Apa jadinya jika tetangga samping rumahmu adalah jodoh yang di utus Tuhan untukmu?
Awal pertemuan Tasya dengan Aldo di sebuah gang sempit tempat di mana sebuah kejadian yang menimpa Tasya. Namun untungnya seorang pria yang bernama Aldo datang menolongnya, dan disanalah awal pertemuan dan kisah cinta mereka akan di mulai.
Akan tetapi disaat Tasya sudah menjalani kasih dengan Aldo, disana pihak orang tua dari Tasya malah tidak merestui dan menentang hubungan mereka berdua.
Lalu akankah hubungan mereka berdua berjalan dengan baik? Apakah mereka bisa melewati cobaan dan lika-liku kisah cinta Mereka?
Penuh masalah dan pertentangan, ikuti kisah romantis dari kedua insan ini dalam cerita jodohku tetanggaku!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi indra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
023
Setelah selesai berdandan Tasya keluar dari kamarnya. Dengan menuruni beberapa anak tangga ia melangkahkan kakinya menuju ke arah ruang makan.
Tepat di sana sudah ada sang nenek yang sedang mengoles selai ke atas roti.
"Good morning nek." Ucap Tasya sambil mencium pipi kiri sang nenek.
"Good morning juga sayang." Ucap Rohdia.
Tasya mendaratkan bokongnya di atas kursi kayu minimalis itu, saling berhadapan dengan sang nenek yang duduk tepat di depannya.
"Hari pertama kerja ya, udah cantik aja." Ucap Rohdia sambil menyodorkan roti ke arah Tasya.
"Iya nek, semoga pekerjaan ku lancar hari ini." Ucap Tasya sambil memakan roti tersebut.
"Ya udah cepet habisin makananmu, ntar biar pak supir yang antarin kamu ke kantor." Ucap Rohdia.
"Umm.. iya nek." Ucap Tasya dengan mulut yang penuh roti.
"Awas keselek." Ucap Rohdia sambil geleng-geleng kepala.
Tasya melirik ke arah jam dinding, ia langsung buru-buru meneguk segelas susu yang sudah di sediakan oleh sang nenek.
"Umm nenek aku berangkat dulu ya udah jam setengah 9 tuh ntar aku telat." Ucap Tasya sambil melambaikan tangan ke arah sang nenek.
"Hati-hati di jalan, inget makan siang." Ucap Rohdia sedikit berteriak.
"Iya nek." Ucap Tasya yang ikut berteriak karena jarak mereka sudah cukup jauh.
Tasya kini sudah berada di halaman rumah ia menengok ke arah kiri dan kanan untuk mencari pak supir.
"Maaf non saya telat." Ucap Pak Agus.
"Aduh pak ayo buruan aku udah hampir telat." Ucap Tasya gelisah.
"Iya non silahkan masuk." Ucap Pak Agus
Tasya langsung masuk ke dalam mobil dengan duduk di kursi penumpang bagian belakang.
Mobil itu pun berjalan keluar dari halaman rumah, sungguh sial nasib Tasya karena jalanan hari ini begitu padat banyak sekali kendaraan yang berlalu lalang seperti truk yang membuat jalanan menjadi macet.
"Pak buruan dong aku udah telat nih." Ucap Tasya gelisah.
"Saya udah berusaha non tapi non bisa lihat sendiri kan di depan macet." Ucap Pak Agus.
Tasya melirik ke arah jam tangan ia mengerang frustasi.
"Arghh aku telat, ya udah pak aku turun di sini aja." Ucap Tasya.
"Tapi non."
"Udah pak saya udah telat kalau nungguin jalanan ngak macet aku bisa di marahin atasan nanti." Ucap Tasya.
Tasya langsung buru-buru keluar dari mobil ia berlari melewati sepanjang trotoar, meskipun begitu letih Tasya terus berusaha berlari karena takut di hari pertamanya ia malah di pecat karena keteledoran dia sendiri.
Saat sampai di pertigaan jalan tiba-tiba suara klakson motor memberhentikan langkah kaki Tasya.
Tin.... tin...
Tasya menoleh ke arah sumber suara karena klakson motor itu trus berbunyi.
"Siapa sih kurang kerjaan banget ngak tau apa aku telat." Gumam Tasya kesal.
Ia melihat si pengendara motor sport itu, wajahnya tidak kelihatan karena tertutup helm.
"Hai apa kamu mengenal aku." Ucap Tasya.
Pengendara itu langsung membuka kaca helmnya.
"Endrow." Ucap Tasya.
Endrow tersenyum ke arah Tasya.
"Ayo naik." Ucap Endrow.
"Ngak aku bisa jalan kok." Ucap Tasya.
"Ngak takut telat ntar di marahin bos nanti." Ucap Endrow.
Tasya mengaruk kepalanya yang tidak terasa gatal.
Lama berkutat dengan pemikirannya sendiri akhirnya Tasya menyetujui tawaran Endrow.
"Mm baiklah aku ikut." Ucap Tasya.
Endrow tersenyum senang karena mendengar kata persetujuan dari Tasya.
Tasya langsung menaiki motor sport milik Endrow.
"Pegangan yang erat ntar jatuh." Ucap Endrow.
Tasya sedikit gugup saat menyentuh pinggang Endrow karena ini kedua kalinya dia menyentuh pria, dulu saat masih bersama Aldo Tasya juga pernah melakukan hal yang sama.
"Sudah siap?" Tanya Endrow.
Tasya hanya menganggukan kepalanya, Endrow mengintip Tasya melalui kaca spion ia tersenyum melihat tingkah Tasya.
Motor itu pun melesat membelah jalanan ibu kota, hembusan angin menerpa wajah serta rambut Tasya, wangi parfum yang di gunakan Tasya berhembus sehingga Endrow dapat mencium bau parfum yang di gunakan Tasya saat ini.
30 menit kemudian motor yang di kendarai Endrow sudah sampai di parkiran kantor, Tasya turun dari motor sambil merapikan baju dan rok mini yang sedikit terlihat berantakan.
Endrow yang melihat rambut Tasya sedikit berantakan langsung berinisiatif untuk merapikan helaian rambut itu.
Endrow tersenyum melihat wajah Tasya yang begitu menggemaskan. Ia mengulurkan tangannya untuk memperbaiki helaian demi helaian rambut milik Tasya.
Lembut, itulah yang ingin di ucapakan Endrow saat ini, Tasya yang merasakan ada sentuhan tangan di kepalanya membuat dia langsung menatap ke arah pemilik tangan tersebut.
"Maaf aku lancang, tadi aku hanya ingin merapikan rambutmu yang sedikit berantakan." Ucap Endrow.
Tasya hanya diam saat mendengar ucapan Endrow.
"Umm.. maksih aku bisa sendiri." Ucap Tasya
Endrow tersenyum tipis ke arah Tasya ia sekarang merasa tidak enak karena sudah lancang menyentuh rambut wanita yang baru ia kenal.
Tasya merapikan rambutnya, merasa sudah cukup rapi Tasya langsung mengalihkan pandangan ke arah Endrow yang masih setia duduk di atas motor sport miliknya.
"Ayo kita masuk." Ucap Tasya.
Endrow kembali tersenyum ia langsung berdiri, sekarang posisi mereka cukup dekat.
"Ayo kita masuk." Ucap Endrow.
Tasya menganggukan kepalanya membalas ucapan Endrow.
Mereka berdua berjalan beriringan menuju ke dalam bangunan bertingkat itu. Dengan langkah sejajar Tasya dan Endrow hampir mirip seperti sepasang kekasih.
Banyak para karyawan yang melihat ke arah mereka, dua wanita di depan Endrow langsung menyapa Tasya yang masih menunduk karena merasa tidak nyaman di perhatikan oleh karyawan lain.
"Hai kamu anak baru ya kenalin aku Rosmala." Ucap Wanita cantik berambut pendek.
Tasya mendongakan kepalanya melihat wajah wanita yang ada di hadapannya saat ini.
"Aku Tasya." Ucap Tasya
Mereka berdua bersalaman, dan wanita yang berambut pirang di sebelah Rosmala ikut mendekat ke arah Tasya sambil menyodorkan tangannya ke arah Tasya.
"Kenalin aku Tesa." Ucap Wanita berambut pirang.
"Aku Tasya." Ucap Tasya sambil tersenyum.
"Sudah kenalannya nanti aja, kalau kita di tahu nimbrung kaya gini ntar di marahin bos." Ucap Endrow.
"Iya benar kata Endrow." Ucap Rosmala.
"Ya udah ayo kita duduk ntar di marahin bos, mendingan kita mulai bekerja." Ucap Tesa.
"Tasya kamu duduk di samping kanan Tesa ya, dia yang nanti akan menjadi teman satu tim kamu." Ucap Endrow.
"Hmm baiklah." Ucap Tasya
Mereka berempat langsung berjalan menuju ke tempat mereka masing-masing.
Tasya mendaratkan bokongnya di atas kursi, ia menarik nafas dalam-dalam lalu mengehembusakan dengan perlahan-lahan.
"Uhh.. semangat Tasya ini hari pertama kerja kamu." Gumam Tasya.
Tasya melihat ke arah note yang di tempel di bagian mejanya. Ia membaca setiap tulisan yang terdapat pada kertas-kertas itu.
Tasya mulai menyalakan komputer miliknya itu, dengan cepat ia membuka word untuk mengetik berkas-berkas untuk hari ini.
"Tasya semoga kita bisa menjadi teman baik ya." Ucap Tesa yang tiba-tiba muncul di samping meja Tasya.
Tasya terkejut dengan kedatangan Tesa yang secara tiba-tiba di hadapannya.
"Ehh Tesa." Ucap Tasya.
Tesa tersenyum ke arah Tasya
"Nanti makan siang kita kumpul yuk di kantin." Ucap Tesa.
"Iya nanti aku ikut." Ucap Tasya.
"Oh iya ini ada sedikit berkas, kamu di suruh fotocopy sama bos." Ucap Tesa
"Iya baiklah letakkan saja di atas meja." Ucap Tasya.
"Oke."
Tesa langsung menaruh berkas-berkas itu ke atas meja Tasya ada 3 berkas yang begitu tebal tertumpuk di atas meja Tasya.
"Ya sudah aku balik ke tempatku dulu, nanti makan siang bareng ya Tasya." Ucap Tesa.
"Hmm iya Tesa." Ucap Tasya sambil tersenyum.
Tesa berjalan pergi untuk kembali ke mejanya.
Tasya melirik ke arah setumpukan berkas yang begitu tebal itu.
"Uh ternyata hari pertama kerja cukup melelahkan." Batin Tasya.
Tasya mengambil berkas-berkas penting itu lalu berjalan ke arah tempat fotocopy yang berada di dekat lorong.
Belum selesai tugas mengetiknya kini Tasya sudah di berikan tugas lagi yaitu memfotocopy berkas-berkas penting milik bosnya
Tasya mulai memfotocopy berkas-berkas tersebut dengan wajah serius.
Endrow yang kebetulan lewat tak sengaja melihat Tasya yang berdiri sendiri di depan mesin fotocopy.
Endrow memutuskan untuk menghampiri Tasya.
"Tasya." Panggil Endrow sambil menepuk pundak Tasya.
"Eh Endrow, kenapa kamu disini?" Tanya Tasya.
"Aku lagi ngasih berkas ke bos, kamu ngapain berdiri disini?" Tanya Endrow.
"Ini lagi fotocopy berkasnya bos." Ucap Tasya.
"Oh begitu." Ucap Endrow.
Tasya Kembali melanjutkan pekerjaannya yang tertunda tadi, tapi Endrow masih saja berdiri di belakangnya Tasya jadi merasa sedikit canggung karena merasa Endrow terus memperhatikan dia dari belakang.
"Kamu ngak balik kerja?" Tanya Tasya.
Endrow langsung gelagapan karena ketahuan memperhatikan Tasya.
"Ehh ini... ini aku mau balik." Ucap Endrow.
Tasya hanya menganggukan kepalanya.
Tapi sampai sekarang Endrow belum beranjak dari tempatnya tadi, Tasya memutar bola matanya merasa jengah.
"Ada apa Endrow kamu mau bicara apa sama aku?" Tanya Tasya.
Endrow hanya menyengir ke arah Tasya, ia mengaruk tengkuknya yang tidak gatal, Endrow merasa sedikit gugup berada di dekat Tasya.
"Hmm Tasya kamu mau ngak nanti temenin aku makan siang?" Tanya Endrow
"Boleh nanti Tesa juga ikut kita ya." Ucap Tasya.
"Tapi... tapi." Ucap Endrow.
"Kenapa?" Tanya Tasya.
"Tidak papa ya udah aku balik ya" Ucap Endrow.
"Iya Endrow." Ucap Tasya.
Endrow membalik tubuhnya lalu melangkahkan kakinya meninggalkan Tasya sendiri.
salam -Kay and Say-
.
.
.
salam dari "Diakah Jodohku, Jodohku dari Kakaku "☺
Jangan lupa tinggalkan jejak 😉
maafkan telat"yh. tp, pasti aku mampir kok.
semangat dan sehat selalu kak.
salam kangen dari Amera..
mengintip Jodohku sudah up loh 😍
Salam –Belong to Esme–
salam hangat Mengintip Jodohku kak
selalu like dan support 🥰
yuk mampir lagi kak.
sudah up loh
salam hangat dari 🌺 IMPIAN GADIS MANIS
mampir K&S dah uppppp