NovelToon NovelToon
Istri Shalihah Athalla

Istri Shalihah Athalla

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Nikahmuda / Cintamanis / Suami ideal / Istri ideal / Tamat
Popularitas:10.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Pasha Ayu

Seharusnya pernikahan dilangsungkan bersama pria matang yang sedari kecil digadang-gadang menjadi jodoh Khadijah.

Namun, takdir berkenan lain hingga masa lajang Khadijah harus berakhir dengan pemuda asing yang menabraknya hingga lumpuh.

Kedatangan Athalla di Kalimantan Barat untuk memenuhi panggilan balap liar, justru disambut dengan jodoh tidak terduga-duga.

Pasalnya, kecelakaan malam itu membuat calon suami Khadijah lebih memilih menikahi adik kandungnya; Nayya.

Khadijah dibuat remuk oleh pengkhianatan calon suami dan adiknya. Lantas, di waktu yang sama, Athalla menawarkan pernikahan sebagai bentuk tanggung jawabnya.

Romantis/Komedi/Sangat mendekati keseharian. Thanks buat yg sudah mampir ya💋❤️🫂

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pasha Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ISTALLA TIGA

Kedatangan Athalla ke tempat Khadijah hanya untuk memenuhi janjinya. Athalla sempat bilang pada Hariman, bahwasanya dia akan bertanggung jawab penuh atas Khadijah.

Termasuk menemani Khadijah saat Khadijah dirawat di rumah sakit kemarin. Sekarang, Khadijah sudah boleh pulang.

Satu minggu sekali, Khadijah diwajibkan datang ke rumah sakit untuk menjalani perawatan lanjutan secara berkala. Sambil menunggu ada jadwal chek up, Athalla akan betulkan motor matic Khadijah yang rusak.

Sebenarnya bukan rusak, lebih tepatnya sudah hancur bahkan bengkok pelek-pelek depan belakang. Maka dari itu, Athalla perlu waktu yang cukup untuk mengembalikan motor matic Khadijah kembali utuh.

Sudah pernah Athalla menawarkan motor besarnya untuk ganti rugi. Tapi, keluarga Khadijah menolak, mengingat pemuda itu hanya mahasiswa KKN yang sudah bisa dipastikan jika pemuda itu hanya mahasiswa yang masih meminta uang kuliah pada orang tua.

Membiayai kuliah tidak murah, Khadijah saja harus mengalah untuk tidak melanjutkan kuliah demi supaya Nayya adiknya bisa lanjut kuliah di universitas Jogjakarta. Maka, Hariman selaku orang tua korban, tidak ingin memberatkan pelaku yang bahkan sudah bersedia tidak lari dari tanggung jawabnya.

Hariman justru amat sangat berterima kasih kepada tanggung jawab Athalla. Entah apa yang terjadi jika malam itu Athalla pergi meninggalkan Khadijah begitu saja.

Nyatanya jalanan di desa ini selalu sepi di malam hari, sebenarnya bisa saja Athalla kabur tanpa ada yang mencurigai.

Athalla hanya orang asing di sini, malam itu Khadijah bukan hanya terlempar ke semak belukar, tapi rawa-rawa penuh ranting berduri.

Athalla yang saat itu juga terhempas dari motor, ia segera berlari menceburkan diri ke rawa demi menolong Khadijah. Mungkin Khadijah sendiri tidak menyadari, tapi cukup sulit Khadijah dievakuasi malam itu.

Satu temannya ikut membantu. Athalla juga langsung menelepon sepupu yang kebetulan ikut balap liar. Dengan ponsel pintar Athalla mengirim lokasi keberadaannya, tak ada lima belas menit Lucky tiba bersama ambulan.

Khadijah yang memang sudah koma, bergegas dibawa ke rumah sakit. Dan setelah indentitas korban diketahui, barulah keluarga Khadijah dihubungi.

Sampai hari ini, Athalla masih bolak-balik ke rumah papan panggung sederhana milik keluarga Khadijah. Bahkan, sudah tidak dianggap tamu asing bagi Hariman dan Dewi.

"Jangan kurang ajar kamu!!"

Meski dipukuli pundaknya, Athalla tetap membawa Khadijah keluar dari rumah. Tak peduli jika setelah ini mereka akan dipergoki warga, paling banter hukumannya dinikahkan.

Tak ada yang menakutkan dari pernikahan, bagi Athalla menikah itu ibadah yang terenak di sepanjang ibadah yang pernah dia lakukan.

"Kita akan jatuh ke kolong rumah kamu kalau kamu masih nggak mau diam, Khadijah!"

Sontak, Khadijah meraih kerah jaket pemuda itu, lalu diam sampai Athalla menuruni satu persatu anak tangga teras kayu yang bisanya memang cukup licin oleh hujan. Di saat yang sama, Athalla terkekeh bersama senyuman.

"Bagus diam kalau masih takut sakit. Kalau sudah sakit hati, setidaknya nggak bonyok."

Khadijah tak merespon apa pun sampai Athalla mendudukkannya di gazebo kayu dengan desain panggung, berjarak sekitar lima meter dari rumah utama.

Lingkungan di sekitar sini cukup asri, pedesaan, hijau, ada suara deburan ombak juga yang terdengar dari kejauhan, di sisi kiri rumah, area pesawahan milik warga.

Kokok ayam, kuwek bebek, cicit burung di pohon hingga lenguhan sapi di rerumputan nun jauh, pun ikut terdengar seolah angin kencang memang sengaja menyiarkan-nya.

"Maaf kalau terkesan kurang ajar. Tapi dari pada kamu di dalam terus denger ranjang berderit, mendingan nongkrong di sini kan sambil nemenin aku benerin motor kamu."

Walau, Khadijah tak suka dengan pemuda berisik asal kota ini, tapi, kali ini Khadijah setuju dengan usulannya. Dia memang perlu keluar dari pada mendengar desah adiknya.

Athalla mulai berjongkok di depan motor matic Khadijah. Tatapannya masih ditujukan pada gadis pendiam berhijab coklat susu.

"Tenang, motor kamu pasti bisa jalan lagi."

Khadijah tak pedulikan itu, sekarang meski motornya kembali bagus, dia tidak bisa lagi berkendara seperti sebelumnya. Dia sudah lumpuh, dan napas yang dihela hanya syarat sambil menunggu ajal tiba.

Masa depannya tergadai, kini. Tak ada yang bisa Khadijah lakukan setelah kecelakaan kemarin, dan jahatnya lagi, Khadijah masih menganggap jika semua naasnya disebabkan oleh pemuda kota ini.

"Banyak juga stock air di mata kamu." Athalla menegur karena barusan, Khadijah menyeka setitik ayar di sudut netranya.

Athalla kembali bangkit, kemudian meraih sapu tangan dari saku jaketnya. Dia ulurkan kain merah itu pada Khadijah yang membisu.

Wanita itu tak menolak, tidak pula menepis, hanya diam bergeming. "Mau aku yang sapu mata kamu, atau kamu sendiri?" tawarnya.

Segera, Khadijah mengambil sapu tangan itu secara impulsif sebelum pemuda itu lancang menyeka air matanya.

Lihatlah, bagaimana Khadijah tak memiliki sedikit pun daya dan upaya, meski dia ingin berlari sejauh mungkin dari semua orang.

Athalla hening, matanya lekat seolah tengah menjaga keberadaan gadis itu, sementara Khadijah berlanjut membasahi sapu tangan merah di tangannya dengan banyak air mata.

Athalla paham. Keadaan memang seolah tidak adil untuk Khadijah. Maka itu alasan kenapa Athalla masih berada di desa ini.

Athalla sengaja tak pulang lagi ke Jakarta bahkan setelah sukses memenangkan tantangan balap liar dari taman di malam yang sama ketika Athalla menabrak Khadijah.

Athalla ingin bertanggung jawab atas apa yang dia perbuat. Kalau bisa, segala kerugian Khadijah akan dia ganti seluruhnya.

"Khadijah. Menurut kamu ... bagusnya, besok, apa malam ini kita nikahnya?"

1
djerrih leni
aamiin
djerrih leni
bang bule coba hatimu utk memahami masa lalu istrimu... cari solusi untuk kedepannya.. bicarakan bersama, kalau mentok ajak keluarga papa Rayyan utk cari solusinya... jgn berpisah saat masih pikiran kaaacau n emosi lg tinggi karena penyesalan datangnya terlambat..
djerrih leni
ya Allah.. sebegitunya perjalanan hidup sekar... semoga ucy bisa mengerti n jd. pelindung sekar
djerrih leni
bener kedua setelah pak montir, sama-sama buciners
djerrih leni
🤣🤣🤣🤣 pdhal dah perpaduan Bang Tara n Miller, Gen Miller lebih mendominasi, sabar ya Papa King n mama Acha.. dunia sepi tanpa kelakuan Mas montir, Om Rayyan.. 🤭😄😄
djerrih leni
baru taukan gimana rasanya dulu daddy n mommy, liat kelakukan King muda dulu😄😄
djerrih leni
astagfirullah, tuch kan kena salam dr sendalnya opa king... kelakuan bang Thala, selalu nyulut amarah opa king ada2 aja ke absurd tan bang Thala
djerrih leni
itu maasa mudanya opa king, yg ngak boleh aisya di rebut orang... jangan dengerin Gus aba..
djerrih leni
buahaahahah... Pak Montir masih mau mudaa teruss bersama mama Acha😄😄
djerrih leni
bang Thala cemburu sama Pak montir, n pak montir cemburu sama mama acha.. karena lebih jd kesayanganya mas montir 🤭😄😄
djerrih leni
masya allah.... salut dgn pola pikirnya Mas montir.... bisa banget buat meleleh Khadijah... tetap bersama ya 😍
djerrih leni
ngajak ribut nih....nantangin ucy....
siapa ya
djerrih leni
bang itu hidung penciumannya tajem banget ya.. secara di jalanan yg ruang terbuka masih bisa terendus jarak jauh..
🤭😄😄😄
djerrih leni
cie... cie...Ucy
djerrih leni
inget waktu King -Aisha muda dulu, nurun ke Ucy cucunya ya... emang dah keturunan Miller.. buat gebrakan biar ngak ada yg nyenggol lg istrinya🤭
djerrih leni
bang Thala kamu tuch muji Pak montir apa ghibahin.. tapi ujungnya tetap mau minta trik nya sama Papa Tara.. 🤭😄😄😄
djerrih leni
astagfirullah Thalla... kalau ngomong ngak pakai filter, andai Pak Montir tau, bisa di masukin lg ke dlm perut mama pasha 🤭😄😄🤣🤣
djerrih leni
bener bisa n ngak tremor nanti bang bule... itu yg di tunggu sama sekar bang bule ayolah...
djerrih leni
denger tuch sarimin masukan dr knalpot bocor... ntar di tikung anak sastra baru ketar ketir kalang kabut.
djerrih leni
wkwkwkk... Ucy ternyata lg gangguin keasikan Bang Thala... ntar nularin ya ke ucy ilmunya Mas montir...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!