Karena suatu tragedi buruk membuat Hara Ayunda Nugraha seorang gadis yatim piatu harus kehilangan kesuciannya. Hara tak tahu siapakah pria yang telah menodainya itu karena malam sudah gelap.
Albert Hito Radjasa cucu tunggal dari keluarga Radjasa dengan terpaksa harus menikahi Hara gadis yang telah ternodai itu karena keinginan dari kakeknya William Hito Radjasa.
Albert atau yang akrab disapa Al itu merasa tak sudi jika harus menikahi Hara karena ia merasa harus bertanggung jawab pada gadis yang tanpa sengaja telah ia nodai, Albert tak ingat siapakah gadis itu. Hingga suatu kebenaran telah terungkap bahwa Hara lah ternyata gadis yang telah ia nodai.
Namun sayang, semua kebenarannya seolah tiada berguna karena Hara telah lebih dulu pergi dengan membawa serta kedua malaikat kecil yang ada di rahimnya.
Akankah Albert bisa menemukan istri dan juga anak-anaknya?.
❤❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Handayani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Dengan Kirana Adelia
Selamat Membaca
🌿🌿🌿🌿🌿
Sinar sang mentari telah begitu sangat terik, sudah hampir memasuki waktu siang, tapi nampaknya tak membuat seorang pria merasa khawatir jika harus datang terlambat ke kantornya.
Hari ini karena permintaan Albert yang akan segera memberangkatkan dirinya ke kantornya, Hara mencoba mendampingi Albert, hanya mendampingi sebatas sampai di teras rumah mewahnya, tapi alangkah manjanya Albert yang ingin diantar Hara.
Keduanya sudah sampai di teras rumah mereka, niatnya yang mencoba mengantar suaminya terkesan seperti nyamuk, begitulah perasaan Hara.
" Tuan, apakah ini tidak terlalu siang?. " tanya Hara tiba-tiba yang entah mendapatkan keberanian dari mana.
" Memangnya kenapa?. " Albert balik bertanya.
" Kalau tuan terlambat bagaimana?. " Hara khawatir bagaimana jika suaminya ini telat masuk ke kantornya.
Telat, itu tidak mungkin, bagi Albert dirinya tak akan bisa telat, Albert merasa jika sepertinya istri kecilnya ini harus diberi pengertian.
" Aku tidak akan telat, dan tidak akan pernah telat, kamu tahu kenapa?, karena aku adalah bosnya, jadi terserah aku yang masuk dan datang kapanpun. " dengan penuh percaya dirinya Albert menyahuti Hara agar Hara tahu siapakah dirinya ini.
Tentu saja Hara mendengarnya, dan Hara tak akan bertanya soal ini lagi, bukannya Hara tak tahu siapakah tuan Albert, hanya saja Hara berpikir bukankah sebagai seorang atasan itu harus memberikan contoh yang baik pada bawahannya.
" Aku sebentar lagi sudah mau jalan, sekarang apa yang akan kamu lakukan setelah aku pergi?. " Albert bertanya tapi sorot matanya nampak menelisik.
Dan Hara melihat dengan jelas bagaimana sorot mata tuan Albert nya sangatlah tak biasa.
" Ya tidak ke mana-mana tuan, aku merasa sedikit gerah, jadi mungkin aku akan mandi dan berendam setelah ini. " sahut Hara.
" Kalau begitu aku tidak jadi berangkat, lebih baik aku temani kamu mandi saja. " dengan senyuman nakalnya Albert menyahuti Hara.
Hara yang awalnya masih merasa biasa saja mendadak jadi merinding, benarkah tuan Albert ingin menemaninya mandi, tidak, jangan sampai itu terjadi, yang benar saja dirinya mandi dengan ditemani tuan Albert.
" Puftt... aku hanya bercanda, kenapa wajahmu sampai terlihat ketakutan seperti itu?. " sungguh Albert merasa gemas pada Hara.
" Tentu saja aku takut tuan, bagaimana kalau tuan Albert... " Hara tak melanjutkan kalimatnya.
" Kalau aku apa?. " lalu Albert mendekati telinga Hara.
" Kalau aku melihat semuanya?. " bisik Albert.
Hara menjadi semakin merinding, bagaimana ini, tidak, ini tak boleh terjadi, kalau tuan Albert tak jadi ke kantor karena akan menemaninya mandi, lebih baik dirinya tak perlu mandi siang.
" Kalau begitu aku tidak jadi mandi tuan, tuan Albert pergi saja ke kantor. " Hara menyahut seperti itu sehingga membuat Albert jadi tergelak kecil.
" Aku hanya bercanda Hara. " semakin gemaslah Albert pada Hara.
Hara ini memang sungguh polos, tidakkah dia bisa membedakan mana orang yang sungguhan dan mana yang hanya bercanda.
Semakin hari tingkah Albert semakin menjadi saja, dan ini membuat Hara jadi jantungan, memang benar jika Albert hanya bercanda, lalu bagaimana jika bercandaannya ini benar akan dia lakukan suatu hari nanti.
Hingga kini Albert sedikit lebih mendekati Hara, dan kini jarak keduanya begitu sangat dekat. Albert memperhatikan wajah Hara, lagi-lagi Albert harus sedikit menunduk untuk melihat lebih jelas bagaimana wajah istrinya.
Hara langsung menunduk, setiap kali Albert menatapnya seperti ini pasti ia menunduk. Namun inilah yang Albert suka, sikap Hara seperti ini telah mengubah pandangan buruknya yang sebelumnya pada Hara.
" Setiap kali aku memandangmu kenapa kamu selalu menunduk?. " tanya Albert namun dengan nadanya yang sedikit lebih lembut.
Hara masih menunduk, setiap kali ditatap Albert namun selalu menunduk karena dirinya merasa malu, Hara sendiri juga tak tahu mengapa bisa merasa malu.
Hingga jemari itu mulai menyentuh dagu manis Hara. Dengan lembut Albert mendongakkan wajah istrinya. Albert ingin sebelum dirinya benar-benar pergi ke kantor sukur - sukur bisa menciumm kening Hara.
Cupp...
Deg...
Sebuah kecupan hangat dari bibir Albert telah mendarat dengan sempurna di kening Hara.
Albert mencium kening istrinya itu dengan hati. Inilah yang ingin Albert lakukan di hari-hari sebelumnya, namun dirinya baru bisa melakukannya sekarang.
Dan Albert baru melepaskan kecupan hangatnya, setidaknya dengan seperti ini dirinya bisa pergi ke kantor dengan tenang.
" Aku akan berangkat sekarang, kamu jaga diri kamu baik-baik. " dengan ucapannya yang penuh arti, Albert tersenyum pada Hara.
Albert, pria berjas dark silver yang super mewah itu akan berangkat juga. Albert pergi dalam keadaan hatinya yang berbunga-bunga.
Dan Hara bagaimana keadaannya hanya bisa terdiam membeku. Hara masih terdiam termangu akibat yang baru saja dialaminya.
Albert telah masuk ke mobil mewahnya, kali ini pria itu pergi tanpa didampingi oleh supir pribadi nya. Hingga setelah mobil mewah itu melaju Hara pun mulai tersadar.
" Tuan Albert. " Hara berseru di dalam hatinya.
Hara hanya bisa berdiri dengan memperhatikan kepergian tuan Albert. Setiap hari tingkah tuan Albert semakin menjadi. Hara merasa sepertinya dirinya sudah tak bisa menghindar lagi, cepat atau lambat pasti tuannya itu akan meminta haknya sebagai seorang suami, seperti yang dilakukannya pada hari ini, pasti di hari-hari berikutnya suaminya itu akan melakukan apa yang dia mau.
" Iya, sepertinya aku memang sudah tidak bisa menghindar lagi. " batin Hara.
*****
Sosok yang ditunggu - tunggu telah tiba, setelah lebih dari dua minggu lamanya tak pernah datang ke kantor akhirnya sosoknya yang sangat diharapkannya ini menginjakkan kaki juga di perusahaan besarnya.
" Selamat datang tuan Albert. " mereka menyambut kedatangan Albert.
Albert yang disambut hangat seperti ini hanya sedikit tersenyum, dan ini adalah kali pertama sikap Albert yang nampak sedikit ramah.
Nampak di ujung barat sebuah pintu pertama dari ruangan meetingnya telah dibuka, dan Albert pun mulai masuk ke ruangan itu.
" Apa aku tidak salah lihat, tuan Albert tersenyum. "
" Iya, aku melihatnya juga, tuan Albert tersenyum. "
" Kita memang tidak salah lihat, tuan Albert barusan memang tersenyum. "
Mereka yang bekerja pada Albert saling berbisik membicarakan sang tuan, mereka tak menyangka saja jika tuannya yang terkenal sangat dingin itu bisa bersikap ramah meski hanya secepat kilat, dan ini seperti suatu keajaiban.
➖
Pintu otomatis dari ruangan inti khusus meeting telah terbuka seolah mengerti bahwa jangan sampai terlambat membuka pintu untuk sang tuan besar.
Tuan William sang tuan utama memang sudah tiada, namun penerus terbaiknya sudah benar-benar sepenuhnya dipegang oleh Albert cucunya.
" Selamat datang tuan Albert. " Hasto memberikan hormat pada tuannya, dan pria berumur itu pun seolah memberikan kode jika tamu - tamu penting Albert telah menunggunya.
Mereka tamu - tamu penting yang terdiri dari empat orang pria dan dua orang wanita telah berdiri ingin turut serta menyalami Albert, namun dari keenam tamu itu ada seseorang yang terdiam dengan memperhatikan Albert, iya salah satu dari tamu wanitanya sedang memandangi Albert semenjak Albert masuk ke ruangan ini.
" Akhirnya saya bisa bertemu juga dengan anda tuan. " dengan tersenyum ramah tuan Farhan menyalami Albert.
Albert tersenyum ramah, hari ini suasana hatinya serasa senang, wajah dinginnya seolah hilang entah ke mana.
Hingga setelah beberapa detik berikutnya, Albert ingin menyalami seseorang yang berada tepat di samping tuan Farhan.
Deg...
Dan seketika itu Albert langsung terdiam, wajah tampannya yang awalnya nampak ramah mendadak menjadi datar setelah kembali melihat sosok wanita yang pernah menjadi cinta pertamanya.
Kirana Adelia, setelah bertahun-tahun lamanya tak pernah tahu bagaimana kabarnya, kini dirinya malah bertemu dengannya lagi. Albert tak percaya ini, bagaimana bisa dirinya kembali bertemu dengan wanita yang dulu sudah dengan begitu teganya meninggalkan dirinya demi pria lain.
Kirana Adelia, atau yang akrab dipanggil sebagai Kirana hanya bisa terdiam. Bahkan Kirana telah lupa jika harus berjabat tangan dengan Albert sang pemilik perusahaan.
Ada desiran rindu dan rasa bersalah yang Kirana rasakan. Kirana merasa bersalah karena dulu telah meninggalkan Albert yang sangat mencintainya dan lebih memilih pria lain.
Kirana bukan tak tahu jika perusahaan besar ini adalah milik Albert, dan sekarang dirinya tak menyangka saja jika harus kembali bertemu dengan mantan kekasihnya ini, tidak bukan mantan kekasih, lebih tepatnya pria yang dirinya tinggalkan begitu saja dengan hubungan yang masih menggantung.
" Akhirnya mereka bertemu kembali. " Hasto hanya bisa berbicara di hatinya dengan melihat tuannya dan mantan kekasihnya.
Iya tentu saja, Hasto termasuk orang yang tahu bagaimana hubungan tuannya Albert dengan Kirana. Dari awal dirinya masuk ke ruangan ini telah melihat keberadaan Kirana, dan sekarang tuannya Albert benar-benar bertemu dengan Kirana.
Bersambung...........
🙏🙏🙏🙏🙏❤❤❤❤❤
Terima kasih. 🙏❤