Di rumah dia hanyalah seorang ibu rumah tangga, yang kerjanya hanya mengurus suami dan rumah, karna mereka belum di karunia seorang anak,Suaminya adalah seorang Intel di kepolisian yang selalu harus siap siaga apabila ada tugas mendadak, yang membuat dia heran seberat apapun kasus yang dia hadapi selalu dengan mudah dia atasi karna ada seseorang yang selalu membantunya,tapi orang itu sangat misterius karna dia membantu secara diam - diam setelah semuanya beres dia langsung menghilang tanpa jejak
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maya Arlan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 24
Sinar matahari menerobos masuk melalui celah ventilasi jendela, menyinari wajah cantik seorang wanita yang masih betah berada didalam mimpinya.
Karna merasakan silau cahaya matahari membuat seseorang mengeluarkan tubuhnya perlahan dia membuka matanya, lalu dia menoleh ke sampingnya kosong tidak ada keberadaan sang suami, tatapannya beralih kearah kamar mandi tapi di sana juga tidak terdengar suara seseorang yang sedang mandi. Ketika dia lagi bingung mencari keberadaan sang suami handphone nya berdering.
Dengan segera dia mengambil handphone tersebut dan melihat siapa pagi - pagi sudah mengganggunya, terlihat nama Leo di layar panggil dengan segera dia mengangkatnya.
"Ya katakan!" Ujarnya dingin.
"Queen, pria itu tetap bungkam walau sudah di siksa habis- habisan!" Lapor Leo.
"Kalian itu bisa kerja tidak, paksa jika perlu kau potong telinga atau jarinya biar dia mau mengaku!" Ujarnya dengan sangat jengkel.
"Semua sudah kita lakukan queen!" Ujar Leo lagi yang tidak terima kalo di salahkan.
"Kau itu belum pernah di hajar apa, jangan suka menggerutu tentangku!" Ujarnya.
Gila ne bos apa sudah jadi cenayang, mengapa dia bisa tahu kalau aku mengatasinya.
"Sudah tunggu aku segera kesana!" Ujarnya sambil mematikan handphone nya lalu dia beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah selesai dengan segera dia menuju mansion nya untuk berganti pakaian dan Menganti mobilnya dengan motor sport kesayangannya.
Tidak berapa lama dia sudah sampai di mansion besar dan mewah miliknya.Sejak dia menikah dia pulang hanya untuk berganti pakaian dan menukar kendaraannya.Para pelayan di sana juga sudah tahu kalau nona mereka sudah menikah dan tinggal bersama sang suami, walau rumahnya tidak semewah mansion yang dia miliki tapi tetap mewah juga untuk ukuran seorang polisi yang sudah berpangkat tinggi.
Ketika memasuki masion nya bi Siti sudah menyambutnya di depan pintu.
"Nona, selamat pagi, apa nona mau sarapan?" Tanyanya sambil menunduk hormat.
"Tidak bisa, Al cuma mau ganti baju dan kendaraan, bibi sendiri sudah sarapan belum?" Tanyanya balik.Dia memang sangat dekat dengan para pelayan yang ada di masion, karna Al adalah yatim piatu jadi semua pelayan yang ada di masion nya adalah keluarga baginya dia tidak pernah menganggap pelayan di rumahnya sebagai pelayan.
"Sudah non, kami semua sudah sarapan!"Jawab bik sumi.
"Ya sudah Al ganti baju dulu ya bik!" Ujarnya berjalan menuju kamarnya.Dengan segera dia Menganti pakaiannya lalu dia keluar lagi menuju garasi untuk mengambil motornya. Dengan kecepatan rata - rata dia mengendarai motornya menuju markas.
Tidak lama kemudian dia sudah sampai di markas black Tiger.Melihat queen mereka datang dengan segera mereka semua menunduk hormat.
"Selamat datang queen!" Ujar mereka semua, Al hanya mengangguk kan kepalanya sambil berjalan masuk ke dalam markas.Di dalam sudah ada Leo dan Joni yang menunggu kedatangan queen mereka.
"Dimana pria itu?" Tanyanya dengan dingin.
"Di ruang bawah penyekapan queen!" Jawab Joni.
Dengan segera Al berjalan keruangan bawah tanah di mana sang pria mereka sekap.Pris yang sudah setengah mati itu mendongak kan kepalanya ketika mendengar pintu besi itu di buka, terlihat seorang wanita cantik tapi wajahnya terlihat sangat menakutkan bagi pria itu, ya karna penampilan Al jauh berbeda saat dia di tangkap oleh anak buahnya kemarin malam. Sekarang Al memakai celana hitam yang koyak - koyak di beberapa bagian, memakai jaket warna senada dengan rambut yang di kuncir kuda menunjukan kesan seorang wanita tangguh.