''hutang anda akan lunas jika putri anda menikah dengan saya, dan juga saya akan memberikan tambahan uang setiap bulannya kepadamu''
''baik saya sangat setuju''
*****
Clarissa adalah gadis yang ramah dan baik hati, ia di besarkan oleh kakek dan neneknya sebab kedua orang tuanya sudah cerai dan memilih hidup masing masing
saat kakek dan nenek Clarissa meninggal ia tinggal bersama dengan ibunya yang minim akhlak
sebab beliau selalu meminjamkan uang kepada orang banyak hal itu juga yang membuat ayah Clarissa menceritakannya sebab harta beliau habis untuk melunasi hutang ibunya
tidak hanya itu ibu Clarissa rela menjualnya untuk melunasi hutangnya yang sangat besar
*****
okeee guys kalau kalian kepo sama kelanjutannya silahkan mampir yahhhh
terimakasih.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitriishn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab. 24
HAPPY READING
halo semuanya penasaran gak sama kelanjutan cerita ini??
langsung baca aja dehh gak usah baca yang ini, authornya mah hanya sok asik hehehe
Selamat membaca dan semoga kalian suka, dan juga kalian boleh kasih saran sama aku biar makin bisa belajar banyak hal
Terimakasih
Pada malam hari Risa terus menunggu Alex pulang, terus saja dia menelepon mengirimkan pesan kepada Alex
Tetapi satu pun tidak ada yang di jawab oleh pria itu
Risa khawatir terjadi apa apa kepada Alex dia berusaha untuk berfikir positif
Ingin bertanya kepada kedua temannya tetapi dia tidak memiliki nomor atau akun sosial media kedua temannya
tak lagi memikirkan Alex, Risa memutuskan untuk tidur karena hari ini dia masih sangat pusing dan badannya sedikit sakit akibat ia terjatuh.
Malam berganti pagi, Alex baru pulang kerumahnya ia berjalan melewati Risa yang sedang duduk di sofa sembari menunggu Alex.
dengan cepat Risa bertanya banyak hal kepadanya
"mas kamu udah makan?"
"kenapa gak pulang semalam?"
"semalam kamu tidur dimana?"
Alex berbalik menatap Risa "aku ada urusan, aku tidur dirumah kakek dan makan disana udah kan?" acuh Alex kembali berjalan menuju kamar mereka
"emm kamu masih marah yah sama aku?" tanya Risa takut takut
"pikir aja sendiri" ucap Alex tanpa menghentikan langkahnya, Alex masih sangat marah pada Risa sebab kejadian dimana dia mempertaruhkan nyawanya demi hal sepele seperti itu (bagi Alex itu hal sepele tetapi bagi Risa gak yah)
"maaf" cuman itu yang bisa ia ucapkan
Risa menatap punggung kekar Alex dan mengembuskan nafasnya, dilihatnya handphone miliknya yang berbunyi menampilkan nama ibunya yang ada disana
Risa mengangkat telfon itu "halo Bu, ibu dimana?" pertanyaan itu yang tiba tiba muncul di benak Risa
"yah dirumah lah menurut kamu dimana lagi?" tanya Rossa dengan suara yang sewot
"terus kenapa nelfon Risa?"
"ibu mu minta uang, mau check up kerumah sakit"
"ibu butuh berapa?" tanya Risa
"100 juta" ujar Rossa membuat Risa hampir tersedak air liur sendiri
"uang sebanyak itu buat check up? Risa gak punya uang sebanyak itu Bu" ucap Risa
"kamu kan punya suami kaya tinggal minta aja apa susahnya? lagian uang yang dia beri sama ibu mana cukup, ibu banyak kebutuhan yang harus di penuhi belum lagi puding ibu agar pulih"
"tapi Risa takut memintanya"
"apa yang harus kamu takuti? ibu rasa uang sedikit itu tidak akan mempengaruhi kekayaan Alex"
"bukan masalah itu ibu, aku sama mas Alex lagi gak baikan" ucap Risa
"gak baikan Kenapa? kamu ketahuan punya simpanan atau ketahuan jual diri?" perkataan itu sangat kejam dan sangat menusuk
"maksud ibu apa? Risa gak pernah seperti itu, tapi kenapa ibu tau kalau aku dan mas Alex lagi ada masalah seperti itu?"
"yah iya lah tau orang ibu kok yang tipu kamu hahaha, pasti kamu ditampar kan? Mungkin kamu akan diceraikan kalau bukan karena kamu hamil anak dia" bisa Risa dengan tawa bahagia ibunya dari sebrang sana
Risa mendengarnya menangis kecewa "hiks ibu tau gak betapa khawatirnya Risa disaat itu? Hiks Risa berusaha mencari cara agar bisa pergi dari rumah hanya untuk menjenguk ibu bahkan Risa melakukan hal yang nekat hanya untuk bertemu dengan ibu, t-api ibu malah berbuat seperti itu? Ibu gak mikir bagaimana hati Risa hiks sebenarnya Risa ini anak ibu atau bukan sih?" tanya Risa emosi, kecewa, sedih bercampur jadi satu
"Halah banyak omong kamu tuhh kirimin ibu uang, cepat yah kalau enggak ibu sendiri yang minta sama Alex"
Handphone yang dipegang Risa direbut oleh Alex "berapa yang anda butuhkan untuk menebus jasa anda telah melahirkan Risa?" tanya Alex dengan dingin sedari tadi dia sudah mendengar percakapan antara ibu dan anak itu karena Risa menyalahkan spikernya
"nahh ini yang mau saya dengan dari awal kalian nikah, tidak mahal hanya sekitar 150 miliar saja" ucap Rossa
"baik akan ku berikan kepadamu tetapi ingatlah mulai detik ini kau dan juga Risa sudah tidak menjadi ibu dan anak lagi dan kau akan menjadi orang asing di hidup kami" ucap Alex
"baik lah itu tidak menjadi masalah" ujar Rossa mematikan sepihak telepon itu
Alex memberikan kembali handphone Risa dan Risa tentu tidak terima karena dia tau uang sebanyak itu tidak akan pernah bisa menebus jasa seorang ibu yang melahirkan anaknya "mas kamu udah gila yah?"
"ibumu itu yang gila, gila akan uang uang dan uang"
"tapi dia hiks tetap ibu aku, bagaimanapun jasa seorang ibu tidak akan bisa dibeli dengan uang sebanyak apapun"
"buktinya ibumu bisa tuh" ujar Alex tersenyum penuh kemenangan melihat keterdiam Risa
"seharusnya kamu berterima kasih kepadaku karena aku telah membebaskan mu dari ibu sampah mu itu"
"terserah" ucap Risa beranjak dan pergi menuju kamar mereka dan mengurung diri disana, Alex acuh tak acuh dia yang sudah rapi dengan jas kantornya beranjak pergi dari sana
💮💮💮💮💮
Risa yang mengurung didalam kamar menelfon Alisa, dia butuh seseorang yang ingin diajak bercerita
sambungan telepon tersambung dan kedua orang itu mengobrol dan Risa terus saja menangis menceritakan kejadian dimana ibunya lebih mementingkan uang dibandingkan dirinya sendiri
"ihh kenapa ada sih ibu yang seperti ibu kamu? Aku sakit kalau kamu cerita seperti itu" ucap Alisa dari sebrang sana
"aku capek saa, aku pengen bahagia untuk sebentar saja gak bisa" ucap Risa
"aku gak tau harus gimana, untuk saat ini aku gak punya solusi buat kamu"
"gakpapa kok mungkin ini udah takdir aku gak bahagia" ujar Risa
"saa pelukk jauhhh" ucap Alisa merentangkan tangannya dilayar ponselnya
Risa melihatnya sedikit tersenyum, dia bersyukur masih diberi teman sebaik dan setulus Alisa
"ohh iya saa aku juga punya kabar sedih" ucap Alisa memanyunkan bibirnya
"kabar sedih apa?" tanya Risa menghapus air matanya
Disana giliran Alisa yang menangis tersedu-sedu "Risa hiks calon suami aku meninggal bunuh diri" ucap Alisa
Risa yang mendengarnya terkejut "kok bisa?" tanyanya
"aku juga hiks gak tau, kenapa dia tiba tiba bunuh diri, yang jelasnya katanya dia depresi karena kalah saing sama musuhnya, kenapa sih manusia selalu tidak puas sama apa yang diberi? aku bakal terima dia apa adanya kok gak perlu hiks bunuh diri sendiri itu" tangis Alisa
Kedua perempuan itu hanya bisa menangis meratapi bagaimana menderitanya kehidupan mereka
💮💮💮💮💮
Sekian dulu buat hari ini kita jumpa besok semaunya terimakasih
kan sah suami istri... tinggal masukin satu kamar aja😁
selesai perkara
pasti gaya batu bisa🤣
emangnya hari kemerdekaan diperingati 🤣
yg benar "mengingatkan" Thor
be better 👍
Risa dan Cia kembar?
typo bertebaran..
sebaiknya diamati dulu dengan teliti sebelum di upload.. biar agar lambat, tapi hasilnya memuaskan
karena pembaca bisa terlanjur pergi atau memberikan penilaian rating jelek.. mana harus revisi lagi
tapi mati matian
harus paham sampai ke makanan dan minuman..
apa mereka juga harus faham kalau kamu masih suka ngiler saat tidur?🤣🤣🤣
tatapan penuh nanah.. nggak sekalian lalat dan belatung Thor,?🤣🤣🤣
sepertinya zea dalangnya.🤣
typo Thor... menyusul x 😁
kebanyakan "tidak"