapun, jika Lin Ling benar-benar berhasil mencengkeram Xue Mo, keuntungan yang ia peroleh jelas tidak hanya sepuluh juta.

Namun orang itu telah menemukan beberapa peristiwa dari masa lalunya. Hal-hal yang membuat Lin Zhi Du sangat gelisah, sampai-sampai ia tidak berani lagi tinggal di tempat ini.

Sepuluh juta yang bisa langsung dibawa pergi sekarang, dibandingkan puluhan juta atau lebih yang mungkin tak sempat dinikmati karena nyawa melayang, ia masih mampu membedakan mana pilihan yang harus diambil.

Maka tanpa ragu, ia menjual rekaman itu.

Dan pada saat Xue Yao mentransfer uang tersebut, ia sekaligus mengirimkan satu berkas informasi kepada pihak kepolisian.

Lin Zhi Du tidak akan bisa bebas lama.

Adapun sepuluh juta itu, berasal dari proyek resor di Kota Selatan.

Proyek tersebut kini berada di bawah kendali Xue Yao.

Atau lebih tepatnya, Xue Yao menggunakan uang yang sejatinya milik Xue Mo untuk menjebaknya.

Kakek Xue merenung sejenak. Rekaman yang ditayangkan di layar jelas diambil dari sudut internal, yang berarti kamera itu pasti dipasang oleh orang dalam.

Sementara Xue Yao selama ini sibuk dengan urusan lelang tanah dan pekerjaan perusahaan. Bahkan jika ia memang berniat melakukan hal semacam ini, tidak mungkin dalam waktu singkat ia mampu menyusup sedalam itu ke lingkungan Xue Mo.

Menyuap orang-orang di sekitar Xue Mo, menguntitnya, mengetahui rahasia hubungannya dengan Lin Ling, memasang kamera di tempat tinggal mereka, lalu menayangkannya tepat pada hari seperti ini, setiap mata rantai tidak boleh meleset sedikitpun.

Fondasi Xue Yao di Keluarga Xue belum cukup kuat untuk melakukan semua itu sendirian.

Belum lagi harus lolos dari pengawasan orang-orang di sekitar Xue Mo, Keluarga Qu, dan Keluarga Xue di lokasi hari ini.

Tanpa memahami cara-cara gaib lintas dunia semacam itu, kakek Xue hanya perlu sedikit pertimbangan untuk menghapus kecurigaannya terhadap Xue Yao.

"Baik."

Ia mengangguk pelan, menatap ke arah panggung, lalu bergumam rendah, "Pada akhirnya, manusianya sendiri yang tidak berguna."

Akar dari semua ini tetaplah perbuatan Xue Mo sendiri.

Sementara percakapan kakek dan cucu berlangsung di bawah, video di layar masih terus diputar.

Gerakan kedua orang didalam video semakin intim, dan kata-kata yang keluar dari mulut Xue Mo pun kian mencengangkan.

"Kakek sekarang sudah pikun, hanya memandang tinggi Xue Yao sebagai cucu. Sehingga orang-orang yang tidak tahu diri berbondong-bondong mendekatinya. Ling, tenang saja. Setelah aku mengambil alih keluarga Xue, aku akan mengirim Xue Yao ke rumah sakit jiwa dan membalas semua penderitaan yang kau alami selama ini."

Ini disebut hubungan kakak adik?

Demi seorang adik palsu, ia rela mengirim adik kandungnya sendiri ke rumah sakit jiwa?

Xue Mo sudah menerjang ke depan layar, meraih dudukan bunga dekoratif di sampingnya, lalu menghantamkannya keras-keras ke arah layar.

Ia bukan kehilangan akal.

Ia sangat sadar bahwa lebih baik dirinya ditertawakan karena bertindak kasar, dari pada membiarkan video itu terus diputar.

Namun layar yang berharga fantastis itu benar-benar sebanding dengan harganya. Meski Xue Mo telah mengerahkan seluruh tenaganya, layar tersebut tetap tidak menunjukkan perubahan sedikitpun.

Pada akhirnya, kakek Xue memerintahkan Zhang Xu untuk memutus seluruh aliran listrik di lokasi, termasuk sumber listrik mandiri panggung. Barulah adegan memalukan di layar itu berhenti secara paksa.

Namun meski video terhenti, suara perbincangan di antara para tamu sama sekali tidak mereda.

Qu Ning telah kembali ke ruang rias bersama keluarga Qu.

Dalam kejadian hari ini, keluarga Qu adalah korban sepenuhnya. Pertunangan jelas tidak mungkin dilanjutkan, dan mereka juga tidak ingin tetap tinggal untuk menanggung malu bersama keluarga Xue.

Di sisi lain, kakek Xue meminta Xue Yao mengambil mikrofon.

"Para hadirin sekalian, hari ini seharusnya menjadi hari yang membahagiakan. Kalian semua adalah sahabat dan mitra yang selama ini menjalin hubungan baik dengan keluarga Xue. Berkumpul disini sejatinya adalah kesempatan untuk mempererat perasaan satu sama lain. Atas ketidaknyamanan yang terjadi hari ini, saya menyampaikan permohonan maaf. Makan siang telah disiapkan di dalam perkebunan, mohon kesediaan anda semua untuk berpindah tempat. Xue Yao, kau bertanggung jawab menyambut para tamu terhormat hari ini."

Tanggung jawab sebesar itu diserahkan langsung kepada sang cucu perempuan. Banyak orang di tempat itu saling bertukar pandang, masing-masing menyimpan dugaan sendiri.

Xue Yao tentu saja menerima tugas tersebut.

Begitu turun dari panggung, wajah kakek Xue langsung mengeras.

Ia menoleh ke arah keluarga beranggotakan tiga orang di belakangnya dan berkata dengan suara rendah, "Pergi ke ruang kerja dan tunggu aku."

Sekarang, ia masih harus menangani urusan dengan keluarga Qu.

Pertunangan dengan keluarga Qu hari ini gagal. Yang tersisa, kemungkinan besar adalah permusuhan.

Dengan perasaan gelisah, Xue Mo mengikuti orang tuanya memasuki ruang kerja di dalam perkebunan.

Begitu masuk, Xue Ba langsung menendang lutut bagian belakang Xue Mo.

Dengan suara keras, Xue Mo terjatuh dan berlutut di lantai.

Kali ini, bahkan Nyonya Xue yang biasanya paling memanjakannya pun tidak mengucapkan sepatah kata pembelaan.

Hari ini, ia benar-benar kecewa pada putranya.

Padahal sebelumnya Xue Mo telah berjanji kepadanya bahwa ia pasti akan memutus hubungan dengan Lin Ling?

Namun apa yang ia lakukan?

Di ambang pertunangan, ia justru masih berhubungan dengan Lin Ling, dan hari ini bahkan direkam lalu diputar di depan umum.

Setelah hari ini, reputasi Xue Mo bisa dikatakan benar-benar hancur.

Keluarga mana lagi yang mau menikahkan putri mereka ke keluarga Xue?

Bahkan posisi pewarisnya pun kemungkinan besar akan jatuh ke tangan orang lain.

"Xue Mo, kau adalah satu-satunya putraku. Karena itu selama bertahun-tahun ini, aku selalu sangat memperhatikanmu. Bahkan pernikahanku dengan ibumu bisa bertahan sampai sekarang pun semata-mata demi dirimu, demi posisi pewaris yang seharunya kau duduki. Dan inikah balasan yang kau berika keoada kami?"

Xue Ba benar-benar murka.

Kali ini, ia sama sekali tidak peduli lagi menjaga citra pasangan suami istri yang harmonis dengan Nyonya Xue.

Ia langsung membuka kenyataan pahit tentang pernikahan mereka.

Semua itu, semata-mata demi Xue Mo dapat mewarisi keluarga Xue.

Mendengar kata-kata itu, wajah Nyonya Xue langsung memucat. Ia berusaha keras mempertahankan sikap anggunnya agar tidak runtuh di tempat.

1
xuer jinghao
kak lanjut semangat terus 😍💪💪
xuer jinghao
lanjut
xuer jinghao
lanjut 🤭
xuer jinghao
lanjut💪
xuer jinghao
lanjut wuy💪😍
xuer jinghao
lanjut 💪
anyelin stephania
mantap😍😍😍😍😍😍 seru ceritanya
xuer jinghao
lanjut 💪🥰🥰
xuer jinghao
lanjut 😍
xuer jinghao
lanjut 💪
xuer jinghao
lanjut terus 💪
xuer jinghao
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!